Bab 20 Jodoh untuk Rafe

Ketika Rafe sedang memperbaiki virus yang ada di komputer milik Cherly, Jevan dan Cherly sibuk berbicara dan menanyakan kabar masing-masing.

"Jadi gimana Jev, kamu masih bekerja untuk Nino?"

"Well, bisa di bilang aku break dulu sampai Nino keluar dari penjara"

"Apa? Nino di penjara?"

"Iya, beritanya ada di mana-mana loh di TV. Emang kamu ga lihat?"

"Yah, aku kan tak pernah nonton TV, Jev. Pulang kerja biasanya aku langsung istirahat, makan, lalu tidur. Kalaupun lagi ingin santai paling aku lebih suka baca buku daripada nonton TV"

"Kebiasaan kamu sehari-hari sepertinya lebih mirip sama Rafe, Cher"

"Kalian ngomongin aku?"

"Iyalah, siapa lagi?"

"Kirain kalian sibuk ngobrol sendiri sampai lupa sama aku" Sindir Rafe sambil mencibir.

"Maaf, Rafe"

"Tidak apa, Cherly"

"Jadi bagaimana virusnya, Rafe?"

"Ternyata lebih sulit dari yang kuduga. Mungkin akan butuh waktu lama untuk memperbaikinya"

"Gawat, aku memerlukannya untuk melakukan pekerjaan aku segera"

"Aku usahakan secepatnya. Kalian lanjut ngobrol aja, anggap aku tak ada disini"

"Wah... Wah... Ada yang ngambek rupanya..." Jevan bermaksud untuk menggoda Rafe karena sepertinya Rafe suka dengan Cherly yang penampilannya sama seperti Rafe, Sama-sama seperti kutu buku dan gila kerja.

"Siapa yang ngambek sih?"

Jevan kembali tersenyum melihat Rafe yang sepertinya benar-benar merajuk seperti anak kecil yang sedang menginginkan mainan dan memperebutkannya dengan Jevan. Kemudian Jevan kembali melanjutkan obrolannya dengan Cherly.

"Jadi bagaimana dengan Glen? Gimana kabarnya?"

"Tidak berhasil, Jev"

"Kok bisa?"

"Aku meneleponnya dan kami berkencan beberapa kali, tapi yah... Memang tidak ada klik"

"Klik? Maksudnya seperti chemistry ya?"

"Iya, seperti itu Tidak ada setruman atau getaran"

"Wah, kalau mau ada setruman atau getaran seharusnya kamu kencan sama orang yang bekerja di bagian listrik"

"Ih kamu nih ada-ada aja deh!" Cherly tertawa cekikikan seperti anak remaja. Dan itu justru membuat Rafe menjadi bertambah gelisah. Karena ia terlihat menggemaskan ketika tertawa seperti itu. Tapi Rafe juga kesal karena ia tak bisa membuat Cherly tertawa seperti itu karena ia selalu gugup jika berhadapan dengan wanita.

"Bagaimana keadaanmu, Rafe? Apakah virusnya sudah mulai melemah?"

"Belum. Sudah jangan ganggu aku! Lebih baik kalian berdua makan siang lebih awal sebelum kehabisan tempat"

"Kami takkan lakukan itu, Rafe. Kami akan tunggu kamu sampai waktu makan siang tiba. Bukan begitu, Cher?"

"Iya. Lagian aku takkan biarkan kamu makan siang sendirian. Ini kan bukan kota tempat kamu tinggal"

"Iya memang, tapi ini juga bukan pertama kalinya aku kesini jadi jangan khawatir, aku takkan nyasar kok. Kalian duluan saja nanti aku menyusul"

"Kau yakin, Rafe?"

"Iya, aku yakin"

"Baiklah kalau begitu. Nanti aku chat nama restoran tempat kita makan"

"Ya, baiklah"

Ketika sudah memesan tempat di restoran, Jevan dan Cherly kembali melanjutkan pembicaraan.

"Rafe sepertinya kesal padaku ya, Jev?"

"Tidak, dia ga kesal sama kamu, tapi dia kesal sama aku"

"Kok bisa?"

"Bisa saja. Dia kurang bisa bicara dengan wanita. Dia selalu gugup tiap kali berhadapan dengan kalian"

"Oh... Begitu ya... "

"Iya"

"Jev, kamu kok ga pesan makan sih cuma pesan minum aja?"

"Aku lagi tunggu kabar dari seseorang, jadi mungkin kalau nanti dia menghubungi aku, aku bisa segera pergi"

"Tapi tetap pesan makanan saja Jev untuk dirimu sendiri. Jadi nanti kalau orang itu menghubungi, kamu bisa segera berangkat"

"Ya, baiklah kalau itu maumu"

"Nah gitu dong"

Hampir 30 menit kemudian, Rafe akhirnya menyusul mereka.

"Maaf aku terlambat"

"Tidak apa-apa, Rafe. Ayo, segera pesan makan"

"Baiklah"

Jevan kemudian melirik ponselnya karena terdengar bunyi notifikasi pesan masuk di ponselnya.

"Rafe, Cherly, maaf sepertinya aku harus segera pergi karena sedang ada keperluan mendadak. Rafe, kamu ga apa-apa kan pulang sendiri?"

"Iya, ga apa-apa. Kamu berarti naik taksi ya dari sini?"

"Iya. Sudah dulu ya, aku udah di tungguin nih. Bye... "

"Bye, Jev... "

***

Di dalam taksi, Jevan tersenyum sendiri sambil melihat jalanan di luar. Ia tadi memang sengaja pulang lebih dulu agar Rafe bisa menghabiskan waktu bersama Cherly dan ia berharap agar usahanya berhasil karena ia akan menjodohkan Rafe dengan Cherly yang sama-sama pemalu.

Jevan tadi memang sengaja meminta Louisa untuk mengirimkan chat padanya untuk meyakinkan Rafe dan Cherly agar ia bisa kabur dan membiarkan Rafe dan Cherly makan siang hanya berdua tanpa dirinya.

Setelah tiba di apartemennya, Jevan lalu menghubungi Rafe.

"Halo Rafe... "

"Halo Jev, bagaimana tadi? Kau sudah bertemu dengan klien kamu?"

"Sudah dan rencananya aku akan bertemu dengannya lagi nanti malam. Kamu masih di kantor Cherly, Jev?"

"Iya masih. Kerjaanku masih belum selesai"

"Cherly ada di sana bersamamu ya?"

"Tidak, dia sedang di panggil sama atasannya di ruangannya"

"Oh... Oke"

'Jev, aku berencana untuk mengajaknya makan malam nanti. Kira-kira dia mau ga ya?"

"Aku rasa dia mau. Semoga berhasil, Rafe. Aku mendukungmu sepenuhnya. Aku tim Rafe"

"Jadi kamu bukan tim Glen?"

"Bukan. Kamu dengar ya tadi?"

"Iya, kalian kan ngomongnya jelas banget tadi. Jadi, Glen itu pacarnya ya?"

"Well, mereka pernah berkencan sih, tapi sepertinya belum sampai pacaran. Entahlah, yang jelas hubungan mereka tak berhasil"

"Oh, begitu. Jev, aku ingin bertanya tapi enggan padamu"

"Tanya saja, Rafe. Lagipula kau kan lebih tua dariku jadi seharusnya kau tak usah sungkan padaku"

"Well... Mmm... Cherly itu dulunya klien kamu ya?"

"Iya. Dia salah satu klien aku yang unik. Dia masih vir*in waktu ia memakai jasaku"

"Really? Jadi... Jadi kamu yang pertama ya baginya?"

"Bukan. Aku bukan yang pertama"

"Loh kok bisa? Aku ga ngerti deh"

"Itu karena aku menceritakan tentang Glen jadi dia ingin Glen jadi yang pertama baginya. Tapi setelah itu aku tak tahu apakah Glen benar-benar jadi yang pertama atau tidak karna tadi ia hanya berkata kalau hubungannya dengan Glen tak berhasil. Jadi kamu bisa tanya langsung padanya nanti"

"Well, entahlah. Sepertinya aku agak sungkan menanyakan itu padanya"

"Kalau begitu ya jangan tanya padanya. Nanti juga kamu tahu sendiri kalau hubungan kalian menjadi lebih dekat. Kamu pasti tahu maksudku kan?"

"Iya, Jev. Anyway, sudah dulu ya. Cherly sudah balik lagi setelah di panggil bosnya. Wish me luck, Jev"

"Iya, pasti Rafe"

***

Rafe akhirnya memiliki keberanian untuk mengajak Cherly kencan. Ia senang sekali ketika dengan malu-malu Cherly menyatakan kalau ia setuju untuk berkencan dengan Rafe. Di sore hari, bertepatan dengan selesainya jam kerja di kantor Cherly, pekerjaannya akhirnya selesai. Rafe bisa mengatasi virus yang ada di komputer milik Cherly dengan ahli.

Di jam 7 malam, Rafe menjemput Cherly. Mereka pergi ke sebuah restoran dengan suasana nyaman di kota Las Vegas tempat Cherly dan juga Jevan tinggal. Setelah selesai makan malam bersama, Cherly mengundang Rafe untuk masuk ke dalam apartemen Cherly.

"Rafe, ada sesuatu yang ingin aku beritahu padamu. Walaupun ini baru kencan pertama kita, tapi aku ingin jujur padamu"

"Kamu ingin bicara apa? Katakan saja, aku pasti akan mendengarkan kamu"

"Eh, terima kasih. Sebenarnya aku... Aku... Ah, aku tak sanggup mengatakannya. Ga jadi deh, Rafe... "

"Apakah kamu ingin mengatakan padaku kalau kamu masih vir*in, Cher?"

Cherly terkejut dengan perkataan Rafe.

"Da... Darimana kau tahu itu, Rafe?"

Tetapi bukannya menjawab, Rafe malah tersenyum sambil menggenggam jemari Cherly dengan erat.

Episodes
1 Bab 1 Masa Lalu Jevan
2 Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3 Bab 3 Pertama bagi Louisa
4 Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5 Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6 Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7 Bab 7 How do I Like My Eggs?
8 Bab 8 Louisa Cemburu
9 Bab 9 Mencari Francois LeVans
10 Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11 Bab 11 Nino Tahu
12 Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13 Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14 Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15 Bab 15 Corey Hamilton
16 Bab 16 Perjuangan Jevan
17 Bab 17 Trauma yang Tersisa
18 Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19 Bab 19 Rafe dan Cherly
20 Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21 Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22 Bab 22 Louisa Sakit
23 Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24 Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25 Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26 Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27 Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28 Bab 28 Reunite
29 Bab 29 Back to You
30 Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31 Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32 Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33 Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34 Bab 34 Ancaman Jevan
35 Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36 Bab 36 Jenny Salah Sangka
37 Bab 37 Jenny Dilema
38 Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39 Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40 Bab 40 Penolong Louisa
41 Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42 Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43 Bab 43 Hidup Baru Louisa
44 Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45 Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46 Bab 46 Pengakuan George
47 Bab 47 Klien Misterius
48 Bab 48 Partner Ron
49 Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50 Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51 Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52 Bab 52 Pacar Pura-pura
53 Bab 53 Catherine Cemburu?
54 Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55 Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56 Bab 56 Falling in Love
57 Bab 57 John yang Mencurigakan
58 Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59 Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60 Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61 Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62 Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63 Bab 63 Pemakaman Simone
64 Bab 64 Bertemu Kembali
65 Bab 65 Berteman?
66 Bab 66 Harapan Catherine
67 Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Bab 1 Masa Lalu Jevan
2
Bab 2 Balas Budi untuk Ron
3
Bab 3 Pertama bagi Louisa
4
Bab 4 Pertama Bagi Louisa (2)
5
Bab 5 Para Klien Unik (21+)
6
Bab 6 Cherly yang Unik (21+)
7
Bab 7 How do I Like My Eggs?
8
Bab 8 Louisa Cemburu
9
Bab 9 Mencari Francois LeVans
10
Bab 10 Penjelasan untuk Jevan
11
Bab 11 Nino Tahu
12
Bab 12 Karen Yang Tak Jadi Kecewa
13
Bab 13 Pixie dan Chelsea (21+)
14
Bab 14 Keadilan untuk Jevan
15
Bab 15 Corey Hamilton
16
Bab 16 Perjuangan Jevan
17
Bab 17 Trauma yang Tersisa
18
Bab 18 Louisa dan dr. Chris
19
Bab 19 Rafe dan Cherly
20
Bab 20 Jodoh untuk Rafe
21
Bab 21 Jodoh untuk Rafe (2)
22
Bab 22 Louisa Sakit
23
Bab 23 Adil untuk Louisa dan Jenny
24
Bab 24 Penawaran yang Menyebalkan
25
Bab 25 Prom Night untuk Louisa
26
Bab 26 Rencana Louisa (21+)
27
Bab 27 Penangkapan Elizabeth
28
Bab 28 Reunite
29
Bab 29 Back to You
30
Bab 30 Kejujuran Rafe dan Jevan
31
Bab 31 Ujian Menjelang Pernikahan
32
Bab 32 Pernikahan Cherly dan Rafe
33
Bab 33 Lucinda Bersedia (21+)
34
Bab 34 Ancaman Jevan
35
Bab 35 Kejutan untuk Jenny
36
Bab 36 Jenny Salah Sangka
37
Bab 37 Jenny Dilema
38
Bab 38 Hari-hari Sulit Jenny
39
Bab 39 Barbie sang Putri Konglomerat
40
Bab 40 Penolong Louisa
41
Bab 41 Lamaran untuk Louisa
42
Bab 42 Restu Jevan untuk Chris
43
Bab 43 Hidup Baru Louisa
44
Bab 44 Takdir yang Tak Terelakkan
45
Bab 45 Hukuman untuk Jenny (21+)
46
Bab 46 Pengakuan George
47
Bab 47 Klien Misterius
48
Bab 48 Partner Ron
49
Bab 49 Undangan dari Teman Lama
50
Bab 50 Penangkapan tak Terduga
51
Bab 51 Kabur Menjelang Hari Thanksgiving
52
Bab 52 Pacar Pura-pura
53
Bab 53 Catherine Cemburu?
54
Bab 54 Balas Budi ala Jevan
55
Bab 55 Kencan Undangan Pernikahan (21+)
56
Bab 56 Falling in Love
57
Bab 57 John yang Mencurigakan
58
Bab 58 Lamaran Yang Mengecewakan
59
Bab 59 Penangkapan Jevan dan Rafe
60
Bab 60 Simone dan Nino Sakit
61
Bab 61 Hari-hari Terakhir Simone
62
Bab 62 Ayah Jevan dan Pemakaman Simone
63
Bab 63 Pemakaman Simone
64
Bab 64 Bertemu Kembali
65
Bab 65 Berteman?
66
Bab 66 Harapan Catherine
67
Bab 67 Kebahagiaan untuk Jevan dan Catherine

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!