Langkah Ekstrim

Logan Maverick adalah saudara sepupu Arslan. Ibunya adalah adik kandung dari mendiang Damian Edbert, ayah kandung Arslan. Dahulu saat masih kecil, Logan dan Arslan cukup dekat. Mereka tumbuh bersama, sering bermain dan belajar bersama. Hal itu berlangsung sampai mereka remaja, lalu masuk ke perguruan tinggi. Logan bahkan menempuh pendidikan hukum untuk membantu Arslan kelak di perusahaan.

Sejak awal, Damian Edbert memang telah menyiapkan Logan sebagai bagian dari legal officer perusahaan keluarga Edbert. Akan tetapi, mimpi buruk itu datang saat Damian tiba-tiba meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Saat itulah keserakahan Logan dan ibunya terungkap. Mereka ketahuan hendak mengubah isi surat wasiat Damian dengan tujuan mencuri saham yang akan diwariskan kepada Arslan. Rupanya kedekatan Logan dengan Arslan selama ini juga tak tulus sama sekali, melainkan bertujuan untuk memanfaatkan juga memperdaya Arslan sebisa mungkin.

Sejak saat itu, Arslan memutus hubungan dengan Logan dan ibunya. Karena masih menghormati mendiang ayahnya, Arslan tak menuntut keduanya lebih jauh, tetapi mereka tak dilibatkan dalam urusan keluarga Edbert lagi. Segala bentuk dukungan atas keduanya pun ditarik tanpa terkecuali.

Dari sanalah rivalitas Arslan dan Logan dimulai. Logan akhirnya berhasil mewarisi perusahaan keluarga ayahnya setelah menjegal saudaranya yang lain. Dia bertekad untuk membuat perusahaan itu lebih besar daripada perusahaan keluarga Edbert. Namun, sejauh ini Logan masih belum bisa mewujudkan impiannya itu, meski dengan cara kotor sekalipun.

Dan saat ini, Logan merasa begitu surprise saat Arthazia–istri Arslan tiba-tiba datang padanya dengan memberikan sebuah penawaran yang terdengar luar biasa. Namun, ketimbang senang, tentu saja lelaki itu lebih merasa waspada. Tak menutup kemungkinan jika ini adalah jebakan yang dipasang oleh Arslan untuknya.

"Kenapa Anda hanya diam saja? Bukankah selama ini Anda selalu ingin memenangkan tender yang diikuti oleh perusahaan Arslan?" Arthazia bertanya karena melihat Logan yang hanya tertegun tanpa menjawab apa-apa.

Logan menatap Arthazia dengan mata sedikit menyipitkan, seolah sedang menilai apakah saat ini perempuan itu sedang bersandiwara atau tidak. Sesaat kemudian, Logan terkekeh karena mendapati ekspresi serius di wajah Arthazia. Sungguh tak disangka, istri yang selalu Arslan jaga dari Logan, kini datang sendiri ke hadapan Logan dengan tujuan melawan suaminya.

"Astaga, Kakak Ipar. Kita bahkan belum pernah saling menyapa dengan benar sebelumnya. Bukankah agak disayangkan jika pembicaraan pertama kita membahas sesuatu yang kurang baik?" Logan berbasa-basi.

"Memang kurang baik, tetapi bukankah itu yang Anda inginkan selama ini? Saya bisa memastikan data dan informasi yang saya berikan nanti akurat. Apakah Anda akan melewatkannya?" balas Arthazia memprovokasi.

Tawa Logan lenyap, berganti seringai licik yang cukup menakutkan. Arthazia sepenuhnya sadar jika lelaki yang dihadapinya saat ini adalah orang yang berbahaya. Akan tetapi, Logan adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya terlepas dari Arslan.

"Memangnya apa yang telah Arslan lakukan sampai Anda begitu ingin bercerai darinya, Kakak Ipar?" tanya Logan.

"Itu bukan urusan Anda. Katakan saja Anda setuju atau tidak membantu saya. Jika tidak, maka saya akan pergi sekarang," sahut Arthazia.

Tawa Logan kembali pecah, kali ini terdengar membahana memenuhi seisi ruangan. Arthazia tampak mengepalkan tangannya sembari menghela napas dengan agak tertahan. Dia harus menahan diri sekuat tenaga untuk tetap berada di tempat itu, meski rasanya sangat ingin lari saat itu juga.

"Astaga, saya tidak tahu kalau Arslan menikahi perempuan yang sangat menarik," ujar Logan di sela tawanya, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.

"Baiklah, Kakak Ipar, saya akan akan membantu Anda." Logan akhirnya menyetujui penawaran Arthazia. "Tapi ada syaratnya."

"Katakan."

Kali ini, raut wajah Logan berubah menjadi lebih serius. "Bawakan dulu data yang Anda sebutkan tadi. Jika itu memang terbukti akurat dan menguntungkan saya, baru saya akan membantu Anda bercerai dari Arslan."

Arthazia terdiam sejenak, tampak sedang menimbang keputusan. Logan bukanlah orang yang bisa dipercaya, tapi untuk situasi ini sepertinya kata-kata lelaki itu bisa dipegang. Karena Logan tak menyukai Arslan, tentu dia akan dengan senang hati melakukan sesuatu yang sekiranya bisa mengguncang Arslan.

"Baiklah." Tak ada pilihan lain bagi Arthazia selain setuju. Pada akhirnya dia menempuh jalan yang cukup berbahaya hanya untuk melepaskan diri dari Arslan. Sebuah keputusan yang mungkin saja nanti akan dia sesali.

Pada pertemuan berikutnya dengan Logan, Arthazia sungguh memberikan data berisi informasi yang telah dijanjikannya. Jika memang akurat, informasi tersebut akan sangat membantu Logan untuk memenangkan tender atas sebuah megaproyek bernilai fantastis. Logan akan mengalahkan Arslan untuk pertama kalinya.

"Mari kita lihat, apakah data ini benar-benar akurat atau tidak," ujar Logan setelah memeriksa berkas yang diberikan oleh Arthazia.

Arthazia tak mengatakan apapun. Dia hanya menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan nomor kontaknya pada Logan.

"Hubungi saya saat Anda telah berhasil memenangkan tender. Saat itu, Anda harus membantu saya juga seperti kesepakatan kita," ujar Arthazia sebelum kemudian bangkit dan berlalu dari hadapan Logan.

Logan menatap punggung Arthazia yang menjauh sampai menghilang dari hadapannya. Lelaki itu kembali tertawa seolah apa yang terjadi saat ini begitu lucu. Sungguh tak disangka akhirnya tiba juga waktu di mana dia bisa membuat Arslan frustasi. Logan tak sabar melihat ekspresi wajah Arslan saat mengetahui jika istrinya meminta bantuan Logan untuk bercerai. Terasa begitu menyenangkan meski baru dibayangkan saja.

Seperti yang diklaim oleh Arthazia, data yang perempuan itu berikan memang benar-benar akurat. Sungguh di luar ekspektasi Logan. Tanpa melakukan upaya apapun, lelaki itu benar-benar memenangkan tender yang merupakan sebuah proyek tangkapan yang cukup penting untuk perusahaan Arslan. Meski dari luar Arslan memang masih terlihat tenang, tetapi Logan tahu jika di dalam hatinya, Arslan pasti merasa risau. Apalagi jika lelaki itu tahu istrinya sendirilah yang membuat dirinya kalah tender.

"Halo, Kakak Ipar." Logan menghubungi Arthazia seperti yang perempuan itu minta sebelumnya. "Saya akui, informasi yang Anda berikan memang sangat akurat. Karenanya sekarang saya berhasil memenangkan tender yang diincar Arslan."

"Sejak awal saya memang sudah bilang informasi itu akurat," sahut Arthazia.

"Ya, ya, awalnya saya agak meragukan Anda. Maaf." Logan terkekeh.

"Anda tidak lupa imbalan untuk informasi itu, kan?" tanya Arthazia.

"Hahaha ... tentu saja tidak, Kakak Ipar. Jangan khawatir." Logan tertawa renyah. "Suatu kehormatan bagi saya bisa membantu Anda."

Arthazia menghela napasnya. "Saya sudah pernah melayangkan gugatan perceraian sekali dan Arslan berhasil menggagalkannya. Kali ini, saya tidak ingin gagal lagi," ujarnya dengan penuh tekad.

"Anda pasti melakukan itu tanpa persiapan apapun. Tenang saja, sebagai bentuk balas budi, kali ini saya sendiri yang akan menjadi kuasa hukum Anda, Kakak Ipar. Anda pasti akan bercerai dari Arslan dengan tunjangan perceraian yang memuaskan." Logan menyahut.

"Saya tidak berminat dengan tunjangan perceraian. Pastikan saja kali ini Arslan benar-benar menceraikan saya," sahut Arthazia sebelum akhirnya mengakhiri panggilan telepon tersebut.

Logan menatap layar ponselnya, lalu sedikit menyeringai. Selama ini, tak ada satupun perempuan yang lancang mengakhiri telepon darinya lebih dulu. Namun, alih-alih merasa kesal, lelaki itu justru merasa semakin tertarik pada Arthazia.

"Hanya ingin bercerai tanpa tertarik pada tunjangan perceraian, ya?" Logan bergumam masih dengan seringai liciknya.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

beginilah wanita jika sudah emosi. bertindak tanpa mikir panjang, walau terkadang sadar ibarat menggali kubur sendiri

2024-09-24

0

Esther Lestari

Esther Lestari

Arthazia kamu salah pilih penolong. gk begitu juga cara ingin lepas dari suamimu

2024-08-23

1

Yuyun Yunita

Yuyun Yunita

qo kesannya jahat banget si arthazia
ilfil dech jadinya

2024-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!