Mulai hari ini, Mila memutuskan untuk tinggal di rumah ibunya. Terpaksa ia harus berbohong karena tak ingin sang ibu kepikiran akan persoalan rumah tangga anaknya. Meski ia tak bisa berbohong pada Cika.
“Lalu bagaimana keputusan Mbak Mila?” tanya Cika saat mereka tengah berbincang serius di kamar Cika.
“Rega bilang dia tak masalah jika aku ingin tinggal di sini beberapa hari untuk menenangkan diri, asal aku tak minta cerai. Tapi, mana bisa? Aku sudah terlanjur sakit hati. Di satu sisi, aku juga bingung harus bagaimana,” jelas Mila.
“Kalau Mas Arya bagaimana? Apa dia juga akan menceraikan Selia atau membiarkannya dulu? Apa Mbak Mila tidak ikuti saja apa yang dilakukan Mas Arya?” saran Cika.
Menggeleng, Mila tak bisa berpikir jernih saat ini. Hatinya masih kalut. Pikirannya penuh sesak.
Hingga keesokan harinya saat bekerja pun Mila seakan tak bersemangat. Beberapa pekerjaannya juga ada yang tak beres karena pikirannya kacau. Padahal, meski masih baru, kinerja Mila beberapa hari ini cukup bagus setelah mendapat training kilat.
Hal ini membuat Arya meminta Mila menemuinya di ruangannya.
Setelah dipersilakan masuk, Mila duduk di hadapan Arya dengan wajah lesu, tapi tidak dengan tatapan Arya yang tak bisa berkedip.
“Kamu pasti akan menegurku karena pekerjaanku berantakan ‘kan? Kalau kamu mau pecat aku silakan saja, aku memang tak bisa berpikir jernih saat ini. Saat ini saja aku terpaksa tinggal di rumah ibuku karena pertengkaran hari itu, aku tidak sanggup lagi berpura-pura tak tahu pada apa yang terjadi,” jelas Mila pasrah.
Penampilan baru Mila ternyata juga berhasil membuat Arya mengaguminya. Sampai lelaki itu seakan tak fokus pada penjelasan perempuan di hadapannya. Ia malah sibuk memperhatikan wajah Mila.
“Jadi mau bagaimana?” tanya Mila dengan nada sedikit lebih keras.
"Ha? Apa? Oh, itu.” Arya kelabakan.
“Kamu dengar aku tidak?” ketus Mila.
Mengangguk cepat, Arya buru-buru mengembalikan fokusnya pada apa yang mereka bicarakan hari ini. “Apa kamu butuh cuti? Aku bisa saja memberikanmu waktu untuk tenang.”
Menolaknya, Mila yang baru beberapa hari ini kerja di tempat Arya, tak pantas rasanya jika meminta cuti.
“Aku bisa handle masalah pribadiku sendiri dan tak akan membawanya ke pekerjaan. Lalu, kamu sendiri bagaimana? Apa sudah membicarakan hal ini pada istrimu?” Mila bertanya kembali mengenai nasib Arya.
“Sudah. Aku biarkan saja dia. Aku bahkan mempersilakannya untuk meminta cerai. Aku ingin dia merasa semakin tak nyaman berada di rumah, karena sikapku yang mengacuhkannya,” ungkap Arya.
Saling beradu nasib, Mila mengutarakan kebimbangannya karena ia ingin sekali bercerai, meski Rega menolaknya dan tak akan menurutinya sampai kapan pun.
“Apa aku harus bersikap sama sepertimu? Mengacuhkannya meski kami tinggal bersama? Apa aku sanggup melihatnya setiap hari jika mengingat dia sudah menyakitiku?” Mila meminta pendapat Arya.
Mengangguk mantap, Arya meminta Mila melakukan hal yang sama. Ia lalu mengutarakan rencananya, untuk bersikap cuek pada pasangan masing-masing. Kalau perlu, sampai mereka tak tahan.
“Kita lihat seberapa kuat mereka bertahan dengan sikap dingin dan cuek kita? Intinya, jangan lagi pakai hati dalam pernikahan masing-masing. Bukankah itu lebih menyiksa mereka dari pada kita langsung memberikan keputusan perpisahan? Kalau perlu, kita balas mereka sampai mereka merasakan apa yang kita rasakan,” tawar Arya dengan senyum nakalnya.
Tak mengerti apa maksud Arya ingin membalas Rega dan Selia, Mila menunjukkan ekspresi ingin tahunya.
Berdiri dan menghampiri Mila, Arya mendekatkan bibirnya ke telinga istri Rega itu dan mulai membisikkan rencananya.
“Apa?” Mila setengah berteriak.
“Dasar c*bul!” lanjut Mila lalu berdiri dan meninggalkan ruangan bosnya.
***
“Iya, Dek, masak dia bisa punya rencana seperti itu?” Mila menceritakan rencana Arya pada sang adik setibanya di rumah.
Tak disangka, Cika justru setuju dan sedari awal memiliki rencana yang sama.
“Mbak, pembalasan itu harus lebih kejam bukan? Kalau Mbak Mila sama Mas Arya dekat, itu akan membuat Mas Rega dan Selia mati kepanasan. Aku yakin, Mas Rega dan Selia masih sama-sama mencintai pasangan masing-masing. Orang yang selingkuh itu rata-rata begitu, menyesal setelah ditinggalkan,” terang Cika.
Adik Mila itu juga setuju dengan saran Arya yang harus mendiamkan pasangan mereka masing-masing. Apalagi, jika dibumbui dengan kedekatan Mila dengan Arya. Hal itu akan semakin epic.
Merasa segan jika harus dekat dengan Arya, Mila ragu melakukannya, apalagi sifat Arya yang tak ia sukai.
“Pura-pura saja, Mbak, akting saja. Ya kalau pun Mbak Mila jatuh cinta sungguhan juga tak apa-apa,” goda Cika.
Terdiam, Mila ingin memikirkannya terlebih dahulu. Ia pun kembali ke kamarnya sendiri untuk merenunginya. Sejujurnya, ia ingin sekali membalas Selia yang sudah menggoda suaminya. Ia yakin, Rega bisa selingkuh juga karena godaan Selia yang merasa dirinya cantik dan berkuasa.
“Dulu saja Rega tidak pernah berani begitu, padahal teman-teman wanitanya juga tak kalah cantik. Lihat saja ya, Selia. Kamu harus merasakan bagaimana rasanya suamimu diambil orang!” geram Mila.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Wiwien
balas dendam dimulai
2024-10-24
0
Iges Satria
balas dong
2024-10-18
1
niktut ugis
rebut lagi toh seperti nya Arya juga rada naksir Mila
2024-09-27
2