Bab 15 Corey Hamilton

"Oke, ini rencana saya. Pertama-tama, saya ingin meminta izin untuk mempublikasikan kasus ini tanpa menyebutkan identitas Jevan. Tapi sebaliknya, saya akan menyebutkan ciri-ciri pelaku secara spesifik agar masyarakat penasaran dan mulai mencari tahu siapa mereka"

"Mommy, aku rasa ide ini tidak bagus. Nino akan marah besar terhadap kita"

"Nino siapa? Atasan kalian?"

Kedua jari Corey membuat tanda kutip dan Simone langsung mengerti.

"Iya, dia atasan kami dan yang membuat khawatir adalah selama ini dia mengklaim dirinya sebagai orang yang kebal hukum"

"Hmm... Berarti dia kenal dengan orang dalam di kepolisian. Aku akan mencari tahu tentang itu, jangan khawatir"

"Iya kami percaya padamu, Corey"

"Terima kasih, untuk itu saya akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian"

Corey juga menyarankan agar Jevan menemui psikiater untuk mengatasi rasa trauma Jevan dan nantinya psikiater itu akan menjadi saksi ahli dalam persidangan.

Setelah selesai berdiskusi dengan Corey, Jevan dan Simone pulang ke rumah. Tak lama kemudian, terdengar ketukan di pintu rumah Simone.

"Biar mommy yang buka, takutnya yang datang adalah tamu yang tak kita inginkan"

"Kita perlu memasang lubang pengintip di pintu mommy, agar kita tahu siapa yang datang"

"Tak perlu, karena sebenarnya aku tak ingin kita tinggal di sini lagi"

"Memangnya itu mungkin?"

"Kita lihat saja nanti"

Simone membuka pintu. Ternyata memang tamunya adalah salah satu dari tamu yang tak diinginkan. Tamu itu adalah Nino. Tanpa di persilahkan masuk, Nino sudah lebih dulu menerobos masuk ke dalam.

"Jadi kalian berani juga ya melaporkan Pixie dan Chelsea ke polisi"

"Jadi kamu memata-matai kami ya?"

"Kau lupa ya? Aku kan bisa lakukan apa saja"

"Iya, Kami memang sudah melaporkan Pixie dan Chelsea ke polisi"

"Kalian perlu pengacara hebat, bukan pengacara gratisan seperti Corey Hamilton"

"Gratisan bukan berarti tak bagus, Nino. Dia sudah pernah memenangkan kasus serupa yang hampir sama dengan kasus Jevan'"

"Mungkin saja dia pernah menang, tapi kamu melupakan sesuatu, yaitu pekerjaan Jevan. Mereka akan meremehkan kalian dan akan berkata kalau perbuatan kalian sia-sia belaka"

"Biar saja, yang penting kami akan berusaha dulu semampu kami"

Nino menjadi gusar lalu ia menggebrak meja dengan sangat keras.

"Sombong sekali ya kalian! Tau tidak, gara-gara kalian yang sudah melaporkan Pixie dan Chelsea, nama tempat ini jadi bisa tercoreng!"

"Terserah, aku tak peduli!"

Nino lalu mencekal lengan Simone, membuat Jevan refleks untuk mendekati Nino.

"Jangan sentuh ibuku!"

"Jangan khawatir, Jevan. Aku takkan menyakiti ibumu kecuali nanti malam kalian harus tetap bekerja. Karena apa? Karena kalian takkan bisa keluar dari tempat ini sampai kapan pun!"

"Baiklah, kami akan turuti kamu asal kamu lepaskan ibuku"

"Jevan, jangan!"

"Tenang saja mommy... "

Nino lalu melepaskan cekalan tangannya di lengan Simone.

"Seperti yang Jevan bilang, kami akan menuruti kamu dengan tetap bekerja untuk kamu dengan satu syarat"

"Ya ampun, ada syaratnya segala. Ya sudah, apa syaratnya?"

"Kami tak mau tinggal satu lingkungan lagi dengan Pixie dan Chelsea. Mulai besok kami akan pindah di apartemen sebelah. Jika kau merasa repot untuk memberitahu tugas kami dengan datang ke tempat baru kami nanti, hubungi saja kami via telepon. Benar kan, Jevan?"

"Yes, mommy. Aku setuju"

"Aku belum menyetujui ini, jadi akan kupikirkan dulu"

"Ya, pikirkan saja, Nino. Tapi jangan lama-lama, karena terus terang saja kami sudah muak melihat wajah Pixie dan Chelsea"

Nino tak menjawab perkataan Simone. Kemudian ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam.

"Menurut mommy dia akan setuju?"

"Iya, mommy yakin. Dia masih butuh kita tapi tak ingin tempat ini jadi terlihat buruk di masyarakat walau nyatanya memang buruk"

***

Dengan berat hati, Nino akhirnya menyetujui permintaan Simone dan Jevan. Beberapa hari kemudian, Simone dan Jevan akhirnya pindah dari rumah susun tersebut ke apartemen sebelah yang kondisinya sedikit lebih baik dari rumah susun yang di sediakan oleh Nino.

Jevan mengenal tempat ini. Ketika kecil ia pernah kabur dan bermain di lapangan yang ada di belakang apartemen ini. Para penghuni di tempat ini sepertinya sudah lama tinggal di sini. Rata-rata dari mereka bersikap ramah, membuat Jevan dan Simone merasa di terima di tempat ini. Seorang pria mendekati Jevan dan memanggil namanya.

"Jevan? Kamu Jevan kan?"

"Iya, aku Jevan. Maaf, anda siapa ya?"

"Ha! Sudah kuduga! Kau Jevan si anak layangan"

"Anak layangan?"

"Kamu kan pernah main di lapangan belakang waktu kecil. Lalu kita meminjamkan kamu layangan supaya kamu bisa ikut main. Tapi si cowok menyebalkan itu datang untuk jemput kamu pulang. Jadi, aku takkan sebut namaku. Ayo tebak siapa namaku nanti aku traktir kamu minum"

Jevan mengamati pria itu. Jika dia bisa mengenali Jevan, maka seharusnya Jevan juga bisa mengenalinya. Tapi ketika ia melihat bekas luka kecil di pipi sebelah kiri pria itu, Jevan jadi ingat namanya.

"Kau Freddy kan ya?"

"Iya, betul! Hahaha... Aku senang kau masih ingat aku! Sekarang ayo kita minum seusai janjiku padamu!"

Jevan kemudian menoleh ke arah ibunya yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.

"Mommy, bolehkah aku... "

"Tentu saja boleh. Have fun, honey... Tapi tetap hati-hati ya"

"Yes, mommy"

Jevan lalu menyempatkan diri untuk mencium pipi ibunya sebelum pergi bersama Freddy.

***

Corey baru saja selesai bekerja pada jam 9 malam. Ia tentu saja merasa lelah tapi ia tak ingin berhenti apalagi menyerah demi memenangkan kasus Jevan. Suasana kantor tempat ia bekerja sudah sepi karena para karyawan sudah pulang. Ia kemudian berjalan menuju halte bus terdekat. Ketika melewati jalan potong di lorong yang sempit, ia merasa seperti ada yang sedang mengikutinya.

Awalnya Corey berjalan santai, tapi lama kelamaan ia berjalan cepat, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berlari. Tetapi bukannya menjauh, orang yang mengikutinya malah terus mengejarnya. Ketika akhirnya berhasil mengejar Corey, orang yang ternyata memakai topeng tersebut mengancam Corey dengan mencekik lehernya sambil bicara dengan suara parau.

"Berhentilah membela Jevan atau kau akan menyesal!"

Tetapi walau sebenarnya ia takut, Corey mencoba untuk tetap tenang karena ia pernah mengalami kejadian seperti ini juga dengan kliennya sebelumnya.

"Jangan mengancamku! Aku akan mencari tahu identitasmu dan kamu akan segera di penjara karena telah menghalangi aku dalam membela klienku!"

Orang tersebut kemudian melepaskan cengkramannya pada Corey lalu pergi dengan berlari secepat kilat. Corey merasa begitu lega. Setelah mengatur nafasnya, ia kembali melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

***

Keesokan harinya, Corey meminta Jevan dan Simone untuk datang menemuinya. Setelah Jevan dan Simone datang, Corey lalu menceritakan apa yang telah terjadi semalam kepada mereka.

"Jadi kira-kira siapa pelakunya?"

"Kemungkinan ia adalah orang suruhan Nino"

"Hmmm... Ini menarik... "

"Corey, aku rasa kau perlu seseorang untuk melindungimu"

"Tidak usah, aku bisa jaga diriku sendiri. Lagipula, menyewa seorang bodyguard itu pasti mahal sekali. Memangnya kalian mampu untuk itu?"

"Memang mahal, tapi maksudku bukan bodyguard"

"Kalau begitu siapa, Jevan?"

"Polisi"

"Polisi?"

"Iya, tunggu sebentar"

Jevan kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai menelepon seseorang.

"Halo Ron, apa kabar?"

"Kabarku baik, berkat kau"

"Syukurlah. Maaf, aku sedang butuh bantuan. Maukah kau menolongku?"

"Tentu saja. Apa yang bisa kubantu?"

Jevan kemudian menceritakan apa yang telah terjadi secara detail kepada Ron.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!