Masih Di Jalan

New York, PRC Group Building Manhattan

"Hah?" Bayu menatap iparnya bingung.

"Nagabonar. Itu siapa Bay?"

"Oh. Film yang aku tonton waktu kecil bareng Mommy. Cerita seorang pencopet yang jadi pejuang melawan Belanda dan mengangkat dirinya sebagai seorang Jenderal," jawab Bayu.

Pedro hanya bisa melongo. "Itu film? Astaga ... Aku kira apa!"

"Bang, kapan aku ke Pentagon ?"

"Not now Bayu. Bukti-buktinya belum ada di tangan Nelson dan Aslan serta aku masih menyelidiki kira-kira jaksa penuntut umum militer siapa dan harus aku cari aibnya kan?" senyum Pedro.

"Memang FBI punya hak? Jika tidak, biar Duncan yang urus !"

"Bayu, aku punya ace card." Pedro tersenyum smirk.

***

Markas Rahasia FBI di London

"Aku mendapatkan semuanya, Agen Smitty ..." ucap Renata Knight.

"Itu ada lima kolonel yang menjabat sebagai jaksa penuntut di angkatan darat dan biasanya mereka yang akan dipilih di pengadilan." Smitty yang merupakan agen Europol membantu Renata dalam mencari aib para jaksa militer.

"Kelimanya memiliki skandal di Eropa ?" Mata hijau Renata menatap tidak percaya dengan penyelidikan agen Europol itu.

"Tidak secara bersamaan tapi yeah, masing-masing ada."

Agen Andre Raines tersenyum smirk. "Direktur FBI dan agen CIA yang notabene ayah Liam, pasti akan bahagia ..."

"Jangan lupakan kematian Terry Russell. Ayah dia adalah seorang anggota senat Washington DC," celetuk Renata Knight.

"Oh, this is getting better and better," seringai Andre Raines.

Visualnya Renata Knight

***

West Side Inggris

Shaqeer menginjak pedal gasnya dalam-dalam dan langsung menuju jalan tol M-1 yang akan membawa mereka ke Glasgow.

"Dad ! Daddy dimana?" tanya Shaqeer melalui earpiece nya.

"Kamu sampai mana?" balas Scott.

"Keluar Bath masuk tol M-1 ke arah Birmingham."

"Daddy mau masuk Sheffield.".

"Oke. Be careful !" Shaqeer melihat ke arah spion dan sedikit bersyukur tidak ada yang mengikuti mereka.

"Shaqeer. Kita sampai di Glasgow. Lalu apa?" tanya Stephanie.

"Berusaha memasukkan Dom dan timnya ke Washington tanpa harus ketahuan."

"How ?" tanya Ari.

"Well, kita akan tahu nanti. Itu Oom aku yang disana yang punya cara." Shaqeer melirik ke arah spion. "Oh damn it !"

Ari dan Stephanie pun menengok ke belakang. "Mereka tidak pernah menyerah ya?"

"Nope. Harga kepala Dominic sekarang naik menjadi $500,000," ucap Agen Andre Raines.

"Pantas niat !" gumam Stephanie. "Bersiap Ari."

"Always," jawab pria yang sudah menyiapkan AR-15 nya.

***

Sementara di Mobil Scott

"Mau sampai ke Manchester saja masih dikejar !" sungut Scott yang berada di tol M-3 sambil melihat kaca spion kiri.

"Boss... Makin banyak !" lapor MJ di belakang mobil Scott.

Tak lama suara sirine terdengar dan mereka semua melihat ke belakang, banyak mobil polisi menghalangi para bounty hunter itu dan dua mobil yang dikenali Scott berada di sisi kirinya. Jendela mobil itu pun turun dan Scott tersenyum saat tahu siapa disana.

"Aku kawal sampai Glasgow !" seru Alex Darling.

"Thanks Bro !" balas Scott.

***

Bath Inggris.

Galena dan Rajiv bersama dengan para pengawal Ramadhan Securitas tiba di area tembak-tembakan. Mereka hanya bisa menghela nafas dengan banyaknya mayat disana sementara para pengolah TKP sudah tiba. Shanon Kulnis yang bertugas di Bath, hanya tersenyum smirk ke Galena.

"Setelah ini selesai, semua jadi milik kamu, Lena."

"Oh Shanon, kamu tidak tahu aku butuh banyak ..." cengir Galena.

"Dok, kebanyakan kena headshot..." ucap Rajiv sambil memeriksa mayat-mayat yang sudah dikeluarkan dari mobil.

"Masukkan ke dalam kantong mayat ! Henry, telepon ke penjual peti mati. Bilang kita pesan lagi sekitar 100. Aku yang bayar !" perintah Galena.

Shanon Kulnis menggelengkan kepalanya karena setidaknya Scotland Yard tidak kerepotan dalam urusan menyingkirkan banyak mayat yang tidak ... Ralat belum diketahui semua identitasnya. Meskipun Galena dikenal suka mengambil organ dari para penjahat, tapi dia juga fair memakamkan orang-orang yang tidak diketahui asalnya.

"Baik miss Luna," jawab Henry yang sudah terbiasa dengan ritme kerja Galena.

***

Stamford Inggris.

Rania dan Amisha melongo melihat banyaknya mobil yang terbakar serta mayat-mayat bergelimpangan dan rata-rata tidak semua bisa diambil karena saking parahnya.

"Astagaaaa ! Ini pada pakai grenade launcher apa ya ? Gosong semua iniiii !" omel Rania kesal karena tidak bisa mendapatkan donor yang diharapkan.

"Tante, bagaimana ini ?" tanya Amisha.

"Dwight ! Ambil semua kantong mayat ! Pisahkan yang fisiknya masih bagus dari yang gosong. Begitu sampai markas Blair, simpan di lemari es besar yang buat membekukan musuh Opa Edward Blair. Sementara yang gosong, kirim ke krematorium. Biar abunya nanti disebar ke Sungai Thames !" perintah Rania.

"Yes Miss Bianchi." Dwight langsung memberikan perintah pada anak buahnya. Beruntung mereka tadi membawa empat mobil Van untuk membawa mereka semua.

"Kita akan di markas Blair ?" tanya Amisha.

"Yup. Lagipula disana lebih tenang. Misha, kita lembur lho ..." Rania menatap ke keponakannya.

"No problem. Yang penting kopi ada," senyum gadis cantik itu.

***

Tol M-3

"Brengseeekkk !" umpat Alex Darling. "Meskipun sudah dikawal dua mobil kepolisian, tetap saja nekad !"

"Akan aku hadapi !" ucap MJ.

"Untung ini tengah malam jadi jalannya lengang." Dominic membuka kaca jendela. "MJ ! Minggir !" Dominic membidik ke arah belakangnya.

"Hati-hati Dom !" ucap Gizem saat Dominic menodongkan senapan panjang nya.

"Apa kamu bisa mengenainya dengan Shotgun itu ?" tanya MJ.

"You have no idea kalau tidak dicoba," jawab Dominic yang melepaskan tembakan ke mobil di belakang mereka yang mengejar sejak mereka melewati Manchester.

DOR ! DOR !

Mobil yang mengejar mereka pun terpelanting akibat tembakan dari shotgun dari Dominic.

"Nice Shot !" seru semua orang.

"Heads up boys ! Kita harus masih waspada !" ucap Dominic.

"Memang berapa bounty hunter yang dikirim ke London ?" tanya Peter ke MJ.

"Menurut data dari Renata, hampir semua bounty hunter di Eropa bertekad mendapatkan Dominic dan laptop nya. Harga kepala Dom, adalah $500,000. Bisa mendapatkan laptop JD, mendapatkan $5 juta," jawab MJ saat membaca iPadnya.

Peter menggelengkan kepalanya. Masih ada tiga jam lagi ke Glasgow pula.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

wuaahh serunya dan bahagia sangat itu istri alex dapat banyak donor😅

2024-08-04

2

Noey Aprilia

Noey Aprilia

Naahhh....seru bgt kl gni....
nyri aibnya dlu,trs d bngkar nnti....blm lg yg maen tmbak2an..
duuhhh....ramenyaaaa....
jgn lpa para dktr jgal jg....

2024-08-02

1

Jenong Nong

Jenong Nong

berasa nonton film triller ....seruuuu...😁😁❤❤🙏🙏

2024-08-02

1

lihat semua
Episodes
1 Dominic Blair O'Connor
2 Dominic dan Shaqeer
3 Mulai Rencana
4 Dominic Menyadap
5 Menemani Tim Juliet
6 Perasaan Gizem
7 Hasil Penyelidikan Shaqeer
8 Kabur
9 Menuju Sisilia
10 Di Pula Kroasia
11 Dikejar
12 Di Zagreb
13 Terbang Ke London
14 Di London
15 Amisha dan Arletta
16 Arletta dan Gizem
17 Perjalanan ke Skotlandia
18 Hajar Sana Sini
19 Masih Di Jalan
20 Tiba di Glasgow
21 Alessandro Moretti
22 Keluarga Giandra - Blair
23 Dua Emir Khalid of Qatar
24 Di Kedutaan Besar Qatar
25 Pip dan Hay
26 Ancaman Hisyam Al Khalifa
27 Aslan Blair Zidane
28 Bayu Ngamuk
29 Licik Ala Klan Pratomo
30 CIA
31 Anteng Sejenak
32 Dikirim Ke Mesir
33 Kebda Eskandarani
34 Gizem Curhat
35 Mencari JD
36 Di Safe House Cairo
37 Maukah Kamu Mati?
38 Menyusun Rencana
39 Noel Dorsett
40 Aku Bukan Aktor Broadway
41 Psikopat Yang Baik
42 Maximilian
43 Kode Marvel
44 Generasi Kedelapan
45 Emir Bahrain Maju Dulu
46 Gabut Ala Generasi Kedelapan
47 Tiba di Kairo
48 Dikejar
49 Hidden Gem
50 Perubahan Rencana
51 Rencana Pembunuhan
52 Maximilian Ditembak
53 Rencana Dua Kelompok
54 Maximilian Manyun
55 Geger
56 Tsuyu dan Daigo
57 Kembali ke Washington DC
58 Baby Baby
59 Monday
60 Jim Dourdan
61 Beskap ( Sisi Lain )
62 Yakin Ada
63 Tukang Bunga
64 Menginap Di Ankara
65 Hari Minggu Bersama Gizem
66 Dominic Mencoba Pesawat Baru
67 Roller Coaster
68 Ngamuk
69 Harusnya Kamu Seppuku!
70 Masih Berjuang
71 Dipindah
72 Difitnah
73 Dominic dan Daigo
74 Waduh!
75 Jinx
76 Bayu dan Dua Cucunya
77 Philip dan Liora
78 Ajeng Bertemu Dengan Liora
79 Indigo Binti Indihome
80 Burger Times Square
81 Dominic Kesal Dengan Terry
82 Pizza Half and Half
83 Terry di Brussels
84 Ekavira Gupta
85 How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86 Masih Soal Terry
87 Insomnia
88 Curhat Ekavira Gupta
89 Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90 Dominic Tidak Percaya
91 Terry dan Daigo Beda Situasi
92 Govinda Jaya-jaya
93 Pengusir Setan
94 Di London Pt 1
95 Di London Pt 2
96 Di London Pt 3
97 Di London Pt 4
98 Di London Pt 5
99 Di London Pt 6
100 Liora dan Seiichi
101 Surprise?
102 Terry dan Yakuza Takara
103 Antara Terry dan Liora
104 Anak Kucing Perantau
105 Doppelganger
106 Misi Dominic
107 Diculik!
108 Dendam Ajeng
109 Ajeng dan Rolling Pin
110 Memang Perlu Diruqyah?
111 Ajeng Disidang
112 Masuk Sel Deh!
113 Kembali Ke Negara Cleopatra
114 Reuni
115 Dom is G@y
116 Dua Novel Baru Di Januari
117 Dominic Dirayu
118 Usilnya Buyut Abi dan Edward
119 Perbedaan Gizem dan Ajeng
120 Dikepung
121 Jangan Bilang Huruf M Besar!
122 Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123 Kencan Yang Begitulah
124 Nasehat Bayu
125 Gabut Maning
126 Dibalik Kegabutan Mandaka
127 Black Scorpio
128 Liora Hamil
129 Permintaan Ajeng
130 Berapa Kekayaan PRC Group?
131 Sedihnya Terry
132 Lebay Karena Nyaman
133 Keputusan Mandaka
134 Disana Disini
135 Blood Diamond
136 Demi Adopsi
137 James dan Kemal
138 Lamaran
139 Menikah Itu Bukan Balapan
140 Liam dan Terry
141 Gizem dan Liora
142 Mavendra Pratomo
143 Karepmu Nduk!
144 Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145 Terry Serius Mualaf
