Bab 16

Menduga bahwa ini semua adalah ulah Selia, Mila benar-benar dibuat geram.

“Kamu memang harus diberi pelajaran, Selia!” Mila tak terima difitnah, setelah apa yang sepupunya itu lakukan terhadap rumah tangganya.

Sejak perceraiannya saat itu, Mila memang sengaja mengganti nomornya dengan nomor baru, yang hanya diketahui oleh Arya dan Cika. Sekarang, ia kembali menukar kartu SIM dengan nomornya yang lama, untuk mengetahui pesan apa yang Rega dan Selia itu kirimkan. Ia yakin, mereka berdua pasti tidak terima diceraikan tiba-tiba dan akan mengirimi Mila maupun Arya banyak pesan.

Benar saja, begitu ponselnya dinyalakan, banyak notifikasi pesan masuk dari Rega dan Selia.

Diabaikannya pesan dari mantan suaminya itu, karena fokusnya hanya lah pada pesan Selia.

"Dasar pelakor!"

"Aku tahu kamu memang menyukai Mas Arya ‘kan, Mbak? Kamu lah yang sebenarnya telah menggoda Mas Arya. Karena aku tahu dia tidak mungkin lebih dulu melirik wanita sepertimu, kamu pasti sudah mendekatinya dari lama. Pintarnya kamu menutupi semua ini dan menjadikan hubunganku dengan Mas Rega sebagai tamengnya!”

“Ke mana kalian? Apa kamu tidak punya malu, Mbak?”

Dan begitu banyak pesan sadis yang Selia kirimkan.

“Bagus lah kalau kamu berpikir begitu, akan aku wujudkan fitnahanmu itu,” gumam Mila tersenyum penuh dendam.

Ia pun kembali mengganti nomor lamanya dengan nomor yang baru, dan merusak kartu SIM nomor yang lama. “Selamat tinggal masa lalu.”

Mila lalu mendatangi ruangan kerja Arya yang juga sudah kembali bekerja hari ini.

“Pagi, Arya. Maaf mengganggumu sebentar. Apa aku boleh meminta diantar pulang hari ini? Aku ada lembur nanti malam, karena pekerjaanku menumpuk setelah 1 minggu tidak masuk. Jalan menuju apartemenmu lumayan sepi, aku takut,” pinta Mila yang diminta tak memanggil Arya dengan sebutan Pak itu meskipun di kantor.

Tak mengeluarkan sepatah kata pun, Arya hanya mengangguk.

Meski kesal sekali rasanya dengan sikap cuek Arya, tapi Mila tak ingin mempermasalahkannya.

Hingga malam hari sepulang kantor, Arya benar-benar menuruti permintaan Mila untuk mengantarnya pulang. Meskipun saat di dalam mobil, mereka tak banyak interaksi karena Arya bukan tipe lelaki yang banyak bicara. Sehingga, Mila lah yang berusaha aktif memulai obrolan.

"Jadi bagaimana rencanamu ke depan?" Mila melirik ke arah Arya yang sedang fokus menyetir.

"Kamu sendiri?" Tak menjawabnya, Arya malah berbalik tanya.

Menghela nafas panjangnya, Mila mengaku akan melupakan Rega dan perceraiannya. Ia akan menutup rapat semua kenangan buruk ini dan memulai kehidupannya yang baru. Tak sungkan, Mila yang memandangi Arya, mengatakan bahwa ia ingin mencari sosok pengganti Rega.

"Aku tahu pasti ini terkesan terburu-buru, tapi aku rasa saat ini adalah waktu yang tepat. Saat hatiku sudah tak ingin lagi terisi olehnya, aku ingin segera menempatkan seseorang di dalam hatiku. Ya, memang tak langsung ingin menikah juga, hanya ingin dekat saja," aku Mila.

Sesekali, Arya melirik Mila, lalu menebarkan senyum tipis penuh makna.

Selama perjalanan menuju apartemen, Mila merasa ada yang mengikuti mobil Arya sedari keluar dari kantor. Bukannya khawatir, Mila justru senang karena merasa pasti Selia lah yang sengaja membayar orang untuk memata-matai mereka. Hingga 20 menit berlalu, tiba lah mereka di parkiran apartemen milik Arya tempat Mila tinggal sekarang.

“Arya, antarkan aku sampai ke dalam ya, aku takut mantan istrimu itu sedang membuntuti kita. Aku takut dia akan menyuruh orang untuk diam-diam menikamku ke unit,” pinta Mila dengan raut wajah cemasnya.

Tak keberatan, Arya pun mengantarkan Mila ke dalam sampai di depan unitnya dan mereka pun berjalan beriringan begitu dekat.

***

“Apa? Kalian tidak salah lihat?” Selia terkejut, kala mendapat laporan dari anak buahnya malam ini.

Benar apa yang ia duga, Mila dan Arya sering bersama, bahkan mereka tak sungkan masuk ke dalam apartemen berdua, meskipun ia tahu Arya kembali ke parkiran setelah mengantar Mila ke dalam.

“Tidak mungkin kalau mereka tidak pernah berbuat apa-apa. Aku yakin, Mas Arya yang pasti sudah membelikan apartemen untuk wanita penggoda itu! Mbak Mila mana bisa membeli unit di sana,” ujarnya remeh.

Selia yang langsung bergegas menuju rumah Arya, ingin langsung menemui mantan suaminya itu sepulang dari apartemen.

Hingga setibanya ia lebih dulu di rumah Arya, tak lama mobil Arya pun tiba.

Saat mobil Arya memasuki gerbang, Selia segera menyusul di belakangnya agar ia bisa ikut masuk, karena ia tak akan diizinkan jika masuk sendirian.

Begitu Arya turun, Selia langsung menyergapnya.

“Jadi kamu menceraikanku demi Mbak Mila 'kan? Apa baiknya dia dibanding aku? Kamu berani menceraikanku dengan cara tak hormat seperti itu dengan mengusirku tiba-tiba. Keterlaluan kamu, Mas!” cecar Selia.

Dengan tenang, Arya tetap berjalan masuk menuju rumahnya, tak peduli dengan ocehan sang mantan istri.

Selia yang menarik tangan Arya untuk mengajaknya bicara, mau tak mau membuat Arya menghentikan langkahnya.

"Kalau iya kenapa?" Ucapan Arya membuat wajah Selia memerah.

“Kamu sengaja merencanakan ini semua dengan Mbak Mila, untuk tiba-tiba memberikan akta cerai padaku dan Mas Rega. Jahat kamu, Mas! Kamu juga sudah berani menginap di apartemen dengannya. Kalian benar-benar jahat!” teriak Selia yang membuat 2 satpam pribadi Arya menghampirinya.

"Aku atau kamu yang keterlaluan? Jangan memutarbalikkan fakta, Selia. Dari dulu kamu tak pernah berubah. Untuk apa kamu menemuiku? Bukan kah sekarang kamu sudah bebas keluar masuk hotel dengan selingkuhanmu itu? Kamu juga bahkan dapat dengan bebas menginap di rumah Arya. Oh, apa kabarnya pak dosen itu?” Arya begitu santai bicara.

Dengan kode matanya, Arya meminta kedua satpamnya untuk mengusir Selia.

“Jangan kurang ajar kalian! Lepas!” titah Selia berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman satpam yang memegangi kedua lengannya.

Sedangkan Arya kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah, tak memedulikan mantan istrinya yang terus berteriak memanggil namanya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Susanty

Susanty

Dasar Selia playing victim...
bener kamu Arya melepaskan Selia adalah cara yang terbaik

2024-08-28

2

Ma Em

Ma Em

Selia pasti menyesal karena sdh diceraikan Arya lelaki kaya dan mapan karena skrg dia hanya dgn seorang Rega yg Dosen semoga saja Arya dan Mila segera menikah dan pernikahannya awet sampai menua bersam

2024-08-28

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!