Tempat Para Tentara Penjaga Perdamaian di Lybia.
"Tapi Terry, itu sangat berbahaya," ucap Liam.
"Aku tidak ikhlas, Liam. Kita semua bertaruh nyawanya disini tapi para kapitalis itu hanya memikirkan keuntungan saja ! Kita macam remahan brownies dan angka di data statistik saja !" ucap Terry Russell.
"Kamu mau bagaimana sekarang? CO itu dikawal beberapa rekan kita juga."
Terry hanya melihat arah CO itu yang sedang berbicara dengan seorang tentara dari Inggris.
"Liam, Dom sedang di New York dan akan kembali kemari lusa. Aku ingin sebelum kita pergi ke tempat lain, kita bisa mendapatkan semuanya ! Bagaimana pun, Dom ayahnya Kolonel, opanya punya pengaruh. Kita sedikit nepotisme tapi itu demi nyawa yang lain !" jawab Terry berapi-api.
"Kita rundingan dengan Peter dan Gizem. Bagaimana pun kamu jangan bergerak sendirian ! It's too dangerous !" ucap Liam ke teman satu timnya.
"Absolutely!"
***
Poughkeepsie NY
Dominic hanya bisa menghela nafas panjang melihat tiga pria berumur itu seperti tidak ingat umur mereka yang kepala lima dan kepala enam karena asyik mengerjai Alan Sasongko, pembalap WRC yang mengejar tantenya, Rayline McCloud.
"Tante, ini Dom tidak ikutan lho hanya diseret Opa kemari," ucap Dominic sambil duduk di sebelah Rayline.
"Lha mau gimana Dom, Tante tidak heran kalau Opa Devan kamu itu keluar jiwa bocil kematiannya..." Rayline menepuk pipi Dominic sayang. "Bagaimana misi kamu?"
"Kacau... Tante bulan depan balapan kemana ?" tanya Dominic.
"Kroasia. Habis itu ke Kenya. Kenapa Dom?"
"Tidak apa-apa." Dominic membenarkan duduknya menjadi menghadap Rayline. "Tante, kalau Dom terjadi sesuatu..."
Rayline menatap wajah serius Dominic. "What's going on Dom?" bisik Rayline.
"I don't know Tante. Tapi jika terjadi sesuatu, aku minta tolong bantuan Tante."
"Dom, kamu jangan membuat Tante takut," bisik Rayline sambil menggenggam tangan keponakannya.
"Opa dan Daddy jangan tahu, karena sudah pasti Ngereognya."
Rayline melirik ke arah Bayu. "Opamu pasti tahu pada akhirnya Dom. Kamu tahu sendiri kan? Opamu, Opa Omar, Opa Pedro, Oom Scott, Oom Alex belum lagi Opa Kai dan Oom MK. Mereka orang intelijen, Dom!"
"I know ! Tapi Dom tidak mau mereka tahu, Tante. Jangan sampai kasus CIA jilid dua kejadian..." bisik Dominic.
Beberapa puluh tahun lalu, keluarga Pratomo pernah bersinggungan dengan CIA dan mereka ribut satu dengan yang lain. Saat itu, Oma buyut Dominic, Jang Geun Moon, adalah CEO Jang Corp, perusahaan pembuat peralatan intelijen. Bersama dengan keluarga Blair, GM begitu biasa dipanggil, membongkar semua kebusukan CIA hingga ke parlemen.
"Apakah kamu menyinggung CIA ?"
Dominic menggelengkan kepalanya. "Biar aku dan tim cari tahu dulu Tante."
"Kalian serius amat?"
Keduanya menoleh ke arah Alan yang berdiri dengan wajah tidak suka.
"Ya Allah Paklik. Don't be jealous. Kita cuma berdiskusi kok," senyum Dominic.
"Kamu tuh sama Pip sama saja ! Oh tambah Pasha ! Untung aku tahu kalian keponakan Ray. Coba kalau tidak, sudah baku hantam kita !" ucap Alan judes.
"Tidak usah gaya kamu, SiAlan ! Tiga jurus dari Dom, kamu sudah terkapar, tahu nggak !" sahut Devan sinis.
"Kan belum dicoba Pak Devan," eyel Alan.
"Mau adu fisik?" goda Dominic. "Boleh."
"Tidak usah Dom. Alan mau balapan. Nanti tidak bisa nyetir dia gara-gara encok !" kekeh Radeva Dewanata usil.
Alan melongo. "Aku dan Dominic tidak beda jauh, pak Radeva."
