Bab 12

Beberapa hari ini, kedua pasangan itu tampak hanya menjalankan pernikahan mereka secara formalitas belaka. Bagaimana tidak, mereka justru lebih dekat dengan pasangan orang lain ketimbang pasangannya sendiri. Semakin hari, Arya dan Mila justru semakin berhasil mematikan perasaan mereka masing-masing.

Malam ini, Rega kembali pulang malam, dan melanjutkan aktivitas pengkhianatannya bersama Selia. Mereka bahkan sudah tak lagi sungkan dan sembunyi-sembunyi saat bersama. Hanya saat di kampus saja mereka menjaga jarak, selebihnya mereka menghabiskan waktu untuk berkencan. Mereka pun semakin sering keluar masuk hotel.

Begitu pula dengan Mila, yang setiap hari tetap diantar pulang oleh Arya. Rega bahkan tak lagi menegurnya dan hanya bisa diam melihat kejadian ini. Mereka kini sangat irit bicara dan komunikasi mereka begitu buruk. Di satu sisi, Rega begitu ingin rumah tangganya segera membaik, tapi, ia harus mampu menahannya, demi rencana yang sedang ia lakukan.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ujar Mila saat akan turun dari mobil Arya malam ini.

"Kamu sudah sangat sering berterima kasih. Ini 'kan memang rencana kita," balas Arya memandang ke arah Mila.

Tiba-tiba Mila dibuat tak fokus, dengan perawakan Arya yang sangat berwibawa dan gagah.

"Mil," panggil Arya saat melihat Mila melamun memandangi dirinya.

"Eh, sori," ujar Mila lalu turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.

Saat melangkahkan kakinya ke ruang tengah, dengan jelas ia melihat Selia sedang menyeduh teh di dapurnya. Padahal, di depan ia tak melihat ada mobil Selia. Seketika irama jantungnya pun naik turun.

“Sedang apa kamu di sini?” Seketika darah tinggi Mila naik.

“Eh, Mbak Mila. Kok Mas Arya tidak disuruh masuk? Dia pasti baru mengantarmu ‘kan?” ujar Selia setelah meneguk teh panasnya.

Geram dengan kelancangan sepupunya itu yang sudah berani masuk ke rumahnya, Mila mencoba tenang, hingga tak lama Rega keluar dari kamar hanya dengan memakai celana pendek dan berkalung handuk.

“Oh, kalian sudah berani terang-terangan sekarang? Dasar tidak punya malu! Kalian pezina!” bentak Mila.

Tampak santai, Selia meminta Mila mengakhiri aksi balas dendam ini, bila tak ingin melihat mereka semakin menggila.

“Sayang, sudahi semuanya dan kita mulai lagi semuanya dari 0. Aku dan Selia tidak tahan diperlakukan begini. Aku yakin kamu masih mencintaiku ‘kan? Ayo, kita perbaiki semuanya,” pinta Rega dengan wajah tanpa dosa.

“Kalian sakit jiwa!” teriak Mila lalu bergegas masuk ke kamarnya.

Di dalam kamar, Mila segera menghubungi Arya sembari menangis. Ia meminta Arya berputar balik ke arah rumahnya, karena Selia ada di sana. Mila tak kuasa bicara, menahan sesak di dada.

Hingga saat Selia yang akan segera pulang berdiri di belakang pintu, ia terkejut melihat mobil suaminya kembali ke rumah itu.

Tanpa bicara pada istrinya, Arya menyelonong masuk ke dalam.

“Sudah gila kalian!” tegurnya pada Rega dan Selia.

Mendengar suara Arya, Mila bergegas keluar kamar dengan mata sembab. Arya bak seorang pahlawan penyelamat. Ia langsung menengadahkan tubuhnya menerima Mila yang seolah membutuhkan perlindungannya.

Selia dengan cekatan menarik tubuh Mila menjauh dari suaminya, lalu menamparnya. “Dasar pelakor!"

“Selia, cukup!” bentak Rega dari jauh.

“Kamu yang pelakor karena telah mengganggu rumah tangga mereka. Jangan buat aku malu karena tak bisa mendidikmu!” tegas Arya pada Selia, lalu membawa tubuh Mila ke belakang tubuhnya.

Selia mengamuk, tak terima suaminya lebih membela perempuan lain.

Arya lalu bergegas menggandeng Mila keluar dari rumah dan membawa masuk ke dalam mobilnya.

Selia yang berteriak memanggil-manggil Arya pun tak diindahkannya. Ia lalu menyalahkan Rega yang hanya bisa diam melihat istrinya dibawa laki-laki lain. Rega yang tak terima disalahkan, berganti menyalahkan Selia atas rencana bodohnya.

“Jelas Mila marah karena rencana kamu yang lancang ke rumah kami!” kesal Rega.

***

“Aku tidak tahu bagaimana ujung dari semua ini. Aku lelah, aku sudah tidak sanggup. Istrimu bahkan dengan beraninya masuk ke dalam rumahku, mereka pasti sudah bermesraan di sana. Aku tidak terima, mereka keterlaluan!" curhat Mila saat berada di mobil Arya.

Iba melihat Mila yang tampak begitu terluka, Arya dengan spontan memeluk dan mengusap-usap punggungnya, untuk memberikan ketenangan.

“Kamu benar, aku memang wanita menjenuhkan. Kamu benar, banyak hal yang kamu lihat dariku, yang kamu pikir itu semua adalah alasan suamiku menjalin hubungan dengan perempuan lain. Kalau aku bisa menjadi istri yang lebih menyenangkan, suamiku tidak akan mengkhianatiku. Dia tidak akan tergoda dengan perempuan lain yang lebih cantik, lebih muda, dan lebih segalanya. Istrimu memang sempurna. Meski lebih muda, tapi dia lebih berpenghasilan dariku, dia lebih sukses...” Mila tak dapat menahan tangisnya.

Menyeka lembut air mata wanita di sampingnya, Arya mencoba menguatkannya. Bahwa Mila tak seharusnya merasa rendah diri, karena perselingkuhan terjadi bukan karena buruknya pasangan yang ada. “Lelaki yang setia, akan melihatmu penuh dengan kesempurnaan. Hanya saja, kamu bertemu dengan lelaki yang salah.”

“Begitu pun aku. Aku sadar aku tak bisa membahagiakannya. Tapi, aku sangat terbuka jika ia ingin aku berubah. Sayangnya, komunikasi kami begitu buruk, hingga dia tak mau membicarakannya baik-baik malah langsung mencari solusinya sendiri dengan mencari kebahagiaan dari lelaki lain,” lanjut Arya.

Mila yang tadinya menangis, kini dibuat kesal dengan tingkah Selia yang tak bersyukur itu. Sang selebgram itu dinilai tak bisa melihat kelebihan yang ada pada suaminya. Padahal, banyak wanita memimpikan bisa memiliki suami seperti Arya.

“Biar pun kamu ketus dan dingin juga cuek, tapi nyatanya kamu mau menerima kritikan untuk berubah. Kamu kaya, gagah, dan tampan, juga perhatian. Kurang apa lagi. Seharusnya dia sadar di luaran sana banyak yang ingin bersamamu! Para pelaku perselingkuhan memang tak ada yang memiliki rasa syukur!” gertak Mila yang mendapat tatapan salah tingkah dari Arya karena merasa dipuji oleh Mila.

Merasa keceplosan telah memuji Arya, kini giliran Mila yang dibuat salah tingkah oleh tatapan Arya. Hingga mereka yang awalnya begitu lekat kini sama-sama tersadar dan saling menjauh. Keduanya pun tak dapat menyembunyikan semburat ekspresi salah tingkah.

"Ehm, lalu aku harus bagaimana?" Mila mengalihkan perhatian.

"Cerai," jawab Arya singkat.

“Bukannya kamu sendiri yang bilang jangan langsung minta pisah?” tanya Mila tak paham.

“Tak ada lagi yang bisa dipertahankan dari hubungan yang toxic ini. Tak ada cara lain pula selain mengakhiri semuanya,” jelas Arya.

Bosnya itu kemudian tampak membisikkan sesuatu di telinga Mila, yang merupakan rencana mereka selanjutnya. "Bersabarlah sedikit lagi."

...****************...

Terpopuler

Comments

Wiwien

Wiwien

rencana selanjutnya apa ya

2024-10-24

0

Iges Satria

Iges Satria

sama² sempurna dan dijadikan korban pasangan yg /Good//Good/

2024-10-18

1

vj'z tri

vj'z tri

Mila dan Arya setuju aku mendukung 🥳🥳🥳🥳ayo pendukung Mila vs Arya merapat 💃💃💃

2024-09-10

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!