Gugatan Kedua

Arthazia menaiki sebuah taksi dan langsung menuju ke suatu tempat. Di sana dia singgah dan mengganti pakaiannya, baru kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan taksi yang berbeda. Meski sepertinya tidak ada yang membuntuti, tetap saja dirinya berjaga-jaga. Sebelumnya, Arthazia sempat khawatir Arslan akan menahan kepergiannya, tetapi rupanya tidak. Hampir saja dia batal kabur.

Di pinggiran kota, Arthazia kembali turun dari taksi. Di sana telah ada anak buah Logan yang menjemput Arthazia dan mengantarnya ke sebuah tempat yang katanya telah dipersiapkan untuk Arthazia. Tempat itu tak lain sebuah vila yang terletak sangat terpencil, dikelilingi hutan dan anak sungai yang memiliki air yang jernih.

Sebenarnya, ada rasa takut yang menyusup di hati Arthazia selama perjalanan menuju ke vila tersebut. Jika Logan memiliki niat buruk, maka akan sangat sulit bagi Arthazia untuk meminta pertolongan. Akan tetapi, keinginannya yang begitu kuat untuk terlepas dari Arslan membuat Arthazia bertindak tanpa berpikir panjang, bahkan cenderung gegabah. Yang ada dalam benaknya hanyalah bagaimana dia bisa secepatnya melarikan diri dari Arslan.

"Selamat datang, Kakak Ipar." Rupanya Logan sendiri yang menyambut kedatangan Arthazia. Lelaki itu memperlihatkan sikap yang begitu ramah dan bersahabat.

"Terima kasih. Maaf merepotkan," sahut Arthazia. Demi sopan santun, tentu dia juga harus bersikap baik. Akan tetapi, dirinya tahu jika Logan tidaklah seramah kelihatannya. Sedikit banyak Arthazia mengetahui sejarah kelam hubungan Logan dan Arslan, meski tak begitu detil. Satu-satunya alasan Arthazia bekerja sama dengan Logan adalah karena kelicikan lelaki itu.

Arthazia tahu jika langkah yang diambilnya saat ini sudah amat sangat jauh. Pasti ada konsekuensi besar yang akan dia tanggung, tetapi dirinya sudah benar-benar tak tahan lagi hidup bersama Arslan. Tanpa bantuan orang licik seperti Logan, akan sangat sulit rasanya bercerai dari suaminya itu. Bahkan, meski Arthazia berselingkuh sekalipun rasanya Arslan hanya akan melenyapkan lelaki selingkuhannya saja, tetapi tetap menahan Arthazia.

Seorang pelayanan perempuan datang, membuyarkan lamunan Arthazia. Pelayan itu langsung membantu membawakan koper milik Arthazia. Logan memberi tahu jika pelayan tersebut adalah orang yang akan melayani Arthazia selama tinggal di vila itu.

"Tidak perlu sungkan selama tinggal di sini, Kakak Ipar. Anggap saja rumah sendiri," ujar Logan setelah mengantar Arthazia sampai ke depan kamarnya.

"Ya, sekali lagi terima kasih atas bantuannya," sahut Arthazia berbasa-basi. Tumpangan tempat tinggal sementara seperti ini bukan apa-apa jika dibandingkan nilai megaproyek yang didapatkan oleh Logan karena bantuan Arthazia. Tapi sekali lagi, Arthazia harus bersikap baik demi untuk mencapai tujuan.

"Oh, iya, apakah Anda sudah menyiapkan berkas-berkas untuk kembali mengajukan gugatan perceraian?" Logan kembali bertanya.

"Ya, saya sudah sudah menyiapkan semuanya. Ada di dalam koper yang saya bawa," sahut Arthazia.

"Baguslah. Kalau semuanya sudah siap, kita bisa memasukkan gugatan ke pengadilan secepatnya." Logan mengulas sebuah senyuman yang terlihat berbahaya.

"Saya berharap kali ini benar-benar bisa bercerai dari Arslan, apapun caranya," ujar Arthazia dengan penuh tekad. Sudah sejauh ini, dirinya tak akan mungkin bisa kembali lagi, jadi tujuannya harus tercapai.

"Tentu saja, Anda tidak perlu khawatir. Bukankah saya sudah bilang, kalau saya sendiri yang akan menjadi kuasa hukum Anda."

Arthazia mengangguk. Tak ada pilihan baginya selain percaya pada apa yang Logan katakan.

"Silakan beristirahat, Kakak Ipar. Saya harus pergi karena ada urusan yang mesti saya selesaikan." Logan berpamitan. "Oh iya, setelah ini kita akan sering bertemu. Tampaknya kita akan menjadi lebih dekat satu sama lain."

Senyuman berbahaya kembali tersungging di bibir Logan.

"Saya tidak yakin, karena saya tidak mudah dekat dengan sembarang orang. Lagipula, bukankah saya sudah membayar di awal untuk semua bantuan Anda saat ini?" Kali ini Arthazia tak bisa untuk tak menyanggah. Tak akan ada kedekatan apapun antara dirinya dan Logan di masa depan.

Logan terdiam sejenak, tak menyangka Arthazia akan mendorongnya menjauh seperti ini, bahkan sebelum benar-benar didekati.

"Baiklah, Kakak Ipar. Sepertinya saya yang berharap terlalu banyak. Sayang sekali Anda sudah menutup diri, padahal saya, sangat ingin dekat dengan Anda," ujar Logan.

Arthazia meremang. Dia Kehabisan kata-kata dan hanya bisa menatap waspada ke arah Logan tanpa mengatakan apapun. Ketegangan di wajah Arthazia membuat Logan terkekeh, sebelum akhirnya benar-benar pergi dari tempat itu.

Setelah Logan menghilang dari pandangan matanya, Arthazia baru bisa menghela napas lega. Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengeluarkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan gugatan perceraian. Semua harus berjalan cepat, agar cepat pula urusannya dengan Logan selesai. Arthazia tak ingin ada interaksi apapun lagi dengan lelaki itu jika dirinya telah berhasil bercerai dari Arslan.

Sementara itu, malam harinya di kediaman Edbert, Arslan tampak begitu risau di ruang kerjanya karena nomor kontak Arthazia tiba-tiba tak bisa dihubungi. Ditambah lagi, asisten pribadinya juga belum melaporkan apapun terkait penyelidikan yang diperintahkan.

"Pergi ke mana sebenarnya kamu, Zia?" gumam Arslan sembari menghela napas panjang. Perasaannya menjadi sangat risau sejak panggilan teleponnya untuk Arthazia tak tersambung sejak siang tadi.

Sesaat kemudian, perhatian Arslan teralihkan karena ponselnya berdering. Juan–asisten pribadi Arslan rupanya yang menghubungi. Segera Arslan menerima panggilan telepon tersebut.

"Bagaimana?" Arslan langsung bertanya tanpa basa-basi.

"Saya sudah mencari tahu sedetail mungkin, Tuan, tetapi Nyonya sama sekali tak berhubungan dengan teman-temannya belakangan ini. Terakhir kali Nyonya berinteraksi dengan mereka adalah saat reuni sekolah, sekitar enam bulan yang lalu," ujar Juan memberikan laporannya.

"Jadi, dia tidak pergi berlibur bersama teman-temannya seperti yang dia katakan?" Arslan bergumam dengan wajah memegang.

"Sepertinya tidak, Tuan. Entah Nyonya pergi seorang diri atau bersama orang lain, yang jelas bukan bersama teman-temannya," sahut Juan.

"Apa kau sudah tahu ke mana dia pergi?" tanya Arslan.

"Belum, Tuan. Nyonya tidak terdeteksi meninggalkan kota ini, baik dari jalur darat, laut atapun udara. Saat saya mencoba melacak keberadaan Nyonya lewat ponselnya, saya justru menemukan ponsel tersebut di sebuah tong sampah pinggir jalan. Sepertinya saat ini Nyonya menggunakan nomor baru, tapi kemungkinan masih berada di kota ini."

Laporan dari Juan tak membuat Arslan lega sama sekali, justru semakin khawatir. Selama ini, Arthazia tak pernah berbohong meski dalam keadaan semarah apapun, itulah kenapa Arslan percaya saat istrinya itu mengaku hendak pergi berlibur bersama teman-temannya. Arslan tak menyangka jika Arthazia berniat menghilang seperti ini.

Beberapa hari berlalu, Arslan semakin kebingungan karena Arthazia tak juga kembali dan masih tidak bisa dihubungi. Lelaki itu bahkan sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mencari tahu keberadaan Arthazia, tetapi hasilnya tetap nihil. Di tengah kekalutan itu, Juan akhirnya melaporkan pada Arslan jika dia berhasil mendapatkan nomor kontak Arthazia yang baru. Namun, bersamaan dengan itu, Arslan juga harus dikejutkan dengan kedatangan surat pemberitahuan dari pengadilan yang isinya gugatan perceraian dari Arthazia. Gugatan yang kedua kalinya, setelah yang pertama tak membuahkan hasil.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

arthazia sengaja masuk kandang ular demi berpisah dari Arslan. sangat tidak cerdas.

2024-09-25

0

Esther Lestari

Esther Lestari

Jadi khawatir dgn Arthazia. Logan pria berbahaya penuh misteri

2024-08-24

1

Dewi Sariyanti

Dewi Sariyanti

Jujur aq lebih menunggu cerita ini ketimbang erick, aq lebih semangat kalo yg up ini, bolak balik aq intip, pas ada notif langsung 3 seneng bgt, eh pas tk buka ternyata yg 2 udah ku baca tp notifnya blm hilang

2024-08-21

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!