Sebuah perhatian sederhana

Malam harinya,..

Aku beserta istriku melisa telah duduk dimeja makan sedangkan villia pun telah menyediakan seluruh hal serta keperluan untuk kami.

Di meja makan tersebut sudah tertata rapi piring, sendok beserta gelas dan air minum di teko kaca tersebut, malam ini villia memberikan kami 3 macam masakan, masakan yang pertama dendeng balado yang dipotong besar ditambahi dengan kentang,

Cabe yang menghiasi masakan tersebut ditumbuk tidak terlalu halus dan juga tak terlalu kasar, selain rasa daging yang empuk dan tidak keras menambah cita rasa lezat terhadap makanan tersebut. Tidak hanya itu saja untuk makanan kedua dia menyuguhi kami dengan ayam bumbu, sebuah sajian sederhana namun sangat sesuai dilidahku dan aku sangat menyukainya, dan sebagai sayur dia menyediakan sayur capcai yang dilengkapi bakso, jagung mini beserta campuran sayur lainya, kuahnya sangat enak ketika aku menyendokan nasi ku dengan kuah beserta sayur itu saja.

Sedangkan melisa dia makan suatu hal yang berbeda denganku.

"kok kamu makan mie ?, kamu gak makan nasi..,?"

tanyaku aneh kepada istriku yang menyantap sedap semangkok mie penuh dengan isian ayam bakso beserta sayur dan kerupuk pangsit yang biasa kita sebut dengan mie ayam.

"oh, gak sayang aku makan ini aja" balasnya singkat dan semakin melahap enak mie ayamnya, melihat cara makanya yang rakus tanpa menjaga image anggunnya lagi aku yakin bahwa mie ayam tersebut pasti sangat enak.

"glek.."telan ku ngiler juga ingin mencicipi makanan istriku tersebut. Padahal aku baru saja makan nasi sebanyak dua piring, ya dua piring... masakan villia sunguh sesuai dengan seleraku, bukan sesuai lagi tapi aku suka.

"maaf tuan apakah anda mau ?" tanya villia tiba tiba memberikan semangkuk sedang porsi mie ayam yang sama persis seperti yang sedang istriku makan saat ini.

"*deg*" tiba tiba saja hatiku bergetar kecil disana aku bingung dan mengedipkan mataku berulang kali untuk menghilangkan rasa gugupku.

"ini untuk saya ?" tanyaku pelan setelah menghilangkan kegugupanku

"ya, apakah tuan mau coba ?" tanya sopan meletakkan semangkuk sedang porsi mie ayam itu.

"kamu mau makan lagi sayang ?, apakah kamu masih lapar ?" tanya istriku melisa yang juga aneh dengan porsi makanku yang double tersebut.

"aku hanya nyicip saja " balasku singkat mengaduk mie ayam yang berada didepanku itu. Dan mulai menyendokkan suapan pertama.

"uhm..!" pekik atau teriak pelan ku tahan. ini enak ini sangat enak, tak pernah aku temui mie ayam seenak ini. Pantas saja istriku lahap memakan makanan ini.

Sendok ketiga sendok keempat serta sendok seterusnya sungguh aku tak bisa berhenti menyeruput dan memakan makanan yang sedang aku makan ini.

Melisa hanya melihatku aneh dan tersenyum kecil saja, sedangkan villia dia telah hilang kedapur untuk mengambilkan sesuatu hal lain.

" ugh..! " sendawaku besar dan puasku menyantap makanan tersebut.

"silahkan tuan.." ungkap villia tiba tiba menyerahkan sebuah minuman hangat seperti teh jahe kepadaku.

"untukku ?" tanya ku aneh tapi tetap menerima teh jahe tersebut.

"ya tuan, kata nyonya tuan sering lelah dan gampang masuk angin, jadi saya rasa teh jahe bisa merilekskan tubuh dan juga menghangatkan badan" jelas villia panjang lebar terhadapku.

Aku tak menyangka jika istriku bisa perhatian, tapi kenapa harus melalui perantara orang lain, mengapa bukan dia sendiri yang buat dan menyerahkannya padaku.

Aku meminum teh jahe itu pelan pelan, rasa jahenya ringan tapi tak hanya merilekskan tubuhku ataupun menghangatkanku teh ini juga merilekskan pikiranku, aroma jahe dan rasa nyaman saat meminumnya sambil menyelesaikan email yang dikirim riko sekretarisku tersebut.

Jam 12 malam,...

Aku keluar dari ruang kerja yang memang aku sediakan di apartement yang telah aku tingali selama 2 tahun lebih ini.

"kok lampu dapur belum mati ?" tanyaku pelan dan melangkah ke arah dapur.

Di dapur... di meja panjang itu ..

"slurp.. Munch..munch.." Kunyah pelan dan santainya villia yang sedang memakan spagheti buatanya sendiri.

"kamu gak istirahat ?" tanyaku tiba tiba kepada villia yang tersedak terkejut mendapati kehadiranku yang sedang bersandar didinding memerhatikannya.

"uhuk....., tuan..! Maaf...!" ungkap serta balas vilia gelagapan dia membenarkan penampilanya yang sedang memakai baju tidur yang sopan menurutku itu.

"kanapa kau harus meminta maaf ?, apakah kau terkejut ?, ataukah kau takut aku marah ?" cerca pertanyaanku banyak yang membuat villia semakin salah tingkah di hadapanku.

"bukan.. Bukan seperti itu, saya.. Saya.. Hanya terkejut dan takut membuat kebisingan sehingga membangunkan tuan dan nyonya" jelas villia gugup beserta malu, yang membuat aku yang melihat tingkahnya gemas sendiri.

"tidak pa pa, kau tidaklah salah.. Jika kau lapar kau boleh membuat apapun yang kau suka untuk kau makan, aku memang belum tidur, dan aku lihat lampu dapur hidup, aku kira siapa mana tahu pula kan ada tikus, tapi rupanya kamu " goda kecilku dan ungkap panjangku padanya yang semakin membuat dirinya salah tingkah kepadaku. Entah apa yang aku lakukan saat ini.

Aku pun melihat piringnya yang hampir habis itu, villia pun mengikuti kemana arah mataku, dan

"apakah anda mau juga tuan ?" tanyanya dengan nada sopan terhadapku.

Aku memandanginya lama dan mengagukkan kepalaku kecil dia tersenyum paham yang mana jika aku melihat senyumnya membuat sesuatu di hatiku ini bergetar lagi.

Diapun kembali ke arah kompor tersebut mengambil mie pasta di rak atas tersebut dan menyiapkan semua bahan untuk membuat spagheti yang seperti dia makan terhadapku.

Aku duduk di samping piringnya terletak aku memerhatikan semua kerja tangan sibuk serta tanpa mengeluh memenuhi permintaan majikan prianya ini, mengingat hari yang telah malam.

Kedua kompor dihidupkan satu untuk mie atau pasta, dan yang satu lagi untuk membuat saus spesial resep villia tersendiri.

Aku masih memerhatikan semua kegiatanya dan tak perlu menunggu lama spagheti itu pun telah siap untuk disantap dan telah berada di hadapanku ini.

"silahkan tuan.." pinta villia sopan terhadapku.

diapun mengambil piring pastanya dari sampingku itu.

"mau kemana ?, kenapa gak dihabisin makananya ?" tanyaku aneh mengingat spaghetinya masih tinggal separuh itu.

"uhm, saya akan duduk di sana saja" jelas serta terangnya menunjukkan dua jarak kursi dari tempat dudukku saat ini.

"kenapa gak disini saja ?, saya gak keberatan kok, duduklah !" pinta ku lembut tanpa ada niatan atau maksud tertentu. awalnya dia ragu dan tak enak hati namun melihat aku menyuruhnya untuk duduk di sampingku yang kedua kalinya itupun membuat dia pasrah dan mulai duduk di sampingku.

Aku sedikit tersenyum melihat tingkah ragu ragu dan sopan santunya ini terhadapku, akupun mulai mengambil sendok dan mulai memakan spagheti tersebut. Lagi lagi aku jatuh hati dengan kepandaian gadis ini dalam hal memasak.

Sedangkan dia makan dengan fokusnya mencoba untuk mempercepat cara makanya untuk menghabiskan sisa spagheti tersebut. Membuat kepalaku mengeleng geleng melihat tingkahnya yang mengunyah dengan susah payah.

"makanlah pelan pelan " ungkapku pelan melirik dirinya yang hanya dengan mulut penuh menganguk pelan dan mulai untuk pelan pelan dalam menghabiskan spagheti di mulutnya.

Lagi lagi hal kecil ini membuat diriku tersenyum, segala tingkahnya, dan caranya dalam bersikap sungguh membuat aku ingin memegangi rambutnya yang menutupi matanya ketika ingin mengambil suapan terakhir dari piringnya itu.

Aku masih memperhatikannya menghabiskan makananya dan meneguk air di gelasnya dengan sarkas sampai suara tegukan itu terdengar jelas olehku.

"glek.. Glek..glek.." teguk sarkas villia di sampingku membuat aku semakin ingin mencubit gemas pipi yang mulus itu.

"maaf tuan, saya sudah selesai. Kalau gitu saya pamit dulu " ungkap serta pamitnya sopan meletakkan piring yang telah ia cuci bersih itu di tempatnya kembali dan lari pelan dan cepat villia kekamarnya.

Aku tak tahan lagi.

"ha.. Ha..ha.." tawa kecilku keluar dia seperti dikejar setan saja, apakah aku menganggu dirinya, apakah aku membebani dirinya ketika aku meminta dirinya makan di sampingku.

Tapi entahlah aku pun tak tahu apa yang ia pikirkan namun dia telah menjadi sebuah penghibur kecilku malam ini.

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!