Kepulanganya yang terlambat

1 minggu kemudian..

"Tuan samuel .. Ini data program pembangunan proyek di pulau jawa" serah serta ungkap riko memberikan sebuah vile dan data tersusun rapi kepadaku. Aku pun menerima dan memeriksa berkas tersebut dengan teliti dan mengangukan kepalaku kecil.

"baiklah, ini bagus, terima kasih riko" balasku berterima kasih pada sekretaris ku ini, pekerjaan yang berat bisa teringankan dengan kerja bagus dan baiknya.

Dan tak lama kemudian...

"sayang.. Aku pulang.. Kejutan..." teriak serta senyum manis dan mengoda istriku.. Ya istriku baru saja pulang dan masuk keruanganku ini.

Aku memandang dirinya dengan selidik tajam tak ada rasa terkejut ataupun bahagia dari raut wajahku, aku masih marah dan kesal terhadap kelakuan serta sikap semau mau istriku ini.

"sayang. Kok kamu jutek sih..?, aku pulang loh..! Bukankah kau merindukanku !," tanya istriku melisa mengebu gebu terhadapku dan hanya aku jawab dengan kata.

"hm, tumben kau ingat untuk pulang ! , aku sibuk, jangan ganggu aku dulu !" balasku pelan dan tak ingin melihat dirinya saat ini,

Melisa hanya merengut atau cemberut kecil tanpa mau membujuk ataupun mencoba menenangkan kekesalan serta kemarahanku itu.

Dan dia langsung pergi keluar dari ruanganku dengan kaki yang di hentak hentakan seperti anak kecil.

"hah.. Sial.."

umpat kecil ku semakin kesal...

"tuan.." pangil pelan¹ riko yang hanya diam berdiri di samping diriku dari tadi.

"maakan aku riko, aku mengumpat bukan padamu " jelas ku singkat dan mulai mendatangani vile tadi.

"kalau itu saya tahu tuan, tapi apakah anda yakin tidak ingin mengantar nona keluar ?" tanya riko terhadapku tentang melisa.

"biarkan saja, nanti aku akan pulang cepat " balasku menyerahkan vile yang telah kutandatangani tadi kepada riko.

Riko hanya memaklumi perintahku dengan paham dan mengambil vile dari tangaku dan membawa semua berkas yang telah aku acc keluar .

Setelah mereka berdua hilang dari pandanganku, akupun menyandarkan badanku ke kursi kerjaku ini dan membalikannya ke jendela di belakangku melihat pemandangan yang sama, gedung gedung tinggi serta jalan yang di lalui oleh mobil serta motor tersebut.

Apakah aku terlalu kesal, ataukah sifatku kekanak kanakkan aku tak mengerti padahal aku berharap dia istriku mau membujuk serta meminta maaf atas kepulangannya yang terlambat itu dengan belaian serta ciuman mesra ... Namun yang aku dapatkan hanya muka cemberut dan kesal istriku saja.

Kenapa harus selalu aku yang membujuknya, kenapa harus selalu aku yang mengalah, dan kenapa harus aku yang memahami, padahal dalam sebuah pernikahan pastikan kedua belah pihak terlibat untuk bisa egois atau keras kepala dan satunya mengalah, dan bergantian lagi.

Namun ini, hanya dia istriku yang bisa egois hanya dia yang bisa keras kepala dan hanya dia yang ingin maunya didengarkan dan selalu dimengerti, aku selalu menjadi pihak yang mengalah selama kami menjalani pernikahan ini.

Terkadang aku ingin egois, aku ingin keras kepala . Dan aku juga ingin dimengerti. Apakah begitu sulit permintaanku, meminta dia untuk vakum dari dunia model dan hanya menjadi istriku saja.

Sebenarnya apa yang dia inginkan, semua hal pasti aku penuhi, pasti aku penuhi. Dan aku hanya meminta waktu, aku hanya minta waktu dirinya yang ada untukku, yang melayaniku, dan mendengarkanku.

Tapi apa, semua itu hanya harapan saja, dia tak ingin meniggalkan pekerjaanya dia tak menggubris permintaanku, dan malah dia hanya memberi janji, janji dan janji manis namun semua itu palsu.

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!