06, berangkat bareng

...Kini ku ingin hentikan waktu...

...Bila kau berada di dekatku (di dekatku)...

...Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku...

...'Kan kupetik satu untukmu...

...Lebih indah~Adera...

...****...

Saat izora hendak memasuki mobil suara milik davian memangil namanya, membuat gadis itu reflek menoleh cepat ke arah sumber suara.

"kak zora"

"iya?"

Davian berjalan, menghampiri tempat gadis itu berada.

"em.. "

"..besok mau berangkat bareng?"

mendengar itu izora terdiam beberapa detik lalu tak lama kemudian senyumnya terbit

"boleh"

...****...

"Udah siap?" Tanya davian. Ya sesuai perjanjian mereka kemarin kini keduanya akan berangkat sekolah bersama.

Izora mengangguk, "udah, let's go!"

"Yakin udah?" Tanya davian lagi dengan nada jenaka.

"Iyaa iaann," Jawab izora gemas.

Ian? Ah mendengar panggilan itu keluar dari mulut izora rasanya seperti ada banyak kupu-kupu ber terbangan di perutnya sekarang.

Diam-diam tanpa izora sadari di balik helm full face yang davian kenakan, cowo itu tengah tersenyum lebar dengan pipi merona.

Davian memutar setengah tubuhnya ke arah belakang tanpa menaikan kaca helmnya, lalu meraih kedua tangan izora hingga membuat gadis itu mematung.

"Kalo udah siap harusnya udah pegangan." Kata davian seraya melingkarkan kedua tangan izora di pinggangnya.

"Eh?" Izora berkedip dua kali.

"Pegangan yang kuat ya kak, jangan di lepas. Takutnya nanti ilang lagi." Ucap davian setelahnya cowo itu terkekeh.

Mendengarnya Izora tersenyum, ia mulai mengencangkan pegangannya lalu menyenderkan kepalanya di punggung tegap milik davian, "Iya, ga bakal di lepas kok."

Lalu setelah itu motor davian mulai melaju, membelah jalanan pagi kota jakarta dengan kedua manusia yang masih belum ingin melunturkan senyumnya.

...****...

Sesampainya di sekolah, izora dan davian langsung mendapatkan berbagai macam tatapan dari para murid disana.

"Demi apa mereka berangkat bareng?"

"Mereka pacaran apa?"

"Ternyata spek kak izora yang brondong"

"Eh itu kan anak kelas sepuluh, siapa sih namanya? Ko bisa bareng kak izora? Mereka pacaran?"

Yah begitulah kurang lebih tanggapan para murid-murid di sana. Namun, keduanya sama-sama acuh. Toh tidak ada untungnya menanggapi mereka, biarlah mereka menilai dengan pikiran nya sendiri.

Saat akan melewati lorong yang sudah lumayan ramai, tiba-tiba saja davian menggandeng tangan izora dan lagi lagi hal tak terduga milik pria itu berhasil membuatnya mematung.

Untuk menyadarkan dari keterkejutan nya mata Izora berkedip, kemudian bibirnya otomatis berkedut hendak menerbitkan senyum, namun sebisa mungkin ia tahan.

Dan tanpa bisa izora cegah matanya melirik kearah tautan tangan yang sedang menyatu itu, lalu ia melirik kecil ke arah wajah imut milik sosok yang kini tengah menggandeng nya sembarangan secara berganti an.

Sepertinya, tidak akan ada satu kata pun yang akan keluar dari mulut davian untuk memberi penjelasan, namun izora tidak peduli, ia tidak ingin memusingkan hal tersebut. Yang izora inginkan sekarang, hanyalah menikmati momen pertamanya ini dengan merasakan banyak kupu kupu berterbangan di perutnya dan detak jantung yang sedang menggila di dalam sana.

Saat keduanya sampai di lorong yang memisahkan gedung antara kelas 12 dan kelas 10, davian melepaskan genggamannya.

Cowo imut itu menunduk, menatap cewe di hadapannya ini dengan lembut, "nanti pulang, gue jemput depan kelas lo ya kak."

Izora yang ditatap seperti itu hanya bisa menggigit bibir dalamnya seraya mengangguk patah-patah, "i-iya." Jawab nya gugup.

Ya siapa sih yang gak gugup di tatap kaya gitu?

Di tengah kegugupan tersebut, tiba-tiba saja hal tak terduga yang davian lakukan datang kembali, kali ini cowo itu mengacak pelan rambut izora seraya tersenyum hingga mata sipitnya itu ikut-ikut an tersenyum.

Izora mematung di tempat dengan mata yang melebar sempurna.

"Gue ke kelas, belajar yang rajin kak bentar lagi lo lulus." Kata davian kemudian cowo itu melangkah pergi dengan senyuman kecil yang terpatri di wajahnya.

...****...

Saat sampai di kelas, davian langsung di suguhi wajah dengan senyum menyebalkan milik luna, sean, dan cakra.

"Ngapain lo semua natap gue kaya gitu?" Tanya davian pada ketiga temannya.

"Se, lo nyium bau bau orang lagi berbunga-bunga ga sih?" Tanya luna pada Sean, menghiraukan pertanyaan davian tadi.

Sean mengenduskan hidungnya, "hooh lun bau banget anjing. Pasti ini dari cakra."

Cakra yang namanya di sebut langsung menyugar rambutnya dengan gaya tengil, "oh jelas dong, orang gue abis berangkat bareng kak izora. Gimana baunya ga menyebar?"

"Buset cak, demi apa lo?" Tanya luna sok kaget.

"Tutor dong cak gimana caranya, gue juga mau kali." Ucap Sean.

Davian yang melihat itu, rasanya ingin sekali membalang ketiganya menggunakan sepatu.

"Aduh gue gatau nih tutornya, soalnya tadi gue cuman ngada-ngada. Mending kita tanya langsung ke ahlinya." Kata cakra lalu menghampiri davian diikuti kedua temannya itu.

"Jadi pak, tolong kasih tau tutornya, gimana anda bisa berangkat bareng dengan ratu sekolah." Ucap cakra dengan tangan yang memegang pulpen sebagai mic lalu pulpen tersebut di arahkan ke hadapan davian.

"Gaada tutor tutor." Balas davian malas.

"Yeu si bapak pelit amat jing." Sahut Sean dengan logat Sunda kasarnya, lalu ia merebut pulpen yang menjadi mic itu dari cakra, dan mulai berujar menggunakan gaya seperti penyiar radio.

"Oke guys karna hasilnya zonk, siaran pagi ini berakhir. Terima kasih yang sudah mau mendengarkan, dan jangan lupa mari kita semua doa kan si bapak yang pelit ini agar besok mendapatkan kuburan sempit saat mati. Terima kasih, bye guys."

Setelah itu Sean dan cakra beranjak pergi, menuju tempat duduk nya masing masing, menyisakan davian dan luna disana.

"Kok bisa lo berani ngajak kak izora berangkat bareng?" Tanya luna pelan.

Davian menoleh, cowo itu mengedikkan bahunya "awalnya gue cuman baca kata kata di ig, katanya kalau orang suka itu harus berani effort, urusan respon belakangan. Kalau gue cuman berani merhatiin dari jauh doang, berarti gue harus siap kalau dia bakal sama yang lain. Gue gamau itu kejadian, akhirnya gue pilih opsi yang pertama."

"Gue beraniin diri ngajak kak izora berangkat bareng eh ternyata dia iyain."

"Ya gimana ga di iyain, orang kak izora udah suka sama lo dari lama." Balas luna.

Davian terkekeh, "lo tau? Ternyata nyokap gue sama nyokap kak izora itu temen deket dari jaman mereka SMA."

Mata luna melotot, "SUMPAH?!"

Davian mengangguk, "iya beneran gue."

Luna speechless, gadis itu berkedip dua kali lalu berujar,

"Ternyata emang bener ya kata pepatah kalau dunia itu gak selebar daun kelor."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!