Bab 7 How do I Like My Eggs?

Cherly mulai mencium bibir Jevan. Awalnya ia ragu, tapi lama kelamaan ia mulai berani. Sambil meraba tubuh Jevan, ia mulai berani mencium Jevan dengan penuh gairah. Cherly senang, ternyata ia memang memiliki gairah, tidak kaku seperti yang ia sangka selama ini.

"Bebaskan dirimu, Cherly. Aku akan membantumu"

"Oh, Jev... Aku ingin, tapi aku takut... "

"Jangan takut, kamu sudah setengah jalan dan kamu hebat" Cherly lalu menunduk sambil tersenyum malu. Jevan lalu teringat sesuatu.

"Cherly, ini kan yang pertama bagimu ya?"

"Iya, Jev"

"Well... Mmm... Aku mengerti jika kamu ingin melakukannya dengan kencan pertama kamu nanti, jadi saat ini kita cukup melakukan tidur bersama saja tanpa melakukan aktivitas lain"

"Memangnya kamu tak ingin melakukannya denganku, Jev?"

"Bukan begitu. Aku sih mau saja asal kamu juga mau. Tapi aku perlu menceritakan sesuatu dulu denganmu"

"Menceritakan apa, Jev?"

"Begini, sewaktu kamu sedang mencoba lingerie, seorang pria mendatangiku. Dia bilang kamu lucu dan dia minta aku untuk menyerahkan kartu namanya untukmu"

"Benarkah? Memangnya ada pria yang benar-benar tertarik padaku?"

"Ada dong. Ini buktinya" Jevan lalu menyerahkan kartu nama dari Glen kepada Cherly yang membelalakkan matanya karena terkejut. Belum pernah ada seorang pria pun yang ingin berkenalan dengannya karena alasan pribadi selain karena urusan pekerjaan.

"Dia benar-benar memberikan kartu namanya padamu?"

"Iya, benar. Kamu kan udah liat sendiri itu kartu namanya"

"Jadi orang bernama Glen ini ingin mengajak aku untuk berkencan?"

"Dia tidak bilang begitu sih, hanya baru mau berkenalan denganmu"

"Oh, begitu ya... "

"Iya. Jadi, apakah kamu ingin latihan dulu denganku atau kamu ingin Glen menjadi yang pertama bagimu?"

"Well... Mmm... "

***

Jevan pergi ke kamar mandi yang berada di kamar Cherly untuk membersihkan diri. Semalam Cherly memang sudah mulai bereaksi dan menciumnya, lalu ia mulai menyentuh tubuh Jevan karena rasa ingin tahunya yang besar.

Tetapi setelah mendengar Jevan menyebut nama Glen, Cherly jadi urung melakukan hubungan se*sual bersama Jevan karena ia ingin saat pertamanya bersama dengan seseorang yang memang menginginkannya, bukan dengan seseorang yang sengaja ia sewa seperti Jevan.

Setelah selesai membersihkan diri, Jevan lalu berpakaian. Cherly yang semula masih tidur karena semalam hampir tidak tidur dengan mengobrol tentang banyak hal bersama Jevan, akhirnya terbangun mendengar suara Jevan yang sudah berpakaian lengkap.

"Sorry Cherly, aku tak bermaksud membuatmu terbangun. Tetapi aku memang ingin berpamitan pulang sih"

"Tidak apa, Jev. Kamu juga pasti masih mengantuk seperti aku. Aku buatkan sarapan dulu ya baru nanti kamu bisa pulang kalau sudah selesai sarapan"

"Boleh, asal tidak merepotkan"

Cherly lalu beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Jevan lalu mengikutinya ke dapur.

"Duduk sini. Kamu tak perlu membantu, tinggal kasih tau aku aja telur kesukaan kamu maunya di masak seperti apa"

"Apa saja aku suka, aku ikut kamu aja deh"

"Aku mau buat sunny side up, kamu mau buat itu juga?"

"Iya boleh"

"Oke then. Di kulkas ada jus jeruk, tolong bantu tuangkan ya untuk kamu dan aku. Oh, susu juga ada. Kamu tuang sendiri aja ya kalau mau susu juga"

"Oke, Cher"

"Aku ga terlalu suka telur rebus, baik poached eggs, Benedict eggs, atau jenis lainnya karena kuning telurnya terasa amis bagiku. Apalagi kalau yang setengah matang, aku lebih ga suka lagi karena amisnya lebih terasa di banding yang matang seluruhnya"

"Iya sih, memang. Aku tahu apa yang kamu maksud"

Setelah itu Cherly tertawa.

"Kenapa kamu tiba-tiba tertawa?"

