Bab 17 Trauma yang Tersisa

Jevan tak mau membuang waktunya lagi. Setelah mendengar percakapan tersebut ia langsung menghubungi Ron, yang kemudian langsung bergegas untuk mencari si pelaku yang telah menculik Corey. Beberapa jam kemudian, Ron menghubungi Jevan.

"Jev, menaurut analisa kami kemungkinan ada tiga ketua gangster yang bisa jadi adalah pelaku yang telah menculik Corey. Nama mereka adalah Chase, Greg dan Bruno. Aku akan mengirimkan data-data mereka padamu untuk kau lihat"

"Oke, Ron. Terima kasih. Aku akan segera mengabarimu lagi nanti"

"Oke"

Jevan lalu mengamati mereka satu persatu. Sesuai dengan alamat mereka, Jevan lalu mendatangi satu persatu alamat mereka secara diam-diam untuk mengawasi pergerakan mereka. Awalnya sulit untuk menemukan pelakunya karena sepertinya tak ada yang mencurigakan dari mereka. Jevan kemudian mengingat sesuatu. Rossie dan Mimi sebelumnya berkata kalau gangster yang merupakan pacar Pixie ini adalah seorang hiper se*s yang sama seperti Pixie.

Jevan kemudian mengikuti seorang ketua gangster yang bernama Greg. Ia sering sekali pergi ke klab malam dan setelah itu ia pulang. Jevan berpikir keras mengenai dimana kira-kira Greg menyekap Corey. Ketika sedang mengamati Greg yang sudah pulang ke rumah setelah dari klab malam, Jevan mengamati kalau Greg selalu ke belakang rumahnya untuk memberi makan hewan peliharaannya. Setelah itu ia masuk ke dalam ruangan seperti gudang di belakang rumahnya untuk waktu yang cukup lama.

"Apa di tempat itu ya dia menyekap Corey?" Jevan lalu segera menghubungi Ron.

Dua unit mobil datang secara diam-diam untuk mengamati tempat tersebut. Ron memberitahu Jevan untuk menunggu sampai pasukannya masuk dan memastikan kalau Corey benar-benar ada di dalam. Setelah pasukan khusus masuk ke dalam, mereka lalu menghubungi Ron.

"Kami sudah masuk ke dalam dan menelusuri untuk mencari keberadaan Corey, Ron tetapi belum terlihat tanda-tanda... "

Pemimpin pasukan khusus yang bernama Clay tiba-tiba terdiam ketika menyadari ada suara gaduh di sekitar tempat itu.

"Kalian dengar itu?"

"Iya, pak"

"Tapi tak ada pintu di sini. Apa mungkin ada ruang rahasia di sini?"

"Mungkin saja ada, pak"

"Ayo kita berpencar untuk mencari sumber suara tadi"

"Baik, Pak"

Jevan dan Ron masih menunggu dengan cemas. Ternyata Greg pintar menyembunyikan keberadaan Corey. Seluruh pasukan sudah berkeliling untuk mencari Corey. Suara ketukan tersebut masih terdengar, tapi mereka masih belum juga menemukan Corey.

Greg yang tadinya sedang tidur di rumah utama, menjadi terbangun ketika mendengar suara gaduh dari arah gudang. Ketika Greg melangkahkan kakinya ke arah gudang para pasukan khusus segera bersembunyi.

"Kenapa sih kau selalu berisik? Lama-lama aku bisa gila kalau kau begini terus!"

Greg lalu mengeluarkan seperangkat kunci dari sakunya. Ternyata selama ini Corey di sembunyikan di ruang bawah tanah yang tersembunyi di ruang gudang tersebut. Clay lalu langsung menodongkan senjatanya ke kepala Greg.

"Bebaskan Corey sekarang juga atau aku akan menembakmu"

Dengan wajah sinis, Greg tidak merasa takut sedikit pun. Ia malah menjawab ucapan Clay.

"Coba saja, kau takkan berani untuk menembakku, bisa-bisa kau... "

Dor!

Greg tak bisa menyelesaikan ucapannya karena anak buah Clay sudah terlebih dahulu menembak kakinya.

"Sialan! Aku pikir kau takkan berani melakukannya!"

"Sudah diamlah, Greg! Lain kali kepalamu yang aku tembak!"

Setelah di rasa aman, Jevan dan Ron kemudian masuk ke dalam untuk membantu membebaskan Corey yang terlihat sangat marah atas perbuatan Greg. Setelah ikatan di tangan dan kakinya di lepas, Corey langsung meninju wajah Greg dengan keras.

"Sialan! Kau telah mematahkan gigiku!"

"Biar saja, aku tak peduli! Kau telah menghalangi pekerjaanku, untuk itu aku akan menuntut kamu dan semua yang terlibat di sini tanpa terkecuali!"

Greg kemudian langsung di bawa ke kantor polisi. Para anak buahnya yang telah membantunya juga ikut di bawa ke kantor polisi. Nino memang tidak menculik Corey, tapi ia mengetahui perbuatan Greg, jadi ia juga ikut di tangkap oleh polisi. Nino yang selama ini selalu berkata kalau ia kebal hukum, akhirnya merasakan tinggal di penjara, walau hukumannya tak selama Greg dan para anak buahnya.

***

Beberapa minggu kemudian, sidang kedua di gelar dan kali ini Corey tidak absen.

"Senang melihatmu, Corey. Seorang Corey Hamilton tak mungkin menyerah begitu saja tanpa berusaha semaksimal mungkin, kan?" Ucap hakim persidangan kepada Corey.

"Benar, Yang Mulia" Corey tersenyum kepada hakim yang sudah mengenal sifat Corey yang gigih dan pantang menyerah.

Sesuai janjinya, di persidangan yang kedua ini Corey memanggil Joyce Strap sebagai saksi ahli yang telah melakukan beberapa kali sesi pertemuan dengan Jevan. Joyce sebenarnya juga hampir di culik oleh Greg, tapi Greg sepertinya sedang kena sial karena waktu ia mencoba untuk mendekati Joyce, tiba-tiba ia di serang oleh dua anjing buas yang ternyata adalah hewan peliharaan Joyce. Kedua hewan itu memang hanya bisa jinak dengan Joyce karena Joyce telah menyelamatkan mereka sewaktu mereka masih kecil.

Ketika Greg hendak menyerang Joyce, orang-orang sudah berkerumun dan salah satu dari orang-orang itu bahkan ada yang sudah memanggil polisi. Greg lalu langsung kabur dari tempat tersebut tanpa berpikir panjang lagi.

Para hadirin yang berada di persidangan menjadi terharu ketika mendengar kesaksian Joyce, karena Jevan sudah bertahun-tahun mengalami trauma akibat perbuatan Pixie dan Chelsea. Pekerjaannya sebagai pria panggilan membuatnya lebih sulit lagi untuk mengatasi rasa trauma yang ia alami. Yang selama ini ia lakukan hanyalah menghindari klien yang berjumlah dua orang wanita karena ia tak sanggup lagi melakukan thre*so*e dengan mereka.

Simone terus menerus menangis sampai persidangan selesai. Ia merasa sudah menjadi ibu yang buruk karena tidak bisa menjaga anaknya dengan baik. Ia pikir waktu ia bekerja dan menitipkan Jevan kepada Pixie dan Chelsea, Jevan akan aman. Tetapi ia salah besar. Ketika persidangan selesai, Jevan masih menghibur ibunya dengan memeluknya erat. Tetapi kemudian ia melihat seorang perempuan lagi yang berada di belakang ibunya yang juga sedang menangis.

"Lou?"

Perempuan yang menangis tadi adalah Louisa. Tetapi bukannya menghampiri Jevan, Louisa malah pergi keluar dari ruang persidangan sambil berlari kencang. Jevan kemudian meminta izin kepada ibunya untuk mengejar Louisa dan Simone pun memberikan izinnya.

***

Jevan mencoba untuk menjajari lari Louisa yang cepat. Di sekolah, Louisa memang gemar berolahraga dan lari sprint-nya memang yang paling cepat di antara murid lain di angkatannya. Tetapi ketika ia berlari untuk menghindari Jevan, ia sempat lengah dan tertabrak sebuah mobil yang tiba-tiba melintas di jalan. Louisa jatuh pingsan dan di dahinya menetes darah yang mengalir dengan cukup deras.

Jevan hampir tak bisa bernafas saking terkejutnya ia melihat keadaan Louisa. Ketika akhirnya ia berhasil mendekati Louisa, ia lalu meminta orang yang tadi tidak sengaja menabrak Louisa untuk segera mengantarkan Louisa ke rumah sakit terdekat.

"Ayo cepat bawa kami ke rumah sakit sebelum terlambat!" Jevan berteriak karena panik, begitu juga orang yang telah menabrak Louisa. Di dalam hatinya ia berdoa semoga Louisa selamat, karena kalau tidak, hukuman berat di penjara pasti sudah menantinya.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!