Dominic Menyadap

Pagi-pagi Dominic sudah bersiap untuk patroli bersama dengan Terry dan Peter sementara Liam dan Gizem, akan berpatroli lewat udara. Bukan tanpa alasan tim Dominic pagi-pagi sudah pergi karena mereka hendak mencari rute untuk bisa keluar dari Libya lewat jalur darat dan laut.

***

"Dom, apa rencana kamu ?" tanya Terry.

"Pertama, aku harus bisa mengkloning laptop Jim Dourdan, malam ini saat makan. Dia tidak pernah berpisah dengan laptopnya. Kedua, setelah kita tahu isi laptopnya, akan aku kirim ke Intel aku di FBI dan kita akan ambil laptop JD. Terry, kita berlima akan menghadapi bahaya dan nyawa taruhannya..."

"Aku tidak masalah. Bukankah kita sudah bersumpah membela negara dan jika pengkhianat dari dalam negeri sendiri, maka aku tidak akan segan membela negaraku. Sorry, Peter, oknum nya dari negara kami," ucap Terry ke Peter.

"Semua bisa terjadi di negara siapapun, Terry. Oh Dom, aku ada usul. Sebulan disini kan aku berhasil membuat koneksi dengan para pemuda Libya yang membenci ekstrimis Ter*ris. Bagaimana jika kita memanfaatkan mereka ?" Peter menatap kedua rekannya yang duduk di depan mobil Hummer dimana Dominic sebagai pengemudinya.

"Apa maksud kamu Peter ?" tanya Dominic.

Peter mengutarakan rencananya.

***

Sementara itu di dalam helikopter, Liam dan Gizem mulai memetakan rute pelarian jika nantinya rencana Dominic dijalankan.

"Ada empat titik yang bisa kita ambil dan dibuat mengecoh." Liam dan Gizem menggunakan jalur aman agar di markas tidak ada yang mendengar.

"Kita lebih baik keluar pagi-pagi seperti ini agar tidak ada yang curiga G," ucap Liam.

Gizem mengangguk.

"Jalur dua paling dekat dengan garis pantai. Dan itu, ada beberapa kapal motor." Gizem menunjuk ke arah pantai yang ada dermaganya. "Jika kita bisa mendapatkan satu kapal, kita akan tiba di Sisilia untuk mengisi bahan bakar."

"Dom yang punya channel di Sisilia tapi kita tidak kesana kan G?" tanya Liam.

"No. Kita ke Kroasia."

***

Dominic, Terry dan Peter tiba di pinggir pantai guna mencari kapal motor yang bisa mereka pakai untuk keluar dari Libya. Peter dan Terry yang fasih berbahasa Arab daripada Dom, mulai bernegosiasi dengan kenalan Peter.

"Dom, Ali bersedia memberikan kapal motornya tapi dia minta harga ..." Peter menyebutkan angkanya.

Dominic mengerenyitkan dahinya. "Bilang sama Ali. Aku bersedia bayar segitu asal di dalam kapal juga ada bahan bakar jadi kita berhenti di Sisilia separuh rute laut Mediterania. Minimal sepuluh jerigen."

"Kita tidak bisa melaju kencang Dom jika ada tambahan beban."

"Yang mana kapal Ali ?" tanya Dominic.

"Itu." Peter menunjukkan kapal milik Ali.

"Bisa Peter. Kita berlima, full tank, tambah sepuluh jerigen 15 liter, tanpa tas berat, cukup sampai Sisilia. Aku ada kenalan disana yang bisa memberikan bahan bakar," ucap Dominic. "Memang diatas peta kita lebih dekat ke Malta dan Creta Yunani tapi kita harus bisa mengecoh semua orang."

"Oke Dom. Uangnya ?"

"Aku yang bayar asal Ali memenuhi syarat yang aku minta tadi," jawab Dominic. Untuk kali ini Dominic bersyukur lahir di keluarga Sultan karena uang jajannya sangat banyak. Meskipun dia memiliki tabungan yang jumlahnya tidak main-main, Dominic tetap dididik tetap humble dan tidak boros. Ibunya, Scarlett, bahkan menjatah uang jajan saat sekolah apalagi semenjak karir James naik dan pangkatnya semakin tinggi, Scarlett semakin ketat mengawasi Dominic agar tidak seenaknya membawa-bawa nama ayahnya, opanya maupun keluarga besarnya.

Ketika Peter dan Terry meminta Ali menyetujui syarat Dominic, pria itu menghubungi kenalannya di Palermo Sisilia.

"Halo Oom Sandy, ini Dominic O'Connor, cucunya Oma Gemini Lexington de Luca." ( Mau tahu siapa Sandy, bisa dibaca di Ghost Detective ).

***

Selesai urusan kapal, Dominic bersama Peter dan Terry mulai mempelajari rute kabur yang ada empat jalur. Mereka memilih jalur yang paling dekat dengan kapal Ali. Setelah menyesuaikan data di GPS masing-masing, mereka pun menuju kota Tripoli. Dominic hendak menukar laptop milik Jim Dourdan dengan laptop kosong.

"Oke. Kita lakukan operasi senyap. Ali aman ?" tanya Dominic.

"Aman. Aku bilang akan bawakan empat krat bir kalau dia tutup mulut !" jawab Terry.

Dominic menatap Terry. "Darimana kita dapatkan empat krat bir ?"

"Gudangnya JD lah !" balas Terry kalem.

***

Kelima orang itu kembali berkumpul di dalam tendanya dan mulai menyusun strategi. Dominic mempersiapkan laptop yang akan digunakan sebagai pengganti laptop JD.

"Kita tidak langsung menggantinya, Dom?" bisik Gizem.

"Kita ambil dulu datanya. Apakah benar ada sesuatu disana. Aku tidak mau kita sudah persiapan kabur tapi membawa bukti kosong," balas Dominic.

"Kamu sadap pakai apa?" tanya Liam.

Dominic hanya nyengir.

***

Saat makan malam di barak yang besar, kelima orang itu menyebar karena siapapun yang bisa mendekati laptop milik JD, tinggal menempelkan alat sadap berbentuk kancing yang mirip dengan CCTV kancing milik Jang Corp. Dominic mendapatkan itu dari Shaqeer yang datang kembali sebelum sepupunya itu terbang kembali ke Libya.

Mereka semua makan malam dan ternyata Dominic yang bisa mendekati JD karena CO itu meminta laporan ke Dominic. Cucu Bayu O'Grady itu pun melaporkan semua pertemuannya di Virginia. Disaat Dominic asyik mengobrol dengan Jim Dourdan, tangannya menempelkan alat sadap itu di laptop CO nya. Keempat anggota tim Dominic yang sebelum nya merasa tegang karena takut gagal, akhirnya bisa menghembuskan nafas lega dengan tidak ketara.

Mereka semua menyelesaikan makan malam dan kelima orang itu sudah tidak sabar ingin tahu isi laptop JD.

***

Kelimanya langsung masuk ke dalam tenda dan Dominic memulai mengaktifkan alat sadapnya.

"Dom, aku tahu ada alat sadap seperti ini tapi tidak terlihat, that's new." Liam menatap rekannya sejak acara Buddies Navy Seals.

"Rancangan Tante ku," jawab Dominic tenang. "Oke, I'm in. Kita tunggu sampai JD membuka password nya karena kita tidak mau dia tahu disadap."

Kelima orang itu tampak tegang saat JD mengetik passwordnya dan Gizem berhasil tahu isi passwordnya dengan cepat.

"IamTheBest1? Itu password nya ?" bisik Gizem sambil memasang wajah jijik. "Very narsistik !"

Keempat pria itu menoleh ke arah satu-satunya wanita di tim mereka.

"What ?! Don't you think like that ( tidak kah kalian berpikir begitu )?" Gizem menatap polos ke keempat pria disana.

"Oke. Fokus ..." bisik Dominic.

Semua orang membaca semua data yang dibuka Jim Dourdan dan semuanya menahan nafas karena CO itu mengirimkan email ke pemimpin pemberontak bahwa mereka akan mendapatkan dua kotak RDX lagi.

"Siapa yang akan berjaga malam ini ?" tanya Dominic.

"Tim Juliet," jawab Peter yang membaca jadwal. Tim disana dibagi sesuai dengan alfabet militer. Dominic sendiri di tim Quebec.

"Mereka harus tahu," bisik Gizem.

"No. Kita gagalkan," ucap Dominic.

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Ikut tegangggggg

2024-11-16

1

Jenong Nong

Jenong Nong

aghhhhh ikut tegang akooohhhhnnyaaaa....😁😁❤❤🙏🙏

2024-07-11

2

Elsa Fanie

Elsa Fanie

ya allah tegang banget jujur baca ny 🙂🙂,semoga smw selamat aamiin🤲🤲

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!