...Dengarkanlah...
...Hanya kamulah satu-satunya...
...Di antara...
...Yang pernah singgah di relung jiwa...
...Dan takkan pernah lagi ada...
...Manusia lainnya...
...Sudah cukup satu...
...Hanya kamulah satu-satunya...
...Satu-satunya~Hivi...
...****...
keesokan paginya, izora berjalan memasuki kelas dengan santai, ia juga membalas ramah orang orang yang menyapanya di Koridor. ntahlah moodnya sedang bagus sekarang.
sesampainya di depan kelas suara mecca, si bendahara 12 IPA 2 terdengar.
"DEMI APA GUE DAPET BUNGA?!"
Izora mengerutkan alisnya, gadis itu buru buru melangkah masuk.
"kenapa ca?" tanya izora bingung.
"liat ra, gue dapet ini!" mecca dengan antusias menunjukan hadiah yang berada di atas mejanya.
"IH GUE JUGA DAPET!" tiba tiba sautan teman kelasnya yang bernama maya juga terdengar.
"dapet apa lo?" tanya mecca penasaran.
"INI!" maya menunjukan kotak berbentuk love yang izora tebak isinya adalah coklat.
izora berkedip bingung, "eh bentar dulu emang ada acara apan sih? kok pada dapet coklat sama bunga gini?"
"Ya ampun izora sayang, lo lupa? ini hari valentine!" mecca berdecak gemas.
"mending lo cek tempat duduk sama loker lo dulu sana, gue yakin lo dapet banyak banget pasti." Mecca mendorong bahu izora menuju bangkunya sendiri.
dan benar apa yang dikatakan oleh gadis itu, kini meja maupun lacinya sudah penuh dengan bunga dan coklat.
izora menghela nafas kasar, sudah di pastikan jika lokernya juga penuh dengan benda dan makanan tersebut. perlahan ia mulai mengumpulkan hadiah hadiah tersebut menjadi satu, lalu memasukkan nya ke plastik besar untuk di bawa pulang.
namun ditengah kegiatan yang izora lakukan, gadis itu menemukan paper bag cantik yang berbeda dengan dari yang lainnya, jika paperbag lain berwarna merah atau pink ini malah berwarna ungu.
karena penasaran, izora membuka paperbag tersebut.
"susu UHT?"
"apa ini juga dari temennya luna yang kemarin ya?"
"eh ada suratnya." izora membuka secarik kertas yang diselipkan di antara isi paperbag tersebut.
to: kakak cantik izora.
hai kak,
happy valentine!
semoga suka ya sama hadiahnya, itu sengaja aku bedain warnanya, karna aku tau kakak suka banget sama warna ungu.
izora tersenyum.
ah, ia jadi penasaran orang yang memberikan hadiah ini.
"em mecca" panggil izora.
si pemilik nama menoleh, "kenapa ra?"
"itu, em kalo semisal kan gue juga mau ikutan ngasih hadiah kaya gini buat seseorang boleh ga si? apa cuma cowo doang yang boleh?" tanya izora polos.
mecca berkedip dua kali.
"ya boleh lah, mau cewe mau cowo ga ada larangan sama sekali. emang lo mau ngasih siapa?"
"ih ngga, maksud gue tuh kaya aneh ngga si kalo semisal cewe yang ngasih hadiah kaya gini ke cowo?"
"menurut gue sih ngga, karna gue juga mau ngasih hadiah ke cowo gue. Kan ini hari cinta dan kasih sayang sedunia, jadi mungkin dengan cara ngasih hadiah itu kaya bisa nunjukin cinta dan kasih sayang orang itu sendiri."
Izora mengangguk "oke oke thanks sarannya."
"emang lo mau ngasih hadiah ke siapa?" tanya mecca mengulangi pertanyaannya tadi.
izora menyengir "ada deh"
"dih, sok rahasia-rahasian."
Tiba-tiba suara nessa terdengar, "pagi guys" sapa gadis itu yang baru saja memasuki kelas.
Melihat nessa yang sudah datang izora langsung menarik tangan sahabatnya itu keluar kelas, "aaa bebep gue, temenin gue yuk."
"ih, mau kemana anjir? bentar lagi masuk."
"ck bentar aja."
pasrah, akhirnya nessa mau tidak mau mengikuti langkah kemana temannya itu pergi.
keduanya tiba di minimarket sekolah, tempat itu kini sudah di hiasi dengan tulisan 'happy valentine day' dan beberapa hiasan lainnya membuat tempat itu terlihat meriah.
"pagi kak." sapa izora pada salah satu staff disitu yang sedang menyusun buket di rak.
"eh pagi juga kak izora, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya ramah.
"em saya lagi nyari hadiah buat cowo, menurut kakak bagusnya apa ya?"
mendengar itu mata nessa mendelik, "buat siapa anjir? kenzo?"
"najis, untungnya buat gue ngasih ke dia apa coba?"
"terus buat siapa?"
izora tersenyum, "buat crush gue."
"emang lo punya crush?" tanya nessa tidak percaya.
"waw, sekate-kate banget lo kalo ngomong." izora mendengus.
Melihat itu nessa tertawa.
"kalo untuk cowo, menurut saya jam tangan bagus kak." kata kakak staff tersebut memotong pembicaraan keduanya.
"boleh deh kak, saya pilih yang ini ya." izora menunjuk salah satu jam tangan bermerek yang berada di dalam etalase.
"ada lagi kak?"
"kasih parfum ga si ra?" sahut nessa.
"oh iya, tapi dia make parfum apa? jangan kan parfum namanya aja gue ga tau." keluh izora.
Nessa menatap gadis itu speechless, kali ini dia beneran ga bisa ber word-word.
"apa gue kasih parfum gue aja ya?" tanya izora.
"terserah elo deh ra terserah. capek gue sama lo."
"oke kak, sama parfum yang ini ya."
staff tersebut mengangguk dan mulai membungkus hadiah yang izora beli menggunakan kotak hampers lalu memasukkannya ke dalam paper bag.
"totalnya tiga juta dua ratus kak." izora menyerahkan kartu debit nya.
"Terima kasih Kak" ujar staff itu yang dibalas senyuman oleh izora.
"jadi, gimana caranya ngasih hadiah ini kalo lo sendiri gatau nama orang nya?" tanya nessa saat keduanya berjalan keluar dari minimarket tersebut.
"tapi gue tau kelasnya kok."
dahi nessa mengernyit, "kelas berapa emang?"
"10 IPS 3"
"What?? adik kelas??!"
izora mengangguk seraya tersenyum, "mukanya lucu, mangkanya gue suka."
"ra yang bener aja, masa lo suka sama brondong si?" nessa menatap sahabatnya itu tak percaya.
"syut udah diem, dari pada lo ngoceh mending temenin gue ke kelas buat nulis surat terus ke kelasnya luna, tanpa ketahuan bu setya."
"guru guru rapat jadi gausah takut ketahuan bu setya." ujar nessa santai.
"ih demi apa?" tanya izora tak percaya.
senyum gadis itu merekah lebar "ah dewi fortuna lagi berpihak sama gue nih buat ngasih kado ke brondong manis, mangkanya gue di jauhkan dari setan setan bk."
nessa yang mendengar nya hanya bisa memutar bola mata malas.
Kini keduanya tiba di depan kelas 10 IPS 3.
"eh tunggu," ucap izora pada seorang siswi yang hendak masuk kedalam setelah membuang sampah.
"iya, kenapa kak?" tanya siswi tersebut
"boleh minta tolong panggilin luna?"
"boleh, sebentar ya kak." siswi tersebut melangkah masuk.
tak lama kemudian, luna keluar.
"tumben nyari gue, kenapa kak?" ujar luna.
Izora tersenyum, "lo tau ini kan hari valentine, jadi gue mau minta tolong lo buat kasihin hadiah ke crush gue."
"what? lo punya crush?" tanya luna tak percaya.
Izora mengangguk, "udah lama kali, dari awal kalian masuk, tapi--" belum selesai izora berbicara nessa sudah lebih dulu memotong.
"tapi sayangnya dia gatau nama crush nya sendiri."
"tunggu-tunggu, jadi ini gimana ceritanya lo naksir orang terus mau ngasih hadiah tapi lo sendiri gatau nama orang itu?"
