19, doraemon kucing langka

Pukul 05.00 izora akhirnya sampai di Indonesia, gadis itu langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur kesayangan.

untung saja besok weekend jadi ia bisa beristirahat sepuasnya. walaupun pulang pergi menggunakan pesawat pribadi tapi tidak menutup kemungkinan untuk tubuhnya tetap tidak lelah.

sepertinya, besok dia harus memanggil pelayan spa pribadi, untuk me-massage tubuh yang sudah sangat encok ini.

izora bersyukur menjadi anak satu-satunya di rumah ini, semua fasilitas nya terpenuhi contohnya seperti spa dan salon pribadi yang terletak di lantai empat. jadi ia tidak perlu susah susah pergi ke luar hanya untuk perawatan tubuh.

izora meraih handphonenya lalu menghubungi nessa untuk sekedar memberi tau jika ia sudah berada di indonesia.

...nessa...

^^^gue udh di indo, besok senin gue sekolah, lo jgn kasih tau davian klo gue udh disini. gue mau ngagetin dia.^^^

^^^send^^^

izora memantikan handphone nya, lalu ia menatap pantulan wajah di layar handpone tersebut.

memegang rambutnya yang kini sudah berubah warna menjadi ash grey kemudian tersenyum kecil.

"gimana ya besok reaksi nya? gue jadi ga sabar."

...****...

hari senin, hari yang izora tunggu tunggu akhirnya tiba. pagi ini ia berangkat bersama nessa, lebih pagi dari biasanya.

tau apa alasannya? karena dia ingin membolos upacara dan jam pelajaran pertama, lalu memunculkan diri saat istirahat, dan mengejutkan davian.

nessa sebagai sahabat yang baik mah ikut ikut aja keinginan gadis itu, terlebih karna izora sudah memberikan banyak oleh oleh hingga bagasi mobil nya penuh.

keduanya kini bersembunyi di ruang pribadi milik izora yang berada di sekolah ini.

anak pemilik sekolah mah bebas!

"lo tau nama cewe yang di video itu?" tanya izora seraya memakan camilan yang memang ia sediakan di ruangan ini.

nessa mengangguk, "namanya diana, kelas 10 IPA 4 anak pindahan."

"menurut lo, gue kasih pelajaran apa yang bagus buat dia?" tanya izora.

"siram kuah bakso aja ga sih?"

"atau jambak aja rambutnya?"

izora menggeleng, "jangan, kasian. masih baru dia disini nanti ga betah gimana?"

nessa berdecih, "sok baik lo!"

izora tertawa ngakak, "gue emang baik si, cantik lagi mangkanya banyak yang suka." lalu gadis itu mengibaskan rambutnya.

nessa memutar bola matanya muak, "tau gue, tau, rambut lo bagus, tapi gausah di kibas sana sini juga anjeng! kutu lo masuk makanan ntar!"

bukannya tersinggung izora malah bertambah ngakak.

"iri? bilang boss!"

ia tau sahabatnya itu kesal karena dia mewarnai rambut tidak memberitahu nya.

nessa mendengus, "gaada yang namanya bos iri sama bawahan!"

izora membuka mulut hendak membalas perkataan nessa namun bel istirahat lebih dulu berbunyi, jadilah perkataan yang ingin keluar itu tertahan.

izora bangkit, "yuk kantin!" ajaknya seraya tersenyum semangat.

kini keduanya sudah tepat di depan pintu kantin,

pintu kantin taruna memang didesain dengan kaca jadi sekarang izora bisa melihat langsung meja yang di duduki davian bersama teman-teman nya, tak lupa juga gadis bernama diana diana itu yang hadir disana.

izora kebakaran jenggot ketika melihat diana yang terus menatap davian tanpa henti, ah rasanya ia ingin sekali mencolok kedua mata itu menggunakan garpu.

ya walaupun disana davian tampak terlihat acuh, tapi tetap saja izora kepanasan, apalagi posisi mereka yang duduk bersebelahan.

izora menarik nafas lalu menghembuskannya, mencoba untuk tenang, walau dalam hati ingin sekali tantrum.

ia mulai mendorong pintu kantin tersebut, seluruh perhatian perlahan terarah padanya, bisik bisik mulai terdengar.

"eh itu kak izora?"

"gilaaa cantikk bangett anjayy!!"

"lima hari ga keliatan nambah cakep woii"

"warna rambut nya bagus bangettt njirr!!"

"kira kira apa yang bakal di lakuin kak izora ke anak baru itu ya?"

"ini mah belum apa apa juga diana udah kalah total."

izora mempercepat langkahnya, senyum miring terukir di bibir gadis itu. ia bersedekap.

saat langkahnya sudah mendekati meja davian, izora bernyanyi agak keras, dan saat itu pula seisi kantin terdiam hening. seperti memberi ruang agar suara izora saja yang terdengar.

"doraemon kucing langka~"

"bisa bikin saya tertawa~"

"mau lebih dari suka~"

"emang kamu punya apa~"

izora menyanyikan llirik lagu terakhir milik maria jola itu sambil mencengkram dagu diana dan mengarahkan pandangan gadis itu ke wajahnya.

seisi kantin bersorak, bertepuk tangan meriah, bahkan ada juga yang memukul meja kantin dengan heboh, lalu semua orang disana menyambung nada lagu yang di nyanyikan izora itu secara bersama sama.

"RASA SAYANGE~"

"RASA SAYANG SAYANGE~"

"E...LIHAT NONA DARI JAUH~"

"RASA SAYANG SAYANGE~"

lagu itu di tutup dengan teriakan heboh luna yang sedang duduk bersama crush nya, Arya.

"KAK ZORA AKU PADAMUU!!!"

gadis itu bahkan memberi simbol tangan yang ia bentuk menjadi love pada izora dari jauh.

karna sejujurnya ia sendiri juga sudah sangat muak dengan tingkah gadis bernama diana itu. itulah mengapa ia tidak pernah mau satu meja dengan teman temannya. walaupun alasan sebenarnya dia hanya ingin berduaan dengan Arya seorang.

tangan izora di hempas oleh diana, gadis itu berdiri dengan tangan yang bersedekap, menatap izora berani.

"siapa lo? berani banget megang-megang dagu gue. lo gatau gue anak donatur terbesar di sekolah ini?" ujar diana sambil mengangkat tinggi dagunya.

nessa dan izora yang mendengar itu sontak terbahak.

"sombong banget, donatur terbesar urutan ke berapa si dek?" tanya nessa seraya memainkan kukunya yang berwarna, kemudian gadis itu menoleh ke arah izora.

"mending lo kenalin diri dulu deh bep ke dia, biar dagunya bisa turun dikit. muak banget gue liatnya."

izora terkekeh, ia berjalan dua langkah lalu menyodorkan tangannya ke hadapan diana.

izora tersenyum ramah

"diana florenza, anak donatur terbesar di sekolah ini..."

"..urutan ke lima,"

"sebelumnya kenalin gue izora aurelia amberrlyn."

amberrlyn.

mendengar nama itu mata diana membelalak tanpa bisa di cegah.

amberrlyn adalah nama belakang dari istri pemilik perusahaan terbesar ke dua di dunia. siapa lagi jika bukan Alexander crop.

nama amberrlyn juga sudah amat sangat terkenal di kalangan fashion karena butik miliknya yang sudah tersebar di berbagai mancanegara.

di keluarga Alexander sendiri semua anggotanya memakai nama belakang alexander, hanya satu orang yang memakai nama amberrlyn selain, annette britania amberrlyn.

dan itu adalah izora aurelia amberrlyn, orang yang kini tengah berdiri dihadapannya sambil menyodorkan tangan.

melihat gadis dihadapannya itu terdiam mematung, izora tersenyum smirk.

menarik kembali tangannya yang sejak tadi menggantung di udara lalu berucap, "sayang banget tangan gue di anggurin, padahal niat gue baik loh ngajak lo kenalan."

izora memberengut sedih.

nessa berdecak, menoyor kepala sahabatnya itu, "tolol, gue tadi cuman nyuruh lo ngenalin diri gaada nyuruh lo acara embel-embel jabatan tangan. lagian mana mau ANAK DONATUR TERBESAR URUTAN KE LIMA SEKOLAH KITA salaman sama lo. yang ada dia alergi."

wajah izora bertambah murung, "ya maap, kan gue gatau kalo tangan anak donatur terbesar di sekolah kita, bakal alergi jabatan tangan sama gue yang cuci tangannya pake sabun colek ekonomi."

nessa ngakak, "ga sabun colek ekonomi juga kali, yang lebih mahal dikit emang gaada? kaya sunlight gitu."

izora menatap wajah sahabat nya itu lempeng, "telalu mahal nes, gue ga punya uang buat beli. kan yang banyak duit itu bonyok gue, bukan gue. gue mah apa kalo tanpa mereka, cuman orang yang ga punya apa apa. jadi buat apa banggain kekayaan, sedangkan kekayaan yang kita banggain itu hasil kerja keras orang tua bukan kita sendiri."

selesai mengatakan itu riuh suara tepuk tangan terdengar. ah izora lupa kalau sekarang ia sedang berada di kantin.

mengabaikan seluruh sorakan dan tepuk tangan yang tertuju padanya, izora memilih berjalan menghampiri diana yang sejak tadi masih diam tak berkutik.

ia mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu lalu berbisik.

"tolong jauhi davian ya, dia udah pernah gue sentuh soalnya, virus gue udah nempel disana. lo ga mau kena alergi kan?"

setelah mengatakan itu izora tersenyum smirk, merasa tidak akan mendapat jawaban dari gadis tersebut akhirnya ia memilih berjalan menghampiri davian yang kini tengah menatap nya juga.

bibir cantik izora perlahan mengembang kali ini membentuk senyuman indah, senyuman yang siapapun melihatnya pasti akan jatuh hati dengan senyuman tersebut.

seperti davian contohnya.

saat tepat di hadapan davian, izora berucap, "hello babe, do you miss me?"

bukannya menjawab davian langsung menarik gadis itu kedalam pelukannya. memeluknya dengan sangat erat sambil mengecup pucuk kepala izora berulang kali.

kedua tangan kecil izora perlahan membalas pelukan tersebut. menghirup dalam dalam aroma cowo itu yang membuatnya kecanduan.

keduanya sama sama tak mempedulikan sekitar. biarkan saja mereka iri, suruh siapa jomblo?

cakra yang sedang duduk di samping tempat kedua insan sedang melepas rindu itu seketika mendengus, "DUNIA SERASA MILIK BERDUA YA, YANG LAIN MAH NGONTRAK!"

sean yang melihat wajah misuh-misuh cakra sontak terkekeh, "mangkanya cak, jangan jomblo!"

mendengar itu cakra tambah kebakaran jenggot, "ELU JUGA JOMBLO ANYING!"

cowo itu dengan kesal bangkit, lalu berkoar hingga seisi kantin dapat mendengar suaranya, "WOI MANUSIA JOMBLO BANTUIN GUE NGELIPET BUMI, NTAR KITA PINDAH KE MARS. TENANG AJA GUE BAWA WI-FI! KONTRAK KITA DI BUMI UDAH ABIS!!!"

di meja lain, tempat yang luna sedang duduki, gadis itu sibuk menutupi wajahnya menggunakan buku menu.

cakra yang koar-koar kea monyet kenapa dia yang malu?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!