Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea

Di kantor Samuel..

"permisi tuan muda! , ini adalah berkas yang anda minta! "ungkap pengacara muda yang bernama farel.

" terima kasih pengacara farel" terima Samuel sedikit tenang semua hal dan keperluannya telah diurus dengan baik oleh farel

Tinggal satu tanda tangan dari istrinya Melisa saja maka mereka telah resmi bercerai tanpa perlu mengadakan sidang.

" tuan..! Apakah anda yakin ingin berpisah dari nyonya melisa?" tanya Riko pada akhirnya dia juga berada di samping Samuel itu.

"ya, aku sangat yakin, setelah dari kantor aku akan pergi ke rumahnya untuk menyuruhnya menandatangani surat cerai ini" ungkap Samuel yakin, keputusannya sangat bulat dan tidak akan berubah.

" mas..! " panggil Melisa kuat dia baru saja datang ke kantor Samuel.

"hm, kebetulan sekali! " balas Samuel tak perlu pergi menyia-nyiakan waktunya untuk pergi ke rumah mertuanya.

"apa maksud kamu mas!, aku tidak akan mau mendatangani surat itu!, aku tidak mau kita bercerai!" tolak Melisa kuat dia telah datang juga dengan pengacara kepercayaannya bernama Haris.

"percuma Melisa, kepuasanku sudah bulat!, ketidak setujuan dirimu tidaklah menghambat diriku untuk berpisah dari mu! " balas Samuel tak gentar, membuat Melisa semakin marah dan kesal

Dia segera menyuruh Haris mengajukan penolakan dan jika perlu mereka akan melakukan sidang di meja hijau nanti.

Keributan yang besar dan masalah yang tak usai membuat kabar berita perceraian Samuel dan Melisa menjadi berita hot terkini.

Melisa yang seorang model dan Samuel seorang CEO yang sukses membuat mereka semakin dikenal dan semakin membuat berita perceraian mereka tersebar luas hingga hal tersebut didengar oleh mertuanya dan papa Samuel.

Di Belanda..

"apa maksudnya ini?" ungkap seorang pria tua bernama Andreas Smith, ayah dari seorang Samuel. Dia secara tak sengaja melihat berita yang di siarkan oleh kabar berita hot terkini tersebut.

Dan di lain sisi .

"ini tidak benar bukan!" ungkap seorang wanita tua dengan gaya glamornya bernama Dea Aurora mama dari Melisa.

Mereka berdua terkejut dan tak mengetahui masalah yang di hadapi oleh anak mereka.

Andreas dan Dea segera menuju ketempat dimana anak mereka tinggal. Melisa pernah pulang ke tempat Dea namun Melisa tak pernahkah cerita akan kehidupan rumah tangganya.

Dea kira putrinya hidup bahagia dengan bergelimang harta dan glamor, tentu sifat keras kepala dan egois itu adalah turunan dari sifat ibunya sendiri.

Di Rumah Samuel dan Melisa.

Ding..dong... Bunyi pintu menandakan adanya tamu

"ya! Sebentar...!" balas villia menghentikan pekerjaannya dan membuka pintu tersebut

"di mana anak saya ?, mana Melisa! " tanya serta suaranya keras rupanya dea lah yang terlebih dahulu sampai ketempat anaknya itu.

"maaf nyonya, nyonya Melisa tidak ada dirumah saat ini !" jelas villia sopan dari cara Dea bicara serta tampilan Dea saat ini villia dapat menebaknya bahwa wanita ini adalah ibu dari Melisa.

"gak ada dirumah? , lalu dia kemana! " tanya dan nadanya tak sopan kepada villia namun villia tetap sopan dan tak terluka akan ucapan kasar Dea padanya.

"maaf nyonya!, saya pun kurang tahu! Tadi nyonya Melisa sempat pulang namun dia pergi kembali setelah mengambil barang keperluannya " jelas villia sopan.

Dea semakin kesal, karna Melisa tidak ada dirumah, padahal dia ingin segera menanyakan kebenaran dari berita panas tersebut.

"kamu ...! Sejak kapan kamu berkerja disini! " tanya Dea kasar dan merendahkan .

"saya sudah bekerja disini sekitar 6 bulan nyonya !" jelas villia sopan dan kembali ke dapur menyediakan teh untuk Dea.

Dea mengambil teh tersebut dan meminta cemilan ke villia, villia segera menyiapkan permintaan Dea, dia tak pernah komplain ataupun menolak.

Dan tak lama kemudian...

