Bab 8 Louisa Cemburu

"Ayo masuk ke dalam dulu, Lou"

"Ga mau"

"Kamu ngambek ya?"

"Kamu nanya?"

Bukannya menjawab, Jevan malah menyeringai.

"Kamu seharusnya jawab pertanyaan aku tadi"

"Lou, kamu kan tau ini adalah pekerjaanku. Lagipula aku kan juga sudah minta izin sama Nino"

"Tapi kamu kan bisa menolaknya, Jevan!"

"Sudahlah, Lou... "

"Ada apa ini?"

Pertengkaran antara Louisa dan Jevan membangunkan Simone dari tidurnya.

"Maaf karena aku, Mrs. Simone jadi bangun"

Louisa jadi merasa tak enak dengan Simone.

"Sudah berapa kali kubilang, panggil aku mommy, Louisa"

"Yes, miss... Maaf, maksudku mommy"

"Jevan, kenapa kamu membiarkan Louisa di depan pintu bukannya menyuruhnya untuk masuk ke dalam?"

"Aku sudah memintanya untuk masuk ke dalam, tapi Lou menolaknya, mommy"

"Jangan panggil dia Lou, Jev. Dia kan bukan anak laki-laki. Panggil dia Louisa, itu baru benar"

"Yes, mommy"

"Sepertinya Louisa ingin tahu cerita tentang klien terakhir kamu, Jev. Ayo sini duduk di ruang makan. Nanti mommy sekalian buat sarapan. Kamu mau di buatkan apa, Louisa?"

"Aku ga di tanya juga?"

"Kamu pasti sudah sarapan kan, Jev?"

"Kok mommy tau?"

"Karena dapurku masih bersih, biasanya kalau buat sarapan sendiri dapur ini menjadi berantakan seperti kapal pecah. Mommy rasa kamu sudah sarapan di luar. Bukan begitu, Jev?"

"Iya mommy benar"

"Jadi, bagaimana kalau mommy buatkan minuman segar untuk kalian?"

"Boleh, mommy"

"Mommy tanya sama Louisa kenapa kamu yang jawab sih, Jev?"

"Karena Lou, eh Louisa tak jawab jadi aku aja deh yang jawab. Lagian mommy kan bilangnya kalian, bukan Louisa"

"Bisa aja kamu. Kalian tunggu sebentar ya, mommy mau buat sarapan dulu"

Jevan dan Louisa setuju dan menunggu Simone dengan patuh. Setelah selesai membuat sarapan, Simone lalu bergabung bersama Jevan dan Louisa.

"Louisa, asal kamu tau semalam pun Jevan tak memberitahu mommy kalau ia akan menginap kalau Nino tak beritahu mommy dini hari tadi" Jevan meringis malu ketika melihat wajah mommy-nya yang cemberut.

"Maaf mommy, aku benar-benar lupa untuk memberitahu mommy"

"Kalau begitu beritahu mommy dan Louisa pertanyaan Louisa tadi"

"Pertanyaan yang mana?"

"Jevan... "

"Sorry mommy... Louisa, jawabannya tidak, dia tak seistimewa itu walau kuakui klienku kali ini unik"

"Apa bedanya?" Louisa masih cemberut sambil bersedekap dada.

"Beda dong. Kalau istimewa berarti dia lebih dari yang lain, tapi kalau unik dia memang agak berbeda dari yang lain"

"Berbeda gimana?"

"Mommy, masih ingat ga sama klienku sebelumnya yang aku bilang dia mengidap fetisisme?"

"Oh ya, mommy masih ingat. Yang tergila-gila sama kaki kamu itu kan?"

"Iya"

Louisa terkejut mendengar percakapan mereka.

"Jadi klien yang ini juga unik seperti itu?"

"Iya, bedanya dia itu... Umm... Apa ya? Kalau aku sebut frigid sepertinya tak sopan dan kasar"

"Apa!?"

Louisa dan Simone menyahut berbarengan.

"Kalau dia memang se-pasif itu kenapa dia memintamu untuk menginap?" Simone bertanya yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Louisa karena ia juga memiliki pertanyaan yang sama untuk Jevan.

"Ia ingin menguji apakah ia akan bereaksi kalau aku menginap, apalagi setelah ia tahu kalau aku tidur tanpa pakai apa-apa"

"Lalu, apa yang terjadi?"

"Kamu benar-benar ingin tahu, miss Louisa?" Louisa memutar bola matanya karena ia tahu Jevan hanya ingin menggodanya.

"Jawab saja pertanyaannya, Mr. Jevan"

Jevan kembali menyeringai karena senang melihat Louisa yang merajuk seperti anak kecil yang telah kehilangan mainan kesayangannya.

