Bab 14 Keadilan untuk Jevan

Simone maju dan mulai membuka ikatan di lengan Jevan yang diikat ke lengan kursi. Yang pertama berhasil mengeluarkan suara justru adalah Louisa.

"Mrs.Simone, aku benar-benar minta maaf atas perbuatan ibuku. Aku sungguh merasa malu. Walau mereka telah menyakiti Jevan tapi Jevan selama ini tetap membela aku dan itu benar-benar membuatku tak bisa menunjukkan wajahku di depan Jevan lagi"

"Oh darling, ini bukan salahmu, kau tahu itu. Yang jelas ini salah mereka berdua. Sekarang, tolong tahan mereka dulu, aku perlu membawa Jevan ke rumah kami agar ia bisa beristirahat. Setelah itu aku akan berbicara kepada mereka"

"Baiklah, Mrs. Simone. Aku akan menahan mereka sebisa aku"

"Terima kasih, tunggu sebentar ya"

Simone kemudian membimbing Jevan menuju unit tempat mereka tinggal. Setelah memastikan Jevan beristirahat di kamarnya, Simone keluar sambil mengunci pintu rumahnya bukan untuk mengekang Jevan tetapi untuk mencegah Pixie dan Chelsea berbuat nekat dengan mendatangi Jevan. Simone merasa bersyukur ketika ia datang, Pixie dan Chelsea masih ada di sana. Wajah Chelsea mungkin terlihat bersalah, tetapi ekspresi Pixie yang menantang dan seolah tak bersalah membuat Simone jadi semakin emosi dan langsung menampar keduanya dengan keras.

"Kalian monster! Ceritakan padaku yang sebenarnya! Apa yang telah kalian lakukan kepada Jevan-ku!"

"Kami hanya membantu dia menjadi pria dewasa"

"Menjadi pria dewasa demi untuk memuaskan diri kalian, begitu kan maksudnya? Jawab aku, sejak kapan kalian begini?"

Baik Pixie ataupun Chelsea tak ada yang berani menjawab. Tapi akhirnya Pixie mau menjawab.

"Sudahlah Simone, itu sudah terjadi sejak 6 tahun yang lalu. Sekarang dia kan sudah dewasa dan sudah mahir dalam pekerjaannya. Tadi kami juga hanya ingin bernostalgia. Iya kan, Chelsea?"

Chelsea hanya diam, ia tak berani menjawab. Ia begitu malu mengakui perbuatannya di depan Louisa.

"Mama, aku benci padamu! Sudah jelas sekarang kenapa Jevan selalu menghindari mama! Ternyata ini sebabnya! Mempunyai ibu sebagai seorang PSK saja sudah memalukan, apalagi setelah aku mengetahui ini! Aku cinta Jevan, mama! Tapi sekarang aku malah merasa jijik pada diriku sendiri akibat perbuatan mama! Aku bahkan tak memiliki muka lagi untuk menemuinya! Kau telah menghancurkan hidupku!" Louisa lalu pergi dalam keadaan marah. Chelsea mencoba untuk memanggilnya dan mengejarnya, tapi tangan Simone menahan Chelsea untuk tetap tinggal.

"Mau kemana kau? Jangan coba-coba untuk melarikan diri!"

Chelsea kembali diam dan menunduk. Simone masih merasa emosi, tapi kali ini air mata mengalir deras di kedua pipinya.

"Selama ini aku percaya pada kalian, tapi lihat yang telah kalian lakukan! Aku pikir kita akan saling menjaga, tapi ternyata kalian malah menghancurkan hidup anakku. Sekarang aku mengerti kenapa ia selalu menghindari kalian, juga kenapa ia tak pernah mau menerima dua klien perempuan sekaligus. Ini semua gara-gara kalian. Coba bayangkan bagaimana jika Jevan adalah anak kalian dan mendapatkan perlakuan seperti ini dari para penari yang lain? Apakah kalian bisa terima?"

"Simone... "

"Jangan coba-coba untuk membela dirimu sendiri lagi, Pixie! Aku takkan mau dengar! Aku jijik melihat kalian! Tunggu saja, aku akan melaporkan kalian pada polisi dan aku akan menuntut kalian!"

"Ada apa ini? Kenapa kamu marah-marah, Simone? Aku tak pernah melihat kamu seperti ini sebelumnya"

Nino tiba-tiba muncul di antara mereka.

"Jadi kamu tak tahu tentang ini, Nino?"

"Tahu tentang apa, Simone? Aku tak mengerti apa maksudmu. Tolong ceritakan padaku yang sebenarnya"

"Mereka telah menodai anakku sejak umur 14 tahun dan sekarang ia menjadi trauma dan ketakutan tiap kali melihat mereka, para monster predator anak!"

"Simone, tolong jangan berlebihan... "

"Berlebihan katamu? Tunggu saja Nino, giliranmu akan tiba karena aku juga akan melaporkan kamu ke polisi dan menuntutmu! Aku seharusnya melakukan itu dari dulu, agar kalian semua bisa membusuk di penjara!"

"Jangan coba-coba untuk melakukan itu, Simone. Kau tau kan kalau aku kebal hukum"

"Iya, aku tau itu. Tapi aku tetap akan melakukannya walaupun itu sia-sia bagimu! Lihat saja nanti, Nino!"

Simone pergi meninggalkan mereka sambil membanting pintu rumah Chelsea dengan sangat keras. Nino kemudian memandang Pixie dan Chelsea secara bergantian.

"Yang telah kalian lakukan memang salah, seharusnya kalian saling menjaga. Tapi aku tetap akan melindungi kalian, Simone takkan bisa memenjarakan kalian asalkan kalian mau menurut denganku. Apakah kalian mengerti?"

"Iya, Nino" Pixie dan Chelsea menyahut berbarengan.

"Sekarang bereskan kekacauan ini. Kalau Simone kembali kesini dan berulah, kalian segera hubungi aku"

"Baik, Nino"

Nino kemudian memandangi wajah Pixie dan Chelsea yang memar.

"Simone tadi menampar kalian dengan keras ya?"

Pixie dan Chelsea mengangguk.

"Pantas saja wajah kalian terlihat kacau. Kompres dengan es atau apalah itu agar memarnya hilang. Besok kalau ada klien yang ingin booking kalian, aku ingin memar di wajah kalian sudah hilang"

"Kami akan usahakan, Nino"

Setelah itu Nino pergi sambil menggerutu karena kesal kepada Pixie, Chelsea, dan juga Simone yang di anggapnya sudah membuat kekacauan sehingga menghambat kelancaran bisnis yang baginya sudah di bangun dengan susah payah.

***

Keesokan harinya, Simone melaporkan Pixie dan Chelsea kepada polisi. Jevan ikut bersamanya. Tetapi tanggapan polisi justru terkesan meremehkan karena pekerjaan Jevan jadi mereka merasa laporan Simone sia-sia dan hanya membuang waktu mereka.

"Aku sedang mencari keadilan untuk anakku dan hanya ini reaksi kalian? Memangnya kalian tak bisa menangkap mereka?"

"Maaf, tapi kami tak bisa menangkap seseorang tanpa bukti yang jelas, ma'am. Dan kalian butuh pengacara yang hebat untuk membantu kalian. Itu juga jika ada yang mau membantu kalian karena kasus ini sudah lama terjadi"

"Baiklah, kami akan mencari pengacara hebat yang akan membela kami! Tunggu saja!"

Simone lalu pergi dengan perasaan kesal sambil menggandeng Jevan.

"Mommy tunggu! Kurasa kita perlu bicara"

Di depan kantor polisi terdapat taman kecil dengan beberapa bangku. Jevan kemudian membimbing Simone untuk duduk di sana.

"Mommy, aku hargai semua perbuatan mommy padaku. Tapi aku baik-baik saja sekarang, jadi mommy tak perlu lapor polisi lagi. Apalagi mommy tadi lihat sendiri kan tanggapan mereka atas laporan yang mommy buat?"

"Iya mommy tau, Jevan. Tapi mommy tetap harus menghukum kedua predator anak itu agar mereka kapok dan tidak mengulangi perbuatan mereka terhadap kamu ataupun anak-anak yang lain."

"Tapi biaya untuk pengacara itu sangat mahal, mommy. Kita takkan sanggup untuk membayarnya"

Seorang wanita yang duduk tak jauh dari Jevan dan Simone lalu mendatangi mereka.

"Maaf jika aku menyela pembicaraan kalian. Tapi aku tak sengaja mendengarkan tadi dan anda membicarakan tentang pelaku predator anak. Apakah saya tak salah dengar?"

"Iya, anda tak salah dengar"

"Anak anda benar, nyonya. Biaya untuk pengacara memang sangat mahal, tapi kalian bisa mencoba untuk meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum untuk meminta pengacara pro bono"

"Apa itu pengacara pro bono?"

"Itu adalah pengacara yang mau membela kliennya secara gratis atau tanpa bayaran"

"Benarkah ada pengacara seperti itu?"

"Tentu saja ada. Aku akan memberi tahu kalian alamatnya agar kalian bisa datang ke sana"

"Terima kasih banyak, kami sangat menghargai bantuan anda. Kalau boleh tahu, siapa nama anda?"

"Namaku Kyra Smith. Tak perlu berterima kasih padaku, karena jika aku jadi kau aku juga akan melaporkan para predator itu ke polisi. Hal itu tidak bisa di biarkan agar tak ada lagi yang menjadi korban."

'Anda benar, nyonya Smith"

"Panggil aku Kyra. Ini dia alamatnya. Sebaiknya kalian segera kesana. Aku doakan semoga kalian menang dan mereka segera di tangkap"

"Kami harap juga begitu, Kyra. Sekali lagi Terima kasih"

***

Setelah tiba di Lembaga Bantuan Hukum, oleh bagian resepsionis tempat tersebut Jevan dan Simone kemudian di perkenalkan kepada pimpinan mereka yang bernama Bryan Steele.

"Terima kasih telah menerima kami, Mr. Steele"

"Tentu saja, tugas kami kan memang untuk membantu anda. Tunggu sebentar, saya akan memanggil seorang pengacara di sini yang menurut saya cocok untuk kasus ini karena dia pernah menangani kasus predator anak"

Bryan Steele kemudian meminta sekretarisnya untuk memanggil pengacara yang di maksud. Pengacara tersebut ternyata adalah seorang perempuan keturunan Afro-Amerika.

"Kenalkan, ini Corey Hamilton. Dia adalah seorang pekerja keras yang tangguh dan dia tidak suka kata kalah"

"Benar sekali, dan aku takkan menyerah sampai kita berhasil menangkap para predator itu. Aku punya beberapa rencana, tapi kalau kalian punya masukan yang lain dengan senang hati aku akan mendengarnya"

"Untuk saat ini, lebih baik kami dengar rencana darimu dulu, Corey"

"Baik, Mrs. Williams"

"Panggil aku Simone"

"Baik, Simone"

Simone memandang Jevan sambil menggenggam tangannya. Ia merasa tenang setelah bertemu dengan Bryan dan Corey. Ia sungguh berharap mereka akan berhasil memenangkan kasus ini demi Jevan.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!