10, perkara tinggal sendiri

...Oh, why'd you have to be so cute?...

...It's impossible to ignore you, ah...

...Goodnight n go~Ariana Grande...

...****...

Davian melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang, satu tangannya memegang handuk lain guna mengusap rambutnya yang basah.

saat hendak memakai baju, handponnya berdering. segera ia meraih benda pipih tersebut lalu melihat siapa yang menghubunginya.

nama 'mama' tertera disana. langsung saja ia mengangkat telpon tersebut dan meletakkan handphone nya di telinga.

"hal--"

"VIAN! SEJAK KAPAN MAMA NGEBOLEHIN KAMU BELI RUMAH DAN TINGGAL SENDIRI HAH?"

Davian sontak menjauhkan handponnya, ia mengusap telinganya yang terasa penging. suara mama nya tidak main main.

memang sesuai permintaan nya pada brama tadi pagi, kini rumah yang ia minta itu sudah bisa di pakai sekarang. jadilah davian menginap dirumah baru nya itu dan tidak pulang ke tempat jessica sama sekali.

"MAMA GAMAU TAU YA, PULANG SEKARANG!"

"ma, sekali ini aja. lagian vian ga ngelakuin hal aneh-aneh kok, dari sini kerumah mama juga kan ga jauh, jadi mama gausah khawatir."

"vian. dengerin mama, walaupun jarak antara rumah mama sama rumah kamu deket, gaada yang namanya seorang ibu yang ga khawatir waktu tau anaknya tinggal sendiri, apalagi dia gaada bilang apa apa dan ga pulang kerumah sama sekali. "

"kamu itu masih kelas sepuluh vian, masi bau kencur, belum waktunya tinggal sendiri. abang kamu aja yang udah kuliah belum mau pisah dari mama, kok kamu yang masih kelas sepuluh udah sok sok an mau tinggal sendiri." ujar jessica mengomel.

belum sempat davian membalas ucapan mama nya itu, suara brama terdengar menyahut dari balik telpon, "sayang biarin aja kalo vian mau tinggal sendiri, biarin dia mandiri."

lalu kemudian kembali terdengar suara jessica yang mengamuk "MANDIRI MANDIRI, DIA MASIH KECIL BRAMA. INI SEMUA KARNA KAMU YA, KALO KAMU GA NURUTIN PERMINTAAN NYA PASTI DIA GA BAKAL TINGGAL SENDIRI. MALEM INI TIDUR KAMU DI LUAR DAN JANGAN HARAP DAPET JATAH SELAMA SEBULAN!"

"sayangg.... kamu lagi ga bercanda kan?" tanya brama tidak percaya.

"muka aku keliatan bercanda?"tanya balik jessica jutek.

"sayang gamau, masa kamu tega ga ngasih jatah selama sebulan? kamu mau buat aku mati? aku juga gamau tidur di luar. aku minta maaf ya sayang."

"berisik!" sentak jessica galak.

kemudian suara jessica kembali mengarah padanya.

"vian, pulang ya sekarang, kamu belum makan malem kan?"

"aku bisa go food ma."

"ngga, mama ga setuju. makanan yang kamu pesen itu biasanya ga sehat, mama gamau kamu sakit. jadi pulang ya?"

"ma vian udah gede, mama gausah khawatir. please sekali ini aja." selesai mengucapkan itu suara bell rumah terdengar.

ting tong

"bentar mah, ada tamu."

tanpa mengakhiri telponnya davian berjalan ke arah pintu utama lalu membukanya. disana ia menemukan nathalie, bunda izora yang sedang tersenyum.

davian sudah dua kali bertemu nathalie saat menjemput izora, sahabat mama nya itu adalah wanita yang sangat baik dan hangat.

"eh tante, ada apa ya?"

"siapa yan?" tanya jessica dari balik telpon.

"tante nathalie mah." jawab davian.

"nathalie? yang bener? coba kasih handphone nya ke dia vian, mama mau ngomong." titah jessica dengan nada tak sabar.

