"Tidak ada pembelaan." Itulah yang Arslan katakan saat hakim memberikan dirinya kesempatan untuk menyampaikan apa yang terjadi dari sudut pandangnya. Lelaki itu seolah membenarkan semua keterangan yang menyudutkan dirinya.
Sidang akhirnya ditutup dan akan digelar lagi beberapa hari kemudian. Agenda dari persidangan selanjutnya adalah membaca putusan hakim. Itu artinya satu langkah lagi keinginan Arthazia untuk berpisah dari Arslan akan segera terwujud. Apalagi melihat dari sidang-sidang sebelumnya, besar kemungkinan jika kali ini hakim akan mengabulkan gugatan Arthazia.
"Biar saya antar Anda pulang, Kakak Ipar," tawar Logan saat mereka telah keluar dari gedung pengadilan. Lelaki itu tampak membukakan pintu mobilnya untuk Arthazia. Kali ini pun dia berusaha untuk mengantar Arthazia ke tempat tinggalnya yang baru.
Akan tetapi, Arthazia mulai mengambil batasan yang jelas. Dia menggeleng dengan tegas sembari mengulas senyuman seperti yang biasa Logan lakukan.
"Saya masih punya beberapa urusan di suatu tempat. Silakan Anda duluan saja," ujar Arthazia. Tanpa menunggu tanggapan dari Logan, perempuan itu berlalu dan menyetop sebuah taksi.
Arthazia masuk ke dalam taksi tersebut dan meminta sopir taksi mengantarnya ke sebuah tempat. Dia telah bertekad untuk tidak menjalin hubungan apapun dengan Logan selain kerja sama mereka saat ini, jadi tak akan dia biarkan ada celah sedikitpun untuk Logan mendekat padanya. Bukan karena permintaan Arslan, tetapi memang sejak awal memang niatnya seperti itu.
Berhasil menghindar dari Logan, sekarang yang Arthazia lakukan adalah duduk di sebuah minimarket sembari memakan mi instan kemasan cup ditemani dengan sekaleng minuman dingin. Sembari menikmati makanan dan minuman tersebut, Arthazia tampak tertegun karena teringat akan kenangan masa lalu dirinya bersama Arslan. Jika saja Arslan melihat apa yang dilakukan oleh Arthazia saat ini, pasti lelaki itu akan sangat marah. Arslan pasti akan memperingatkan dengan keras jika mi instan dan minuman kaleng sangat tidak baik untuk kesehatan.
"Lebih baik minum jus buah jika kamu ingin minuman manis. Gula alami dari buah jauh lebih sehat. Minuman kaleng seperti itu kandungan gula tambahannya sangat tinggi, belum lagi mengandung bahan pengawet. Apalagi mi instan, tidak ada nutrisinya sama sekali, selain hanya pengawet dan penyedap." Orang yang malas bicara seperti Arslan akan mengomel panjang hanya karena Arthazia makan mi instan dan minum minuman kaleng. Lelaki itu akan sangat cerewet jika itu berkaitan dengan kesehatan Arthazia.
Arthazia tersenyum tanpa sadar. Dulu dia merasa sangat jengkel dengan sikap Arslan yang dianggapnya sangat berlebihan. Entah kenapa sekarang mengingatnya justru membuat hatinya terasa seperti diguyur gerimis.
"Baiklah, jika kamu sangat ingin memakannya, tetapi hanya dua minggu sekali saja. Hanya saat kamu sudah merasa benar-benar ingin dan tidak bisa menahannya lagi." Sekali lagi ucapan Arslan kembali terngiang di telinga Arthazia saat dia memasukkan satu suapan mi ke dalam mulutnya.
Arthazia tertawa tanpa suara dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sungguh tak mengerti dengan apa yang dirasakannya. Padahal dirinya sendiri yang bertekad untuk bercerai dari Arslan, apapun caranya. Tetapi kenapa sekarang rasanya seperti dia telah melakukan sesuatu yang salah? Bahkan ingatan tentang Arslan yang menjengkelkan pun terasa begitu berharga.
Ke depannya tak akan ada lagi Arslan di dalam hidup Arthazia, baik untuk hal-hal sepele ataupun untuk sesuatu yang besar. Arthazia pikir dia akan merasa terbebas dari penderitaan yang dirasakannya selama ini, tapi yang dirasakannya justru kekosongan yang bahkan lebih menyiksa.
Bersambung ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karena pernikahan memang tidak hanya tentang cinta 2 hati. tapi ada keluarga inti, keluarga besar, kerabat, sahabat & lingkungan yg pada akhirnya menyita tempat dalam rasa & pikiran kita.. terkadang itu menjadi sangat melelahkan.
2024-09-25
0
Esther Lestari
keputusan cerai diambil saat masih emosi, ya begini akibatnya.
semoga kamu gk menyesal akan keputusanmu Arthazia
2024-08-27
1
Mrs.Riozelino Fernandez
makanya jalan satu2nya menghindar,bukannya bercerai...
kamu hanya lagi marah,lagi kesal sekesal kesal nya ma Arslan...
ntar klo udah jauhan baru kamu sadar kamu masih cinta...
lagian kesalahan Arslan juga masih bisa dibicarakan,dia gak selingkuh yang harus kamu tuntut cerai
2024-08-27
1