Dikejar

"Boleh tahu harga kepala kami berapa ?" tanya Dominic dengan santainya sementara ketiga rekannya mendelik ke arah cucu Bayu O'Grady itu.

"Well, Dom, kamu dihargai $100,000. Peter, $50,000, Liam dan Gizem $75,000," jawab Sergey Brozovic.

Sontak Dominic tertawa terbahak-bahak. "Murah amat !"

"Maaf paman Sergey, tapi kami tidak semurah itu !" senyum Gizem.

"Aku sudah mendapatkan informasi tentang kalian. Peter Thomassen, ayahmu seorang kolonel di angkatan darat. Liam Dorsett, ayahmu anggota CIA. Gizem Karaman, ayahmu jendral angkatan udara di Turki Air Force bukan ? Sementara, orang tua kalian tidak maju karena ingin kalian bisa menyelesaikan apa yang sudah kalian perbuat. Shaqeer yang memberikan informasi." Sergey tersenyum.

"Mereka berhadapan dengan kelompok yang salah. Aku tidak heran jika akan terjadi perang dunia kalau kita tewas," seringai Dominic. "Terutama Opaku. Bisa-bisa semua senjata diarahkan ke Pentagon dan pangkalan militer dari satelit Jang Corp."

Sergey tertawa. "Habis Amerika kalau kejadian!"

"Tenang paman Sergey, Opaku tidak segila itu," ucap Dominic membuat Liam terbahak.

"Daddy ku saja ogah berurusan dengan keluarga kalian Dom, setelah kasus dulu. Kalian itu kalau sudah menguliti... hingga terlihat tulangnya !" kekeh Liam.

Peter dan Gizem saling berpandangan.

"Maaf, apakah kami melewatkan sesuatu?" tanya Peter.

"Kamu pernah mendengar nama klan Pratomo?" Liam menatap Peter dan Gizem.

"Mereka punya perusahaan di Copenhagen, cabang perusahaan kontraktor," jawab Peter.

"Istambul juga ... Ada RR's Meals disana... Apa hubungannya..." Gizem dan Peter menoleh ke Dominic.

"Kamu salah satu anggota keluarga Pratomo?" seru kedua orang itu heboh.

"Oh ya ampun. Kalian baru sadar?" Liam menepuk jidatnya.

"Habis kami hanya tahu Dom anak Kolonel James O'Connor... That's it !" balas Peter.

"Pantas kamu santai saja waktu Terry minta uang banyak ..." gumam Gizem.

"Sudah. Kalian semua istirahat dulu. Kamar buat kalian sudah siap," senyum Dijana.

***

Dominic memilih membahas strategi besok bersama Sergey dan mempelajari Medan yang akan membawa mereka ke Zagreb.

"Kita tidak bisa membawa kalian melewati jalan utama, Dom. Pasti akan banyak mata-mata disana. Kita akan melewati jalan hutan pertama ke Goli, lalu ke Rijeka, Nadvudniç lalu Zagreb." Sergey memperlihatkan jalan alternatif yang tidak melewati jalan utama.

"Apakah mereka tidak memiliki pemikiran yang sama paman ?" Dominic menatap Sergey serius.

"Bukankah jika kita melewati hutan, lebih mudah membunuh musuh?" seringai Sergey.

"Touché. Tidak banyak tentara atau polisi disana bukan?"

"Exactly Dom. Oh ngomong-ngomong, siapa yang ada di Zagreb ?" tanya Sergey.

"Tanteku. Dia sedang balapan disini, WRC dengan tim Toyota Gazoo."

"Whoah. Cool. Tapi apa Tante kamu bisa diandalkan?"

Dominic menyeringai. "Apakah paman tahu bagaimana Oma Gemini?"

"Ah aku lupa. Bibi Gemini sama badass nya dengan paman Michel." Sergey menepuk telapak tangannya. "Bahkan saat musuhku berani datang ke kediaman de Luca, Oma kamu menembak dengan wajah dingin dan nyaris tidak berkedip padahal aku sudah panik saja."

"Rata-rata kaum wanita di keluarga aku badass, paman Sergey. Mereka hanya takut kecoa, cacing, kodok, tikus dan sebangsanya itu lah."

Sergey terbahak. "Setidaknya masih ada sisi kaum wanitanya."

