Buru-buru Mila menutup teleponnya, untuk melihat notifikasi di grup keluarga yang begitu ramai.
Arya dengan lengkap mengirimkan beberapa foto kebersamaan Rega dan Selia, beserta tanggal momen kebersamaan itu diambil. Ia lalu membandingkan dengan foto saat dirinya tengah bersama Mila, yang baru saja dikirimkan Selia. Itu artinya, Arya ingin menunjukkan bahwa kebersamaan Rega dan Selia yang terjalin lebih dulu, sudah tercium sejak lama, saat mereka masih menjadi suami dan istri orang.
Yang paling mengejutkan, Arya tak malu mengirimkan rekaman video saat Rega dan Selia berciuman di dalam mobil.
"Yang harus kalian tahu, mereka memutarbalikkan fakta. Saya dan Mila adalah korban kecurangan mereka berdua. Tenaga pendidik dan seorang mahasiswi yang tak punya moral. Bukan merasa bersalah atas pengkhianatan yang mereka lakukan, kini malah berbalik menuding saya dan Mila seolah kami berselingkuh. Jika pun saya dan Mila kini menjadi dekat, bukankah hal itu wajar karena kami sama-sama korban? Bukankah tak mengapa pula bila kalian juga mendukung Selia dan Rega, pasangan yang bermula dari perselingkuhan.”
Itulah ujaran yang Arya kirim di grup keluarga besar. Meski seseorang seperti Arya tak seharusnya membuang waktunya hanya untuk mengklarifikasi hal ini. Tapi, sikap Arya ini membuat Mila lega dan merasa terlindungi. Tak pernah ia merasakan seaman ini ketika bersama Rega dulu.
Setelah kericuhan grup keluarga akibat kiriman foto dan video Arya, saat itu juga Selia dipanggil oleh mama papanya untuk disidang.
"Apa maksudnya, Selia? Benar apa yang Arya jabarkan itu? Kamu benar-benar mempermalukan Papa dan Mama! Mila itu kakak kamu sendiri, anak dari kakak Papa!” tegas sang papa yang saat ini mendudukkan anak perempuannya di hadapannya.
Selia membantah apa yang Arya ucapkan tak sepenuhnya benar, ia bertindak demikian bukan karena kesalahannya semata. Ia berdalih bahwa kejenuhan dalam rumah tangganya bersama Arya lah yang membuatnya mencari kasih sayang dan perhatian dari lelaki lain. “Mas Rega lebih bisa memahamiku dari pada Arya, Pa, Ma. Mas Arya terlalu sibuk dan cuek dalam pernikahan kami, Selia lelah dengan sikapnya.”
“Selia! Mama sudah pernah bilang, apa pun yang terjadi, pertahankan dia. Apa pun yang dia lakukan, anggap semuanya benar. Apa susahnya menurunkan ego?” Mama Selia justru menyalahkan tindakan sang anak.
Tak akan bisa sepaham dengan orang tuanya, Selia kabur ke dalam kamarnya begitu saja, tak memedulikan panggilan kedua orang tuanya.
***
“Tolong, Arya. Maafkan Selia. Nanti Mama juga akan tegur dia untuk meminta maaf padamu. Mama yakin ini semua hanya lah salah paham. Kenapa sih harus sampai bercerai? Apa kamu tidak mau berubah pikiran untuk kembali rujuk dengan Selia?” bujuk mama Selia yang tak rela melepas Arya sebagai menantunya.
Mantan mama mertua Arya itu juga meminta Arya mempertimbangkan hal ini, mengingat statusnya yang sudah tak punya orang tua. “Kamu sendiri yang bilang kalau Mama dan papa sudah kamu anggap seperti orang tuamu sendiri.”
“Benar, Ma. Arya sudah bilang akan tetap menganggap Mama dan papa keluarga. Mama tidak perlu khawatir soal itu. Tapi, untuk kembali rujuk, maaf. Arya tidak bisa melakukannya. Arya tidak bisa memberikan kesempatan itu,” tutur Arya yang pagi ini terpaksa belum berangkat ke kantor karena mama Selia itu tiba-tiba bertamu ke rumahnya.
Tak ingin membahas masalah ini lagi, Arya meminta mantan mertuanya itu untuk pulang karena ia harus segera berangkat ke kantor. "Arya ada meeting pagi ini, Ma."
“Arya, tunggu dulu,” pinta mama Selia mengejar Arya yang beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah pintu.
Sementara itu, Mila yang tengah menunggu ojek, menunggu di halte depan apartemennya.
Tak lama, sebuah mobil berhenti di depannya.
“Masuk,” pinta Arya saat membuka kaca jendela mobilnya.
Mila yang bengong karena Arya tiba-tiba datang menjemputnya, bergegas masuk ke dalam mobil. “Kenapa kamu tiba-tiba jemput?”
“Bukannya kamu malah senang bisa aku jemput?” tebak Arya percaya diri.
Hanya diam, Mila tersenyum malu. Sejujurnya, ia memang ingin dekat dengan Arya untuk membalaskan dendamnya pada Selia. Hingga ia berencana ingin membuat Arya jatuh cinta padanya.
"Aku tahu rencanamu," ujar Arya tiba-tiba, membuat Mila terkejut Arya bisa tahu isi hatinya.
“Apa? Jangan sok tahu,” ketus Mila dengan wajah yang memerah.
“Lakukan semaumu, aku ikut saja,” lanjut Arya tersenyum penuh arti.
***
Saat yang bersamaan, Rega yang akan berangkat ke kampus pagi ini, tiba-tiba kedatangan Selia ke rumahnya.
“Aku tinggal di sini ya, Mas,” rajuk Selia yang langsung masuk dan duduk tanpa dipersilakan.
Tak paham apa maksud Selia, Rega mengerutkan dahinya.
"Iya, aku mau tinggal di sini. Suntuk sekali aku dengan papa mama yang terus menyalahkanku,” adu Selia kesal.
Menghela nafas panjangnya, Rega tak bisa menolak keinginan Selia. Meski ia masih malu jika mengingat rekaman videonya yang tersebar ke grup keluarga semalam. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Mau membantah pun ia tak ada kekuatan.
“Kamu tidak ke kampus?” tanyanya pada Selia yang melepas jaketnya lalu merebahkan dirinya di sofa.
Menggeleng, Selia mengatakan ia tak mood melakukan bimbingan hari ini.
“Dosenmu mencarimu dari kemarin. Revisimu belum selesai. Mau sampai kapan? Kamu sudah waktunya lulus.” Rega mengingatkan.
Tak menjawab, Selia malah menyalakan televisi.
Rega yang membiarkan tingkah selingkuhannya itu, lalu berpamitan untuk berangkat ke kampus.
Selia yang semakin asyik menikmati ketenangan paginya kali ini yang tak ia dapatkan di rumah orang tuanya, mengambil ponselnya untuk membuka laman media sosialnya.
Tak disangka, headline sebuah postingan artikel dari salah satu akun gosip mencuri perhatiannya, hingga ia pun bangun dari rebahannya.
Seorang selebgram ketangkap basah check in di hotel dengan dosennya, hingga berciuman di dalam mobil parkiran kampus, inisial S.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
vj'z tri
kejutan buat selia 🥳🥳🥳🥳
2024-09-10
4