Hampir Ketahuan

3 hari kemudian....

"mas...! " panggil villia lembut kepada samuel yang sedang memenung saat memandangi hari yang hujan di luar sana, saat ini mereka hanya berdua, sedangkan melisa memilih pergi ke tempat mamanya untuk menenangkan dirinya.

Sedangkan masalah dirinya melisa dan samuel belumlah sepenuhnya selesai, samuel telah mengatakan kata cerai dan saat ini surat pisah mereka telah dibuat dan sedang di urus oleh riko asisten atau secretaris samuel tersebut.

" ada apa sayang ?" ungkap samuel terbangun dari lamunya dan bertanya lembut kepada villia hubungan mereka semakin dekat dan pasti. di satu sis tentu villia senang, namun disisi lain dia takut, apakah dia berhak bahagia di atas penderitaan orang lain.

" apakah kamu baik baik saja ?" villia kembali bertanya lembut kepada samuel tanganya telah digengam erat oleh tuanya ini.

"Aku baik baik saja!, memangnya kenapa hm?" tanya samuel semakin lembut dan kecup kecilnya kepada tangan villia tersebut.

" apakah kamu sangat yakin ingin berpisah dari Mbak Melisa ?" tanya villia berani mengungkapkan kekhawatiran dihatinya. dia sungguh tak berani untuk bisa bahagia di atas penderitaan orang lain.

" kenapa kamu bertanya seperti itu!, apakah kamu meragukan keputusanku !" tanya samuel tetap lembut tak ada nada marah ketika dia telah berbicara terbuka dengan villlia itu.

"Aku bukanya meragukan keputusanmu mas!, hanya saja semuanya terasa terlalu cepat dan terburu buru !, tidak kah kamu ingin memberikan mbak melia satu kesempatan lagi?" ungkap villia pelan dia masihlah seseorang yang tak akan ingin egois terhadap keinginanya sendiri.

" tidak!, semuanya tidaklah terlalu cepat untukku villia!, semuanya memanglah betemu waktu yang tepat dan disaat yang tepat pula !" jelas samuel pelan dia mengetahui pasti kehawatiran villia terhadap dirinya ini.

" tapi... mas...!" balas villia ingin berbicara namun ditahan oleh samuel.

"Villia !, aku tahu kekhawatiranmu!, aku tahu apa yang kau takutkan !, dan aku sangat tahu apa yang kau cemaskan villia!, tapi semuanya memang sudah berjalan semestinya . semua sudah terlambat untuk memberikan dirinya satu kesempatan lagi!, Aku tak mau menyakiti hatiku !, dan aku juga tak mau menyakiti hatimu! dan aku pun tak ingin sekedar memberi sebuah harapan palsu untuknya !, tidakkah kau paling memahami hal itu !" jelas serta ungkap samuel panjang,

Cintanya untuk melisa telah layu dan mati, hatinya telah mencintai orang lain saat ini, dan villia lah orang itu. Villia pun juga mencintai dirinya, cinta mereka sama. dia telah banyak berkorban dan mengalah dalam kehidupan rumah tanganya bersama melisa dan dia rasa tak akan bisa dia memberikan sebuah harapan palsu baik untuk dirinya melisa dan juga villia.

Cukup 2 hati yang telah terluka dan tersakiti, dia tak ingin melukai dan menyakiti hatinya yang telah mekar dan hidup kembali karna kehadiran villia dalam hidupnya.

" hm, aku sangat tahu mas !, bahwa kau terluka dan juga sedih akan perpisahanmu dengan mbak melisa!, aku ingin kuat dan tetap ada disampingmu!,. Namun aku juga takut... terkadang apa yang kita inginkan dan impikan tidaklah bisa kita dapatkan dengan mudah!" balas villia lirih hatinya masih belum siap menerima cinta dan kasih sayang hangat dan lembut yang samuel berikan padanya.

"ya villia, kita sama! kita sama sama lemah dan takut untuk melangkah ke depan! tapi dengan adanya kamu selalu bersamaku membuat aku yakin dan semakin yakin untuk melepasnya dan memulai hidup baru bersamamu !. Aku tahu jalan yang akan kita hadapi tidaklah mudah, dan kumohon kamu jangan menyerah dan tetap disisiku hmn!" balas samuel meyakinkan villia.

Villia pun akhirnya hanya bisa mengangukan kepalanya kecil, samuel tersenyum manis padanya, mereka pun berpelukan sebentar untuk memberikan rasa hangat dan saling menguatkan satu sama lain.

Keesokan paginya...

"Selamat pagi sayang!" ungkap lembut serta kecup manis samuel kepada kening villia.

"pagi mas !" sapa villia manis dan senyumnya merekapun makan sarapan bersama sebelum samuel berangkat ke kantor untuk kerja

"baiklah, aku berangkat dulu!" pamit samuel kembali mengecup kening villia ini.

"hm, hati hati mas !" antar villia lembut kembali membenarkan dasi samuel itu.

Setelah samuel pergi dari rumah dan tak lama kemudian.

"apakah kamu kelupaan sesuatu !" tanya villia sibuk membersihkan meja tanpa melihat dengan siapa dia bicara saat ini.

"Memangnya saya kelupaan apa !" tanya melisa aneh dengan nada akrab villia, mendengar suara melisa yang membalas perkataanya membuat villia sedikit gugup dan takut.

Apakah melisa baru saja tiba atau dari tadi.

"Nyonya...!"sapa villia pelan dan sedikit gugup.

"Kamu tadi berbicara dengan siapa !!" ungkap serta tanya melisa menyelidik

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!