"Sayang aku pulang! "teriak Melisa senang dan bahagia bisa kembali ke rumah
"selamat datang nyonya!" sambut villia sopan kepada melisa
"oh villia aku pulang!, apakah suamiku sudah pulang! "tanya Melisa kepada villia tentang Samuel
"belum nyonya, tuan belum pulang!" terang villia pada melisa
"baiklah kau bisa kembali melanjutkan pekerjaan mu!, dan tolong siapkan air untuk mandi ku ya! " pinta serta suruh Melisa kepada villia
"baiklah nyonya!" patuh villia cepat dan segera menyelesaikan pekerjaannya yang tertinggal separuh dan mengisi bak untuk mandi Melisa
Tak berselang waktu lama.
"aku pulang !"ungkap Samuel sedikit lelah dan melihat barang bawaan atau koper milik Melisa istrinya di ruang tengah tersebut.
"sayang! Kamu pulang!, aku rindu! " ungkap Melisa sumringah dan ingin mencium Samuel akan tetapi
"hentikan melisa!, " Samuel menghentikan Melisa yang ingin mencium Nya
"loh kenapa!, kamu gak rindu kah dengan aku! ?"balas Melisa aneh tak pernah Samuel menolak ciuman serta kehangatan kecil yang sesekali dia berikan ini
"aku capek!, aku pun kotor aku ingin bersihkan diri dan beristirahat dulu! " balas Samuel bersikap dingin dan melangkah melalui istrinya.
Di tangga ..
"selamat datang kembali tuan! " sapa serta hormat sopan villia pada Samuel dia kembali menukar panggilannya terhadap majikan prianya ini.
Rasanya tak enak saja dia memangil panggilan mas di depan Melisa
"uhm, aku pulang! " Samuel mencoba bersikap biasa dan melangkah ke atas.
Villia pun sama diapun mencoba bersikap biasa dan melangkah ke bawah, villia menggenggam erat kedua tangannya di dada, menahan sesuatu yang sangat sakit tapi tak ingin memperjelas rasa sakitnya.
Dia dan Samuel tidaklah sepenuhnya salah dalam bersikap ataupun menjalin hubungan berteman atau apapun itu namanya hanya saja mereka tak menyangka bahwa rasa nyaman dan rasa aman yang diberikan pada kedua insan tersebut membuat hati mereka berdetak untuk merasakan cinta yang kedua kalinya
"kok mas Samuel aneh sih! dia tak pernah bersikap dingin seperti ini sama aku! , apakah dia masih marah!" gumam Melisa aneh dan kesal sendiri.
Ya dia sedikit kesal karna Samuel mengabaikan sambutan dan ciuman manis darinya, padahal dia bela bela untuk pulang mencoba meminta maaf dan memperbaiki rumah tangganya.
Melisa akui bahwa selama ini dia egois dan keras kepala, akan tetapi dia tak bisa untuk mengakhiri mimpinya sebagai seorang model .
Dia sangat mencintai pekerjaannya itu melebihi dirinya sendiri, dia sungguh dilema ketika Samuel menyuruhnya keluar dari dunia model dan fokus merawat rumah tangganya saja.
Dia tak mau meninggalkan pekerjaannya namun dia juga tak mau rumah tangganya menjadi rusak, apalagi sampai bercerai. Dia sangat mencintai suaminya tapi dia juga sangat mencintai pekerjaannya sebagai seorang model.
Di dapur .
Villia sedang membuat makanan untuk makan malam nanti
"villa!" panggil Melisa pada villa tiba tiba yang membuat villa sedikit terkejut
"ya nyonya! Ada yang bisa saya bantu!" tanya villia sopan dan menunda pekerjaannya
"uhm, begini! Menurut Kamu akhir akhir ini apakah suamiku Samuel bertingkah aneh!?"tanya Melisa ambigu dia sedikit ragu menanyakan bagaimana keadaan Samuel kepada villia namun selain gadis ini kepada siapa dia bisa bertanya lagi.
"maksud nyonya! apa?, maaf nyonya saya kurang paham? " balas villia tak paham mengapa pula Melisa menanyakan Samuel kepadanya yang notabene nya hanya seorang pembantu .
"maksud saya..!" ungkap Melisa ingin menjelaskan tapi .
"kamu lagi ngapain di dapur?" tanya Samuel tiba tiba yang memerhatikan kedua wanita yang berdiri di balik kitchen set tersebut.
"oh! Sayang kami gak ngomongin apa apa kok! , ya kan villia!" senyum Melisa manis di depan villia.
Villia pun hanya bisa mengangguk saja mengiyakan penjelasan nyonya nya ini
"baiklah, kalau sudah selesai bicara tolong siapkan makanan di meja, aku sangat lapar" jelas Samuel kepada melisa dan perintah Samuel lembut pada villia.
Villia pun segera kembali menghidupkan kompornya dan kembali menyelesaikan masakan yang hampir matang tersebut.
Melihat villia yang sibuk Melisa pun tak dapat kembali menanyakan maksud dari pertanyaan tadi
30 menit kemudian....
Semua masakan telah terhidang rapi di atas meja makan, ada lobster rebus dengan BBQ saus dan ada juga sayur salad dan beberapa pelengkap untuk makan malam hari ini.
Baik Melisa, Samuel dan juga villia ketiga orang tersebut makan dalam diam, suasana sangat canggung dan sedikit sesak. Selama makan Samuel secara diam diam dan hati hati memperhatikan villia.
Sedangkan Melisa memakan makan malamnya dengan tidak semangat, dia masih memikirkan sifat dingin suaminya Samuel. Dan lain pula dengan villia.
Dia hanya mencoba bersikap tegar dan biasa, hatinya sedang tak baik baik saja saat ini, jika boleh dia ungkapkan dia sedikit terluka tapi tak tahu karna apa.
"*Apakah dia cemburu melihat Samuel bersama Melisa? Tapi kenapa? Mereka pasangan suami istri yang sah, apa hak nya untuk cemburu! Siapa dirinya? Dia hanyalah seorang pembantu! Lalu apa hubungan dirinya dan Samuel! mereka hanyalah teman! Bodoh sungguh bodoh! *"villia berdialog serta berbicara pada hati nya ini.
Setelah makan malam selesai, .
"villia! Tolong antarkan teh jahe ke ruaganku!,"ungkap Samuel berdiri dan melangkah ke ruang kerjanya
"mas.. Tunggu! Kok kamu seperti ini sih!"ungkap Melisa terluka dan tak tahan dengan sikap dingin Samuel terhadapnya
"memangnya aku kenapa?!, aku sibuk Melisa! , aku juga bisa sibuk seperti dirimu yang lupa pulang dan lupa memiliki seorang suami! , dan jangan salahkan aku jika aku marah dan dingin kepadamu!" ungkap Samuel acuh dan tak ada rasa sakit ketika menjelaskan perasaan yang selama ini dia pendam.
Karna apa, dia sudah tak mencintai melisa istrinya itu lagi. Cintanya kepada melisa telah mati, hilang dan telah tergantikan dengan cinta yang baru yaitu villia.
"mas! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Oke, tolong maafkan aku!" ucap Melisa sedih dia tak suka Samuel bersikap dingin padanya, padahal sikap ini baru pertama kali dia rasakan selama dia menjalani pernikahan ini.
Apakah sikap egois dan keras kepalanya tidak bisa ditolerir oleh Samuel lagi, tapi dia sangat mencintai profesi dan pekerjaannya, dia tak bisa meniggalkan semua itu begitu saja, dia masih perlu waktu, dia perlu waktu untuk bisa meninggalkan itu semua yang dia sendiri tak yakin itu kapan.
"maaf! Heh, sudah terlambat! Melisa, kau sudah terlambat! "balas Samuel dingin dan acuh kembali melangkah ke ruang kerjanya
Melisa bersimpuh lemah menangisi keegoisan serta kekerasan sikapnya selama ini, namun dia belum menyerah dia yakin Samuel masih mencintai dirinya dia yakin semua hal ini dapat diperbaiki seperti semula.
Sedangkan villia yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran dingin Melisa dan Samuel tertunduk diam, apakah dia turut adil atas sikap dingin Samuel kepada melisa, dia pun tak tahu tapi dia pun tak mau, dia tak mau menjadi penyebab perceraian tuan dan nyonya nya.
Dia takut menjadi seorang wanita perusak rumah tangga, villa segera mendekati Melisa menolong nyonya nya ini ke kamar mencoba menenangkan melisa yang sedih dan kembali ke dapur untuk membuat teh jahe dan memberikan ke ruang kerja Samuel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
triart3cl8
/Rose//Rose//Plusone/
2024-08-12
0