Tidak semudah itu

Pagi harinya..

';tak, bunyi pintu kamar tidur terbuka Samuel baru memasuki kamar mereka di pagi hari.

"dari mana saja kamu mas!?"tanya Melisa dingin dan marahnya dia terbangun ketika merasa tempat di sebelah tidurnya ini kosong

"dari ruangan kerjaku!" balas Samuel tak kalah dingin dia melangkah santai dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri

"mas, bisakah kita jangan seperti ini!" ungkap Melisa terluka dia tak sanggup menghadapi kemarahan suaminya ini

"memangnya kita kenapa?" tanya Samuel acuh dan kembali melakukan niatnya.

Mendengar ucapan acuh dan dingin Samuel membuat Melisa tak tahan dia pun segera bangkit dan menahan lengan suaminya itu.

"apakah kamu marah!, ataukah aku benar benar salah!, mas aku minta maaf, jangan diamkan aku! " keluh Melisa sedih dan gusar dia tak sanggup menghadapi sikap acuh suaminya ini

"melisa!, lepaskan tanganku!" ungkap Samuel dingin dan tak ingin memperjelas serta memperbaiki hubungan mereka dia sudah lelah dengan sikap istrinya ini.

"mas! Kumohon mas!, maafkan aku mas... Hiks . berikan aku satu kesempatan lagi!" lirih Melisa lemah beserta tangisnya dia sangat mencintai Samuel, namun dia juga mencintai pekerjaannya dia hanya perlu waktu untuk bisa melepaskan pekerjaannya sebagai model.

"melisa!, aku lelah.. Aku capek! Aku marah! Dan aku tak ingin menjelaskan ataupun memaafkan kesalahanmu!, aku sudah lelah dan menyerah!" balas Samuel lelah untuk menyikapi segala sikap egois istrinya. Samuel pun melepas tangan Melisa yang menahan lengannya itu.

"enggak mas! Gak! Aku gak mau kita berantem! Aku salah, aku minta maaf mas, hiks . Hu..hu .hum. Tolong maafin aku! " pinta serta tangis Melisa kuat dia tak bisa menahan rasa sakit yang tak seberapa ini dibandingkan rasa sakit yang selama ini dia berikan kepada Samuel

"cukup Melisa! " ungkap Samuel kuat dan menaikan nada suaranya. Dia telah menyerah akan pernikahan mereka.

"mas...!" panggil melisa takut dan semakin sedih ini adalah kali pertama dia melihat Samuel semarah ini padanya .

Apakah dia benar benar sudah terlambat, tapi dia tak ingin menyerah dai takkan ingin bertengkar dengan Samuel.

"baiklah, kamu masih perlu waktu untuk memaafkan ku, ya kan mas!" balas Melisa penuh harap dan mencoba lunak kepada Samuel dia tak ingin lemah didepan suaminya ini

"... Tidak..!" balas Samuel dingin dan melihat Melisa seperti pandangan kosong saja.

"?!! Mas ..!" ungkap Melisa semakin takut dia tak akan Sudi untuk berpisah dari suaminya

"jangan bilang kamu...!"lirih sedih takut, gusar dan semakin lemahnya, pandangan hangat penuh cinta Samuel kepada dirinya sudah tak ada lagi.

"mas, aku mohon mas! Jangan seperti ini! Hiks... Mas!" tangis Melisa semakin pecah Samuel tetap diam dia pun segera mengambil jas di lemari dan mengambil semua keperluannya .

Samuel pun keluar kamar dan membiarkan Melisa menangis kuat dan mengejar kepergiannya itu

"mas! Tunggu mas! Mas!" teriak serta tangis Melisa kuat dia segera turun mengejar Samuel yang sedang berbicara dengan villia tersebut .

"tolong segera siapkan bekal saya!" pinta Samuel pelan kepada villia, villia pun segera mengangguk dan menyiapkan bekal untuk Samuel.

Dia sudah dengar keributan yang berasal dari kamar tuan dan nyonya nya ini, apakah mereka kembali bertengkar.

"mas! Tunggu!" tahan serta pegang Melisa kuat kepada lengan suaminya penampilan Melisa sangat kacau rambutnya kusut matanya mulai sembab dan wajahnya berantakan.

Tapi Melisa tak memperdulikan semua itu, saat ini ada hal yang lebih penting dari penampilannya, yaitu masalahnya bersama sang suami.

"mas! Kumohon mas!, tolong maafkan aku mas! Aku ngaku salah! " ucap Melisa gemetar dan semakin sedihnya Samuel tetap tak merespon dirinya tersebut

"Tidak semudah itu melisa!, semuanya tidaklah semudah itu!" balas Samuel semakin dingin dan telah mengambil bekal yang diberikan villia kepadanya.

Dia pun melepaskan tangan Melisa di lengannya dan melangkah pergi dari rumah.

"tidak mas! Jangan pergi kita belum selesai bicara!"teriak dan tangis Melisa kuat dia kembali mengejar Samuel.

Samuel semakin melangkah pasti menulikan indra pendengarannya dia sudah membulatkan tekad dan niat, dia sudah mengambil keputusan bulat

Dia Samuel akan menceraikan melisa secara sah di mata hukum dan agama.

Terpopuler

Comments

triart3cl8

triart3cl8

/Smile//Proud//Smile/ lanjutkan kakak!

2024-08-12

2

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan Diri
2 Aku rindu istriku
3 Kepulanganya yang terlambat
4 Villia
5 Sebuah perhatian sederhana
6 Di tinggal berdua
7 Sebuah kotak bekal
8 kesalahpahaman pertama kami
9 Villia hampir dilecehkan
10 Main golf bersama
11 hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12 kembalinya Melisa
13 Apakah karna Saya
14 Tidak semudah itu
15 Aku Tidak Bersedia Bercerai
16 Hampir Ketahuan
17 Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18 Ceraikan Dia Melisa
19 Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20 Di Lamar , Resmi Bercerai
21 Aku Tidak Sabar Lagi
22 Acara persiapan pernikahan
23 Pesta Pernikahan
24 Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25 Bersama mu Membuat ku Lengkap
26 Akhirnya 21+
27 Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28 Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29 apakah ini pertengkaran pertama kita?
30 pertama kali pergi kekantor
31 main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32 Keseharian biasa, Rencana main golf
33 Saran jitu dari tasya
34 Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35 Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36 Keadaan Papa Andreas
37 Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38 Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39 Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40 Bermain Di kamar Mandi +
41 Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42 Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43 David Castello +
44 1 Minggu Sebelum Honneymoon
45 Menikmati Honeymoon
46 Positif Hamil
47 Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48 David Bertemu Melisa
49 Melisa & David ++
50 Maya Mulai Komplain
51 David Mulai Mengejar Melisa
52 Melisa Kabur Ke Indonesia
53 Meminta Perlindungan Dari Samuel
54 Akhirnya Melisa Tertangkap +
55 Keegoisan Melisa
56 Melisa Mulai Mengacau
57 Kelas Hamil
58 Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59 Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60 Syukuran Tujuh Bulan Villia
61 Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62 Melisa vs Villia
63 Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64 Terluka..!!!
65 Rumah Sakit
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Perkenalan Diri
2
Aku rindu istriku
3
Kepulanganya yang terlambat
4
Villia
5
Sebuah perhatian sederhana
6
Di tinggal berdua
7
Sebuah kotak bekal
8
kesalahpahaman pertama kami
9
Villia hampir dilecehkan
10
Main golf bersama
11
hati yang terbiasa dengan kehadiranmu
12
kembalinya Melisa
13
Apakah karna Saya
14
Tidak semudah itu
15
Aku Tidak Bersedia Bercerai
16
Hampir Ketahuan
17
Surat Cerai, Kedatangan Andreas dan dea
18
Ceraikan Dia Melisa
19
Tolong katakan yang sebenarnya terjadi son
20
Di Lamar , Resmi Bercerai
21
Aku Tidak Sabar Lagi
22
Acara persiapan pernikahan
23
Pesta Pernikahan
24
Hari Pertama kita sebagai pasangan suami istri
25
Bersama mu Membuat ku Lengkap
26
Akhirnya 21+
27
Mengantar Kepergian Papa Andreas, Mengenang mama Vania
28
Semuanya terlalu sempurna dan indah hingga aku takut ini hanyalah mimpi!
29
apakah ini pertengkaran pertama kita?
30
pertama kali pergi kekantor
31
main kejar kejaran, hampir melakukanya di kantor +
32
Keseharian biasa, Rencana main golf
33
Saran jitu dari tasya
34
Mempraktekkan Saran Dari Tasya ++
35
Malam Yang Indah Ini Hanya Milik Kita Berdua +
36
Keadaan Papa Andreas
37
Tetap Mesra Di Setiap Kesempatan
38
Tidur Berdua Di Sofa Yang Sempit
39
Kepulangan Andreas dari rumah sakit
40
Bermain Di kamar Mandi +
41
Makan Malam Bersama, Harus Segera Pulang
42
Penyelesaian Masalah, Bertemu Teman Lama
43
David Castello +
44
1 Minggu Sebelum Honneymoon
45
Menikmati Honeymoon
46
Positif Hamil
47
Susahnya Menjaga Mood Ibu Hamil
48
David Bertemu Melisa
49
Melisa & David ++
50
Maya Mulai Komplain
51
David Mulai Mengejar Melisa
52
Melisa Kabur Ke Indonesia
53
Meminta Perlindungan Dari Samuel
54
Akhirnya Melisa Tertangkap +
55
Keegoisan Melisa
56
Melisa Mulai Mengacau
57
Kelas Hamil
58
Aku Akan Tetap Merebutmu Samuel !!
59
Kedatangan Andreas, Rencana Syukuran Tujuh Bulanan Villia
60
Syukuran Tujuh Bulan Villia
61
Melisa Mulai Merencanakan Rencana Jahat, Tidak Sengaja Bertemu
62
Melisa vs Villia
63
Tidak Sabar Lagi !!, Menjadi Bodoh!
64
Terluka..!!!
65
Rumah Sakit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!