Izora menyengir.
"tapi gue tau ciri-ciri orangnya kok." cicit izora.
"oke oke sebutin ciri-ciri nya" titah luna.
"dia anak kelas lo, orangnya tinggi, rambutnya kadang kebelah dua gitu kaya oppa oppa Korea, terus mukanya imut, matanya sipit, idungnya mancung, bibir nya tipis, kalo dia ketawa dua taringnya keliatan."
"yang ciri-ciri nya kea gitu di kelas gue cuma satu orang dan itu... "
luna terdiam beberapa menit sebelum tersenyum sok misterius
"ohh gue tau siapa orang yang lo maksud kak!" pekik luna.
mata izora berbinar, "lo tau? siapa namanya? kasih tau gue cepet!"
"gak mau ah, biar lo tau aja sendiri."
izora mendelik, namun tak luna hiraukan.
"ini kan yang mau dikasih in?" luna mengambil alih paksa paperbag di tangan izora.
"kalo gitu gue masuk dulu kak, tenang aja hadiahnya pasti bakal sampai di tangan orang yang lo maksud." ujarnya sambil cekikikan lalu gadis itu melangkah masuk.
"kasih tau gue dulu anjir luna nama orangnya!!"
"ck udah ayo balik." nessa menyeret paksa temannya itu agar pergi dari sana.
Sedangkan luna yang baru memasuki kelas langsung di tatap dengan lekat oleh teman dekatnya yang tak lain adalah davian, sean, dan cakra.
Luna yang melihatnya mengernyitkan alisnya bingung "ngapain ngeliatin gue kaya gitu?"
"abis ketemuan sama cowo ya lo?" tuduh sean.
"lah memangnya ada yang mau sama modelan kea luna?" sahut cakra.
"anjing lo cak, minta dikaret in banget mulut lo!" balas luna.
"nih yan, dari kak izora." luna meletakkan paperbag yang ia tenteng di hadapan davian.
Mata cowo itu membelalak "demi apa lo?"
"ck ga percaya. dia bilang untuk anak kelas 10 IPS 3 tapi dia gatau nama nya siapa tapi dari ciri-ciri yang dia sebutin gue yakin itu lo."
"emang dia ngomong gimana?"
"dia itu udah suka sama lo dari pertama kali lo masuk kesini, tapi dia gatau namanya, dia bilang ciri-ciri orangnya itu anak kelas 10 IPS 3, tinggi, rambutnya kadang kebelah dua kaya opa opa Korea, matanya sipit, idungnya mancung, bibirnya tipis kalo ketawa dua taringnya keliatan."
"anjay davian, boleh lah bakso bu endang lima porsi." ujar cakra.
luna menatap sinis cowo itu, "ga mampu beli lo? acara minta ke davian segala"
"anjing lo lun! karet mana karet?!"
luna tersenyum puas, "impas sekarang."
lalu atensinya kebali ke davian yang masih menatap tak percaya paperbag tersebut.
"buka dulu coba yan siapa tau ada surat nya"
Davian mengangguk lalu perlahan membuka paperbag bag tersebut, disana ia menemukan secarik kertas berwarna ungu.
Dengan tidak sabaran ia meraih kertas tersebut lalu membukanya.
to: si pemilik mata sipit
from: izora amberlyn
Hai, manusia pemilik mata sipit yang lucu, karna gue gak tau siapa nama lo, jadi gue panggil pakai panggilan itu ya!
Oh iya, Happy valentine day!
semoga lo suka sama hadiahnya..
gue harap besok atau kapan pun itu, gue bisa tau nama lo.
Dan gue harap hadiah ini jatuh ke tangan orang yang gue maksud. kalau pun bukan gapapa deh, karna ini salah gue juga yang ga tau nama lo.
semoga lo suka hadiahnya.
selesai membaca surat tersebut, davian menatap luna sambil tersenyum, "ucapan lo kemarin salah lun, ternyata dia tau kalo gue idup dan sekolah disini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
V
boleh gak sih aku guling guling
2024-12-17
0
Kha
keren kak/Smile/
2024-09-23
0
teti kurniawati
idup. lah.. kan bukan boneka🤣
2024-09-11
0