Villia

Sore harinya..

Sesuai janjiku kepada riko bahwa hari ini aku pulang cepat. Meninggalkan berkas yang belum tertata rapi itu dan pergi melangkah ke luar dari kantor.

Aku terbiasa pergi pulang sendiri, mengigat kantor dan apartemen tempat kami tinggal sekarang ini tidaklah jauh, hanya dengan 30 menit perjalanan aku telah samapi di apartement mewah para kalaangan elit tinggal atau sekedar istirahat saja.

Kakiku melangkah pasti menekan tombol 23 di dalam lift tersebut, sambil menunggu lift terbuka aku membuka ponselku sebentar dan tiba tiba..

"Maaf tuan.. Permisi.. "Ungkap sorang gadis muda, ayu manis dengan penampilan sederhananya. Dia membawa belanjaan yang sangat banyak dan mungkin cukup berat, aku tak tega dan mencoba menolongnya .

"mau ke lantai berapa ?" tanya ku sopan pada gadis muda itu, mungkin umurnya sekitar 25 dan sebaya dengan istriku melisa.

"uhm, lantai 23. "balasnya berterima kasih karna telah menolongnya dan menyebutkan tujuan lantai yang sama denganku.

"uhm, sudah..!" tunjukku pada tombol lantai 23 yang menyala tersebut. Dia pun hanya menganguk sopan membenarkan semua belanjaan yang aku pun heran, kenapa sampai sebanyak itu.

"*apakah dia pindahan ?* , * tapi penampilanya biasa saja ?* " tanya bingung diriku sendiri dalam hati, siapa gadis ini apakah dia tetanga barunya mengigat ruang sebelah yang tak jauh dari apartement miliknya kosong.

Pintu lift pun mulai terbuka kami telah sampai di lantai 23, dia pun melangkah pelan mengigat barang bawaanya yang sangat banyak, akupun tak tega akupun menawarkan kembali bantuanku.

"mau ke pintu berapa ?, biar saya menolong kamu.!"

tanyaku dan tolongku cepat sebelum gadis sopan itu menolak mungkin dia tak enak denganku, tapi aku tak tega melihatnya membawa barang belanjaan sebanyak itu.

"uhm.. Maaf tuan, sekali lagi terima kasih mau ke pintu 203 A." jawab sopan dan tak enak gadis itu pada akhirnya.

Aliskupun semakit tetautkan heran

"*itukan pintu rumahku?, siapa gadis ini ? dan apa maksudnya ini? *" Aku hanya bisa bertanya binggung dalam hati. Tapi aku tetap menolongnya membawa sebagian belanjaan beratnya, dan dia membawa barang belanjaan lain aku mengikutinya dari belakang.

Aku kira mungkin aku salah dengar atau dia yang salah alamat, sampai ketika.

Ding dong bel pintu rumahku sendiri di bunyikanya, rupanya benar dia memang pergi kerumahku.

"*tapi untuk apa ?, siapa dia ?, apakah dia pembantu baru ?*" terka hatiku lagi mengigat tampilan serta bentuk sikapnya kepada diriku selama perkenalan singkat kami tadi.

"akh, akhirnya kau datang ! Silahkan masuk. " sapaan seseorang yang sangat aku ketahui suaranya, yaitu istriku.

"melisa..!" pangil diriku akhirnya yang melangkah mendekati gadis itu dan berdiri di belakangnnya.

"ahk..! Sayang kamu pulang " sambut melisa sumringah melewati gadis tersebut dan mengecup bibirku singkat.

"siapa dia ?" tanyaku pada akhirnya setelah melisa selesai menyambutku.

"oh, dia pembantu baru kita, lah kok kamu bawain barang banyak banget sih?, barang siapa ini ?," tanya melisa menjelaskan siapa gadis muda tersebut dan mulai menanyakan barang bawaan yang berada ditanganku.

Sedangkan gadis tadi hanya menunduk malu dan mungkin takut, karna ia tak mengetahui bahwa diriku adlah majikan prianya.

"ini barang bawaan kamu , aku menolong dia yang kesusahan tadi !" jelasku singkat dan pelan tak ada nada marah dalam intonasi bicaraku.

"oh, jadi kamu sudah kenalan sama dia ?" tanya melisa balik melihat kepada gadis tersebut yang hanya menganguk sopan memperkenalkan dirinya.

"belum, kami belum kenal. Kenapa kau tak pernah bilang bahwa kau memperkerjakan seorang pembantu baru !?" tanyaku belum kenal nama hanya bertegur sapa tolong terhadap gadis yang berada di depan kami ini dan menanyakan keputusan istriku yang menyewa seorang pembantu tanpa memberi tahukan aku terlebih dahulu.

"maafkan aku sayang... aku lupa, baiklah kenalkan dia vilia, mulai saat ini dia akan menjadi pembantu kita " unkap melisa memperkenalkan vilia nama gadis itu secara singkat dan padat, tidak ada penjelasan lain dan akupun hanya mengenguk kecil.

Yang sepertinya bahwa aku menerima dia bekerja sebagai pembantu kami

"baiklah ayo masuk, ini sangat berat dan aku sangat lelah saat ini " ungkapku pada akhirnya melisa pun segera menganguk paham dan menyuruh vilia mengambil barang belanjaan dirinya itu dariku.

Semua belanjaan yang aku pegangpun aku serahkan padanya, vilia memberi salam padaku sopan dan kepada melisa juga, segera membereskan barang belanjaanya dan segera sibuk menyiapkan makanan malam untuk kami santap nanti.

"bagaimana, kamu suka kan ? "

tanya istriku melisa tiba tiba..

"maksudnya ?" tanyaku balik aneh mendapatkan pertanya seperti itu.

"maksud aku villia.... ! dia baik, dia sigap dan dia sangat hebat memasak aku telah memilih pembantu yang benar benar bisa membersihkan serta sopan dan taat akan aturan untuk bekerja dengan kita, jadi... Kamu gak marah kan ?" jelas panjang serta tanya istriku lagi , mungkin aku sedikit terkejut mendengar serta mengetahui keputusanya yang tiba tiba.

Tapi apa yang ia jelaskan tentang vilia tadi tidaklah salah, aku bisa melihat dari perkenalan sinkat kami.

"baiklah, aku tak marah.. Seterah kamu saja, asalkan kamu nyaman memakai jasanya, kenapa tidak !" jelasku singkat memahami kemauan serta kehendak istriku, kamipun melangkah masuk, suasana seluruh ruangan luas itu seakan tiba tiba berbeda.

Walaupun sebelumnya dia pernah menyewa jasa pembersih atau apapun itu, tidaklah se rapi dan setata seindah ini, ruangan serta apartement yang biasa gelap itu seakan menjadi terang.

Telah dia akui dan telah dia suka bagaimana villia bisa bekerja secepat itu membersihkan apartement luas ini dengan waktu yang singkat. Dan sekarang dia masih berkutat di dapur menyiapkan makanan untuk kami.

Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!