"em tan, maaf. ini mama mau ngomong katanya sama tante." ujar davian.

nathalie mengangguk, lalu mengambil alih handphone tersebut dari tangan davian.

"halo jes."

"nath kok lo bisa kerumah anak gue?"

nathalie terkekeh, "rumah baru davian, ada di samping rumah gue."

"serius lo?" tanya jessica tak percaya.

"iya, ngapain gue boong?"

di sebrang sana jessica terkekeh, "oke oke gue percaya. em... nath, maaf kalo semisal gue ngerepotin, gue boleh minta tolong sama lo untuk jagain davian?"

"ck lo ini udah kaya sama siapa aja. tenang aja jes, dari kecil juga davian sama zevan udah gue anggep anak sendiri kan? lo lupa sebelum gue nikah dulu, gue yang suka ngurus mereka? lo ga usah khawatir."

disana jessica menghela nafas lega, "thanks nath, lo emang bestie yang terbaik."

"hahaha yauda, gue tutup ya. eh bentar gue mau izin, gue mau ngajak davian makan malem bareng keluarga gue boleh kan?" tanya nathalie.

"boleh banget, sekali lagi makasi banyak nath jadi gue ga perlu khawatir davian makan aneh aneh di luar."

nathalie terkekeh, "yaudah kalo gitu gue tutup ya, bye."

sambungan telpon terputus lalu nathalie mengembalikan handpon tersebut kepada pemiliknya.

"thanks vian, malem ini kamu belum makan kan? ikut tante ke rumah yuk, kita makan malem bareng."

"eh tapi tan"

"udah ayuk, tante juga udah izin ke mama kamu dan kata dia boleh." nathalie menarik tangan davian menuju rumahnya dengan senyum mengembang.

"izora pasti bakal kaget banget liat kamu di dinner kali ini." ujar nathalie sambil cekikikan.

mendengar itu, kok tiba-tiba jantung davian jadi disko an ya di dalem sana?

...****...

sesampainya davian dan nathalie di ruang makan, keduanya langsung di suguhkan darrel yang tiba-tiba memeluk tubuh nathalie dan menelusupkan kepalanya di leher wanita itu.

"eh?"

"aku kangen, kamu lama banget keluarnya." ujar darrel pelan.

"maaf." balas nathalie sambil mengusap pelan belakang kepala darrel.

"emm sayang lepas dulu ya, kita makan dulu nanti kalau udah selesai kamu boleh peluk aku sepuasnya." kata nathalie.

darrel menggeleng, "gamau"

"darrel please, gaenak tuh di liatin davian." ujar nathalie memohon.

"okay, tapi janji abis makan peluk sepuasnya."

"iya janji."

akhirnya darrel melepaskan pelukannya pada nathalie lalu kembali duduk di kursi makan.

"vian, tante tinggal bentar ya, mau manggil izora dulu." pamit nathalie.

"iya tan."

setelahnya nathalie pergi menuju lantai dulu untuk memanggil anak semata wayangnya itu.

tok tok tok

"olaa, cepetan turun di tunggu papa tuh!" ujar nathalie seraya mengetuk pintu kamar izora.

"iyaa bun bentar!" jawab izora dari dalam.

"yaudah bunda tunggu di bawah, jangan lama lama!"

"iyaa!"

tak lama izora turun dengan piyama yang bergambar chibi maruko chan, salah satu kartun dari negri bunga sakura yang menjadi favorit nya. dan rambut yang gadis itu ikat menjadi model messy bun membuat wajahnya terlihat sangat imut.

davian yang melihat penampilan izora malam ini, menelan salivanya gugup. sedangkan si empu nya belum menyadari jika ada manusia lain di meja makan.

namun saat izora berjalan semakin dekat ke arah meja makan tiba-tiba tubuh gadis itu berhenti mendadak, kedua matanya membulat sempurna.

"davian?!"

Terpopuler

Comments

V

V

kedua orang tua mereka bucin parah sama istrinya, gimana kalau anak anaknya nikah bisah bisah bucin akut itumah

2024-12-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!