Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)

"Apa maksudmu kita impas, Nino?"

"Sudahlah, tak usah di bahas lagi. Yang jelas, aku takkan meminta ganti rugi padamu soal semalam"

"Tapi kenapa?"

"Well... Yah, anggap saja mood aku sedang baik hari ini"

Nino mengedipkan sebelah matanya ke arah Jevan sambil menepuk pelan bahu Jevan. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, yang Jevan duga adalah sebatang rokok. Tetapi ternyata ia salah, karena ternyata yang Nino keluarkan adalah permen lolipop. Kemudian Nino kembali menepuk pelan pundak Jevan dan mengatakan sesuatu.

"Merokok tak baik untukmu, Jevan. Cobalah untuk menggantinya dengan yang lain seperti lolipop yang kupegang ini"

'Terima kasih atas sarannya, tapi sebenarnya aku juga jarang merokok sih, hanya di waktu aku sedang memikirkan sesuatu"

"Baguslah kalau kau jarang melakukannya. Aku pergi dulu ya. Malam ini kau bebas sampai ada pemberitahuan berikutnya"

"Baiklah, Nino. Thanks"

Nino melenggang dengan santai. Tak biasanya ia seperti ini. Biasanya wajahnya selalu kaku dan cemberut.

'Apa ia habis menang undian ya?' tapi setelah itu Jevan hanya mengangkat bahu tak peduli, yang penting hari ini ia bebas dari gangguan Nino.

***

Jevan menghabiskan banyak waktu dengan Simone karna kebetulan hari ini mereka tak mendapatkan tugas dari Nino. Simone kemudian memutuskan untuk mengajak Jevan jalan-jalan ke taman dekat kompleks perumahan mereka yang kumuh dengan sepengetahuan Nino. Beberapa anak buah Nino berada di sekitar mereka untuk mengawasi.

"Di cuaca yang cerah seperti ini sepertinya enak ya kalau makan es krim?"

"Mommy mau? Aku belikan ya?"

"Iya, Jev"

"Rasa yang biasa kan?"

"Iya, kan kamu yang paling tau mommy"

"Dan mommy juga yang paling tau aku. Tunggu di sini ya"

Ketika sedang membeli es krim untuk dirinya dan mommy-nya, Jevan bertemu dengan Pixie, salah satu penari pertunjukan seperti Simone.

"Jevan, sudah lama ya tak bertemu. Jenny kadang suka cerita tiap ia bertemu denganmu"

"Well, yeah... Sudah dulu ya auntie. Nanti es krim mommy keburu cair"

"Kenapa buru-buru?"

Pixie kemudian membelai lengan Jevan yang berotot.

"Oh, wow. Semakin berisi ya lenganmu. Apakah bagian lain juga... "

"Maaf, aku permisi dulu auntie"

"Jevan! Kamu sombong ya sekarang! Kalau bukan karena aku, kamu takkan mahir seperti sekarang!"

Jevan menggeram kesal, tapi ia memutuskan untuk menghiraukan ucapan Pixie. Setelah menghampiri ibunya untuk menyerahkan es krim favoritnya, Simone lalu bertanya kepada Jevan.

"Kamu habis bertemu dengan Pixie ya?"

Jevan yang sedang menikmati es krimnya tiba-tiba tersedak ketika mendengar pertanyaan ibunya.

"Pelan-pelan, Jevan. Kamu seperti anak kecil aja makan es krim bisa sampai tersedak begini" Simone bicara sambil menepuk pundak Jevan dengan lembut. Lalu ia meminta Jevan untuk minum air mineral yang sebelumnya sudah di bawa oleh Simone.

"Terima kasih, mommy. Tadi aku tak bicara apa-apa dengan auntie Pixie. Dia hanya menanyakan kabar mommy."

"Oh, begitu ya. Kami memang tak begitu dekat karena di antara kami memang dia yang paling banyak mendapatkan panggilan karena dia itu agak... Eh, hiper... "

"Iya, aku tahu itu"

"Kamu tahu darimana, Jevan?"

"Ng... Itu... Aku pernah dengar auntie lain ada yang pernah menggosipkan dia"

"Hati-hati sama dia, Jevan. Jangan terlalu dekat sama dia ya?"

'Sudah terlambat untuk itu, mommy... ' Jevan membatin dengan sedih.

***

Hari itu memang agak berbeda dengan hari lain. Sejak di pagi hari bertemu dengan Jevan, Nino tak terlihat lagi. Dia sepertinya masih ada urusan yang belum selesai dengan wanita yang kemarin seharusnya menjadi klien Jevan. Hal itu jadi memberikan keuntungan bagi para anak buahnya, termasuk Jevan dan Simone untuk beristirahat.

Setelah pulang dari berjalan-jalan di taman tadi sore, Simone memutuskan untuk beristirahat sebentar di kamarnya sementara Jevan izin keluar untuk membeli makan malam untuk dirinya dan Simone. Untuk keluar dari unit tempat Jevan tinggal, Jevan harus melewati unit milik Chelsea yang merupakan ibu dari Louisa. Jevan terkejut ketika akan melewati unit milik Chelsea, ia melihat Pixie yang sedang berbicara dengan Chelsea.

