Setelah hampir 15 jam izora duduk di pesawat akhirnya ia bisa kembali menginjakkan kakinya di tanah.
mobil yang membawanya dari bandara kini sudah memasuki halaman lebar mansion sang nenek atau biasa juga disebut mansion keluarga Alexander.
Alexander adalah marga yang sangat terkenal di dunia bisnis, perusahaan nya urutan kedua terbesar di dunia, karena yang pertama adalah perusahaan milik bramasta.
setelah mobil yang di tumpangi nya itu berhenti dan pintu dibuka oleh salah satu bodyguard, segera izora keluar, kemudian berjalan dengan sangat anggun memasuki bangunan besar yang menjadi tempat tinggal dulu saat ibunya kecil.
jika di bilang izora adalah gadis blasteran indo-belanda maka itu benar, ibunya yang tak lain nathalie adalah keturunan asli belanda dan darrel adalah asli orang Indonesia.
okay, back to topic
izora sampai di ruang keluarga, menemukan sang oma sedang duduk seraya membaca majalah tanpa menyadari kehadirannya.
ia berjalan perlahan ke belakang tempat omanya duduk lalu melingkar kan kedua tangan nya di leher sang oma.
"hello!" sapa izora sambil, memiringkan kepalanya ke kanan dan menyengir.
Annette, oma izora itu spontan menoleh dengan mata membulat.
"ola?!!"
"ya ampun cucuku!" Annette melepaskan lengan izora, berdiri dan memeluk tubuh ramping gadis itu.
"kok ga bilang kalo udah sampai?" tanya Annette, kali ini ia menyentuh pipi izora lalu menguyel-nguyelnya.
"bwiar swuprais. uwh grwenma lewpwasin!"
Annette terkekeh kemudian menjauhkan tangannya dari sana.
"yang lain pada kemana ma?" tanya izora bingung saat menatap sekeliling nya yang sepi hanya ada beberapa maid yang sedang membersihkan sekitar.
"di taman belakang lagi pada ngumpul, kamu baru sampai istirahat dulu, nanti aja kesana nya." jawab Annette.
izora menggeleng, "no! ola mau nyamperin tadi di pesawat ola udah bobo lama."
"bye grandma!" tanpa menunggu jawaban sang oma, izora langsung melangkah pergi seraya melambaikan tangan.
Annette menghela nafas, "ah anak itu," gumamnya lalu kembali duduk dan membaca majalahnya yang sempat tertunda.
sementara izora yang baru saja tiba di taman, langsung berlari dan menabrakkan tubuh kecilnya di punggung tegap milik kenan, memeluknya dengan kuat dari belakang.
"OLA??!" teriak samudra, ketika menyadari kehadiran sepupunya itu.
orang yang tadinya sibuk dengan urusan masing masing langsung menoleh, bergegas menghampiri gadis itu yang kini masih belum mau melepaskan tubuhnya dari punggung kenan.
kenzia, yang melihat itu sontak menarik kencang lengan izora, menjauhkan nya dari tubuh sang kembaran.
izora memberontak mencoba melepaskan cengkalan kenzia, namun gagal karena tenaga izora tak sebanding dengan milik gadis itu.
dan berakhir ia menggerutu dengan mata menatap tajam kenzia, seperti ingin menelannya hidup hidup.
"lo kotor jangan sentuh-sentuh kenan!" kata kenzia galak.
bibir izora refleks melengkung kebawah, "DASAR PELIT!"
kenzia memutar bola mata malas.
"sini aja ola sama gue!" seru Chandra dari belakang.
izora menoleh, tersenyum lebar. segera ia berlari kencang menghampiri laki-laki itu dan memeluknya.
samudra yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya mengangkat suara "gue ga dapet pelukan juga nih? cukup tau aja sih."
izora yang mendengarnya menoleh, melepaskan pelukannya dari Chandra kemudian terkekeh.
muka samudra kali ini benar bener kecut seperti jeruk lemon!
"hahaha maaf gue ga ngeliat lo kalau lo ada disitu." izora berjalan menghampiri sepupunya cowonya itu.
samudra berdecih, "gue se besar ini ga keliatan di mata lo?"
"maaf samudraa, sini katanya mau peluk." izora membuka lebar tangannya. tanpa menunggu lama samudra memeluk tubuh ramping sepupunya itu.
"gue kangen lo." gumam samudra.
"suruh sapa lo ga mau main ke indo, betah banget di LA." protes izora.
"next time deh,"
"hum gue tunggu."
sedang asyik melepas rindu tiba tiba sebuah drum di pukul kuat.
DUM
semua refleks menoleh kaget ke arah sumber suara. netra izora menemukan sepupu perempuan nya satu lagi bernama safina, tengah duduk di bangku drum sambil menyilangkan tangannya di dada.
"cukup kangen kangennya! AYO KITA MAININ LAGI ALAT MUSIK UDAH DEBUAN INI!!"
"GAS!!!" teriak Chandra semangat lalu dia berlari menghampiri panggung yang memang di sediakan di taman belakang itu lengkap dengan alat band, di ikuti kenan, samudra dan kenzia.
semua memegang alat musik nya masing masing. Chandra dengan drumnya, kenan dengan gitar eletrik, samudra dengan gitar bass, kenzia dengan gitar akustik, safina dengan keyboard.
dan yang terakhir hanya dirinya
sebuah mic di lempar oleh kenzia dengan sigap izora menangkapnya, berjalan ke atas panggung lalu berdiri di tengah sambil memegang mic tersebut.
"SIAP?"
chandra mengangkat tangan yang memegang stik drum lalu mulai mengetuk benda itu.
"one,"
"two"
"three"
"four!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments