setelah insiden di kantin tadi, izora langsung meminta davian untuk mengantarnya pulang. tanpa pikir panjang davian segera menuruti permintaan gadis itu.
dan saat izora sampai dirumah ia langsung berlari masuk dengan wajah yang dipenuhi air mata. izora tak peduli jika di sekolah masih jam pelajaran. yang dia inginkan sekarang hanyalah memeluk bundanya lalu menangis kencang disana.
bahkan davian yang mengantar nya pulang saja ia tinggal di halaman.
"HIKS BUNDAAA!!"
Nathalie yang tadinya sibuk membaca majalah langsung menoleh menemukan anak kesayangan nya itu yang terlihat kacau.
Buru-buru Nathalie bangkit lalu menghampiri izora dan memeluknya.
"hei, anak cantik bunda kenapa nangis?" tanya nathalie dari nada bicaranya terlihat sekali jika ia sangat khawatir.
izora itu aslinya adalah gadis manja yang cengeng. luarnya saja ia terlihat angkuh, terlihat seperti gadis pemberani yang berani melawan orang yang menakalinya, namun saat ia sampai di rumah izora akan nangis kejar seperti balita yang mainan nya di ambil.
"hiks t-tadi hiks ola..." izora tidak bisa melanjutkan ucapannya. dadanya masih terasa sangat sesak.
"syutt nangis dulu aja, gapapa. nanti kalo udah tenang baru ola cerita." ujar nathalie sambil mengusap lembut punggung izora.
izora menurut, ia menangis kuat di dalam pelukan nathalie mengeluarkan segala kekesalannya.
tiba-tiba saja davian datang, nathalie yang melihat nya langsung menyuruhnya duduk tanpa mengeluarkan suara yang langsung di angguki oleh si empunya.
jadilah ruangan itu kini hanya terdengar isak tangis izora.
setelah dua puluh menit berlalu barulah izora tenang, ia melepaskan pelukan tersebut. mata dan bibir gadis itu kini terlihat membengkak seperti di sengat tawon. hidung mancung nya telihat memerah dengan sedikit ingus di dalam sana.
"udah nangisnya?" tanya nathalie seraya menyematkan rambut izora ke belakang telinga.
davian yang sejak tadi duduk disana hanya memperhatikan interaksi ibu dan anak itu.
izora mengangguk, lalu ia mulai membuka mulut menceritakan seluruh kejadian yang ia alami di sekolah tadi hingga membuatnya nangis kejar seperti ini.
diam diam nathalie menahan amarahnya, lihat saja apa yang akan ia lakukan nanti pada gadis yang sudah membuat anak kesayangannya itu menangis hingga seperti ini.
"sekarang, kepala ola masih sakit?"
izora mengangguk dengan pandangan sendu, "rambut ola sekarang jadi jelek, davian pasti udah ga suka lagi sama ola." ujarnya sedih matanya kembali bekaca-kaca hendak menangis kembali.
davian yang mendengar nya seketika menggeleng kuat, berjalan menghampiri gadis itu dan berjongkok di hadapan izora,
"kata siapa? di mata gue, lo sekarang masih tetep cantik. jangan pernah mikir gitu lagi kak. gimana pun penampilan lo gue tetep suka sama lo, karna lo itu izora aurelia amberrlyn. gadis yang gue suka dari awal kita ketemu." ujar davian sungguh-sungguh. tidak ada satupun kebohongan di dalam kalimat tersebut.
atau lebih tepatnya dari kita kecil sambung davian dalam hati.
selesai mengakatan itu jari telunjuk davian mengetuk pelan hidung izora. seperti yang sering mamanya lakukan ketika selesai menasehati nya.
kali ini davian benar-benar seperti menghadapi anak kecil yang menjelma menjadi anak SMA.
"tuh denger, davian masih suka sama ola. jadi udah ya ola jangan nangis lagi." ucap nathalie.
izora menatap davian lekat, "beneran? lo ga bohong kan?"
davian menggeleng seraya tersenyum teduh, "ngga, ga ada untungnya juga gue bohong."
"mau peluk?" tanya davian menawarkan.
izora tak menjawab, ia langsung menerjang tubuh laki laki tersebut sambil terisak kecil. menelusup kan kepalanya ke leher davian mencari kenyamanan dan kembali menangis disana.
davian mengusap lembut surai izora yang kini ada beberapa yang rontok karena insiden jambak menjambak tadi.
ia mendekatkan bibirnya ke telinga izora, lalu berbisik lirih yang hebatnya membuat dada izora menghangat, "i love you kak, today, tomorrow and forever."
ya, davian tidak bisa berbohong ia benar-benar jatuh dalam pesona izora. tawanya, senyumnya, tangisan nya, binar matanya dan semua hal yang berkaitan dengan gadis itu davian menyukainya.
...****...
setelah lelah menangis tadi izora memilih untuk tidur siang, dan kini saat ia terbangun jam sudah menunjukan pukul 4 sore.
izora meraih benda pipih berlogo apel digigit miliknya, membuka aplikasi whatsapp lalu membuka grup yang isinya ia bersama para sepupu.
...barisan pahlawan...
sapi uncle muthu
izora sayangg ga mau gabungg?
samudra Hindia
adek cantik gue mana nii ko ga muncul ya?
kenjiul
sini jo, nnti kita latian ngeband lg
kenannluv
kesayangan kenan mana nih ko ga keliatan batang idungnya?
Chandra mart
olaaa perlu gue susul kesana ga nih?
senyum izora mengembang ketika membaca pesan pesan dari sepupu kesayangan nya itu. lalu ia mulai mengetikkan balasan
izora
KOO BARU BILANG SEKARANG SII KLO KALIAN PADA NGUMPUL DI RUMAH GRANDMAA??!
sapi uncle muthu
mendadak sayangg, ini kita aja baru pada selesai istirahat.
izora
boong, gue ngambek intinya! :((
Chandra mart
jgn marah dong, gue susul kesana ya sekarang, nanti candra peluk ola dehh
izora
gausa, candra juga baru sampai sana kan? kalo candra ke Indonesia pasti capek banget. biar ola aja kesana sendiri.
setelah itu izora bangkit dari tidurnya, berjalan terburu-buru menuju kamar sang bunda.
"bun" panggil izora.
"iya sayang, sini masuk." jawab nathalie dari dalam.
izora melangkah masuk.
"besok ola mau ke tempat grandma, sapi, jia sama yang lainnya ada disana." izin izora.
"yauda, besok berangkat. nanti bunda yang izinin sekolahnya. kalo udah disana nanti sekalian ola ke salon ya, biar di perbaiki lagi rambutnya yang rusak." kata nathalie sambil tersenyum lembut.
izora mengangguk senang, "makasih bunda."
kemudian gadis itu berjalan keluar dari kamar sang bunda, kembali ke kamarnya dengan langkah riang.
setelah memastikan izora keluar dari kamar nya, nathalie langsung meraih handphone, mendial nomor seseorang.
"siapkan jet pribadi untuk anak saya besok pergi ke Belanda, dan siapkan juga mobil yang menjemputnya di bandara belanda."
"siap nyonya"
tut.
semoga saja rencana kali ini untuk membuat putri kesayangan nya agar kembali bahagia itu berhasil. dan untuk gadis bersama salsa biar saja darrel yang mengurusnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments