...Ijinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu,...
...memberi cinta...
...memberi semua yang engkau inginkan...
...selama aku mampu aku akan berusaha...
...mewujudkan semua impian dan harapan...
...tuk menjadi kenyataan...
...Pilihanku~Maliq and D'Essentials...
...****...
Malam harinya, setelah selesai mengerjakan semua pr, izora mulai merenggangkan tubuhnya. untung saja besok adalah hari minggu, jadi ia bisa bersantai dengan puas, tanpa takut di hantui oleh pr yang menumpuk.
merasa tidak perlu ada yg di lakukan lagi, izora mulai bangkit dari meja belajar dan melangkah turun, menuju ruang keluarga. ia yakin pasti nathalie tengah berada di sana sekarang.
"eh, mba" panggil izora pada salah satu pelayan dirumah nya tersebut.
pelayan itu menoleh, "iya non, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
"tolong beresin kamar saya ya mba, berantakan banget soalnya." ujar izora.
Pelayan tersebut menggangguk, "iya non, nanti saya kesana."
"oke mba, makasih ya." kata izora seraya tersenyum.
lalu gadis itu mulai melanjutkan langkah nya, menuruni tangga.
sesampainya di ruang keluarga, izora langsung mengernyitkan dahinya ketika melihat tatapan sang bunda sangat fokus pada handphone, bahkan tayangan tv yang selalu menjadi favorit wanita itu saja sampai di cuekin.
"bun ngapain? serius amat." tanya izora.
"lagi nyari resep kue." jawab wanita berkepala tiga tersebut tanpa menoleh.
"tumben." komen izora seraya mendudukkan tubuhnya di sofa, samping sang bunda.
mendengar itu, nathalie menoleh "bunda waktu itu pernah janji mau ngasih kue ke temen deket bunda, eh malah ga sempet terus. jadi besok ini bunda barusan mau buat." terang nathalie.
izora mengangguk mengerti seraya memasukkan camilan keripik singkong ke dalam mulutnya.
"jadi, kamu besok ya yang tugasnya nganterin kesana." ujar nathalie tersenyum.
Izora menoleh tidak terima, kenapa jadi dirinya ikut terseret kedalam urusan wanita itu?
"apa-apaan. gamau ah, orang besok ola mau nge rewatch naruto kok." tolak izora mentah-mentah.
"ngga ada ga ada ga ada, besok tugas kamu itu, pagi nyiramin tanaman bunda, siang anterin kue ke rumah temen bunda, sorenya pijitin bunda."
"gamau ya, besok waktunya ola nyantai. jadi bunda jangan usik usik ola besok!" ujar izora.
"lagian apa-apaan banget nyuruh ola nyiramin tanaman, nganterin kue bunda itu. emang bunda kira ola tukang kebun plus kurir?" izora menatap wajah bundanya itu sengit.
nathalie yang tidak mau kalah, ikutan balik menatap wajah sang anak dengan tak kalah sengitnya, "oke kalau ga mau bantuin, bunda potong uang jajan kamu selama sebulan!" ancam nya.
"ISH APALAH MAINNYA ANCEMAN!" kata izora sebal.
nathalie tersenyum miring, "tinggal kamu pilih aja, mau bantuin bunda atau mau bunda potong uang jajan kamu sebulan hm?"
sambil berdecak izora membalas, "oke fine ola pilih opsi pertama."
demi uang jajan, aku rela melakukan apapun batin izora pasrah.
...****...
keesokan paginya...
"lo tuh ya, nyusahin aja bisanya." omel izora pada tanaman milik nathalie.
Namun, tak urung ia mulai menyirami nya satu persatu dengan pupuk.
"kalo berani idup, berani juga dong nyari makan sendiri. bukan malah diem aja, nunggu ada orang yang ngasih." kata gadis itu lagi sambil misuh-misuh.
"dasar beban!" izora menendang pot tanaman tersebut.
"HEH! BUNGA BUNDA RUSAK, KAMU YANG BUNDA JUAL YA!" teriak nathalie menggelegar dari dalam dapur.
Ternyata diam diam wanita itu mengawasi.
memang taman ini dirancang dengan posisi yang bersebelahan dengan dapur, karena itu adalah permintaan dari nathalie.
"BUNDA TEGA NGEJUAL OLA CUMA KARNA BUNGA BUNGA JELEK INI? JADI SEBENERNYA OLA TUH DISINI ANAK KANDUNG ATAU ANAK TIRI NYA BUNDA SIH?" balas izora ikutan berteriak.
"UDAH CEPETAN DI KERJAIN GAUSAH BANYAK DRAMA!"
Izora menghela nafas lelah, "jadi semakin yakin gue, kalo sebenarnya gue adalah anak tiri." lirih gadis itu pelan.
siang harinya..
"nih anterin," nathalie menyodorkan paperbag berisi kue yang wanita itu buat.
Izora menerimanya dengan ogah-ogahan.
"bilangin ke tante jesica maaf bunda baru bisa ngasihnya sekarang."
"hemm" balas izora malas.
Melihat nya nathalie terkekeh, "makasih sayang."
"cih giliran gini aja baru sayang-sayang." dumel izora sebal.
nathalie terkekeh "yaudah sebagai tanda terima kasih karna ola udah mau bantuin bunda hari ini, nanti bunda beliin tas gucci keluaran terbaru yang ola mau." ucap nathalie.
mata izora seketika berbinar, "BENERAN?!"
nathalie mengangguk.
"aaa makasiii bunda sayang, lope deh."
"eits tapi inget tugas kamu belum selesai, masih harus mijitin bunda ntar." nathalie menaik turunkan alisnya.
"ish korting aja si yang itu, ola capek bundaaa" rengek izora memohon.
"oh yauda berarti tas gucci nya hangus."
"ck nyebelin, yauda ntar pulang dari ini ola pijitin. awas aja kalo bunda ga nepatin janji." ancam izora.
"kapan bunda ga nepatin janji?" tanya nathalie
"ya siapa tau kan, udah ah ola mau nganter ini dulu. bye." izora meraih kunci mobilnya, lalu mulai melesat pergi dari dapur tersebut.
"Hati-hati!" teriak nathalie.
"iyaa!"
...****...
sesampainya di depan rumah besar bergaya Eropa, izora tanpa berpikir panjang langsung memecet bel milik rumah tersebut.
tak lama kemudian pintu rumah itu terbuka, menampilkan sosok pria tinggi berwajah tampan yang kemarin tidak sengaja ia tabrak di lorong sekolah.
"loh davian?" tanya izora, mata gadis itu melebar terkejut.
"kak izora?" sama dengan izora, si pemilik rumah juga tak kalah terkejut nya.
"ada perlu apa ya kak?" tanya davian mengusap belakang tekuknya yang tidak gatal.
Izora menggigit bibir bagian dalamnya malu, "em ini gue disuruh bunda nganter sesuatu ke rumah tante---" belum selesai izora berbicara suara seorang wanita terdengar dari dalam rumah davian
"ada siapa vian?"
davian menoleh, "ini mah--"
"eh ini izora ya?" tanya wanita tersebut setelah berdiri di samping davian.
Izora berkedip dua kali, "iya tan, ini bener tante jesica?"
jesica mengangguk, "iya, yuk masuk dulu. ga enak ngobrol sambil berdiri kaya gini. davian kenapa ga disuruh masuk dari tadi izora nya?"
"eh tan, gausah. maaf banget tapi izora ga bisa lama-lama, ini tan dari bunda katanya maaf baru bisa ngasih sekarang." izora menyodorkan paperbag yang dibawa nya kepada jesica.
Jesica menerimanya dengan senang hati "bilangin ya ke bunda kamu makasih banyak, suru main kesini gitu. kamu juga sayang banget, kenapa harus buru-buru padahal tante mau ngobrol sama kamu sambil duduk santai."
Izora meringis "maaf tan, lain kali aja ya. soalnya lagi sibuk banget di rumah."
"iya gapapa, sekali lagi makasih ya cantik. kalau ada waktu luang sering sering main kesini sama bunda kamu. biar kita bisa ngobrol bareng."
Izora tersenyum, "iya tan, kalau gitu izora pamit ya."
jesica mengangguk, "oke, hati-hati!"
wanita berkepala tiga itu mengantar izora ke halaman rumah, diikuti anak laki-laki yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.
saat izora hendak memasuki mobil, suara milik davian memangil namanya, membuat gadis itu reflek menoleh cepat ke arah sumber suara.
"kak zora"
"iya?"
Davian berjalan, menghampiri tempat gadis itu berada.
"em.. "
"..besok mau berangkat bareng?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Mary_maki
Gak sabar pengin baca kelanjutan karya mu, thor!
2024-06-21
0