...Duhai rembulan,...
...tahan dulu matahari datang...
...Malamnya indah, ...
...ku tak ingin cepat berakhir sudah...
...Begini begitu~Maliq and D'Essentials...
...****...
Setelah menyelesaikan makan malamnya kini izora dan davian tengah duduk di balkon kamar izora, yang sudah di alasi oleh karpet sebelumnya.
"perut lo masih sakit?" tanya davian membuka pembicaraan.
izora menggeleng "udah ngga,"
"obat nya udah di minum?" tanya davian lagi.
"udah, tadi sebelum makan."
dan setelah itu hening.
keduanya sama sama terdiam, menikmati udara malam.
"ian, makasih." ujar izora tiba-tiba.
davian menoleh, "ini udah yang ke 55x nya lo bilang makasih dari lo sadar tadi pagi. jadi, stop ngucap makasih."
izora terkekeh, "sorry, tapi gue ga enak sama lo, karna udah ngerepotin harus ngangkat gue ke uks."
"selagi itu lo, gue ga merasa di repotin kak, gue malah seneng, kalo yang ngerepotin gue itu lo."
blush
apa-apaan pipinya ini? masa hanya ucapan seperti itu saja sudah langsung merona?!cepat-cepat izora membuang muka agar semburat merah di wajahnya itu, tidak dilihat oleh makhluk di sebelahnya ini.
"A-apansi?! gue malah yang ga enak ya karna harus ngerepotin lo mulu!" balas izora gagap, tanpa melihat si lawan bicara.
sekarang gantian davian yang terkekeh, "kan udah gue bilang tadi, kalo itu lo, gue ga merasa di repotkan. sama sekali."
cih, bocah ini! belajar gombal dari mana si dia?! batin izora geram.
suasana keduanya kembali hening, sebelum izora tiba-tiba menarik pundak davian lalu menidurkan nya di paha gadis itu sendiri.
"k-kak, l-lo ngapain?!" tanya davian terkejut dengan mata melotot.
"syut diem, anggep aja ini tanda terima kasih dari gue, karna lo udah nge-gendong gue tadi pagi ke uks."
davian menghela nafas, mencoba men rileks kan seluruh tubuhnya, "tapi lo gausah ngelakuin kaya gini juga kak, ucapan terima kasih dari lo aja udah cukup."
"lagian kepala gue berat, nanti kaki lo pegel." sambung davian.
izora menggeleng, "selagi itu lo, gue gak merasa keberatan." balasnya, mengikuti kata-kata davian tadi.
davian mendengus, melirik gadis itu sekilas tanpa ada niatan membalasnya.
tiba-tiba tangan izora terangkat, mengelus rambut milik cowo yang sedang rebahan di pahanya itu dengan lembut.
"rambut lo halus." kata izora.
"hm" gumam davian sambil menutup mata, menikmati elusan tersebut.
"bulannya cantik ya.. " ujar izora seraya menatap bulan purnama yang terlihat indah di langit.
refleks davian membuka mata, "iya, kea lo" sahutnya.
tatapan izora seketika berpindah ke arah cowo itu, "thanks, gue tau gue emang cantik."
mendengarnya, mata davian mendelik, "dih?"
kok malah jadi besar kepala?
tapi emang bener sih, kalo izora itu cantik.
pake banget malah.
karna tidak ingin membuat gadis itu semakin besar kepala, akhirnya davian memilih mengalihkan pandangan nya.
saat menatap ujung balkon ia menemukan gitar disana.
"punya siapa?" tanya davian menunjuk gitar tersebut menggunakan dagunya.
izora menoleh, menatap arah yang di tunjuk oleh cowo itu.
"punya kakak gue." jawab izora.
"kakak?" tanya davian bingung. setaunya izora adalah anak satunya dari pasangan darrel dan nathalie.
seakan tau yang di pikirkan cowo itu izora membalas, "kakak sepupu,"
"oh"
"lo mau nyoba mainin?" tanya izora.
"emang boleh?" tanya balik davian seraya menatap gadis itu dari bawah dengan mata berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan banyak mainan.
"boleh lah, emang ada yang ngelarang? mainin aja."
kemudian davian bangkit dari posisi nyamannya itu, mengambil gitar tersebut lalu kembali mendudukkan diri di samping izora.
"lo bisa mainin nya?" tanya izora.
davian mengangguk, "bisa, gue di ajarin sama abang gue."
"mau gue nyanyiin lagu?" tanya davian.
izora tersenyum, "boleh, tapi jangan lagu nina bobo ya."
davian terkekeh lalu ia mulai memetik senar gitarnya.
cowo itu membuka mulut, mulai bernyanyi dengan suara yang indah, dan tentunya sambil menatap wajah izora tanpa henti.
Sore tadi kubilang
Kau pun bilang perasaannya sama
Oh dunia ini seperti fantasi
Tak ada batas harus begini begitu.
uh uh uh
Duhai rembulan, tahan dulu matahari datang
Malamnya indah ku tak ingin cepat berakhir sudah
Tolong gemintang, senangi hati ini jangan pulang
Biar semua melihat aku kamu.
Berseri, memohon waktu berhenti
Untuk mengerti aku dan kamu begini begitu
dan tiba-tiba saja izora menyahut, ikut bernyanyi lagu milik Maliq and D'Essentials di lirik selanjutnya hingga lirik lagu itu berakhir.
Duhai rembulan, tahan dulu matahari datang
Malamnya indah, ku tak ingin cepat berakhir sudah
Tolong gemintang, senang hati ini jangan pulang
Biar semua melihat aku kamu berdansa di taman ria
Romansa hati dimanja
Amin untuk kita
Ucap iya biar nyata
Duhai rembulan, tolong gemintang
Duhai rembulan, tolong gemintang
Biar semua melihat aku kamu.
"suara lo bagus." puji keduanya setelah lagu tersebut berakhir, secara bersamaan.
lalu kemudian dua manusia itu terkekeh tanpa adanya sebab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments