Ceraikan Dia Melisa

"Sungguh mama gak percaya kamu memperlakukan anak mama Melisa seperti ini Samuel!" ungkap Dea marah dan tak percayanya mereka masihlah berseteru hebat di ruang kerja samuel.

"maaf ma!, aku tak pernah bermaksud untuk menyakiti hatinya, akan tetapi pernikahan kami tak bisa kami jaga dan kami perbaiki lagi!, keputusanku sudah bulat!, aku ingin bercerai dari Melisa!" ungkap Samuel yakin dan teguh dia sangat ingin pisah dari istrinya dan memulai sebuah kehidupan baru.

"dasar laki laki yang tak bertanggung jawab!, apa mama akan menerima semua alasanmu itu!," ucap Dea semakin menyudutkan Samuel menantunya.

Samuel tetap diam membiarkan Dea mamanya Melisa mencaci maki memarahi dan mengutuknya, apa saja akan dia terima agar bisa lepas dari ikatan suci dirinya dan Melisa.

"ma, hentikan kemarahan mu ma!, disini aku yang salah! , hiks...!" lirih sedih Melisa dia baru saja memasuki ruang kerja Samuel tersebut.

Dia sangat tak tega mendengar mamanya menyalahkan Samuel karna telah menceraikan dirinya tersebut.

"apa maksud kamu Melisa!, kenapa kamu membela dia!, dia sudah menyakiti kamu nak!" balas Dea tak terima bahwa putrinya tetap membela Samuel.

"ma .! Samuel tidak salah , aku yang salah! Aku yang salah ma! " lirih Melisa menangis deras dia meminta Dea mamanya untuk tenang dan tak menyalahkan Samuel karena mereka bercerai.

"kau sungguh bodoh Melisa!, kenapa kau masih saja membela suamimu ini!, jika memang kau merasa bersalah dan masih menyayangi nya mama tidak akan pernah setuju akan keputusan bertahan mu padanya!, lebih baik kau ceraikan dia !"

"Ceraikan dia Melisa! " hardik, marah serta kesal Dea kepada putrinya itu, dia tak akan Sudi melihat Melisa bersama dengan Samuel kembali

"apa maksud mama!, aku masih sangat mencintai mas Samuel MA!, aku mencintai dirinya!" geleng Melisa kuat dia tak mau berpisah dengan Samuel.

"tidak ada yang perlu kau tangisi!, mama tak pernah mengajarkanmu untuk mengemis ngemis cinta seperti ini!, kamu anak mama, selain dengannya mana yakin pasti masih banyak laki laki yang mau sama kamu Mel! " terang serta ungkap Dea panjang, dia sangat tak menyukai putrinya mengemis cinta kepada Samuel tersebut

" tidak.. Ma! Aku tidak mau, aku tak mau berpisah dari suamiku!, aku hanya mau Samuel!" tolak sedih kuat Melisa pada Dea. Membuat Dea semakin kesal akan sikap lemah putrinya ini

"sadarlah Melisa! , sadar!" hardiknya kuat dan guncangnya kuat pada bahu Melisa yang lemah tersebut.

"besan... Saya mohon besan untuk tenang, semuanya bisa kita bicarakan dan selesaikan secara baik baik!"ungkap Andreas akhirnya sejak tadi dia sungguh tak tega melihat menantunya Melisa terpukul dan menangis seperti itu.

"tolong diam lah tuan Andreas!, ini masalah aku dan anakku!, jika dia tak juga ingin bercerai maka aku yang akan memaksanya untuk lepas dari anakmu!" ungkap kesal Dea kepada Andreas.

Dea pun segera menarik Melisa paksa keluar dari ruangan kerja Samuel dan segera menanyakan di mana surat cerai anaknya.

"dimana surat cerai yang telah kau siapkan! " tanya Dea marah dan kuatnya.

Samuel pun segera beranjak kembali ke ruangannya dan mengambil berkas tersebut di dalam laci

"ini ma!" berikan nya pelan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, ini lah apa yang ia harapkan.

"tanda tangan Melisa!, cepat tanda tangani surat itu!" suruh serta marah Dea kuat pada anaknya.

Melisa tetap menolak dia menghindar, namun Dea telah menahan pergerakan Melisa memberikan sebuah pena ke tangan Melisa yang gemetar menolak dan tidak ingin menandatangani surat cerai tersebut

"ma..! Aku mohon jangan paksa aku!," lirih Melisa gemetar dan sedih.

"tanda tangan Melisa!, jangan buat mama semakin marah kepadamu! " seret Dea cepat memegang kertas tersebut di depan Melisa.

Melisa melihat surat cerai tersebut dengan air mata, dia sangat tak ingin menandatangani surat ini.

Dia sangat mencintai Samuel! , dia tetap ingin mempertahankan pernikahan mereka, dia tidak ingin berpisah dari Samuel.

"ma...! Aku tidak bisa!" balas Melisa semakin deras air matanya .

"besan, mohon jangan paksa anak anda!" ungkap Andreas iba kepada melisa.

"tolong diam lah tuan Andreas!, jangan menganggu keputusan ku!" Dea tetap memaksa putrinya, dia tak terima Melisa berprilaku naif, lemah dan mengemis akan cinta seorang Samuel.

"ma.. Hiks ... Hiks. Hu .."tangis Melisa kuat dia sangat menolak keputusan yang di berikan Dea padanya.

"tanda tangan!, atau jangan harap kamu dapat bertemu dengan mama lagi!" ancam serta paksa Dea kepada melisa

Melisa semakin menggeleng takut, selain Samuel hanya Dea lah yang dia punya, walaupun mamanya memberikan cinta dan kasih sayang yang berlebihan sehingga membuat dia egois seperti ini.

Namun Melisa sangat menyayangi Dea, Dea adalah tempat ia berkeluh kesah dan cintanya. Ibu yang memberikan kasih sayang penuh itu tidak akan dapat bisa terganti oleh Samuel itu pun sendiri.

"ma.!, aku mohon jangan buat aku seperti ini!, aku sangat menyayangi Mama!, tapi aku juga mencintai Samuel MA!" jelas tangis Melisa kuat dia tak ingin kehilangan kedua orang yang sangat ia cintai ini

"kamu hanya punya dua pilihan!, pilih dia! Atau Mama!" tunjuk Dea kepada Samuel dan kepada dirinya sendiri

"...ma...!" ungkap Melisa semakin sedih dia sangat sulit untuk menentukan pilihannya

"kamu ragu!, kamu ragu sayang!, baiklah kamu yang memaksa mama seperti ini !" balas Dea kesal dan mengambil sebuah pisau kecil dalam tasnya

"Mama!, apa yang mama lakukan mohon jangan ma!, hiks ..!"tangis dan kacau Melisa kalut mamanya memang sering membawa pisau kecil itu karna sebuah alasan tersendiri.

"ma...!, hiks ..hiks..hiks.. jangan ma!" pinta serta mohon Melisa kuat.

"tanda tangan atau kamu tak akan bisa bertemu dengan mama lagi!" ancam todong pisau kecil namun tajam kepada leher Dea sendiri.

"ma.hiks...!" tangis kacau Melisa pada akhirnya.

"baiklah..aku... Aku akan menandatangani surat cerai ini!" ungkap Melisa kalah dia tidak akan sanggup kehilangan Dea mamanya.

"kalau begitu cepat tanda tangan!" suruh Dea cepat dan tetap menodongkan pisau pada lehernya sendiri!"

Melisa meletakan pena ke surat cerai tersebut dengan tangan yang bergetar air matanya kembali menetes setelah membubuhi surat tersebut dengan tanda tangannya.

"s..sudah.!" air mata sedih kembali mengalir membasahi pipinya. Melisa pun membiarkan surat tersebut terletak begitu saja di atas meja dan melangkah memeluk Dea untuk menenangkan Dea tersebut

Dea tersenyum puas putrinya tetap mendengarkan dirinya, setelah Melisa memeluknya Dea pun tenang dan menjauhkan pisau tersebut dari lehernya.

Dea menyuruh Melisa berkemas dan berbenah diri, Melisa menurut patuh dengan air mata yang tertahan, sudah usai sudah pernikahan nya dengan Samuel.

Villia yang melihat bagaimana terpukul dan sedihnya Melisa hanya bisa diam dan menghapus air matanya yang tak sengaja jatuh itu.

Villia membantu Melisa berkemas, sedangkan Samuel dan Andreas kembali berbicara serius di ruang kerja Samuel.

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!