'Ini pasti adalah hari sialku karena bertemu dengan mereka' batin Jevan. Sebenarnya Jevan ingin membalikkan badan dan mencari jalan keluar lain, tapi Pixie terlanjur melihatnya.

"Jevaan... Kemarilah sayang... Apa kamu ga rindu sama kita berdua?" Chelsea yang akhirnya juga melihat Jevan ikut tersenyum senang ketika melihat Jevan dan ia mulai mendekati Pixie untuk menggoda Jevan.

"Permisi, aku sedang terburu-buru... "

"Jangan dulu pergi, Jevan... Ayo kita bersenang-senang seperti dulu... Good old days... Kita bertiga... Iya kan, Chel?"

"Tentu saja, Pixie... "

Baru memikirkannya saja sudah membuat Jevan merasa mual. Ia harus melarikan diri dari mereka, tetapi mereka mengurung Jevan dan memerangkapnya di dinding. Pixie menahan tangan kanan Jevan, sementara Chelsea menahan tangan kiri Jevan.

"Lepaskan aku! Aku jijik dengan kalian! Tidakkah kalian sadar kalau kalian telah merusakku!"

"Kenapa kau merasa begitu, Jevan? Kami justru telah membantumu, kan ini juga bagian dari pekerjaanmu!"

"Tapi kalian melakukannya ketika aku masih terlalu dini untuk mengalami itu! Sejak itu aku jadi tidak suka dengan permainan threes*me! Semua gara-gara kalian!"

"Kamu benar-benar aneh, Jevan. Tapi itu hanya alasan kamu saja kan? Ayolah kita bersenang-senang! Dan kali ini aku tak mau dengar penolakan darimu!" Pixie yang lebih agresif dari Chelsea mulai memaksa dan menggerayangi tubuh Jevan.

"Aku bilang lepaskan aku!"

"Kenapa sih kau selalu menolak kami? Apakah kami harus membayar kamu supaya kamu mau dengan kami? Sombong sekali kau! Seharusnya kamu berterima kasih kepada kami karena telah memberi kamu pengalaman pertama yang tak terlupakan"

"Iya, saking tak terlupakannya sampai membuatku mual!"

"Sudah, diam saja dan turuti kami seperti dulu! Ayo!"

Pixie dan Chelsea menarik paksa Jevan ke tempat Chelsea. Jevan sebenarnya bisa saja melawan mereka, tapi dia tak suka menyakiti perempuan, tak peduli betapa agresif dan liarnya mereka. Louisa sedang tidak berada di rumah, jadi Chelsea bisa dengan leluasa men**mati tubuh Jevan bersama dengan Pixie.

Hampir 6 tahun yang lalu, ketika Jevan masih berusia 14 tahun, ia di paksa untuk melakukan hubungan se**ual untuk pertama kalinya oleh Pixie dan Chelsea. Sejak Jevan kecil, Pixie dan Chelsea memang selalu menawarkan diri mereka kepada Simone untuk mengasuh Jevan. Jevan kecil yang menggemaskan membuat mereka menyukai Jevan. Tapi lama kelamaan niat mereka untuk membantu mengurus Jevan ketika Simone sedang bertugas menjadi berubah. Walau memang akhirnya Jevan bekerja dengan menjadi pria panggilan karena keadaan dan paksaan dari Nino, tak membuat Jevan melupakan trauma masa kecilnya bersama Pixie dan Chelsea.

Louisa seharusnya menemui kliennya di malam itu, tapi entah mengapa tiba-tiba klien tersebut membatalkannya. Ini membuat Louisa senang karena bisa beristirahat di rumah dan bermalas-malasan. Rencananya ia ingin menonton TV di rumah bersama Jevan sambil memakan popcorn buatan sendiri. Tetapi ketika ia sampai di rumah, ia syok ketika melihat ibunya dan Pixie yang sedang menggerayangi tubuh Jevan.

"Apa yang kalian lakukan?"

"Louisa, mama bisa jelaskan... "

"Tak perlu di jelaskan, Chelsea. Dia sudah dewasa untuk mengerti apa yang sedang terjadi di sini. Apa kamu mau ikut bergabung bersama kami, Lou?"

"Aku memang cukup dewasa untuk mengetahui kalau kalian telah memaksa Jevan melakukan ini! Beritahu aku Jevan, ini bukan yang pertama kalinya kan untuk kamu?"

"Iya, Louisa... Maafkan aku... "

Tanpa sadar, air mata menetes di pipi Jevan. Andai dulu ada yang memergokinya seperti ini dan menyelamatkannya, ia mungkin takkan mengalami trauma berkepanjangan.

***

Simone terbangun dan merasa curiga karena Jevan yang tadinya ingin membeli makan malam untuk mereka tetapi belum kembali juga. Kemudian ia keluar untuk mencari Jevan, tetapi ketika mau melewati tempat tinggal Chelsea, ia mendengar keributan di sana. Tanpa ragu, ia mendatangi kediaman Chelsea.

Simone terkejut ketika melihat ke dalam rumah Chelsea, ia melihat Jevan dengan tangan terikat di bangku dan bajunya seperti habis di koyak dengan sengaja.

"Ada apa ini? Apa yang telah kalian lakukan terhadap anakku?"

Lidah Pixie dan Chelsea tiba-tiba menjadi kelu, sedangkan Louisa sedang terduduk di lantai sambil menangis pilu.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!