Seikat Bunga dari Mantan Suami

Arthazia menolak menandatangani surat serah terima kepemilikan semua aset yang hendak diberikan oleh Arslan. Jika hanya untuk sekedar biaya hidup, jumlah saldo yang ada di rekening Arthazia saat ini lebih dari cukup. Uang tersebut adalah uang bulanan yang ditransfer oleh Arslan selama ini, dan Arthazia tak banyak menggunakannya karena semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Bahkan Arslan juga sering memberinya hadiah barang-barang mewah, sehingga Arthazia nyaris tak pernah berbelanja sendiri.

Arslan memang sangat royal untuk urusan materi, Arthazia juga mengakui hal itu. Hanya saja, sikapnya pada Arthazia terlampau dingin dan terlihat cenderung tak peduli, membuat Arthazia perlahan kehilangan kesabaran. Untuk sosok perempuan yang tak gila harta seperti Arthazia, sikap Arslan padanya tentu sangat menyakitkan. Bahkan meski setelah itu Arslan akan mengirimkan hadiah mewah sebagai kompensasi, rasanya itu tak bisa mengurangi penderitaan yang Arthazia alami.

"Katakan pada Arslan, saya berterima kasih atas niat baiknya, tetapi saya tidak bisa menerima itu semua. Jangan khawatir, saya tidak akan kelaparan meski tidak mendapatkan kompensasi perceraian darinya. Apa yang sudah dia berikan pada saya selama ini, sudah lebih dari cukup." Itu adalah kalimat yang Arthazia ucapkan pada kuasa hukum Arslan sebelum pergi.

Arthazia pikir, setelah ini akan ada drama merepotkan mengenai penolakannya, mengingat selama ini lelaki itu cukup pemaksa. Dulu Arslan akan selalu memastikan Arthazia menerima pemberiannya, meski Arthazia tak menginginkan semua itu. Akan tetapi, kali ini rupanya Arslan telah belajar untuk menghargai apa yang diinginkan dan tak diinginkan oleh Arthazia. Arslan tak berusaha membuat Arthazia menerima kompensasi perceraian darinya.

"Itu bagus dan melegakan," gumam Arthazia pada dirinya sendiri setelah beberapa hari berlalu tanpa ada upaya pemaksaan dari Arslan. Sepertinya, sekarang dia sudah bisa memulai hidup barunya dengan tenang.

"Artha, apa kamu sudah bangun?" Suara panggilan Nenek Julie membuyarkan lamunan Arthazia. Sejenak Arthazia tertegun karena tak pernah sebelumnya Nenek Julie mendatanginya pagi buta begini.

"Ya, Nek." Arthazia yang sedang menyeduh teh bergegas membukakan pintu. Dia kembali dibuat tertegun melihat Nenek Julie yang berdiri dengan buket bunga Lili di tangannya.

"Ini ada titipan untukmu," ujar Nenek Julie sambil memberikan buket bunga tersebut pada Arthazia.

Arthazia menerimanya dengan sedikit bingung. "Titipan buat saya?"

"Iya, tadi pagi-pagi sekali ada pria tampan datang ke rumahku, lalu menitipkan bunga ini untukmu. Entah dia pemalas atau apa, saat aku suruh dia naik dan memberikannya sendiri padamu, dia malah meninggalkan bunga ini begitu saja," sahut Nenek Julie. Terdengar setengah menggerutu.

Arthazia hanya bisa terpaku dengan raut wajah sedikit bingung bercampur heran.

"Pria itu bilang, kamu sudah banyak melakukan hal baik untuknya selama ini dan ingin memberimu hadiah, tapi tidak tahu apa yang kamu sukai, makanya dia menggantinya dengan bunga saja. Dia harap kamu tidak menolaknya." Nenek Julie kembali menjelaskan. "Tapi bukankah lebih baik memberikannya sendiri padamu? Kenapa harus menitipkannya padaku? Dia agak aneh. Sayang sekali, padahal wajahnya sangat tampan."

Mendengar apa yang dikatakan oleh Nenek Julie barusan, Arthazia sedikit mengerutkan keningnya. Apakah itu Arslan? Benarkah lelaki itu yang menitipkan bunga ini untuknya? Perasaan Arthazia tiba-tiba menjadi berkecamuk tak menentu.

"Ya sudah, aku pulang dulu. Tadi aku cepat-cepat kemari karena takut bunganya layu jika tidak langsung aku berikan padamu," ujar Nenek Julie lagi berpamitan.

"Ah, iya, Nek. Terima kasih banyak." Arthazia berterima kasih sambil berusaha untuk tersenyum.

Nenek Julie melambaikan tangannya dan berlalu. Tetapi baru beberapa langkah, dia kembali menoleh.

"Kalau diingat-ingat, sepertinya aku melihat pria itu beberapa kali di seberang jalan," ujar Nenek Julie.

"Ya?"

"Iya, benar. Itu benar-benar dia. Beberapa kali aku melihat dia berdiri di seberang jalan sambil melihat ke atap gedung, kemudian dia pergi dengan menggunakan mobil mewah." Nenek Julie menambahkan.

Arthazia tak mampu mengatakan apapun. Dia hanya terdiam dengan raut wajah yang tak dapat dijabarkan. Sepertinya itu memang benar Arslan.

"Kupikir, tampaknya pria itu menyukaimu, Artha. Tapi kenapa dia tidak sekalian naik untuk menemuimu?"

Arthazia hanya bisa menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan jika dirinya tak bisa memberikan penjelasan apa-apa pada Nenek Julie.

"Ah, sudahlah. Maaf kalau aku terlalu ikut campur urusanmu. Hanya saja, Berhati-hatilah pada pria kaya. Mereka rata-rata mengerikan." Nenek Julie memberikan nasihat, sebelum akhirnya benar-benar pergi.

Sementara itu, Arthazia hanya bisa terpaku sembari memeluk bunga pemberian Arslan. Raut wajahnya berubah menjadi sendu. Harusnya ini bukanlah apa-apa untuknya. Seikat bunga dari mantan suaminya itu mestinya tak membuat dirinya terguncang. Tetapi kenapa dadanya justru terasa sesak? Tubuh Arthazia perlahan luruh ke lantai. Dia sungguh tak tahu rasa sakit macam apa yang sedang merajam hatinya saat ini

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

cinta itu masih ada zia. sadarilah...

2024-09-26

0

Yuyun Yunita

Yuyun Yunita

perpisahan yg masih dilandasi cinta dan hancur karena salah paham itu lebih menyedihkan😔 daripada hancur direbut pelakor/pebinor😩

2024-09-19

0

Dewi Sariyanti

Dewi Sariyanti

Lagi lagi masalah komunikasi yg buruk. Yg laki berfikiran kalo bentuk cintanya cukup dgn di berikan harta berlimpah, sedangkan si wanita gk butuh semua itu, yg lebih si wanita butuhkan adalah perhatian si suami. Zia itu butuh sosok yg bs melindungi dan menghargai dia dgn perhatian, bukan harta benda.

2024-09-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!