kesalahpahaman pertama kami

"kyaa....!!" teriak villia dengan wajah yang merah di balik tanganya itu, di terkejut dengan penampilanku saat ini.

Yang keluar dari kamarku dengan hanya mengunakan handuk sedang menutupi area bawahku saja,

"hei.., tenang, tenang ini saya" balasku terkejut ketika mendengarnya berteriak aku kira dia melihat sesuatu yang menakutkan seperti penampakan hantu.

"tuan..! Jangan mendekat..!" pinta villia kuat terhadapku membuatku berhenti didepanya dengan kedua tangan terangkat untuk menenangkannya tadi.

"oke, saya.. Berhenti, Tapi kamu kenapa ? " tanyaku polos dan aneh aku tak tahu bahwa dia malu melihat tampilanku yang mungkin tak pernah dia lihat tersebut.

"itu.. Itu, tolong pasang bajunya ! " teriak villia kuat pada akhirnya, membuat aku melihat penampilan ku sendiri dan melihat ekspresi malu yang ia sembunyikan di balik tanganya itu.

"oh, maaf !" maaf ku cepat entah kenapa aku juga sedikit malu dan kembali ke kamarku memasang baju rumah yang tertata rapi di lemari dan mengambil celana training panjang untuk kupakai pada akhirnya.

Setelah aku selesai memasang baju. Dia tak ada lagi di depan pintu kamarku ini, akupun hanya melangkah ke bawah, dan pergi ke meja makan yang di sana telah tersedia makanan lezat untuk makan malam ku hari ini.

Aku masih mencari keberadaanya, ..

"*apakah dia di kamar ?*" tanyaku kecil dalam hati. Entah kenapa aku ingin meminta maaf atas kejadian di pintu kamar tadi.

Tok..tok..tok

ketuk pintu kamar villia olehku pada akhirnya.

"ya, tuan ?" tanya villia pelan setelah memastikan apakah aku telah memakai pakaian di tubuhku itu.

"maafkan saya, tadi saya gak sengaja, kamu gak salah paham atau apapun bukan ?" maaf, terang serta tanyaku pelan terhadapnya yang hanya menunduk menyembunyikan wajahnya.

"ya,.. Saya gak pa pa kok tuan..! " jawab villia lama atas permintaan maafku dan penjelasanku tadi.

"uhm... Kalau begitu, bisa tolong ambilkan saya nasi ? " tanyaku pelan kembali padanya entah kenapa aku ingin di layani atau sekedar ditemani saja di meja makan yang besar itu.

"um...." villia melihatku lama dia mengambil keputusan ragu ragu, aku memandingan lembut dan sopan tak ada maksud apapun,

"baiklah.. Tuan ! " ungkap villia pada akhirnya yang membuat aku tenang dan senang ketika mendengarkannya itu.

Aku pun segera duduk di meja makan sedangkan villia melangkah di belakangku, dia pun mengambil piring dihadapanku ini mengisinya dengan 2 sendok makan nasi penuh.

"mau saya ambilkan juga sambalnya ? " ungkap villia tiba tiba yang mana.

"*deg*" membuat hatiku bergetar lagi, melisa tak pernah melayaniku seperti ini, padahal hal sederhana ini yang selama ini aku cari di pernikahan kami.

"hmn, kalau boleh tolong..! " ungkapku lembut dan senyumku indah kepadanya yang membuat villia terdiam sebentar mengatur mimik wajahnya yang terpesona akan senyuman indahku.

Aku pun menerima piring penuh makan malamku ini dengan perasaan senang, sewaktu dia mengambil dan melayaniku di meja makan ini dia menanyakan

"seberapa banyak ?, apakah ini cukup?, apakah yang ini mau ?, " pertanyaan sederhana dan perhatian sederhana yang mungkin yang tak ia sengaja ini sungguh kembali membuat hatiku kembali bergetar .

Setelah aku menerima piring penuh itu pun villlia hendak beranjak dan ingin melangkah pergi, akan tetapi.

"mau kemana ?, kenapa kamu gak duduk juga ?, mari kita makan bersama !"

tahanku pada lengan villia lembut awalnya dia ragu dan menolak, menurutnya hal tersebut pastilah tak sopan namun ketika aku kembali menyuruhnya untuk menemaniku makan seperti beberapa hari yang lalu, akhirnya pun ia hanya bisa patuh mulai menarik kursi di sebelah kursiku.

Mengambil piring dan juga mengambil nasi beserta sambalnya di sana.

Aku senang dia mau menerima permintaan anehku ini, tapi entah kenapa aku merasa suka di temani makan olehnya, walaupun selama makan kami hanya diam dan dia sangat fokus dan tenang menghabisi makanan dipiringnya tersebut.

Aku tak tahu apa yang salah, mataku masih memperhatikannya secara diam diam, setelah dia menghabiskan makanan pada piringnya akupun telah selesai dengan makanan dalam piringku.

"makananya sungguh nikmat ! Terima kasih ! " ungkap serta pujiku tulus terhadap skil memasaknya yang hanya dia tangapi dengan senyuman manis dan angukkan kecilnya.

Senyuman manis itu semakin indah ketika aku semakin memperhatikannya, dia pun menarik kursi duduknya kembali membersihkan makanan dan piring kotor di meja ini.

Sedangkan aku masih dengan santai memperhatikan segala kegiatanya secara terang terangan hingga ketika.

"apakah tuan butuh sesuatu ?" tanya villia sopan dengan bicaranya yang sangat lembut.

"tidak ada.., lanjutkan saja pekerjaanmu !" balasku pelan dan kembali memperhatikan dirinya.

Mungkin dia merasa aneh ataukah dia malu diperhatikan seperti itu oleh majikan laki lakinya, namun dia segera menyiapkan segala tugasnya malam ini pamit dengan sopan kepadaku dan segera masuk kedalam kamrnya kembali.

Setelah villia menghilang dan masuk di dalam kamarnya, aku pun menutup mataku perlahan....

"akh..! Mungkinkah aku gila ! " umpatku pelan terhadap diriku sendiri. Cara aku memandangnya tadi dan segala sikap yang aku tunjukkan padanya seperti. Lelaki yang sedang bir***i layaknya predator yang ingin mengukung tubuh mungil itu dalam dekapan dan menghirup bau alami dari tubuh tersebut.

Aku masih mengumpat sial.. Dalam benakku apakah aku sakit saat ini mengingat aku belum menyalurkan has**t ku 2 bulan lebih.

Aku ingin melakukan s** tapi dia bukan muhrimku kami adalah orang asing sungguh kotor sekali pikiranku saat ini.

Apakah karna sedah terlalu lama aku belum merasakan kehangatan serta belaian istriku ini membuat aku nafsu terhadap pembantuku sendiri.

Aku pun tak tahu, aku hanya bisa menghempaskan pikiran kotorku dengan mengecek pekerjaanku tapi sialnya aku tak dapat fokus.

Sesuatu di bawah sana mulai bangkit, padahal aku hanya mengingat bagaimana wajah villia jika telah berada di bawah kendaliku. Aku mengumpat kesal lagi, kembali pergi ke dalam kamar mandi.

Mengangkat baju ku dan menutup mulutku dengan bajuku itu sendiri.

Aku segera mengeluarkan hal yang sudah sangat mengembung itu, aku memainkannya secara perlahan lahan.

Me**ju mun**kan mengo** mengo*** dan serta berfantasi liar tentang dirinya.

"ugh..! " erangku pelan tertahankan nafasku semakin memburu fantasi yang aku bayangkan tentang villia pembantu ku itu membuat aku semakin gila.

"apakah ini musibah ? Ataukah ini dosa ?" tanyaku pelan pada diriku sendiri. Hasrat , keinginan serta rasa haus tak bisa menyentuh dan menjadikan nyata atas apa yang aku bayangkan kepada villia untuk melakukan hal gila yang terbayangkan itu.

Aku terjatuh pelan... menahan, menyadarkan diri dan mencoba menghapus semua rasa yang sudah lama tertidur di dalam diriku ini.

.

.

.

Paginya.

"selamat pagi tuan ! " sapa villia ramah dengan senyum manisnya kepadaku yang baru saja turun mengunakan setelan kantor tersebut.

"um, pagi ! " balasku singkat datar dan segera duduk di meja makan.

Awalnya villia memandangiku aneh, mungkin ia terkejut dengan sifat datar yang aku tunjukkan padanya.

Tapi aku terpaksa, aku mencoba untuk tetap seperti biasa saja, aku takut dan cemas, aku cemas bahwa sesuatu yang coba aku pendam dalam diriku ini akan bangkit lagi jika aku kembali memerhatikan dan dekat denganya.

Tidak ada percakapan di antara kami, mungkin mengingat aku meminta bekal kemarin. Hari ini pun telah dia siapkan di meja makan tersebut.

Aku tetap membawa tas bekal itu, tanpa menoleh atau berterima kasih padanya. namun dia tetap mengantarkan kepergianku ke kantor dengan sopan.

Selama di kantor aku tak bisa mengerjakan pekerjaanku dengan fokus.

Aku masih membayangkan atas apa yang aku lakukan di kamar mandi itu, pikiranku kacau hatiku kacau tapi ada sesuatu yang tak kacau.

Walapun telah kucoba untuk memendamnya dan ku coba untuk bersikap biasa, tetapi tak bisa. Aku mulai berubah sesuatu dalam diriku berubah, aku tak ingin mengakui perubahan ini.

Aku takut jika aku melukai diriku, istriku dan baik pun dirinya ! Tapi aku tak bisa untuk memadamkan api hasrat yang ingin melakukan hubungan in**m dengan villia.

Ya aku ingin melakukan hal gila, yang mana hal tersebut hanya boleh di lakukan oleh pasangan yang sah. Ataupun orang gila yang mau melakukan hubungan ini tanpa adanya ikatan pernikahan.

Tapi aku mengenal baik diriku, walaupun aku pernah bejat, tapi aku tak mau terjerumus di lobang hitam itu lagi, aku telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Makanya aku kesal, marah dan kacau saat ini, bagaimana bisa aku membayangkan hal yang tidak tidak terhadap pembantuku itu.

Terpopuler

Comments

triart3cl8

triart3cl8

/Proud//Doubt//Doubt//Kiss/

2024-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!