Tenda Tim Quebec
Liam dan Peter kembali ke tenda mereka, melihat Gizem masih serius berbicara dengan seseorang di laptopnya. Wajah gadis itu makin serius dan hanya menatap datar ke kedua rekannya yang baru datang.
"Oke Shaqeer. Terima kasih, kita lanjut besok. Assalamualaikum." Gizem menutup laptopnya dan kedua rekannya menatapnya dengan penuh pertanyaan. Gizem memberikan jari telunjuk di bibirnya pertanda harus tenang. Gadis itu lalu mengambil iPad nya dan menuliskan sesuatu disana.
Intel Dom adalah sepupunya di FBI.
Peter dan Liam melongo. "Seriously?" bisik Peter.
Gizem mengangguk. "Apakah tadi sudah berikan kopi ?" tanya gadis itu dengan nada polos.
"Sudah G. Susah memang kalau lagi kena jetlag," jawab Liam.
"Aku tidur dulu boys... Silahkan kalian ngorok, karena aku tidak akan dengar." Gizem memasang headsetnya dan berjalan ke tempat tidurnya.
***
Dominic meninggalkan Letda Chairul karena sudah mulai mengantuk dan merasa semuanya aman. Terry pun pergi meninggalkan Sergeant Darren yang sudah ada rekannya Satoshi. Dominic berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh Terry.
"Dom ! Wait up !" panggil Terry yang membuat Dominic menoleh.
"What's up?" tanya Dominic. Terry membisikan sesuatu tapi Dominic berusaha cool.
"Benar kan?" ucap Terry.
Dominic mengangguk. "Yuk balik ke tenda."
***
Keduanya tiba di tenda Quebec dan melihat Liam serta Peter sudah terlelap. Dominic dan Terry lalu membuat parameter serta alarm agar ketahuan ada yang masuk tenda meskipun tetap saja mereka terbiasa waspada.
"Sudah balik kalian?" bisik Gizem yang terbangun karena ada sosok Dominic dekat tempat tidurnya. Dominic menata tempat tidur kelimanya dengan memberikan privasi ke Gizem yang agak jauh dari empat tempat tidur yang pria dan dihalangi meja lipat.
"Sudah. Tidur lagi saja G..." bisik Dominic.
Gizem memiringkan tubuhnya dan melihat dari kolong meja lipat yang langsung berhadapan dengan tempat tidur Dominic.
"Dominic, parle français ( bisa bahasa Perancis )?" tanya Gizem.
"Qu'est-ce que tu veux dire ( mau ngomong apa )?" balas Dominic sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Shaqeer est-il votre cousin ( apakah Shaqeer sepupu kamu )? C'est un agent du FBI ( Dia agen FBI )?" bisik Gizem.
"Oui. Dormons d'abord, Gizem. Continuer demain ( kita tidur dulu, Gizem. Lanjut besok )," senyum Dominic. "Good night."
"Good night Dom..." balas Gizem
***
Keesokan paginya, Dominic bersama teamnya seperti biasa menjalani patroli. Kali ini Gizem dan Liam tidak memakai helikopter. Mereka satu mobil Hummer berkeliling sesuai jadwal.
"Jadi Shaqeer itu kakak sepupu kamu ?" tanya Liam. Mereka semua melepaskan headsetnya agar tidak ada yang mendengar.
"Yes. Dia agen lapangan FBI Internasional dan biasanya berkantor kalau tidak di London ya di Budapest," jawab Dominic.
"Padahal Opa kamu kan direktur FBI di Quantico tapi kenapa ke Shaqeer?" tanya Terry yang tahu sebagian besar keluarga Dominic.
"Yang benar saja aku bawa-bawa Opa Pedro ? Bisa Gegeran nanti. Mana bukti-bukti sedang kita kumpulkan." Dua Opa Dominic, Pedro Pascal adalah direktur FBI di Quantico sementara Omar Zidane, chief officer FBI New York. "Aku tidak mau gegabah dan lebih baik silent action."
"Oke. Sekarang pakai headsetnya. Sudah sepuluh menit kita offline dan nanti dicurigai..." ucap Peter yang menyetir.
Kelimanya memasang headset masing-masing dan mulai mempelajari peta melarikan diri jika sudah mendapatkan bukti lebih banyak lagi.
***
London, Inggris
Shaqeer memeriksa semua tentang Rhoda Contractors diam-diam di kamarnya dan berusaha agar ayahnya tidak tahu, termasuk kedua Opanya yang petinggi FBI. Bukan apa-apa, Shaqeer sendiri sudah panasan, kedua opanya sama saja meskipun di permukaan macam macan anteng tapi jangan salah, mereka sama saja panasannya dengan Opa Bayu O'Grady.
Shaqeer mulai menyelidiki semua hasil kloningan Dominic dan mengusap wajahnya karena Jim Dourdan tidak hanya berkhianat pada negara tapi juga ayah, Oomnya, terlibat disana. Shaqeer menggunakan kemampuan hackernya untuk mencari pergerakan uang di rekening keluarga Dourdan.
Brengseeekkk !
***
Libya
Dominic sedang melakukan paramater patroli rutin sembari memberikan tanda macam Hansel and Gretel untuk mempermudah mereka nanti untuk ke bibir pantai tempat kapal Ali berada, ketika ponselnya berbunyi.
Pria itu melihat siapa yang menelpon dan tersenyum.
"Yo Shakira..." sapa Dominic.
"Kamu pakai saluran aman, Dombret?" tanya Shaqeer.
"Pakai. Gimana ?" Dominic sedikit menjauh dari rekan-rekannya.
"Keluarga Dourdan pengkhianat Amerika. Aku menyelidiki lewat jalur belakang dan ada banyak transaksi yang tidak dilaporkan ke pajak lewat perusahaan cangkang. Perusahaan ini dikelola oleh adik perempuan jenderal Marty Dourdan, Darla Dourdan..."
"Nenek Jim berarti?" ucap Dominic.
"Yes. Jadi semenjak Rhoda Contractors menang tender dalam tanda kutip, mereka sudah mulai menghubungi pihak-pihak asing yang membutuhkan senjata termasuk RDX. Dom, kamu tidak tahu berapa uang yang sudah dihasilkan..." ucap Shaqeer tertahan.
"A lot I presume ( banyak pastinya )."
"Senilai dana wali kita ..."
Dominic tertegun. Holy shiiiitttt !
"Shakira, dana wali kita ... Individual atau digabung punyamu dan punyaku ?" tanya Dominic.
"Aku, kamu, Pasha, Pip dan Arletta."
Dominic mengumpat sambil menendang batu besar di sana dengan sepatu bootnya membuat keempat rekannya melongo.
"Ada apa dengan Dominic ?" tanya Gizem.
"Pasti urusan rumah ..." jawab Terry.
"Tapi kalau Dom sampai mengumpat dengan berbagai macam bahasa, itu sudah keterlaluan..." gumam Liam.
Gizem memperhatikan wajah Dominic yang berubah seperti hendak menghajar orang tanpa perduli apapun. Apakah ada masalah di rumah ?
"Oke Shakira. Keep it post it ( kabari aku terus ). Thanks Bro ." Dominic berjalan menuju ke timnya yang sedang menunggu dirinya. Wajahnya tampak gusar.
"Hei Dom. Are you okay ?" tanya Liam. "Ayah dan Opa kamu baik-baik saja ?"
"Mereka baik-baik saja tapi tidak JD !" ucap Dominic gusar.
"What happened?" tanya Terry.
"Jim Dourdan dan keluarganya adalah pengkhianat !" jawab Dominic geram.
"What ?"
"Kita harus segera bergerak ! Karena jika tidak disegerakan, semua senjata yang ada di gudang senjata akan habis !" jawab Dominic.
"Bagaimana dengan RDX yang kita sangka hilang tapi kembali itu ?" tanya Gizem.
"Aku rasa isinya bukan RDX tapi zat yang mirip RDX agar tidak dicurigai dan kalian yang menjadi kambing hitam." Dominic menatap Gizem dan Terry. "Ini soal uang yang banyak guys. A lot of money !"
"Mereka adalah pengkhianat !" desis Terry.
"Kita bergerak secepatnya dan segera bawa semua data ke Washington DC!" ucap Liam.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
kyk film action...seru...nunggu gegeran nih...
2024-12-17
1
awesome moment
makin seru n. mbak Hana, sering2 bikin yg modelan bgni y. lbh menyenangkan. tp ttp jgn lupa, momen uwu buat shea y. bnr2 mengegelitik kemesraan shea sm. ang stev tu. tar ditambah G n D, whoooaaahhhh
2024-07-20
1
🥰Siti Hindun
wowww sangat sangat fantastis ternyata
2024-07-17
1