"muka lo ga ada semangat banget, tiga hari belakangan ini." komen luna pada davian yang mukanya terlihat sangat masam.
saat ini siswa-siswi taruna sedang jam istirahat, seperti orang-orang pada umumnya luna, davian, sean, dan cakra bergegas menuju kantin.
"ya gimana mau semangat sih lun, orang kak izora nya aja lagi gaada di sekolah." sahut cakra, sedangkan si empu yang di bicarakan hanya melirik malas dua orang itu.
"padahal hubungan aja belum jelas, masa giliran orangnya gaada di sekolah udah sesedih ini?" celetuk sean.
"emang boleh?" sambung cowo itu.
"jangan ya dek ya..." sahut cakra sambil salah satu tangannya menepuk kepala luna.
luna yang tadinya terkikik seketika tantrum karena rambutnya berantakan "ISH CAKRA!"
cakra buru-buru menjauhkan diri dari gadis itu, bisa bisa ia di tendang lagi.
luna berdecak sebal, "lo kalo mau kaya gitu harusnya ke davian noh yang lagi sedih, ngapain ke gue?!! tuh kan rambut gue berantakan, elo sih! ah!" omelnya.
sean yang melihat itu mendekat, memasang raut wajah kasihan, "cup cup luna, mau gue bantuin ga?..."
"...bantuin biar tambah berantakan maksudnya." lanjut cowo itu cengengesan.
luna mendengus, "gausah, makasih!"
setelah melontarkan itu, netra luna menangkap tubuh seseorang yang sedang berjalan tak jauh dari tempat mereka berada, sepertinya tujuan orang tersebut sama dengan mereka, yaitu kantin.
cepat-cepat luna merapihkan kembali rambutnya, lalu tersenyum pada sean, "gue udah cantik belum?" tanyanya seraya menyelipkan anak helai rambut ke belakang telinga dengan gaya centil.
sean yang ditanya sontak melempar tatapan ngeri, ya gimana ga ngeri? seorang luna yang kerjaannya ngamuk ngamuk kaya nenek lampir tiba-tiba nanya kaya gitu? di tambah lagi senyum dia sekarang yang sok malu-malu kambing.
"sean ih!! gue udah cantik belumm??!!" tanya luna lagi dengan nada tak sabar.
"sok cantik lebih tepatnya!!" bukan, bukan sean itu yang jawab, tapi cakra.
memangg benar benar cari mati anak satu itu.
"DIEM DEH LO! GUE GA NANYA LO!" balas luna galak.
"dih? kan gue jawab jujur!"
"GUE GA BUTUH JAWABAN LO." luna mendengus lalu ia berjalan mendekati davian.
"gue udah cantik kan dav?" tanyanya pada cowo itu.
davian yang sedang lemah, letih, lesu, loyo itu memilih mengangguk, dari pada masalahnya semakin panjang kan?
"hum cantik, tapi ga secantik kak izora."
"HAH CANTIK? MATA LO KATARAK DAV?!" teriak cakra syok.
davian tak menyahut, biarkan saja cowo itu ingin berkata apa jika ia meladeni maka tidak akan selesai.
"oke, makasi davian."
luna tersenyum
"kalo gitu gue mau ke Arya dulu!"
kemudian luna berlari mendekati cowo yang tengah menjadi crush nya itu, namun sebelum ia pergi si empunya melempar lirikan sinis sambil mengacukan jari tengahnya ke arah cakra.
cakra terdiam, wajahnya mendadak murung.
sean yang menyadari itu langsung merangkul nya, lalu berucap, "mangkanya cak, lo kalo ngejailin dia jangan keterlaluan."
cakra tertawa sumbang, "mau gimana lagi? itu satu satunya cara biar gue dapet perhatian dia."
"yan" panggil davian pada sean.
si pemilik nama menoleh, menaikkan sebelah alisnya.
"udah pernah ngerasain suka sama sahabat sendiri tapi dianya ga peka karna di jailin terus, belum?" tanya davian lempeng.
seakan mengerti yang di maksud sahabatnya itu ia menjawab, "jangan ya dek ya!"
"bahaya ya dek ya!"
cakra mendengus, mengacungkan satu jari tengah nya, "FAK LAH KATA GUE TEH!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments