Menemani Tim Juliet

"Apa rencana kamu Dom?" bisik Peter.

"Kita temani tim Juliet. Aku rasa kalau banyak yang berjaga, oknum yang hendak mencuri juga berpikir dua kali," jawab Dominic.

"Kalian bantu sana, biar aku urus laptop JD," sahut Gizem yang memang jago komputer.

"Thanks G," senyum Dominic.

Gizem memberikan senyum manis.

***

Menjelang jam jaga malam

"Aku harus mengambil empat krat bir buat Ali," bisik Peter ke Liam yang berjalan bersama.

"Ali yang menjual kapalnya buat kita?" balas Liam sambil berbisik juga.

"Oui. Dom harus keluar uang banyak..." Peter menyebutkan nominalnya

Liam tersenyum smirk. "Uang segitu bagi Dom, receh. Dom itu sangat kaya raya tapi dia tidak pernah memperlihatkan dan kalau sampai dia jebol tabungannya berarti memang serius."

"Aku tidak mau tahu berapa kekayaan Dom, yang jelas kita harus tegakkan keadilan tidak hanya buat kita tapi buat semua yang ada disini. Bukan tidak mungkin, RDX itu dipakai sebagai senjata makan tuan ke kita sendiri," ucap Peter.

"Touché." Keduanya berjalan menuju tempat gudang bahan makanan yang dekat dengan tenda Jim Dourdan. Liam melihat ke kiri dan ke kanan lalu memberikan kode kepada Peter untuk mengambil bir yang berada di gudang.

"Yo Dude !" panggil salah seorang tentara yang berjaga di gudang membuat keduanya terkejut.

"Hai, Gordon. Aku mau ambil bir. Persediaan di tenda kami habis," senyum Peter.

Gordon memeriksa data Peter yang memang sudah lama tim Quebec tidak mengambil bir. Terakhir saja saat awal-awal mereka tiba di Libya.

"Kalian paling jarang ambil bir. Terakhir hanya satu krat. Kalian mau ambil berapa ?" tanya Gordon.

"Empat."

Gordon mengangguk. "Ambil saja Dude, aku sudah mencatatnya."

Peter lalu mengambil empat krat bir dan membawanya keluar. Liam pun menjejeri langkah rekannya dan membantu membawa dua krat bir.

"Kepaksa ketahuan deh," ucap Peter.

"Tidak apa-apa. Tunggu, kita cuma ambil satu krat bir?! Memangnya kita kemana saja kok tidak minum ?" gumam Liam bingung.

"Dom dan Gizem muslim, mereka tidak minum alkohol dan kita terbawa mereka yang memilih minum air putih serta juice buah," jawab Peter santai sambil masuk ke dalam tenda mereka.

Gizem mengerenyitkan dahinya. "Kalian bisa membawa sebanyak itu tanpa ketahuan?"

"Terpaksa ketahuan, G. Untungnya kita paling jarang ambil bir di gudang jadi kita bisa ambil banyak," jawab Peter.

"Bagaimana? Dom dan Terry sudah bergabung dengan tim Juliet?" tanya Liam.

"Sudah. Kalian bantu deh."

Peter dan Liam mengangguk. "Hati-hati G."

"I will."

Peter dan Liam pun keluar dari tenda sementara Gizem memberikan semua data ke orang yang disebut Dominic sebagai Intel FBI.

***

Gudang Senjata

Dominic tersenyum ke rekannya yang berasal dari TNI Angkatan Darat Indonesia. Pria berkulit sawo matang khas Indonesia itu membalas senyuman Dominic yang ternyata bisa berbahasa Indonesia. Letnan Dua bernama Chairul itu senang karena ada teman yang bisa bahasa Indonesia. Seperti halnya tim perdamaian lainnya, semua orang ditempatkan secara acak. Dominic beruntung satu tim dengan Liam dan Terry yang sama-sama tergabung di Navy Seals, meskipun Dominic dari angkatan udara sedangkan dua rekannya dari angkatan Laut.

"Bang Chairul !" sapa Dominic dengan bahasa Indonesia.

"Hai Dom. Ngapain kesini ?" tanya Letda Chairul.

"Biasa. Insomnia jetlag," jawab Dominic.

"Ah kamu habis dari Virginia ya," senyum Chairul. "Lumayan Dom bisa pulang sejenak?"

Letda Chairul tahu keluarga Dominic di New York dan Omanya adalah seorang wanita Jawa asal Solo. Letda Chairul sendiri berasal dari satu wilayah dekat Solo, yaitu Karanganyar. Tak heran saat awal mereka berkenalan, Dominic tahu banyak soal area sana karena Omanya wong Solo.

"Ya lumayan. Ketemu Opa dan Oma, ketemu tanteku dan calon suaminya... Jarak kami dekat karena tanteku itu macam kesundul lah istilahnya. Makanya calon suaminya sempat jealous sama kami-kami keponakannya, wong sepantaran," kekeh Dominic.

Letda Chairul tertawa. "Ya wajar kalau calon suaminya cemburu, wong keponakannya ganteng jadi bisa auto curiga."

"Exactly..." Dominic dan Letda Chairul masih mengobrol macam-macam sambil mengawasi sekitar.

Gudang senjata itu memang ditempatkan agak jauh dari tenda para tentara guna mencegah jika terjadi sesuatu, tidak membahayakan banyak orang dan membuat korban jiwa.

***

Sementara Dominic berjaga dengan Letda Chairul, Terry menghampiri Sergeant Darren.

"Yo D !" sapa Terry ke Sergeant Darren yang sedang menikmati chips.

"Lho T, tumben kemari. Bukan jadwal jaga kalian kan?" senyum Sergeant Darren.

"Nope. Aku tidak bisa tidur. Tenda sebelah adu ngorok. Suaranya kencang pula. Jadi daripada aku tidak tahu harus ngapain, jalan-jalan saja lah," jawab Terry. "Kamu sama siapa ?"

"Sama Chairul dan Satoshi. Hanya saja tadi Satoshi hendak mengambil apa namanya ... Giri .. Giri?"

"Onigiri. Nasi kepal," jawab Terry.

"Nah tuh. Katanya buat camilan kalau lapar."

Terry duduk di sebuah kotak kayu disana. "Sepinya ..."

"Yup. Eh benar saat kalian berjaga ada RDX hilang ?" tanya Sergeant Darren. "Tim India juga kemarin kehilangan."

"Kalian sudah stok opname?" tanya Terry. "Iya, saat kami berjaga, kehilangan dua kotak RDX tapi menjelang siang, kotak itu ada beserta isinya."

"Kok aneh... Apa kalian tidak curiga ?" tanya Darren.

"Curiga tapi kita kan tidak mungkin memeriksa tabung-tabung itu kan? Bisa meledak mampus kita !" ucap Terry.

"Exactly. T, aku curiga ada pengkhianat disini," bisik Sergeant Darren. "Tim India kemarin berdiskusi dengan kami dan mereka sama dengan kalian, yakin jika dua kotak itu hilang."

"Apakah mereka tahu bagaimana bisa hilang ?" tanya Terry.

"Apakah saat kamu, tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan?"

Terry tampak berpikir dan menggelengkan kepalanya. "Tunggu... Aku dan Gizem memergoki ada kabel yang lepas dan kami mengatasinya agar tidak terjadi kebakaran."

"Dan kalian meninggalkan gudang ini selama berapa lama?"

"Sepuluh sampai lima belas menit."

Sergeant Darren mengangguk. "Tim India kemarin membantu salah satu ajudan Jim Dourdan yang mobilnya jam," bisik pria itu.

"Apa menurutmu itu bukan kebetulan?" bisik Terry dengan gaya meyakinkan polosnya.

"Kebetulan dalam dua kali seminggu? No way !" jawab Darren.

Terry mengangguk.

"Disini rupanya."

Keduanya menoleh dan melihat Liam datang sambil membawakan empat kaleng kopi.

"Kamu ngapain kemari Liam?" tanya Terry dengan akting terkejut.

"Bawakan kopi buat yang jaga karena ingat kamu jaga kemarin ribut ngantuk... Lagipula aku juga tidak bisa tidur karena tenda sebelah macam seriosa ngoroknya," jawab Liam sambil menyerahkan kantong berisikan kaleng kopi.

"Thanks Liam..." ucap Sergeant Darren.

***

Di tempat tersembunyi

"Batalkan misi ! Terlalu banyak orang !" bisik seseorang dengan baju hitam-hitam.

***

Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

melok tegang n deg...deg an...

2024-12-17

1

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

mereka yang di TKP kok aku yg deh degan ya 😄
eh ada bang choirul, apakah akan sampai Indonesia gegerannya...

2024-07-22

1

awesome moment

awesome moment

wkwkkwkwk...bisa ngamuk yg ngarep RDX

2024-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!