146 Terry dan Julian
147 Ribut Sana Sini
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Dominic Blair O'Connor
2
Dominic dan Shaqeer
3
Mulai Rencana
4
Dominic Menyadap
5
Menemani Tim Juliet
6
Perasaan Gizem
7
Hasil Penyelidikan Shaqeer
8
Kabur
9
Menuju Sisilia
10
Di Pula Kroasia
11
Dikejar
12
Di Zagreb
13
Terbang Ke London
14
Di London
15
Amisha dan Arletta
16
Arletta dan Gizem
17
Perjalanan ke Skotlandia
18
Hajar Sana Sini
19
Masih Di Jalan
20
Tiba di Glasgow
21
Alessandro Moretti
22
Keluarga Giandra - Blair
23
Dua Emir Khalid of Qatar
24
Di Kedutaan Besar Qatar
25
Pip dan Hay
26
Ancaman Hisyam Al Khalifa
27
Aslan Blair Zidane
28
Bayu Ngamuk
29
Licik Ala Klan Pratomo
30
CIA
31
Anteng Sejenak
32
Dikirim Ke Mesir
33
Kebda Eskandarani
34
Gizem Curhat
35
Mencari JD
36
Di Safe House Cairo
37
Maukah Kamu Mati?
38
Menyusun Rencana
39
Noel Dorsett
40
Aku Bukan Aktor Broadway
41
Psikopat Yang Baik
42
Maximilian
43
Kode Marvel
44
Generasi Kedelapan
45
Emir Bahrain Maju Dulu
46
Gabut Ala Generasi Kedelapan
47
Tiba di Kairo
48
Dikejar
49
Hidden Gem
50
Perubahan Rencana
51
Rencana Pembunuhan
52
Maximilian Ditembak
53
Rencana Dua Kelompok
54
Maximilian Manyun
55
Geger
56
Tsuyu dan Daigo
57
Kembali ke Washington DC
58
Baby Baby
59
Monday
60
Jim Dourdan
61
Beskap ( Sisi Lain )
62
Yakin Ada
63
Tukang Bunga
64
Menginap Di Ankara
65
Hari Minggu Bersama Gizem
66
Dominic Mencoba Pesawat Baru
67
Roller Coaster
68
Ngamuk
69
Harusnya Kamu Seppuku!
70
Masih Berjuang
71
Dipindah
72
Difitnah
73
Dominic dan Daigo
74
Waduh!
75
Jinx
76
Bayu dan Dua Cucunya
77
Philip dan Liora
78
Ajeng Bertemu Dengan Liora
79
Indigo Binti Indihome
80
Burger Times Square
81
Dominic Kesal Dengan Terry
82
Pizza Half and Half
83
Terry di Brussels
84
Ekavira Gupta
85
How Become In Laws of Pratomo Family for Dummy
86
Masih Soal Terry
87
Insomnia
88
Curhat Ekavira Gupta
89
Tiga Pria Dalam Waktu Berbeda
90
Dominic Tidak Percaya
91
Terry dan Daigo Beda Situasi
92
Govinda Jaya-jaya
93
Pengusir Setan
94
Di London Pt 1
95
Di London Pt 2
96
Di London Pt 3
97
Di London Pt 4
98
Di London Pt 5
99
Di London Pt 6
100
Liora dan Seiichi
101
Surprise?
102
Terry dan Yakuza Takara
103
Antara Terry dan Liora
104
Anak Kucing Perantau
105
Doppelganger
106
Misi Dominic
107
Diculik!
108
Dendam Ajeng
109
Ajeng dan Rolling Pin
110
Memang Perlu Diruqyah?
111
Ajeng Disidang
112
Masuk Sel Deh!
113
Kembali Ke Negara Cleopatra
114
Reuni
115
Dom is G@y
116
Dua Novel Baru Di Januari
117
Dominic Dirayu
118
Usilnya Buyut Abi dan Edward
119
Perbedaan Gizem dan Ajeng
120
Dikepung
121
Jangan Bilang Huruf M Besar!
122
Antara Manhattan, Virginia dan Tokyo
123
Kencan Yang Begitulah
124
Nasehat Bayu
125
Gabut Maning
126
Dibalik Kegabutan Mandaka
127
Black Scorpio
128
Liora Hamil
129
Permintaan Ajeng
130
Berapa Kekayaan PRC Group?
131
Sedihnya Terry
132
Lebay Karena Nyaman
133
Keputusan Mandaka
134
Disana Disini
135
Blood Diamond
136
Demi Adopsi
137
James dan Kemal
138
Lamaran
139
Menikah Itu Bukan Balapan
140
Liam dan Terry
141
Gizem dan Liora
142
Mavendra Pratomo
143
Karepmu Nduk!
144
Bayu dan Ajeng Nanggap Liora
145
Terry Serius Mualaf
146
Terry dan Julian
147
Ribut Sana Sini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!