"Aku sebenarnya menertawakan diriku sendiri karena heran ternyata aku bisa ngobrol panjang lebar dengan seorang pria. Padahal selama ini aku selalu kikuk. Sepertinya itu karena kamu orangnya memang menyenangkan, Jev"

"Terima kasih, Cherly"

Setelah menuangkan jus jeruk untuk dirinya sendiri dan juga untuk Cherly, Jevan termenung. Sebenarnya memang ia tak pernah memikirkan telur seperti apa yang ia suka, karena selama ini mommynya juga selalu membuatkan dengan jenis yang berbeda setiap harinya dengan tujuan agar ia tak terlalu pilih-pilih makanan. Tapi jika suatu hari nanti ia berkesempatan untuk menikah dan mempunyai pasangan tetap, ia ingin punya makanan favorit seperti jenis telur yang ia suka yang akan di masakkan oleh istrinya suatu hari nanti.

'Hah, istri. Kenapa aku berpikiran seperti itu? Memangnya itu mungkin untukku?' Jevan lalu menertawakan dirinya sendiri karena ia tahu itu tak mungkin.

"Kamu ga pernah ingin mencoba untuk kerja kantoran seperti orang-orang pada umumnya, Jev?" Jevan tak menjawab. Cherly yang posisinya membelakangi Jevan lalu membalikkan badannya untuk mencari tahu kenapa Jevan tak menjawab pertanyaannya.

"Pantesan kamu diam aja, ternyata lagi melamun ya"

"Eh? Apa? Kamu bilang apa tadi?"

Cherly lalu tersenyum maklum.

"Tidak apa-apa, sepertinya kamu lagi serius memikirkan sesuatu jadi terusin aja lamunan kamu"

"Maaf, Cher"

"Tidak apa-apa, Jev. Santai saja. Nah, sarapan kita udah selesai aku buat nih. Ayo kita makan!"

"Ayo"

"Gimana? Enak ga?"

"Enak kok. Lain kali aku boleh kesini lagi ga pagi-pagi cuma untuk minta di buatin sarapan?"

Cherly lalu tertawa mendengar candaan Jevan.

"Boleh-boleh aja, tapi sayangnya aku cuma bisa buat menu sarapan, masakan lain aku ga bisa"

"Ga apa-apa, Cher. Lagian aku cuma becanda kok. Lain kali kalau aku kesini pastinya kamu akan merasa terganggu, apalagi kalau nanti kamu jadi dekat sama Glen"

"Do'ain aja ya Jev, aku sebenarnya ga berani berharap soal itu"

"Kenapa ga berani? Ikuti aja dulu saran dari aku, siapa tau berhasil. Iya ga?"

"Ya baiklah, akan kulakukan demi kamu"

"No, bukan demi aku tapi untuk dirimu sendiri, Cherly"

"Baiklah, Jev"

"Well, sarapannya enak sekali, terima kasih. Aku kenyang dan senang, tetapi aku harus segera pulang"

"Karena tugas lain sudah menunggu?"

"Yaa... Bisa di bilang begitu"

"Terima kasih, Jev. Aku senang berkenalan denganmu" Cherly mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jevan dan Jevan menyambutnya sambil tersenyum.

"Jabat tangan begini kaku, Cher. Aku ingin memelukmu jika kamu ga keberatan"

"Aku sih ga keberatan, tapi aku kan belum mandi"

"It's oke, I don't mind"

Jevan lalu memeluk Cherly sambil membisikkan sesuatu ke telinga Cherly.

"Berbahagialah, Cher. Dengan Glen atau pria lain yang baik hati, aku harap kamu bahagia"

"Thanks, Jev. Kamu baik sekali. Kalau kamu ga kerja seperti ini, mungkin kamu bisa jadi pacarku. Tapi aku kan lebih tua dari kamu dan aku orangnya posesif" Ucap Cherly sambil memainkan matanya seperti mata genit. Jevan lalu tertawa karena ia tahu kalau Cherly hanya mencoba untuk bercanda. Setelah berpamitan, Jevan lalu menaiki kendaraannya sambil melambaikan tangan kepada Cherly.

***

Jalanan di pagi hari menjelang siang tak terlalu ramai di hari Sabtu. Setelah tiba dan mengunci mobilnya, Jevan langsung mencari mommy-nya di kamar dan mendapatinya masih tertidur dengan lelap. Kemudian pintu depan terdengar ada yang mengetuk dan Jevan lalu segera membukakannya.

"Apakah ia begitu istimewa sampai kamu bersedia untuk menginap semalam, Jev?"

Tetapi bukannya menjawab, Jevan malah tersenyum jahil kepada si pengetuk pintu yang ternyata berjenis kelamin wanita tersebut.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!