Amisha dan Arletta

"Whoah..." ucap Liam dan Peter melihat markas rahasia FBI yang seperti kastil tidak terawat tapi terlihat sangat canggih.

"Don't judge a book from its cover..." senyum Scott Peterson. "Ayo kita segera bersiap-siap karena bounty hunter sudah semakin banyak bergerak. Oh, taktik kalian menyebar posisi ke Italia, Yunani, dan Mesir, tidak berhasil."

"Kok bisa?" tanya Dominic.

"Kemungkinan ada pengkhianat yang memberitahukan ke JD," sahut Shaqeer sambil mengambil kopi dari mesin kopinya. "Kopi ?"

Dominic menoleh ke arah Gizem. "Mau kopi, G?"

"Boleh." Gizem pun berjalan di markas rahasia FBI itu. "Mr Peterson, apakah ayah kami tidak tahu ?"

Scott tersenyum. "Mereka tahu."

Ketiga rekan Dominic melongo.

"Ayah kalian sudah curiga, ponsel kalian mati. Terutama ayahmu, Liam. Dia agen CIA kan? Terlepas kita jarang akur," ucap Scott. "Tapi ayah kalian memilih menahan diri karena ternyata anak buah keluarga Dourdan juga ada di CIA dan ayah Peter serta Gizem tidak mau ada perang.. Sementara."

Dominic menghampiri ketiga rekannya sambil membawakan empat mug berisikan kopi hitam. "Kita ngapain disini Oom?" tanya Dominic.

"Berisitirahat dulu. Kita butuh amunisi untuk isi perut." Scott menghubungi seseorang via ponselnya. "Letta, kirim makanan ke markas rahasia ya. Kami semua lapar."

"Ah syukurlah kalian selamat. Sekarang, dimana laptop JD?"

Keempat orang itu menoleh ke arah seorang pria berkulit hitam yang seumuran Scott keluar dari sebuah ruangan dan seorang wanita dengan wajah khas blasteran latin.

"Boys and girl, perkenalkan. Ini Oom Andre Raines, Chief Fly Team di Budapest dan Renata Knight, ahli IT FBI.," senyum Shaqeer.

***

Kamar Mayat Queen Elizabeth Hospital London

Galena tersenyum lebar melihat banyaknya calon pendonor disana. Dibantu tiga asistennya yang sudah hapal dengan dokter jagal itu, mereka mulai memeriksa satu persatu mayat yang ada disana.

"Dokter Luna. Kita ambil seperti biasa?" tanya salah satu asistennya.

"Yes. Tapi kalian semua cek darah mereka. Aku tidak mau kecolongan ada yang punya HIV Aids atau penyakit kelamin !" Galena lalu menghubungi seseorang. "Amisha, mommy butuh bantuan."

***

Dallas Texas

"Kamu mau kemana?" tanya Chris Armstrong saat melihat istrinya tampak berkemas sementara putra tunggal mereka, Jayendra yang sedang berkunjung ke rumah orangtuanya bersama dengan istri dan anaknya, hanya melengos melihat ibunya macam mendapatkan obat awet muda.

"Biarin saja Papa Demit. Mama Kunti mau gentayangan," kekeh Jayendra yang hapal kebiasaan ibunya.

"Lho mbak Kunti mau kemana dan ngapain ?" tanya Chris ke putranya yang bekerja sebagai seorang dokter fisioterapi seperti tantenya, Milly Bradford Al Khalifa. Jayendra adalah dokter untuk tim Dallas Cowboys.

"Dom dan Shaqeer habis bantai orang banyak di London. Tante Lena butuh bantuan tambahan mama Kunti," jawab Jayendra kalem.

Chris melongo. "Astaghfirullah..."

"Jay, mama serius itu mau ke London ?" tanya Edeline, istri Jayendra yang biasa dipanggil Eddie. Keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Joshua. Edeline adalah seorang dosen di Dallas University dan seorang aktivis hak asasi muslim di Amerika.

"Serius lah !" jawab Rania semangat.

"Ma, aku itu aktivis tapi mama mertuaku sangatlah kacau ..." gelak Edeline.

"Salahnya kamu jatuh cinta sama anak mama yang paling kalem sedunia," balas Rania sambil memegang pipi menantunya. "Jaga rumah ya Eddie. Mama agak lama ini kayaknya."

"Have fun ya Ma," senyum Edeline.

"Tentu saja ! Mood booster ini !"

"Jangan dikompori, Edeliinnneeee !" rengek Chris Armstrong gemas dengan menantunya yang sama saja dengan mertuanya.