"Oom Deva, sudah deh. Iseng banget sama SiAlan," kekeh Rayline. "Ayo dibanyakin julidnya."
Alan melirik judes ke Rayline sementara Dominic terbahak.
"Welcome to our family, Paklik."
***
Barak tim Dominic di Libya.
"Apakah kamu yakin Terry ?" bisik Gizem yang baru saja menyelesaikan misi penerbangannya bersama dengan timnya.
"Dia punya laptop yang dipegangnya. Jika kita bisa mendapatkan laptop itu dan membawanya keluar Libya, lalu berhasil mendapatkan apa yang ada di dalam, aku yakin, hilangnya RDX itu akan ketahuan," balas Terry. "Aku paling benci pengkhianatan !"
"Bagaimana caranya ?" tanya Peter. "Dia selalu dikawal dua orang itu."
"Aku ada ide !" bisik Terry.
***
Pangkalan Militer AS di Inggris
Dominic transit di London bersama dengan rombongan karena pesawat mereka harus mengisi bahan bakar. Pria itu mendapatkan waktu setengah hari di London dan segera menghubungi sepupunya, Shaqeer Peterson yang sudah menjadi agen FBI dan berkantor di London.
***
"Dompet !" seru Shaqeer yang datang dengan pakaian casual ke restauran dekat pangkalan militer Amerika Serikat.
"Shakira !" balas Dominic lalu keduanya saling berpelukan. Shaqeer memang lebih tua dari Dominic empat tahun dan hingga sekarang masih betah melajang. Shaqeer memiliki seorang adik perempuan bernama Arletta yang sekarang menjadi penerus RR's Meals bersama ibunya, Elfesya McCloud.
"So, apa yang kamu lakukan di London ?" tanya Shaqeer setelah meminta cappuccino ke pelayan.
"Menunggu pengisian bahan bakar pesawat aku yang akan membawa ke Libya," jawab Dominic.
"Bagaimana Libya Dom? Sudah tidak memanas?" tanya Shaqeer yang memiliki wajah perpaduan antara Opa buyutnya Elang McCloud, opanya Eagle McCloud dan ayahnya Scott Peterson.
"Ini memanas lagi, Shaqeer. Aku rasa... Kami memiliki pengkhianat dari dalam," bisik Dominic. "Bisakah kamu menyelidikinya diam-diam?"
"Siapa ?"
"Rhoda Contractors, perusahaan yang memasok semua perlengkapan dan logistik. Itu adalah PMC."
Shaqeer mulai mencari tahu dari ponselnya. Perusahaan militer swasta ( bahasa Inggris: private military company, PMC ) adalah perusahaan atau korporasi yang menyediakan jasa dan keahlian yang berhubungan dengan bidang militer atau bidang sejenisnya.
"Apa yang membuat kamu curiga ?" tanya Shaqeer.
"Aku adalah pemimpin dari satu tim dan hanya berlima. Aku, Peter Thomassen, Terry Russell, Liam Dorsett dan Gizem Karaman. Aku, Terry dan Liam dari US, Peter Denmark dan Gizem dari Turki. Terry dan Gizam suatu hari berjaga di bagian logistik senjata. Mereka kehilangan dua kotak RDX."
Mata Shaqeer melebar. "Are you sure Dom?"
Dominic mengangguk. "Aku percaya tim ku Shaqeer. Kami buddies."
Shaqeer mengusap dagunya. "Damn it ! Dua kotak RDX itu bisa menghancurkan dua pabrik besar !"
"Bayangkan jika jatuh ke tangan yang salah !"
Shaqeer mengangguk. "Oke Dom, akan aku selidiki dari London. Tenang, Daddy tidak akan tahu," ucap Shaqeer. "Kamu berhati-hatilah. Jika sudah mendapatkan bukti, segera kabur dari Libya !"
"Absolutely !" jawab Dominic tegas. "Oh Shaqeer..."
"Hanya kita berdua." Shaqeer sangat paham bagaimana panasannya Opa Bayu O'Grady, ayahnya Scott Peterson dan Oom mereka Alex Darling.
"Thanks !"
Introducing Shaqeer McCloud Peterson
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
visual e mbk...bikin gagal fokus ae...emang pd good Locking kabeh...
2024-12-17
1
Ray
Malam juga dan Tararengkyu juga buat Outhor🙏 Selalu Semangat💪🙏😘
2024-09-05
1
Sustika Ekawati
kayakny storynya Dompet lebih brutal y kak hanna...🙄
2024-08-28
1