Apakah karna Saya

Di ruang kerja Samuel.

';Tok, tok. Ketuk pintu ruang kerja Samuel oleh villa

"masuk!" ucap Samuel pelan dia berada di kursi kerjanya ini dan memerhatikan layar laptop tersebut mengunakan kaca matanya.

"tuan ini teh jahe nya!" ucap villia menaruh jauh teh tersebut di meja sebrang dekat sofa sana.

.....

Samuel memerhatikan villia lekat melihat pintu ruang kerjanya kembali tertutup diapun memberanikan melangkah dekat, mendekati villia yang sedang memunggungi nya saat ini.

"* greb..! Hug..!*" peluk Samuel tiba tiba dari arah belakang dia memeluk villia secara berani dari belakang menyandarkan kepalanya kepada bahu wanita itu.

"t...tuan .!" ungkap villia terkejut dan kaku,..

"bukan tuan, tapi mas! Ingat mas!, jika hanya kita berdua kau bisa kan memangil ku dengan panggilan mas! " ucap Samuel pelan dari arah belakang tersebut dan semakin mendekatkan dirinya kepada villia

"tapi ..! Tuan !" ungkap villia gugup dan kaku satu sisi dia menolak namun dilain sisi dia menerima pelukan lembut yang Samuel berikan padanya.

"villia! Ku mohon!" bisik Samuel pelan pada kuping villia tersebut. Membuat villia lemah dan menuruti kehendak Samuel.

Dia sangat tahu ini salah, akan tetapi hati dan tubuhnya tak dapat menghindar ataupun menolak sentuhan lembut dari Samuel pada dirinya ini.

"mas .., mas Samuel!" panggil lembut villia pada akhirnya membuat Samuel tersenyum manis dan semakin mempererat pelukannya kepada villia

Melihat villia yang tak menolak ataupun memberontak telah dia pastikan dia tahu bahwa villia juga memiliki perasaan padanya

"terima kasih, terima kasih villa!" bisik Samuel lembut dan sedikit mengecup tekuk wanita yang sedang dia peluk ini.

Membuat villia menghindar geli tapi Samuel menahan kepalanya.

"mas.! Jangan mas, ini salah! " ucap villia takut dan malu dia tahu ini salah dan dosa tapi dia tak bisa munafik dia menyukai sentuhan lembut pria yang sedang memeluknya mesra saat ini.

Samuel sedikit kehilangan akal, melihat villia yang memberi kode hijau padanya, tapi dia segera menyadarkan diri dan tahan nya kuat, dia tak ingin menodai hubungan ini, dia harus sabar .

"maaf! Maaf jika saya menakuti mu!" ucap Samuel pelan dia telah melepas pelukannya dan menggenggam lembut tangan villia sebagai gantinya

"tidak apa apa, saya gak takut kok, " balas villia merasakan belaian halus di pipinya.

"apakah semuanya baik baik saja ?" tanya villia berani pada akhirnya dia belum tahu pasti apa hubungan mereka berdua akan tetapi melihat mata pria yang sedang menatap teduh padanya saat ini dia tahu bahwa Samuel memiliki perasaan yang tak patut dia miliki pada wanita lain mengigat dirinya sudah memiliki istri.

"apakah kau ingin mendengarkan ceritaku?" tanya Samuel pelan dan lembut tidak ada nada marah dalam intonasi bicaranya,

Villia pun mengangguk pelan mereka berdua pun duduk di sofa tangan mereka tak ingin melepas satu sama lain selama bercerita bagaimana Samuel selama ini villia hanya bisa mendengar semuanya sakit dan ikut terluka.

Dia mengetahui semua ini dengan baik sebelum semuanya menjadi buruk, dia ingin Samuel berbaikan kembali bersama Melisa di suatu sisi namun di lain sisi dia juga menginginkan Samuel berpisah dari istrinya.

Ego, atau logika berperang hebat. Villia menghembus nafas pelan.

"mas, jika aku sarankan, lebih baik mas mencoba memberikan mbak Melisa satu kesempatan lagi! Cobalah untuk memaafkan kesalahannya mas!" ucap villia pelan logikanya menang kali ini, dia tidak ingin egois dan serakah terhadap Samuel.

Semua belumlah terlambat jika Samuel bisa memaafkan Melisa maka dia ikhlas untuk terluka membiarkan cintanya terpendam dan layu dengan sendirinya.

"aku tak bisa villia! Aku tak bisa!, karna aku tak mencintai istriku lagi!" ucap Samuel pelan dan lirihnya cinta itu telah mati dan layu karna tak pernah disiram dan dipupuk dengan kata mesra, kehangatan serta hubungan mesra mereka

semuanya sudah hilang tak tersisihkan dan telah tergantikan oleh villia.

"kenapa? Kenapa mas tak mencintai mbak Melisa lagi?, apakah karna Saya!?," tebak serta ucap villia takut inilah yang ia takut takutkan.

"tidak sepenuhnya benar villia!, memang benar bahwa saya menyukai kamu tapi rasa cinta saya kepada melisa telah lama layu hingga mati karna dia tak pernah memberi dan memupuk cinta itu. Jadi jangan salahkan dirimu! Kamu tak sepenuhnya salah dalam hal ini!" jelas Samuel panjang lebar .

Samuel mengakui bahwa dirinya mencintai villia dan keretakan rumah tangganya ini bukanlah kesalahan villia maupun dirinya, semua ini di akibatkan oleh keegoisan sifat keras kepala dan mungkin rasa lelah Samuel dalam menghadapi segala sikap istrinya .

"apakah tidak ada harapan dalam memperbaikinya mas!" ungkap villia sedih dan ragu, walaupun Samuel telah menerangkan bahwa bukan dirinya yang salah tapi dia tetap takut, dia tak mungkin bisa menerima jika suatu saat mereka berdua berpisah dan Samuel bersama dirinya, apa lah pendapat orang banyak dan masyarakat lain.

Pastilah dia yang akan menjadi penyebab dan akan di cap sebagai pelakor dalam rumah tangga orang, dia takut dan dia sangat takut.

"villia, maafkan aku! Tapi yakinlah padaku! Aku telah mencobanya! Tapi Aku tak bisa! Aku tak bisa villia! "lirih Samuel menggenggam tangan villia kuat dan meletakkan tangan itu di dadanya

"tapi mas ..!" ungkap villia tak ingin atau belum bisa menerima resiko dan segala masalah yang mungkin terjadi ke depannya

"aku tahu apa yang kamu pikirkan! Aku juga tak mau kamu merasa bersalah! Takut atau cemas! Aku akan menyelesaikan semua ini dengan baik baik! Tapi aku mohon kamu tetap berada disini bersama dengan ku! Bisakah villia!"ungkap serta mohon Samuel dengan sangat dengan meyakinkan dan mengecup tangan villia yang ia genggam ini

"aku tak bisa yakin mas!, aku pun tak tahu! Aku pasrah! Tapi aku mohon jika kau berubah pikiran dan kembali mencoba hubunganmu dengan mbak melisa aku pun tak akan marah ataupun sedih!, aku hanya bisa ikhlas, aku ikhlas kau bahagia bersamanya " jelas villia panjang di hanya bisa pasrah akan masalah ini

Samuel pun tersenyum manis dan kembali memeluk villia

"terima kasih villia!, terima kasih !" balas Samuel mengelus rambut itu pelan dan villia pun hanya bisa membalas pelukan Samuel sebentar dan kembali melepasnya.

Terpopuler

Comments

triart3cl8

triart3cl8

/Smile//Grimace//Smile//Grimace/

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!