***

Kamar Mayat Queen Elizabeth Hospital London

Seorang gadis remaja cantik dengan rambut coklat panjang dengan mata biru terang, mendatangi tempat dimana ibunya bersama timnya berada.

"Aku bantu apa ini Mom ?" tanya gadis itu sambil membuka jaketnya dan mengambil scrub disana. "Whoah, banyaknya ..."

"Misha, kamu ambil darah mayat tujuh, delapan dan sembilan. Cek di sistem termasuk sidik jarinya. Cari riwayat kesehatannya dan kalau oke, kita ambil organnya. Kalau tidak oke, dilepas masukan ke dalam peti mati," perintah Galena.

"Siap Mom !" jawab Amisha yang sudah diterima fakultas kedokteran Oxford sambil mengenakan sarung tangan lateksnya.

***

Markas Rahasia FBI

Seorang gadis cantik dengan rambut coklat diikat tinggi macam Cepol dan mengenakan jaket kulit, kaus hitam dan jeans hitam plus sepatu boot, datang ke markas FBI dengan membawa dua keranjang makanan.

Dominic dan Shaqeer yang sedang mempelajari isi laptop JD bersama dengan Andre Raines dan Renata Knight, menoleh ke arah gadis itu.

"Ayo, makan dulu !" ucapnya dengan wajah judes. "Dombreettt !"

Gadis itu langsung memeluk Dominic erat. "Pip sudah panik saja kamu AWOL !"

"I'm fine, Arletta.." jawab Dominic ke gadis yang sepantaran dengannya.

Arletta melepaskan pelukannya dan Dominic memperkenalkan ke rekan-rekannya yang sedang mensetting ponsel baru mereka.

"Untung ada Tante Ray di Zagreb ! Kalian ada Oom Sandy di Sisilia ... Kalau tidak, entah bagaimana ngamuknya Opa Bayu !" omel Arletta yang merupakan chef RR's Meals bersama ibunya, Elfesya McCloud Peterson.

"Makanya aku langsung mikir ke Zagreb karena ada Tante Ray disana plus kita bisa sewa pesawat kan ?" senyum Dominic.

Arletta langsung menarik tangan Dominic guna menjauh dari semua orang.

"Yuk makan dulu ..." ajak Scott yang tahu putrinya akan ribut dengan Dominic.

Gizem melihat bagaimana Arletta akrab dengan Dominic, hanya tersenyum. Untung sepupu.

***

"Kamu itu !" Arletta memukul bahu Dominic keras-keras. "Opa E sampai harus ribut dengan Opa Bayu gara-gara kamu memilih minggat ke London !"

"Karena di London ada kalian, Letta..."

"Iya benar ada kami ! Tapi kamu juga membawa hawa jagal ke London !" hardik Arletta.

"Apa maksud kamu Letta ?" tanya Dominic.

"Amisha dengan bahagianya mau autopsi banyak mayat bersama Tante Lena dan sekarang Tante Rania terbang dari Dallas ke London demi tandem coba ! Beneran kamu itu !" Arletta memukul bahu Dominic berulang kali saking gemasnya.

"Lho bukan salah aku, Letta ! JD membuat kita harus menyelamatkan diri ! Kamu kan tahu sendiri satu botol kecil RDX itu bisa menghancurkan satu blok !" balas Dominic sambil mengusap lengannya yang panas kena keplak Arletta.

"Kamu itu bukan Superman ! Meskipun Opa Bayu mirip Superman. Anyway, kamu itu Dominic Blair O'Connor ! Kamu itu macam ..." Arletta tampak berpikir tentang superhero yang cocok untuk Dominic.

"Harry Potter, melawan Voldemort?" cengir Dominic.

"Tapi kamu itu Muggle!"

"Ya tinggal buat magic Wand..." balas Dominic kalem.

"Benar-benar deh ! Kalau London banyak mayat, pokoknya itu salah kamu !" pendelik Arletta.

"Lho kok jadi aku ?" senyum Dominic.

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

smpi dibela2in Rania terbang ke London...dasar dokter jagal bahagia banget...

2024-12-18

1

awesome moment

awesome moment

jiiiiaaannnnnn...sing ptg...ribut.😀

2024-07-27

2

sefi dwi handriyantin

sefi dwi handriyantin

waduh siapa nih yang jadi pengkhianat nya? jangan-jangan.. trio dokter jagal lagi berpesta pora,, wuih senang tak terkira deh..

2024-07-27

1

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!