Bab 6

“Apa suamimu datang ke acaranya Tante Sintia?” tanya Rega yang sore ini sudah berada dalam 1 mobil yang sama dengan Selia.

Menggeleng, Selia mengatakan bahwa suaminya itu tak tertarik datang ke acara seperti itu. Saat tantenya itu mengadakan acara ulang tahun saja, Arya tak bisa datang karena masih di kantor. “Dia super sibuk, Mas. Makanya, aku suntuk sekali hidup dengannya.”

“Syukur lah, setidaknya mereka tidak tahu kalau kita tak datang. Mila bilang dia juga berencana tak hadir di sana,” ujar Rega tersenyum.

“Sepertinya kita memang ditakdirkan bersama, Mas. Terbukti, kita bisa sebebas ini pergi bersama, padahal kita melakukannya diam-diam,” ujar Selia.

Rega lalu mengingatkan, bahwa jika waktu mereka bersama sudah cukup, mereka harus kembali pada pasangan masing-masing, sebelum ketahuan. Sontak mereka berdua pun tertawa lepas dan memaklumi apa yang sedang mereka lakukan. Bagi mereka, pelampiasan itu perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan mereka pada pasangan masing-masing.

Rega lalu membelokkan mobilnya ke salah satu hotel mewah.

“Jangan lama-lama ya, nanti. Jam 8 kita sudah harus pulang,” ucap Rega mengingatkan Selia.

Memukul manja lengan suami Mila itu, Selia merasa ia yang seharusnya mengingatkan Rega karena lelaki di sampingnya itu lah yang suka tak ingat waktu kalau sudah bersama.

“Mas Rega kalau sudah keenakan jadi lupa waktu. Enak mana aku sama Mbak Mila?” goda Selia membuat mereka tertawa terbahak.

Sementara itu, di rumah Tante Sintia, Mila yang baru saja datang dengan membawa bingkisan besar, turut mengucapkan ucapan selamatnya pada sang tante.

“Ya ampun, Sayang. Repot-repot sekali, padahal Tante sudah bilang tak perlu ada yang bawa kado. Terima kasih ya, Cantik,” ujar Tante Sintia mengecup pipi Mila.

“Rega mana?” tanya Tante Sintia.

Mengatakan bahwa sang suami sedang ada rapat, Mila meminta maaf jika ia hanya datang sendirian. “Biasa, Tante. Dia repot sekali di kampus barunya.”

Memakluminya, Tante Sintia lalu meminta Mila duduk bergabung bersama yang lain.

Mengangguk, Mila lalu mencari sofa yang masih kosong. Dilihatnya Arya duduk sendiri di salah satu sofa panjang. Hatinya pun bergumam, karena tumben sekali lelaki itu ikut datang ke acara keluarga besarnya. Ia lalu menghampiri Arya untuk menanyakan keberadaan Selia.

“Istrimu mana?” tanyanya ketus.

Tersenyum tipis, Arya menyayangkan sikap Mila yang masih bertanya hal tak penting.

“Kalau tidak mau jawab ya sudah! Kamu menyebalkan sekali!” ketus Mila lalu duduk di samping Arya, tapi agak menjauh dari suami Selia itu.

“Sudah tentu dia sedang bersama suamimu,” bisik Arya.

Seketika Mila terdiam, lalu menengok ke arah Arya dengan sinis.

“Apa dia tahu kalau kamu datang?” tanya Mila lagi, meski ia sudah malas sekali rasanya berinteraksi dengan Arya yang sok.

Tertawa kecil, Arya semakin yakin pada dugaannya, mengenai alasan Rega berselingkuh dari Mila. “Kamu selalu menanyakan hal yang tak perlu dijawab. Sudah tentu, Selia mengira aku tak akan datang. Aku ke sini hanya ingin menunjukkan padamu, bahwa kita sama-sama datang sendirian di sini, karena suamimu dan istriku sedang berduaan di luar sana.”

Mengepalkan kedua tangannya, Mila mencoba tenang dan tampak baik-baik saja di hadapan keluarga besarnya.

Hingga 1 jam acara berlalu, tamu undangan Tante Sintia pun satu per satu mulai pulang, meski ada yang masih ingin berbincang di sana.

Mila yang esok hari masih harus kerja, tentu ikut berpamitan, karena ia harus sudah ada di rumah sebelum suaminya pulang.

Sembari menunggu ojek online yang dipesannya datang, sesekali Mila melihat arlojinya.

“Aku bawa mobil. Mau sekalian saja?” tawar Arya berbaik hati.

Menggeleng, Mila menolaknya mentah-mentah.

“Sepertinya ojekmu masih jauh, itu tulisannya 20 menit lagi,” lanjut Arya membuat Mila goyah.

Tak mendapat jawaban dari Mila, Arya pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobilnya.

“Tunggu.” Mila tiba-tiba berubah pikiran ingin pulang bersama Arya.

***

Meski mereka banyak diam selama dalam perjalanan pulang, tapi Mila ingin menanyakan sesuatu pada Arya.

“Apa kamu bisa mematikan perasaanmu?” tanya Mila ragu, karena ia takut akan dijawab remeh lagi oleh Arya.

“Aku sedang mengusahakannya. Lagi pula, hal itu tak akan susah. Tidak ada maaf untuk sebuah pengkhianatan,” jawab Arya yang masih fokus menyetir, tanpa menoleh ke arah Mila.

Arya lalu meminta Mila melakukan hal yang sama, meski ia tak dapat memaksanya.

Perlahan, Mila mulai memperhatikan suami dari Selia itu. Batinnya berisik, apa yang kurang dari seorang Arya. Hingga Selia malah memilih bermain hati dengan Rega, yang bagi Mila tak lebih tampan dan gagah dari Arya.

“Pasti istrimu selingkuh karena tidak tahan dengan sikapmu yang dingin, sok, dan cuek itu ya,” tebak Mila.

Hanya tersenyum kecut, Arya tak ingin menanggapinya. Baginya tak penting apa alasan seseorang itu berselingkuh. Lagi pula, Arya merasa telah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami yang baik dan bertanggung jawab.

Hingga sesampainya mereka di depan rumah, Mila mengucapkan terima kasih karena telah diantar pulang.

“Hati-hati, Ar,” ujarnya lalu membalikkan badan masuk ke dalam rumah.

Selang beberapa menit kemudian, Arya kembali melajukan mobilnya.

Baru juga masuk ke dalam rumahnya, hatinya kembali dibuat hancur setelah membaca notifikasi yang muncul di emailnya.

PHK.

Mila masuk ke dalam daftar 15  karyawan yang terkena PHK kantornya, yang sempat ramai diperbincangkan 1 bulan terakhir. Memang, ia sudah berjaga-jaga dengan mulai mencari pekerjaan baru. Tapi, sampai saat ini belum juga ada panggilan.

Tubuhnya melemas, kakinya seakan tak kuat menopang tubuhnya. Seketika ia pun terjatuh di lantai, meski masih sadarkan diri. Sepertinya ia tak lagi bisa berpikir bagaimana nasibnya setelah ini. Sudah mau jadi janda, sekarang, ia malah jadi pengangguran.

...****************...

Terpopuler

Comments

Wiwien

Wiwien

Mila pasti bisa melalui semua ini, semangat 💪💪

2024-10-24

0

vj'z tri

vj'z tri

Mila sayang sabar ...kamu pasti kuat 🥹🥹🥹🥳🥳🥳lanjut Thor

2024-09-10

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!