Dominic dan Gizem saling melihat kiri dan kanannya, begitu juga dengan Sergey dan Boris yang masih konsentrasi menyetir. Mobil di depan pun melawan dua mobil yang memepet mereka.
Dominic membuka jendela pintunya yang berada di sisi kanan dan membidik mobil yang memepet mobil depan. Dominic berkonsentrasi penuh dan mulai menembak dengan shotgun nya dengan mengincar bagian bahan bakar.
BOOM !
Mobil yang dibidik Dominic langsung terpental akibat bahan bakar nya meledak. Sergey dan Boris melongo melihat Dominic dengan santainya menutup kaca jendelanya lagi.
"Aku sudah dididik oleh Daddy ku dan Opaku soal tembak menembak," jawab Dominic.
"Masih ada empat mobil lagi." Boris tersenyum saat mobil di depannya berhasil membuat mobil musuh selip dan terguling.
"Berapa lama lagi perjalanan Paman?" tanya Dominic yang takut bahan bakar mereka tidak cukup.
"Masih satu setengah jam lagi. Tenang Dom, bahan bakar cukup hingga Zagreb." Sergey membuka kaca jendelanya dan mulai menembaki mobil yang mendekati mereka.
Mobil itu pun terbakar dan tiga mobil Range Rover anti peluru itu semakin melaju.
"Jika masih ada yang bandel, gunakan roket launcher!" ucap Sergey Brozovic ke anak buahnya.
Gizem menoleh ke arah kirinya dan melihat seorang menggunakan motor membawa senapan semi automatis dan tanpa basa basi gadis itu mengokang SIG nya. Pistol yang memiliki 15 peluru itu langsung ditembakkan ke arah pengendara motor tersebut.
"Magazine Dom !" pinta Gizem yang masih menembak. Dominic segera memberikan dua magazine SIG yang tersedia disana.
BRAK ! BOOM !
Pengendara motor itu pun tumbang dan motornya menabrak pohon hingga meledak. Ingat, mereka melewati jalan alternatif yang membelah hutan menuju Zagreb.
"Nice shot G !" puji Dominic.
Gizem menutup kaca jendelanya. "Tembakan ke sepuluh baru kena dia !" sungutnya sambil melepaskan magazine yang masih ada lima peluru dan diganti dengan full magazine.
Sergey tersenyum karena dirinya bersama dengan orang-orang yang hebat.
Tiba-tiba...
BOOM ! BOOM !
"What the hell ?"
Dominic dan Gizem menoleh ke belakang begitu juga Liam dan Peter.
"What was that ?" tanya Peter.
"Help," jawab pengawal Sergey yang satu mobil dengan Liam dan Peter. "Mafia Rijeka adalah sahabat kami dan mereka paling tidak suka ada orang asing yang masuk ke wilayahnya."
Liam dan Peter saling berpandangan. Seriously?
***
"Paman Sergey ?" tanya Dominic.
"Bala bantuan, Dominic. Sahabat aku, penguasa Rijeka sangat tidak suka ada yang datang ke wilayahnya dan aku memberitahukan pada Alojz Sosa," jawab Sergey tenang. "Sepanjang jalan ini adalah wilayah sahabat Sergey Brozovic."
Pria itu lalu menghubungi seseorang. "Alojz, Hvala vam na pomoći ( terima kasih atas bantuan mu ). Možete slobodno koristiti naš dock tri mjeseca ( kamu bebas memakai dermaga kami tiga bulan )."
Gizem menoleh ke arah Dominic. "Berapa banyak keluarga kamu yang mafia ?"
"Selain di Sisilia? Turin, Milan dan Tokyo yang bergabung dengan Yakuza," jawab Dominic santai.
"Pantas kamu tenang-tenang saja ..." gumam Gizem.
***
London, Inggris
"Mereka sampai mana Oom?" tanya Shaqeer ke Sandy.
"Sudah melewati Rijeka dan sekarang memasuki Nadvuniç. Don't worry Shaqeer, mafia Kroasia itu memiliki kode etik yang sedikit berbeda dengan Mafioso Italia," jawab Sandy.
"Begitu mereka sampai Zagreb, aku akan menghubungi Matt Fraizer untuk bertemu dengan kenalan aku disana dan bisa membawa pergi Dom bersama tim ke London," ucap Shaqeer.
"Berhati-hatilah, Shaqeer. Kamu tahu sendiri kan kalau Mr O'Grady dan ayahmu tahu."
"Absolutely."
***
Setengah jam sebelum masuk Zagreb
Dominic mengambil ponselnya dan segera menghubungi satu-satunya orang di Zagreb yang dia kenal.
"Assalamualaikum Dom..." sapa Rayline.
"Wa'alaikum salam Tante Ray. Tante menginap dimana ?" tanya Dominic.
"Di hotel. Ada apa Dom?" tanya Rayline.
"Tante. Aku dalam masalah."
"Kamu dimana Dom? Biar Tante lindungi kamu."
"Perjalanan ke Zagreb Setengah jam lagi kami sampai. Tante di hotel mana?"
Rayline menyebutkan nama hotelnya dan Dominic memberitahukan pada Sergey.
"Hotel yang bagus." Sergey tersenyum pada Dominic. "Jika semua ini sudah selesai, bilang sama Tante kamu, ditunggu di Pula untuk membahas mobil."
"Tante Ray, baru off akhir tahun paman Sergey dan kemungkinan akan menikah saat itu."
"Honeymoon disini. Aku yang akan melindungi Tante kamu."
***
"Jadi keponakan Rayline dalam bahaya Shaqeer?" tanya Matt Fraizer.
"Yes Oom Matt. Aku sudah menghubungi Draen Gvardiol ..."
"Draen Gvardiol? Really ? Shaqeer, aku kenal dia !" seru Matt. "Kami pernah balapan bersama di Detroit."
"Maka dari itu aku juga mengenal Gvardiol karena aku ada kasus disana dan dia informan aku," jawab Shaqeer.
"Apa yang disiapkan Draen, Shaqeer?" tanya Matt.
"Oom Matt akan tahu sendiri."
***
Hotel tempat Rayline menginap
Dominic memeluk erat Sergey Brozovic dan menyalami Boris serta semua pengawal keluarga Brozovic. Begitu juga Liam, Gizem dan Peter yang sangat berterimakasih atas bantuan Sergey. Mereka semua akhirnya tiba di hotel tempat tim balapan WRC menginap, termasuk Rayline McCloud. Rayline adalah putri Devan McCloud dan Thalia Cotton yang merupakan chief engineer tim Toyota Gazoo. ( Baca My Son's Mother ).
"Berhati-hatilah Oom. Bibi Dijana menunggu," ucap Dominic.
"Absolutely Dom. Kamu juga." Sergey memeluk Dominic sekali lagi. "Hajar mereka !"
Dominic tersenyum. "Doakan saja Opaku tidak ngamuk."
Sergey melepaskan pelukannya. "Kalau itu, paman meragukannya Dom."
***
"Tante !" panggil Dominic yang langsung memeluk Rayline saat dirinya melihat Rayline bersama dengan Alan di depan meja resepsionis hotel.
"Tante sudah pesankan kamar tapi hanya ada dua."
Dominic menoleh ke rekan-rekannya. "Gizem, Pete, Liam... Hanya ada dua kamar tersisa. Oh perkenalkan ini Tante aku Rayline McCloud dan ini kekasihnya, Alan Sasongko."
Mereka pun saling bersalaman sementara Rayline memindai gadis cantik yang tampak tangguh itu.
"Dom, kamu tidur sama Paklik, biar pacar kamu tidur di kamar sendiri lalu Peter Pen dan Liam vokalis Oasis, tidur berdua di kamar sendiri. Jangan aneh-aneh tapi!" ucap Alan membuat semua orang melongo.
"Paklik, waras?" tanya Dominic yang bingung kenapa Alan ketularan macam opa Bayu yang sering seenaknya sendiri.
"Nggak. Kesambet !" balas Alan cuek membuat Dominic terbahak sementara ketiga rekannya menatap bingung karena kedua orang itu memakai bahasa Indonesia.
"Ngomong-ngomong Gizem bukan pacar aku," ralat Dominic. Belum.
Rayline hanya tersenyum smirk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
bener2 menegangkan...smpi tahan nafas... seru mbk...
2024-12-18
1
Ifah Ifah
kapan dom jatuh cinta thor sama Gezim 🤭😁😁
2025-02-12
1
Sistiningsih Ika Dewi
bulik Ray macam opa Quinn aja yg bisa lihat getaran hati orang,,,,,
2024-08-09
1