"Samuel..!" panggil Andreas ayah Samuel kuat dia baru mendarat dan segera mencari keberadaan anaknya itu.

"tuan andreas!, anda datang!" sambut Dea terkejut dan langkah Dea dekat langsung.

"besan Dea, anda disini juga! " balas Andreas juga terkejut melihat Dea dirumah anak mereka

Mereka sedikit mengobrol singkat sekedar menegur sapa dan menanyakan kabar saja.

"apakah kau disini mencari putri mu!" terka Andreas kepada dea langsung

"ya, anda benar!, lalu apakah anda disini mencari putra anda! " tebak Dea juga.

"hm, berarti kita sama! , apakah mereka sudah pulang! " tanya Andreas tak melihat batang hidung Samuel dan Melisa.

"sepertinya mereka belum pulang! , apakah kau telah coba untuk menghubungi mereka tuan andreas!" jelas Dea singkat dan meminta Andreas untuk menelpon Samuel anak Andreas tersebut.

Andreas pun menuruti saran Dea, dia sedikit lelah dari penerbangannya yang lumayan memakan waktu tersebut.

Melihat tamu datang dan bertambah satu lagi villia pun segera menyiapkan teh untuk Andreas dan beserta cemilannya.

"maaf dan terima kasih! " balas Andreas lembut berbeda dari Dea dia tak pernah sombong ataupun merendahkan seseorang, sifatnya sangat mirip dengan Samuel.

"siapa ini!, " tanya Andreas pelan kepada Dea.

"dia pembantu! " balas Dea singkat. Dan hanya mendapat anggukan kepala dari Andreas .

Tak lama kemudian ..

"Mama..!" pekik Melisa senang memeluk mamanya tangisnya pun kembali jatuh saat memeluk mamanya ini.

"Melisa .! Sayang kamu baik baik saja nak!, apakah berita itu benar!" tanya serta kata Dea sedih, dan tak terima anaknya terluka seperti ini.

"lihatlah tuan andreas, apa yang telah di lakukan anakmu terhadap anakku!" ungkap Dea marah dan tak terima.

"tolong tenang dulu besan Dea, kita perlu menunggu kepulangan Samuel!" balas Andreas mencoba menenangkan besan nya ini.

Namun Samuel tak kunjung pulang Andreas telah mencoba segala cara agar dapat menghubungi putranya.

"Di mana Dia!" lirih tuan andreas tak kunjung dapat menghubungi Samuel.

1 jam kemudian ...

"aku pulang.!" ungkap Samuel baru sampai dirumah dan memasuki rumah tersebut.

"dari mana saja kamu!, sudah puaskan kamu menyakiti dan melukai anak Saya!" cerca serta tanya Dea marah emosinya tinggi Samuel hanya diam dan kembali melanjutkan langkahnya memasuki rumah .

"tunggu dulu besan!, jangan marah seperti itu!, kita perlu menyelesaikan semuanya secara baik baik" tahan Andreas dan saran Andreas pelan kepada Dea

"papa! , mama!, kebetulan kalian datang! Samuel akan berbicara serius kepada kalian berdua!" ucap Samuel pelan tak ada nada takut ataupun cemas dalam intonasinya.

Dia pun kembali melangkah membawa Dea dan Andreas papanya ke ruang kerja Samuel .

.

.

.

"*plak..!, dasar menantu kurang ajar! Kalau saya tahu kamu mau menyakiti anak saya seperti ini! Maka saya tak akan pernah menikahkan Melisa dengan kamu!" hardik cela serta tampar Dea kepada Samuel .

Andreas hanya bisa diam dia terkejut mendengar perkataan serta penjelasan Samuel kepada mereka.

"Samuel, pernikahan bukanlah sebuah hal yang dapat kau mainkan son! Apakah kau yakin ingin berpisah dari istrimu!" tanya Andreas pelan walaupun ia terkejut dan marah akan keputusan yang putranya ambil tapi dia tidaklah ingin menangani masalah atau mencampuri kehidupan rumah tangga anaknya ini .

"tidakkah anda dengar sendiri tuan andreas! Perlu kejelasan apa lagi! Anak anda sungguh jahat, dia sudah melukai putri saya!, dia sudah melukai hati putri saya! " jelas serta ungkap Dea dengan marahnya dia sangat tak terima Melisa di ceraikan dan diperlakukan seperti ini oleh Samuel.

"Maafkan aku Ma!, Pa!, Keputusanku sudah bulat! Kalian berhak marah dan menyalahkan aku!"

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!