***

Menjelang tengah hari, tiga mobil yang membawa empat orang tentara itu sudah bersiap. Masing-masing orang membawa senjata api maupun tajam jika diperlukan. Sergey sudah mempersiapkan di dalam mobil pun terdapat banyak senjata sebagai cadangan.

"Kita berangkat sekarang !" perintah Sergey yang langsung mencium bibir Dijana dengan lembut. "Aku pulang tengah malam."

"Pulanglah dengan selamat," senyum Dijana manis.

Sergey menciumnya lagi. "Selalu cintaku." Pria itu memberikan kode ke anak buahnya untuk berjaga-jaga di rumahnya yang seperti benteng dan mengingatkan Dominic dengan Mansion Mancini dan Mansion Bianchi di Turin.

Tiga mobil Range Rover anti peluru itu pun keluar dari halaman rumah Sergey Brozovic menuju jalan alternatif ke kota Zagreb.

***

Dominic mengokang senjatanya, begitu juga dengan Gizem yang duduk di sebelahnya. Dominic satu mobil dengan Sergey dan pengawal Boris. Sementara di mobil lainnya, Peter bersama Liam juga dengan dua pengawal kepercayaan Sergey. Mobil ketiga berisikan empat pengawal lainnya dan Sergey sibuk menelpon seseorang dengan bahasa Kroasia yang Dominic tidak paham.

"Mereka mulai bergerak Dom. Para orang-orang bounty hunter." Sergey mengokang AR-15 nya. "Bersiap-siap untuk adu tembak disini."

Tiga mobil itu memang melewati jalan alternatif yang melintasi hutan lindung dan semua orang di dalam mobil pun bersiaga penuh. Semua orang memakai earpiece dan mereka dalam kondisi waspada penuh bahkan Boris menyetir dengan shotgun di pahanya.

"Boss, arah jam dua," ucap Boris.

Semua orang menoleh dan melihat sebuah mobil jenis jeep mendekati mereka. Tak lama ada empat mobil yang datang juga dengan tujuan untuk memepet mobil-mobil mereka.

"Mereka sudah siap menghajar kita !" seru Peter di earpiece semua orang.

"This is gonna be brutal, Pete ! Heads up !" ucap Dominic yang bersiap dengan senjata semi automatis nya.

Mobil-mobil yang mengejar mereka pun mulai menembaki mobil mereka dan tiga mobil itu tetap melaju kencang sebisa mungkin karena Medan yang berdebu dan tanah kering, ditambah bebatuan.

Suara tembakan mulai terdengar dan mobil-mobil Sergey mulai terkena tembakan.

"Ingat guys, one shot one down," ucap Dominic.

Liam membuka jendela dan mulai menembakkan shotgun nya dan satu mobil terkena peluru dari sniper itu hingga meledak.

Liam segera menutup kaca jendelanya dan para pengawal Sergey terkejut bagaimana pria itu bisa menembak dengan kondisi jalan seperti itu.

"Aku seorang sniper. Sudah terbiasa menembak tenang." Liam tersenyum sambil memasukkan peluru lagi.

"That's awesome, Mr Dorsett !"

"Oke bersiap. Masih ada yang lain," ucap Peter yang menyiapkan shotgun nya.

"Sebelah kanan!" seru sopir Liam.

Peter membuka jendelanya dan tampak akan adu tembak dengan bounty hunter namun Peter lebih cepat dan peluru itu menembus tubuh bounty hunter. Peter menembak sekali lagi dan mengenai si pengemudi. Mobil truk itu lalu menabrak pohon dan terbakar.

"Good !" puji Liam.

***

Dominic dan Gizem menoleh ke belakang lalu tersenyum melihat dua rekannya berhasil melumpuhkan dua mobil bounty hunter.

"Bersiap Gizem. Kita akan tunjukkan kemampuan kita !" ucap Dominic sambil mempersiapkan senjatanya.

"Sure Dom," senyum Gizem.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

g kebayang anak gizem.sm dom bsok kek gmn y?

2024-07-24

1

rahma muzza

rahma muzza

WoW bnget...g sabar nunggu aksinya klan pratomo trutama para ciwi.... jd keinget sm istrinya alex ya....

2024-07-23

1

Jenong Nong

Jenong Nong

ya allah q baca tpi berasa nonton film ....🤣🤣❤❤🙏🙏

2024-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!