"Baiklah, aku akan jawab. Kami tidak melakukan apa-apa karena ketika aku sedang ke mall bersamanya di siang hari, ada seorang pria yang tertarik padanya dan ia memintaku untuk memberikan kartu namanya untuk Cherly"

"Cherly? Itukah namanya?"

"Iya, namanya Cherly"

"Seperti nama buah"

"Itu cherry, sayang"

"Maaf mommy, aku hanya bercanda"

"Tidak apa, setidaknya kamu tak se-cemberut seperti ketika baru datang tadi"

Louisa tak menjawab, ia hanya menundukkan wajahnya karena merasa malu kepada Simone.

"Jadi kalian hanya tidur bersama?"

"Iya, dan ngobrol. Dia pandai, jadi bicara apa saja nyambung. Aku harap dia segera menemukan jodohnya"

"Iya, mommy harap juga begitu. Ya sudah, mommy mau istirahat dulu ya ke kamar. Kalian lanjutkan saja ngobrolnya, tapi jangan berantem lagi ya"

"Ga kok mom, aku rasa acara ngambeknya udah selesai"

Louisa yang merasa malu lalu mencubit lengan Jevan yang kemudian mengaduh kesakitan. Melihat itu, Simone tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

Setelah memastikan Simone sudah masuk ke kamarnya, Louisa lalu menarik tangan Jevan.

"Hei, mau kemana kita?"

"Ke tempatku, aku ingin menghukum kamu"

"Memangnya apa salahku? Aku kan tadi udah jujur. Seharusnya aku dapat reward dong bukan hukuman"

"Aku tetap kesal denganmu karena sudah menginap, jadi kamu tetap dapat hukuman"

"Ya sudah, terserah kamu aja deh"

Tetapi setelah tiba di rumah Louisa, ia malah mendapati ibunya yang sedang membawa kliennya ke rumahnya. Suara desahan mereka walau mereka melakukannya di kamar, terdengar jelas di telinga Louisa dan Jevan.

"Maaf Jev, lebih baik kita kembali ke tempat kamu aja"

"Oke, aku setuju"

***

Di sore hari, Simone yang baru saja keluar dari kamar mandi mendapati Jevan yang sedang termenung memandangi KTP miliknya.

"Jevan, Louisa pulang jam berapa tadi?"

"Sekitar jam 2, mommy"

"Jevan, mommy mau tanya. Apakah kamu serius dengan Louisa?"

"Kalau maksud mommy apakah aku akan menikahinya, aku belum tahu. Aku sendiri belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta"

"Jadi kamu tak cinta padanya?"

"Iya, atau mungkin belum, aku sendiri juga tak tahu pasti. Tapi yang jelas aku sayang padanya"

"Kamu hanya ingin menjaganya ya?"

"Iya, mommy"

"Tapi kamu yang pertama baginya kan?"

Jevan memandang mommy-nya dengan heran.

"Iya"

"Sudah kuduga"

"Bagaimana mommy bisa tahu?"

"Jevan, aku banyak terlibat dengan pria, jadi kurang lebih aku tahu. Tapi, dia bukan yang pertama bagimu kan? Maksud mommy di luar klien kita"

"Iya, dia bukan yang pertama. Tapi jangan tanya siapa yang pertama bagiku, karena aku tak bisa menjawabnya"

"Kenapa? Apakah dia tidak se-istimewa itu? "

'Lebih tepat di sebut mereka, bukan dia' ucap Jevan dalam hati. Jevan tentunya tak dapat memberitahukan itu kepada mommy-nya.

"Iya, bisa di bilang begitu"

Raut wajah Simone menunjukkan ekspresi khawatir. Ia takut telah melewati sesuatu pada fase hidup Jevan sampai Jevan menyimpannya rapat-rapat dan tak mau membicarakannya dengan siapapun.

"Jevan... "

"Bisakah kita membicarakan yang lain, mommy? Aku punya pertanyaan penting tentang namaku"

"Ada apa dengan namamu? Apakah kamu tak suka?"

"Bukan itu, tapi tentang nama keluargaku. Kenapa LeVans? Kenapa tak pakai marga Williams milik kakek?"

"Karena memang tak bisa begitu, Jevan"

"Jadi mommy asal pilih aja karena mommy suka nama yang berhubungan dengan nama orang Perancis?"

"Tidak juga. Ada kok orang yang nama keluarganya seperti itu"

"Mommy mengenalnya?"

"Iya, aku pernah mengenalnya"

"Dan ia benar-benar orang Perancis?"

"Iya, betul"

Jevan memandangi ibunya dan seketika ia langsung mengerti.

"Oh my God, dia adalah salah satu klienmu ya?"

"Iya, Jevan"

"Apakah ia kemungkinan adalah ayahku?"

"Awalnya kukira begitu, tapi kini aku tak yakin lagi"

"Oh mommy... "

Jevan lalu mulai memijit kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing karena perkataan mommy-nya.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!