Arletta dan Gizem

Ruang Kerja Scott Peterson

"Rania datang ?" tanya Scott saat Elfesya menghubungi dirinya. "Ya ampun ... Ini saja belum selesai, sudah datang masalah baru."

"Mbak Lena butuh bantuan buat donor, sayang."

Scott memegang pelipisnya. "Fesya, sayang, kalau aku soal ini tutup mata ya."

"Ah kamu tahu saja, Dear Scott..."

***

Arletta menatap Gizem yang sedang memakan makanan buatannya.

"Are you Turkish?" tanya Arletta sambil menopang dagunya di atas meja sambil memandang wajah pilot pesawat tempur itu.

"Yes."

"Are you a pilot ?"

"Yes." Gizem tersenyum ke arah Arletta. "Are you a chef ?"

"Yes."

"Kamu cantik," puji Gizem.

"Terimakasih. Kamu juga." Arletta melirik ke arah Dominic. "Kamu suka sepupuku ?"

Gizem tersedak. "What?"

Arletta terbahak. "Tidak usah sok kaget. Dom sangat menarik kan?"

"Really, Arletta. Kalau aku tidak tahu kamu sepupunya, aku pikir kamu pacar Dom yang cemburu..." senyum Gizem.

Arletta memicingkan mata hazelnya. "Are you jealous?" godanya.

Pipi Gizem memerah membuat Arletta terbahak.

"Good luck to you bisa menaklukkan si goyang Dombret." Arletta tersenyum lebar.

"Kamu belum punya pacar?" tanya Gizem mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Nope. Aku suka hidup single. Tidak ada yang recoki, rusuh dan reseh." Arletta menyandarkan punggungnya ke kepala kursi. "I'm a chef. You're a pilot. Kita tahu kan yang namanya egoisme dalam bekerja ? Aku punya kuasa di dapur, kamu punya kuasa di pesawat. Tahu kan maksud aku ?"

"Exactly. Aku dulu begitu ..." senyum Gizem.

"Sampai bertemu Dom?"

"Sampai bertemu Dom... Tapi tolong jangan sampai Dom tahu."

Arletta memajukan tubuhnya. "Dengar, Gizem. Keluarga Dom itu dikenal orangnya rada gak ngeh soal asmara jadi kamu harap menjadikan maklum."

Gizem menatap bingung. "Eh?"

Arletta mengangguk. "Terkadang mereka baru paham setelah sekian abad. Jadi jangan berharap akan mendapatkan perlakuan mesra dari anak itu. Sadar saja sudah bagus ..."

Gizem menoleh ke arah Dominic yang masih berdiskusi dengan Shaqeer dan Andre Raines.

"Oh, satu hal lagi. Kamu tidak segan membela diri dan menembak orang kan ?" tanya Arletta.

"Nope. Aku seorang tentara dan aku tahu konsekuensinya. Why ?"

"Karena London akan brutal." Arletta menatap Gizem dengan serius.

***

"Jadi mereka berencana meminta RDX lagi dari Washington DC?" Shaqeer melihat email antara Jim Dourdan ke pamannya.

"Padahal RDX sendiri sudah diminta total hampir 30 kilo sendiri bulan kemarin. Dan kami jarang menggunakannya," jawab Dominic yang didukung dengan anggukan Liam.

"Ini bagaimana kalian bisa mendapatkan email terbaru ?" tanya Peter saat membaca email tentang harga kepala mereka masing-masing.

"Aku belajar dari suhunya." Renata tersenyum ke semua orang.

"Eh?"

"Renata ini adalah cucu keponakan istrinya Opa Giordano Smith. Jadi tahu sendiri kan basicnya bagaimana?" senyum Shaqeer.

"I have no idea..." senyum Dominic. "Ternyata masih ada hubungan keluarga. Jadi kamu cucu keponakannya Oma Valerie?"

"Iya. Kan Oma Val nama belakangnya Knight. Jadi aku menghack email milik Jim Dourdan yang sudah di pindahkan ke laptop baru. Bagaimana pun yang namanya manusia tetap lebih nyaman dengan sesuatu yang sudah bertahun-tahun melekat. Email JD tidak bisa dirubah begitu saja sebab akan menjadi preseden semua orang harus merubah datanya bukan?" Renata menatap semua orang di depan banyak layar monitor. "Dan aku sudah bisa mendapatkan semua isi email terbarunya tanpa dia tahu."

"Renata, ingatkan aku. Jangan sampai kamu tahu semua password aku..." ucap Liam. "Ada banyak rahasia disana."

"Oh, apa email kamu, Liam?" goda Renata usil dan Liam hanya menyipitkan matanya.

"Boys and girls, apakah kalian tidak masalah tidur ala kadarnya di markas ?" tanya Scott Peterson.

"Oom, kita pernah tidur dengan kondisi lebih kacau dari ini," jawab Dominic.

***

12 Jam kemudian, Blair Private Airport London

Rania turun dari pesawat pribadi keluarga Bianchi saat sudah mendarat sempurna di bandara pribadi milik keluarga Blair.

"Kapan saya jemput lagi, Mrs Armstrong?" tanya Pilot keluarga Bianchi itu.

"Dua Minggu lagi. Aku mau pesta dulu ..." seringai Rania.

Pilot yang sudah hapal dengan keluarga amburadul itu hanya tersenyum. "Have fun ma'am."

"Absolutely." Rania menarik kopernya dan tas dokternya menuju mobil yang sudah dimintanya dari Galena.

"Welcome to London, Dr Bianchi," sapa Shanon Kulnis.

"Whoah, Shanon ! Apa kabar ?" Rania langsung memeluk assistant Alex Darling itu.

"Kabar baik, Dr Bianchi. Oh, Boss tidak mau tahu dan tidak mau dengar apapun soal anda dan Galena," senyum Shanon Kulnis membuat Rania terbahak.

"Bagooosss ! Biar dia tidak puyeng." Rania melihat sekelilingnya. "Bau darah."

"Baku tembaknya disini. Belum semuanya dibersihkan karena tadi masih olah TKP." Shanon Kulnis mengajak Rania ke dalam mobil. "Mari aku antar ke rumah sakit. Amisha juga ada disana."

Rania melongo. "Misha pun ada ?"

Shanon Kulnis mengangguk. "Boss macam tiga monyet bijak, no see no hear and no speak."

Rania semakin tertawa terbahak-bahak. "Oh poor Alex. Untung anak Gurita tidak ikut Galena tapi kok Misha ikut gen bar-bar sih ?"

Keduanya pun masuk ke dalam mobil Shanon Kulnis dan menuju Queen Elizabeth Hospital.

***

Kamar mayat Queen Elizabeth Hospital London

"Tukang minum, tukang ngobat... Tukang minum viagra. Mom, ini orang hopeless deh !" lapor Amisha saat memeriksa mayat ke 15.

"Oke. Buang ke peti mati," jawab Galena sambil memindahkan ginjal yang sudah lolos pemeriksaan. Dirinya harus memberikan ginjal itu ke pasien yang membutuhkan berdasarkan golongan darah. Apalagi semakin banyak orang memilih childfree, jumlah populasi manusia semakin berkurang. Pendonor juga semakin sedikit.

"Dok, ada superintendent Shanon Kulnis dan dokter Bianchi ..." lapor salah satu asistennya dari pintu ruang autopsi.

"Ah bala bantuanku ..." senyum Galena. "Welcome, wahai kakakku, panutan aku, biang panu ... Eh ? Itu kapten Haddock..."

Rania mendelik. "Aku tidak panuan ! Whoah, ada berapa banyak ?"

"Tiga puluh orang. 15 orang sudah aku lepas ke keluarga masing-masing. Terima kasih dengan Ramadhan Securitas dan Oom Wira ..." jawab Galena. "Masih ada 15 orang lagi di lemari mayat."

"Kita lanjutkan besok?" tanya Rania.

"Kita lanjutkan besok." Galena memberikan kode pada semua orang untuk beristirahat. "Mayat yang ini tidak bisa diambil donornya. Dia sangat kacau."

Rania tertawa.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Hana kemana?

2024-11-16

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

kacau ini kalo dua dokter jagal sudah bersatu, mana di tambah Misha pula🤣🤣🤣

2024-07-29

3

Lusy Aristiani

Lusy Aristiani

Wooaahhh.... Dokter jagal panen raya.... 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-07-29

3

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!