18, gadis lancang!

Sesampainya di kantin, davian dan sean langsung mencari bangku kosong sedangkan cakra memesan makanan.

tak lama kemudian cakra datang dengan nampan yang membawa pesanan mereka.

saat davian baru ingin memakan makanannya tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri, gadis yang dua hari lalu pernah bertabrakan dengannya di lorong, dan sekarang gadis itu selalu menghampiri nya saat ia sedang berada di kantin.

kalau di tanya ia risih atau tidak, jawabannya adalah sangat risih. apalagi saat gadis tersebut mengoceh, menceritakan sesuatu yang menurutnya sangat tidak penting untuk ia dengar.

jika saja yang mengoceh itu adalah izora, maka davian akan dengan senang hati mendengarkan. itu hanya khusus untuk izora seorang tidak untuk yang lain.

ah ia sungguh merindukan gadis itu, sedang apa ya dia disana sekarang? apa dia juga merindukan dirinya seperti yang ia rasakan? apa dia bersenang-senang?

pertanyaan-pertanyaan itu seketika buyar bak di telan bumi saat gadis yang tadi menghampirinya itu berteriak.

"ih davian! aku nanya loh?! kok kamu diem aja sih?!" gadis bernama diana itu seketika bersedekap dada dengan raut wajah merenggut.

davian mengernyit jijik.

di kira imut apa ya ekspresi nya itu?

"penting gue jawab?" tanya balik davian ketus. ia mulai memakan makanan nya yang tadi sempat tertunda.

"penting lah, kan aku nanya, orang nanya itu harus di jawab!" balas diana.

"tapi menurut gue itu ga penting." bantah davian.

"dan lagi gue gaada mempersilahkan lo duduk."

"ah?" diana menatap wajah tampan davian itu.

"tadi cakra ngizinin, mangkanya aku duduk."

sontak davian menatap tajam cakra yang kini tengah menyengir sambil mengangkat dua jarinya, membentuk peace.

davian menghela nafas kasar, lalu kembali melanjutkan menyantap makanannya.

diana? gadis itu masih terus mengoceh yang sesekali di tanggapi oleh sean dan cakra dengan raut tertekan.

jika saja disini ada luna mungkin wajah diana sudah di siram dengan es teh nya karena gadis tidak bisa diam. luna adalah tipikal gadis yang tidak suka berisik saat makan karena itu mampu menghilangkan mood makannya.

ngomong-ngomong gadis itu ada dimana ya? apa dia makan di tempat lain bersama crush nya? tumben sekali batang hidungnya tidak terlihat dikantin.

saat masih sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba sebuah tisu mendarat di sudut bibir nya, mengelap noda makanan yang menempel disana.

seketika tubuh davian menegang.

ini adalah yang kedua kali semua pikiran davian bubar, dan itu semua berasal dari tingkah gadis berisik di sampingnya itu.

tanpa pikir panjang davian menyentak kasar tangan yang memegang tisu tersebut.

ia berdiri, menatap nyalang si empunya.

"lo?!"

diana, si pelaku atas kejadian itu terlonjak, ia tidak mengira jika davian akan emosi hingga wajahnya menyeramkan seperti sekarang.

gadis itu menunduk dalam, tidak berani menatap davian sama sekali.

tubuhnya bergetar ketakutan.

"m-maaf davian, t-tadi aku udah izin sama k-kamu tapi ka-kamunya diem aja, j-jadi aku kira b-boleh." ujarnya terbata.

"sekali lagi lo lancang kaya tadi, jangan harap kedua tangan lo selamat!" ancam davian.

setelah itu ia beranjak keluar dari kantin dengan wajah menahan emosi yang sangat terlihat.

tanpa dia sadari seorang gadis merekam kejadian itu dari awal, lalu mengirimkannya pada izora.

"udah liat videonya kan? jangan lama-lama lo disana, atau bronis kesayangan lo beneran bakal di ambil orang." ujar gadis itu di telpon.

"shit! gue pulang pagi ini!"

...****...

izora melangkah keluar dari kamar mandi ketika selesai menuntaskan hajatnya, kemudian ia meraih handphone lalu melihat jam disana.

04:30

pantas saja matanya masih terasa sangat berat.

saat hendak kembali tidur, notifikasi pesan dari nessa masuk. segera ia membukanya.

sahabat nya itu mengirimi sebuah video, tidak ingin ditelan rasa penasaran ia memilih membukanya.

video yang dikirim oleh nessa itu memiliki durasi yang cukup panjang, karena tidak sabar izora akhirnya mempercepat video tersebut.

sampailah dimana video itu menampilkan sebuah gadis yang tidak izora ketahui namanya dengan lancang mengelap sudut bibir davian kemudian cowo itu langsung menatapnya dengan penuh amarah.

dan setelah itu sebuah telpon masuk dari nessa, tanpa menunggu lama ia mengangkatnya.

"udah ngeliat videonya kan? jangan lama-lama lo disana atau bronis kesayangan lo beneran bakal di ambil orang." ujar nessa to the point.

tangan izora mengepal "shit! gue pulang pagi ini!"

lalu

tut.

izora mematikan telpon itu secara sepihak, kemudian beralih ke nomor lain dan menelponnya.

"halo,"

"tolong siapkan pesawat saya, saya akan pulang ke Indonesia pagi ini."

"baik nona."

tut.

rasa kantuk yang tadi menguasai nya seketika menguap hilang entah kemana, di gantikan oleh amarah yang memuncak.

sungguh, rasanya sekarang ia ingin sekali mencabik cabik wajah milik gadis yang berada di video itu.

izora kembali merebahkan diri, menghiraukan rasa kesal yang tertahan itu dan mencoba untuk kembali tertidur.

satu menit

tiga menit

lima menit

tujuh menit

tujuh menit berlalu, dan rasa kantuk itu sepertinya tidak ada niatan untuk kembali datang.

izora mendudukkan diri, mengacak kesal rambut nya, "ARGHHH" ia menggeram.

akhirnya dia memilih bangkit, berjalan menuju balkon, menatap langit yang saat ini masih terlihat gelap.

mencengkram kuat pembatas balkon tersebut, kemudian berdesis kesal

"He's mine, no one deserves to have him except me!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!