"WOY LO SEMUA DENGERIN GUE!!!" teriak nezha, ketua kelas 12 IPA 2.
manusia-manusia yang tadinya tengah sibuk dengan urusannya masing masing karena sekarang sedang jamkos, langsung menoleh ke arah papan tulis, dimana nezha tengah berdiri.
"apaan? kalo ga penting gue mau lanjut tik tok an nih!"
"beneran gue, kalo yang lo sampein ga penting gue bacok lo za, ganggu gue dandan aja!"
"cepetan za, gue mau main minecraft nih! rumah gue belum selesai di bangun."
"anjir jaman sekarang masih main minecraft lo? ga level banget, ml dong!"
"bacot lo, minecraft adem ayem ga ada gelud gelud an kea game lo itu!"
"WOY DIEM DULU ANJIRIT ITU SI NEZHA GA JADI-JADI NGOMONG NYA!"
akhirnya semua diam, menunggu nezha membuka mulut untuk berbicara.
"Jadi gini guys--"
BRAK
"WOY IZORA GELUD SAMA SALSA DI KANTIN!!"
"DEMI APA LO?!"
"WAH SI NENEK LAMPIR NYARI MASALAH SAMA KITA!"
"CEPETAN WOI KE KANTIN, BANTUIN IZORA."
setelahnya seluruh anak 12 IPA 2 berbondong-bondong menuju ke kantin meninggalkan nezha yang melongo.
"gue boleh resign ga sih?" gumam cowo itu lelah.
...****...
sedangkan suasana di kantin kini terlihat sangat ricuh akibat ulah dari salsa dan izora.
"LO SENGAJA KAN NYIRAM GUE?!" tanya izora ber api-api. gadis itu bangkit menatap manusia di hadapan nya itu dengan nyalang.
"ups sorry, tapi itu emang cocok sih buat lo yang murahan." balas salsa dengan gaya angkuh.
"MAKSUD LO APA ANJING?!" tanya izora lagi.
"jauhin davian! dia milik gue!" ucap salsa to the point.
izora tersenyum remeh, "emang dia mau sama tante-tante gila kea lo?!"
"yang gila itu lo bangsat!" lalu tanpa aba-aba salsa menjambak rambut izora kuat hingga membuat gadis itu meringis.
"Mau lo itu apa si anjing?! dari kelas sepuluh gue suka sama kenzo, dan itu lo rebut. sekarang gue suka sama davian, jauh sebelum lo deket sama dia! dan sekarang dia lo rebut juga! EMANG DASAR LO ITU MURAHAN!" ujar salsa mengeluarkan seluruh unek uneknya, dan setelah itu ia mengempaskan tubuh izora.
izora terjatuh dengan kepala yang berdenyut pusing, sialan sekali gadis itu.
nessa yang baru kembali dari kamar mandi langsung melotot melihat sahabat nya terhempas ke lantai. dengan amarah yang mengebu ngebu ia menghampiri tempat izora dan salsa berada.
lalu...
PLAK
nessa menampar wajah salsa hingga tertoleh kesamping.
"BANGSAT YA LO! ZORA PUNYA SALAH APA SAMA LO ANJING??!"
Salsa tersenyum smirk, membalas tatapan berapi api nessa dengan santai, "lo tanya aja sendiri ke sahabat lo yang murahan itu!"
nessa hendak menampar gadis itu kembali namun suara menginstrupsi dari izora membuat tangan nya berhenti di udara.
nessa menghela nafas, berjalan mundur membiarkan izora membereskan masalahnya sendiri, ia akan menonton di belakang.
izora berjalan mendekati salsa lalu dengan cekatan ia balas menjambak rambut gadis itu lebih kuat dari yang tadi dia lakukan padanya.
"lo tau? gue ga pernah sama sekali ngerebut kenzo dari lo, dia yang ngejer ngejer gue dari awal. gue tau, kalau lo pasti tau fakta itu kan? dan lo juga pasti tau, kalo gue ga pernah sama sekali ngerespon kenzo?" ujar izora, tepat di depan muka salsa yang tampak meringis.
"satu lagi, davian itu bukan milik lo! kalo dari awal dia udah suka sama lo, dia ga bakal berani deketin gue. jadi stop ngaku-ngaku!"
"kalo lo mau davian, ambil. itu pun kalau dia mau sama lo." selesai mengatakan itu izora menghempaskan tubuh salsa kuat. seperti yang di lakukan gadis itu tadi padanya.
izora meraih es teh yang sudah mencair lalu menyiramkan nya ke wajah salsa.
"kalau lo mau ngatain orang murah, pastiin dulu bedak yang lo pake itu mahal dan ga mudah luntur. soalnya malu kalo ternyata bedak lo sama harganya, sama apa yang lo katain ke orang. murah!"
"apalagi bedak punya orang yang lo katain 'murah' itu, lebih mahal dari pada harga diri lo! dan pastinya ga mudah luntur waktu di siram sembarangan sama manusia yang ga punya akhlak!"
selesai mengucapkan itu izora beranjak pergi meninggalkan salsa yang kini wajahnya terlihat memerah, malu dan marah bercampur menjadi satu di wajah gadis tersebut.
saat izora sampai di pintu kantin, davian datang menatapnya dengan sorot khawatir. dan secara tiba-tiba juga cowo itu langsung melepaskan baju sekolahnya, hingga menyisakan kaos hitam polos disana.
lalu kemudian davian memakaikan baju sekolah nya ke tubuh izora yang basah kuyup.
izora melongo, membalas tatapan davian dengan pandangan bertanya-tanya.
mengerti dengan tatapan gadis itu, davian mendekat membisikan sesuatu ke telinga izora, "baju lo keterawang."
mata izora seketika melebar, warna merah perlahan memenuhi wajah hingga lehernya.
berarti sejak tadi warna pakaian dalamnya terlihat?!
kali ini izora kehabisan kata-kata, tubuh nya membeku, pikirannya mendadak kosong karena malu. yang bisa ia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana caranya pergi dari sini sekarang juga?!
arghh salsa benar-benar sialan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments