20, jadian?

Hari yang di tunggu tunggu oleh seluruh penghuni taruna akhirnya tiba, hari dimana taruna berulang tahun.

sesuai kesepakatan, seluruh murid taruna menampilkan pentas seni per kelas masing-masing.

kelas izora sudah lebih dulu tampil karena mendapat urutan kedua, sistem yang di pakai untuk pentas seni kali ini adalah sistem kocokan jadi mau tidak mau kelas yang mendapat urutan paling awal harus lebih dulu maju.

jika kalian bertanya pentas seni apa yang di tampilkan oleh kelas 12 IPA 2? jawabannya adalah tari boria upin ipin. tarian yang paling mudah, karena kelas izora itu orangnya anti ribet ribet.

"yang penting maju"

kalimat itu lah yang pertama kali akan di ucapkan oleh anak-anak 12 IPA 2 jika ada yang berkomentar tentang penampilan mereka.

sedangkan kelas davian, 10 IPS 3, baru saja selesai tampil. kelas 10 IPS 3 itu mendapat urutan paling terakhir sebelum acara penutupan.

"sekali lagi kasih tepuk tangan meriah untuk drama dari kelas 10 IPS 3!!!" ujar seorang gadis yang menjadi MC di acara ini.

"sebelum penutupan, ada sesuatu yang mau di tampilin nih dari seseorang, siapa ya kira kira?? ada yang bisa nebak?" tanya MC tersebut.

seluruh murid taruna serempak menjawab dengan tebakan yang berbeda beda.

"KAK LANGSUNG KASIH TAU AJA NAPE SI, JANGAN BUAT PENASARAN!" teriak salah satu siswi dengan kuat.

MC tersebut tertawa, "karna kakak nya yang disana udah ga sabar, langsung kita panggil aja yuk orangnya."

semua orang menatap ke arah panggung dengan rasa tidak sabar, menunggu MC tersebut memanggil nama orang yang dia maksud.

"DAVIAN BRAMASTA!!"

davian, si pemilik nama itu mulai berjalan menaiki panggung sambil membawa sebuah gitar.

pekik an dari banyak murid perempuan langsung terdengar membuat telinga izora memanas, menyebalkan sekali!

"tes tes" ujar davian mengetuk mic, memastikan mic tersebut menyala.

"sebelumnya saya mau berterima kasih karna sudah memberikan saya waktu untuk maju ke panggung ini sekali lagi. disini saya ingin membawakan satu lagu yang saya persembahkan untuk gadis cantik yang duduk di sebelah sana."

davian menunjuk ke arah tempat izora duduk, sedangkan si empunya yang merasa ter tunjuk malah bengong dengan mulut yang sedikit terbuka.

HEH KENAPA TIBA-TIBA BANGETTTT???!!!

izora berkedip, menoleh patah patah ke arah sampingnya, tempat dimana nessa duduk.

"yang di maksud cowo ganteng di atas panggung itu gue kan nes?" tanya izora tak percaya, menunjuk dirinya sendiri sambil senyum tertahan.

belum sempat nessa menjawab, suara davian kembali terdengar dari speaker "iya, yang gue maksud itu elo kak izora."

pekik an siswi taruna kembali terdengar, kali ini lebih kuat dari pada saat davian naik ke atas panggung.

"WOI INI KAK IZORA YANG DI SEBUT NAMANYA KENAPA GUE YANG BAPER???!!!"

"AAA GUE JUGA MAU!!! CARI COWO YANG KAYA DAVIAN DIMANA SIH?!!"

"APASI NJIR GITU DOANG?! GUE JUGA KAN MAU!!!"

yah dan lain sebagainya.

jika gadis gadis lain saja bisa baper setengah mati lalu bagimana kabar izora sebagai gadis yang namanya di sebut di mic?

perlahan kepala izora kembali menoleh ke arah panggung, bibirnya berkedut ingin menampilkan senyum, jantungnya mendadak berdisko, perutnya juga ikut bereaksi menjadi mules karena gugup dan senang bercampur menjadi satu.

"mohon tenang semuanya!!" ujar davian lagi hingga beberapa menit kemudian seluruh siswi taruna yang berkoar tadi langsung mengunci mulutnya rapat-rapat.

setelah memastikan semua nya tenang davian kembali berucap, "untuk kak izora nanti kalo namanya gue panggil tolong naik ke atas panggung ya."

mendengar itu perut izora bertambah mules, kedua tangan dan kakinya juga perlahan basah karena keringat.

ia panas dingin!

izora menggenggam kuat tangan nessa lalu berucap "nes gue mau ee', perut gue mules anjir!"

nessa ngakak, ia tidak membalas ucapan sahabat nya itu karena senar gitar mulai terdengar dari atas panggung.

davian mulai bernyanyi dengan netra yang terus menatap lembut wajah izora. menyelami mata berwarna coklat terang milik gadis itu.

Aku tak tau apa yang lain

Darimu hari ini

Apa itu karena sepatu flatmu

Atau kukumu yang baru kau warnai

Pernahkah kau bertanya

Seperti apa bentuk air tanpa wadah

Pernah pernahkah kau mengira

Seperti apa bentuk cinta

Rambut warna warni bagai gulali

Imut lucu walau tak terlalu tinggi

Pipi chuby dan kulit putih

Senyum manis gigi kelinci

Membuatku tersadar bentuk cinta itu

Ya kamu

Kini ku tau apa yang lain

Darimu hari ini

Itu bukan karena sepatu flatmu

Atau kukumu yang baru kau warnai

Pernahkah kau bertanya

Seperti apa bentuk air tanpa wadah

Pernah pernahkah kau mengira

Seperti apa bentuk cinta

Rambut warna warni bagai gulali

Imut lucu walau tak terlalu tinggi

Pipi chuby dan kulit putih

Senyum manis gigi kelinci

Membuatku tersadar bentuk cinta itu

Ya kamu

Oh oh

Pernahkah kau bertanya

Seperti apa bentuk air tanpa wadah

Pernah pernahkah kau mengira

Seperti apa bentuk cinta oh

Rambut warna warni bagai gulali

Imut lucu walau tak terlalu tinggi

Pipi chuby dan kulit putih

Senyum manis gigi kelinci, yeah

Rambut warna warni bagai gulali

Imut lucu walau tak terlalu tinggi

Pipi chuby dan kulit putih

Senyum manis gigi kelinci

Membuatku tersadar bentuk cinta itu

Ya kamu hu oh

Cuma dirimu hu

Untuku

bentuk cinta itu kamu

Oh ya kamu

lagu pun berakhir, suara tepuk tangan dengan meriah nya terdengar dari seluruh seantero sekolah.

"kak izora, boleh tolong naik ke atas panggung?" ujar davian dari mic.

sedangkan izora di tempat duduknya menarik nafas dalam dalam kemudian bangkit, berjalan menuju panggung walaupun jantungnya kini sedang dag dig dug serrr.

ni anak mau ngapain si anjir?! gue deg deg an bangsattt!!! teriak izora dalam hati.

ketika sudah di atas panggung ia melirik sekilas ke arah bundanya yang duduk paling depan samping sang papa sambil tersenyum menggoda.

sial!

"sini kak duduk" ujar davian seraya menggerakkan tangannya, mengkode untuk duduk di bangku samping cowo itu.

izora menurut, ia mulai mendudukan diri dengan gerakan kaku di tempat yang davian tunjuk.

"kak gue punya sesuatu buat lo, dan lo harus milih salah satu ya" ujar davian kemudian cowo itu mengeluarkan dua buah pena berbentuk pil obat dalam saku bajunya.

"kalau lo pilih yang biru, lo jadi pacar gue. kalau lo pilih yang merah, lo juga jadi pacar gue bedanya dia rasa strawberry."

izora membelalakan mata, ini ceritanya dia di tembak??!

bibir izora mengerut menahan senyum.

kenapa cowo inii lucuu bangetttt????!!!!

"jadi kak, lo pilih yang mana?" tanya davian dengan jantung berdegup kencang, seluruh orang yang kini menonton adegan tersebut juga ikut deg deg an menunggu jawaban izora.

mata izora memutar ke atas, menandakan jika gadis itu tengah berpikir.

beberapa menit kemudian...

"emm berhubung karna disini gaada yang warna ungu jadi gue ga milih deh, sorry ya.."

mendengar itu perlahan kedua bahunya davian jatuh melemas, "kak?" ucapnya tak percaya.

seluruh penonton juga ikut kecewa dengan jawaban izora. masa cuman gara gara tidak ada warna kesukaan gadis itu, cowo se lucu davian di tolak?!

melihat reaksi davian, tawa yang sejak tadi izora tahan akhirnya menguar, ia tertawa dengan sangat puas hingga davian yang di sampingnya terbengong karena terpesona.

"gue bercanda." ujar izora seraya mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air.

kemudian ia meraih kedua pena berbentuk pil obat tersebut.

"untuk buat warna ungu, kita butuh warna merah dan biru, jadi apa gue boleh pilih dua dua nya?"

kepala davian perlahan terangkat, menatap tak percaya gadis di sampingnya itu.

"kak? lo?" bibir davian mendadak kelu, ia tidak dapat melanjutkan ucapannya.

"boleh kan?" tanya izora lagi sambil memiringkan kepala, tersenyum.

davian berkedip dua kali.

ini maksudnya gue di terima kan???!!!

lalu tanpa persetujuan izora, davian menjatuhkan diri ke gadis itu, memeluk tubuh mungil tersebut dengan erat.

"jadi sekarang kita pacaran?" tanya davian setelah melepaskan pelukannya, mencengkram bahu izora pelan mencoba memastikan.

izora terkekeh, "tadi syarat nya gitu kan?"

davian tak dapat menahan senyum nya lagi, ia meraih tubuh gadis itu dan kembali mendekapnya.

izora membalas pelukan tersebut tak kalah eratnya, sebelum semuanya berakhir akibat ulah suara luna yang terdengar dari speaker.

"EKHEM." luna berdeham kuat di mic. entah sejak kapan gadis itu naik ke atas panggung.

"sorry gue gaada maksud ganggu acara lo berdua."

davian mendengus kesal hendak menimpali ucapan sahabatnya itu, namun ter urungkan saat semua anak kelas 10 IPS 3 berbondong-bondong naik ke atas panggung seraya membawa kue ulang tahun di iringi musik happy birthday.

davian speechless, tidak menyangka jika ia akan mendapatkan surprise seperti ini dari anak kelasnya.

"SELAMAT HARI BROJOL SAY!" ujar cakra heboh.

davian tersenyum, "thanks bro."

"jangan lupa pj nya ya!" kata cakra lagi sambil menyengir.

"santai."

"WOI CAKRA DAVIAN KITA POTO DULU SINI!!" teriak luna heboh.

cakra segera menghampiri gadis tersebut diikuti davian yang sudah pamitan pada izora.

lima belas menit kemudian sesi poto tersebut berakhir, semuanya turun dari panggung begitupun dengan pasangan yang baru saja jadian ini.

keduanya berjalan menuju tempat duduk dengan tangan davian yang bertengger manis di pinggang izora, lihatlah bahkan belum ada se jam cowo itu sudah sangat amat posesif.

izora mendangakkan kepala, menatap wajah davian yang lebih tinggi darinya.

davian yang merasa di perhatikan akhirnya menoleh, "kenapa?" tanyanya bingung.

izora menggeleng, lalu tanpa aba-aba salah satu jari telunjuk izora mendarat di hidung davian, mengetuk hidung mancung itu pelan.

"happy birthday."

davian terkekeh, ikutan mengetuk ujung hidung izora menggunakan jari telunjuk nya. membalas hal yang di lakukan oleh gadis itu,

"makasi." kata davian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!