"bun, dulu waktu sekolah bunda pernah punya secret admirer ga?" tanya izora pada sang bunda.
kedua orang itu kini tengah berada di ruang keluarga untuk menonton televisi bersama.
Nathalie, bunda izora menoleh "em, secret admirer ya?" mata wanita itu melirik ke atas, terlihat sekali jika dia sedang berfikir.
"pernah. kenapa emangnya?"
izora menggeleng, "ga papa sih, nanya aja. terus ketauan ga sama bunda si secret admirer itu?"
bunda izora mengangguk antusias, "iya ketahuan, karna waktu itu bunda penasaran banget siapa yang sering ngasih hadiah di lemari loker bunda. akhirnya bunda mutusin berangkat kesekolah pagi cuman untuk nyari tau siapa orang itu. dan waktu udah tau orang nya siapa bunda ga nyangka banget, eh ternyata ujungnya kita malah deket terus pacaran deh."
mata izora membelalak, "kok bisa mulus gitu jalan ceritanya?"
Nathalie terkekeh, "sebenernya ga semulus itu, karna waktu itu grandma sama grandpa mu ga nyetujuin hubungan kita."
"dan kita juga sempet putus lama, karna emang udah ga ada harapan lagi disitu." sambung wanita berkepala tiga itu.
"tapi karna papa mu yang ganteng ini pantang menyerah, akhirnya papa berhasil dapetin bunda kamu yang cantik kaya bidadari ini dan juga restu grandma sama grandpa mu." sambung seseorang dari belakang.
dia Darrel, ayah izora.
"nyambung aja, ga ada kabel padahal." cibir nathalie dengan pipi merona.
Darrel tak menghiraukan ucapan istrinya itu, ia lebih memilih duduk di sampingnya lalu menduselkan hidung mancung nya ke leher sang istri.
izora yang sudah biasa melihat itu hanya menatapnya malas, lalu atensinya kembali beralih pada sang bunda. "jadi papa si secret admirer itu bun?"
natalie mengangguk, "iya dulu waktu sekolah papa mu ni adik kelas nya bunda, itulah faktor utama kenapa grandma sama grandpa ngga setuju sama hubungan kita."
"terus kok ujungnya grandma sama grandpa bisa nyetujuin?"
"kalo yang itu rahasia." jawab natalie tersenyum.
"nah, mangkanya besok kalau kamu nyari cowo, cari yang kaya papa, pantang menyerah untuk bisa dapetin sesuatu," sahut darrel menoleh ke arah izora.
lalu ia kembali menatap wajah natalie dengan tatapan yang sangat lembut, "apalagi sesuatu yang menurut nya paling berharga. sekalipun dia harus ngasih dunianya."
...****...
"gedek banget gue anjing sama si burik, udah tau jam istirahat masih aja nyerocos jelasin materi." sungut izora sebal.
burik yang mereka maksud adalah bu rika, guru yang mengajar kimia di kelas12.
"tau anjing, korupsi waktu banget. mana ngasih pr nya ga mikir lagi, dia kira cuman pelajaran dia doang yang ada pr yang lain ngga?" balas nessa tak kalah sebal.
kedua gadis cantik itu kini tengah berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah kroncongan sejak tadi. ya, jangan lupakan mulut mereka yang masih belum berhenti menyumpah serapahi si 'burik'.
Dan akhirnya kedua manusia itu sampai juga di kantin dengan kondisi yang sudah sangat ramai.
"penuh banget anjir, lo yang nyari tempat duduk ya, gue yang mesen makanan." ujar nessa sambil tersenyum menyebalkan.
"ish si babi, yaudah gue bakso sama es teh deh."
"woke" nessa mengacungkan jempolnya lalu gadis itu mulai berjalan menuju stand makanan.
Izora sendiri mengedarkan pandangannya untuk mencari bangku kosong. namun sayangnya tidak ada satu pun yang tersisa.
gadis itu menghela nafas.
"kak nyari bangku kosong ya?" tanya salah satu siswi yang tidak ia kenal sedang duduk di samping tempatnya berdiri.
izora menoleh, lalu mengangguk.
"disini aja kak, kita juga udah selesai ko." ujar siswi itu lagi. kedua gadis tersebut pun bangkit dari duduknya.
"oh yaudah kalo gitu, makasih yaa!" balas izora tersenyum.
"iya kak, sama sama." setelah nya kedua gadis itu melenggang pergi.
tak lama kemudian nessa datang dengan membawa bakso dan es teh.
"nih punya lo."
Izora menerima mangkok yang berisi bakso itu dengan antusias. saat hendak menyuapkan makanan nya kedalam dalam mulut, seseorang datang lalu dengan santai nya duduk di samping izora.
"butuh di suapin sayang?" tanya orang tersebut.
Dia Kenzo, Laki-laki yang amat sangat izora benci.
"ngapain lo kesini?!" tanya izora ketus, gadis itu kembali meletakkan sendoknya ke dalam mangkuk.
nafsu makannya mendadak hilang karena melihat wajah sok kegantengan milik cowo itu.
"ngeliatin pacar gue makan lah." jawab kenzo tengil.
"ga ada pacar lo disini, jadi mending sekarang lo pergi!"
"ga mau, orang gue mau ngeliatin cewe gue makan kok."
izora menutup matanya erat, menahan emosi akibat kelakuan cowo yang duduk di sampingnya ini.
"lo salah tempat, di meja ini ga ada sama sekali cewe atau pacar yang lo maksud itu!"
"kata siapa? orang pacar gue itu lo." kenzo menopang dagunya seraya menatap izora dalam.
izora yang muak langsung berdiri lalu menarik tangan nessa, sebelum ia menjauhi mejanya itu izora berucap, "gue bukan pacar lo, dan sampai kapan pun gue ga akan pernah mau jadi pacar lo! so, stop panggil gue dengan sebutan itu, enek gue dengernya!"
lalu kedua gadis itu berjalan keluar dari kantin, dengan izora yang menghentak-hentak kan kakinya kesal.
Kenzo yang melihatnya tersenyum smirk, "sekarang lo masih bisa ngomong gitu ra, liat aja gue bakal buat lo jadi milik gue dan lo bakal tarik balik ucapan lo itu." gumam kenzo pelan dengan tangan yang terkepal kuat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments