Jadi dia ?

***

“Kenapa mom ? Benarkan dia janda yang dibuang orang tuanya ? “

“Liyana ! “

“Apa sih mom, belain dia ?! Dia itu hanya pengasuh Almer ! “ ujar Liyana tak suka. 

“Lalu kegiatan kamu sebagai ibu apa ? “ tanya Arumi kesal. 

“Mengandung dan melahirkan ! “ jawabnya percaya diri. 

Arumi menggelengkan kepalanya. Ia pusing mendengar jawaban menantunya yang terkesan menjiplak jawaban orang-orang. 

“Kamu hanya tahu itu, apa kamu di sekolah selalu mencontek jawaban teman-temanmu ? “ tanya Arumi, yang mana pertanyaan itu sangat tak masuk akal di telinga Liyana. 

Gilbert dan Anggara tak peduli dengan perdebatan itu, keduanya sedang asyik bermain bersama Almer dan Arisha.  Anggara merasa memiliki anak kembar, tak jarang kesukaan Arisha dan dirinya sama persis bahkan ketika makan malam, Aurora mengatakan jika putrinya itu alergi kacang sehingga hal tersebut membuat Anggara terkejut. 

“Mom, aku itu menantumu kenapa kau selalu membela orang luar ? Apa hebatnya dia, hanya seorang janda yang dibuang orang tuanya… “

“Liya, mending kamu pergi saja ! Mommy pusing mendengar ocehanmu ! “ usir Arumi. 

“Mommy ngusir Liya ? Harusnya mommy usir dia !! Dia itu orang luar !! “ kata Liyana tak percaya, bahkan dirinya melihat sang suami yang tidak peduli dengannya. 

“Gara ! Besok kalian kembalilah ke rumah ! Mommy pusing harus dengan kelakuan istri yang tidak bisa apa-apa ! “ 

Arumi sudah jengah dengan kelakuan menantunya itu, bahkan sekalipun belum pernah melakukan kewajiban sebagai istri. Menantunya itu hanya tahu bersolek dan perawatan membuatnya malu jika saat arisan menantunya menjadi bahan pembicaraan. 

Liyana yang mendengar itu, dengan senang hati dirinya juga tak menyukai tinggal bersama sang mertua yang menurutnya aneh. 

“Ayo, mas mending malam ini saja kita pulang ! Almer kalau mau tetap disini ya nggak papa ! “ ujarnya senang. 

“Nggak bisa gitu ! Kamu harus merawat putramu, jangan lepas tanggung jawabmu seperti itu ! Almer itu putra kandungmu ! Seharusnya kau merawat dan membesarkannya bukan melepaskannya begitu saja ! “ tegur Anggara kesal. 

“Mas, Almer saja tidak keberatan tinggal disini kenapa kamu yang nggak terima atau kamu mau disini karena ada dia !! “

Aurora yang merasa tak enak dengan situasi sekarang berniat mengajak putrinya pulang, tapi Almer melarang dia ingin Aurora tetap menginap bahkan memohon kepada daddynya agar tidak membiarkan bundanya untuk pulang. 

“Daddy ! Jangan biarkan bunda pulang ! “ seru Almer memohon kepada daddynya. 

Anggara melihat Aurora yang menggandeng tangan putrinya bersiap untuk pulang setelah berpamitan, bingung harus melakukan apa sementara itu Liyana yang mendengar seruan putranya semakin kesal, dia tanpa sadar mendorong Aurora hingga membentur meja. 

“Ahhhhhh !! “ Brugh ! 

“RORA !!!! “ 

“BUNDAAAAA !!! “

Arumi dan lainnya langsung menghampiri Aurora yang tergeletak tak sadarkan diri disamping putrinya. Sedangkan Anggara, sontak menampar pipi istrinya dengan kuat. 

“Tega kamu, Liyana ! Bersiaplah untuk masuk penjara dan aku juga akan segera menceraikanmu !! “

Degh ! Jantung Liyana berdebar sangat kuat, ucapan suaminya membuat Liyana ketakutan. Ia memohon kepada suaminya untuk tidak menceraikannya. Liyana selalu mengatakan hal yang sama, tetapi tidak pernah ditepatinya membuat Anggara muak. 

Apalagi penemuan fakta terbaru yang di dapatkan oleh asisten Vino tempo hari membuat Anggara yakin untuk menceraikan istrinya. Kejadian seminggu yang lalu, membuat Anggara berusaha mencari fakta yang disembunyikan oleh istrinya, dan hasilnya benar-benar diluar dugaan. 

Arisha, bocah itu menangis keras saat bundanya belumuran darah begitu juga Almer entah mengapa bocah itu yang paling merasa takut akan kehilangan bahkan ia membalas perlakuan Liyana kepada Aurora. 

“MOMMY JAHATTTT !!! MOMMY MENYAKITI BUNDA ALMERRRR !!! ALMERRR BENCI MOMMYYYY !!! “ teriak Almer mendorong kedua kaki Liyana dengan sekuat tenaga hingga berhasil membuat Liyana mundur perlahan. 

Mendengar teriakan Almer, wajah Arisha mendadak datar. Ia menghapus air matanya dengan tangan gembulnya yang terkena darah segar milik bundanya. Bocah itu berdiri dan menatap tajam Liyana. 

“Kau !!! Wanita jahat !!! Nda punya pelasaaan, belani naaaa kauuuu mendolong bunda Lisaaaa !!! “ teriak bocah itu marah. 

“Kau hanya anak kecil tau apa !!! “ bentak Liyana kesal. 

“Lisa memang anak kecil, citu olang dewasa tau apa ?! “ balas Arisha. 

“Kau !! “

Arumi yang tadinya berfokus pada Aurora kini berjalan mendekati menantunya. Tamparan keras dia berikan kepada menantunya itu. Tatapan nyalang yang Arumi berikan kepada menantunya itu, membuat Liyana diam tak berkutik. 

“Benar kata putraku, lebih baik dia menceraikan kamu yang tidak berguna ini ! “ ucapan tajam Arumi menembus ulu hati Liyana. 

Wanita itu memundurkan langkahnya hingga terduduk di salah satu sofa. Matanya memerah, dirinya syok dengan semua yang terjadi tapi dirinya tak ingin menjadi wanita miskin. 

“Tidak ! Aku tidak mau miskin lagi ! “ ucapnya dalam hati. 

Semua orang meninggalkan Liyana sendirian, Anggara dan Gilbert sudah membawa Aurora ke rumah sakit, sedangkan Arumi menenangkan Almer dan Arisha yang memberontak ingin ikut. 

“Bundaaa, mau ikut bundaaa !! Lisa mau temani bundaaaaa !! “ pekik bocah gembul itu. 

“Seharusnya, kau tak melakukan itu Liyana ! Lihat, akibat yang kau lakukan membuat dua anak  menangis histeris ! Jika Almer putra kandungmu, dia tidak mungkin memilih Kak Rora daripada dirimu.. Dari awal aku sudah curiga jika kau hanya berpura-pura hamil untuk bisa masuk di keluarga kami !!! “

Gadis itu melemparkan sebuah bukti yang dirinya temukan di meja kerja abangnya. Liyana terkejut, tangannya bergetar saat melihat berkas yang dirinya sembunyikan bisa ditemukan oleh adik iparnya. 

“Tamat, riwayatmu calon mantan kakak ipar ! “

*

*

*

*

*

“Dokterrr !!! Dokterrr !! “ 

“Tolong kami !! “ teriak Anggara membawa tubuh Aurora yang sudah tak sadarkan diri. 

Dua perawat langsung sigap mendorong brankar ke arah Anggara, namun tak disangka dari arah lain sebuah mobil masuk membawa seorang wanita tua yang memegang dada kirinya. 

“Dokterrr !!! Tolong ibu saya  !!! “ teriak seorang pria meminta tolong dokter untuk membantu ibunya. 

Melihat perawat mendorong brankar, pria itu langsung meletakan ibunya bersamaan dengan Anggara yang juga meletakkan Aurora di atas brankar. 

“Maaf, ini brankar untuk kami ! “ tegur Gilbert. 

“Ibu ku lebih membutuhkannya ! “ ujar pria itu tak mau mengalah. 

“Kami yang duluan datang, jadi menyingkirlah ! “ sentak Anggara kesal. 

Entah mengapa dirinya sangat mengkhawatirkan wanita yang dalam pelukannya itu. Anggara merasa dekat dengannya, tapi dirinya tidak dapat mengingat dimana dirinya pernah bertemu Aurora. 

“Tidak ! Suster tolong bawa ibu saya terlebih dahulu !! “ teriak Pria itu. 

“Rexooo !! Cepat pindahkan ibumu di brankar itu !! “ tegur Deon kepada putranya. 

Benar-benar egois, Rexo langsung meletakan ibunya di atas brankar dan menggeser paksa Anggara tanpa melihat siapa wanita yang berada dalam pelukan Anggara. 

“Ehhhhhh !! “

Untung Anggara belum meletakan Aurora sempurna di atas brankar sehingga wanita itu tidak terjatuh saat brankar didorong masuk secara kasar. 

“Benar - benar egois !!! “ umpat Gilbert. 

Tak lama dua perawat datang dengan mendorong brankar, Anggara langsung meletakan Aurora di atas brankar dan dirinya turut membantu mendorong brankar Aurora. 

“Gara, kamu ke bagian administrasi. Biar daddy yang temani Rora ! “ titah Gilbert panik. 

Anggara mengangguk, untuk tas selempang Aurora ia bawa juga sehingga tak perlu repot mencari. 

Saat berada di bagian administrasi, untuk pengisian data pasien, Anggara meraih dompet milik Aurora dan langsung mengambil tanda pengenal Aurora bersamaan dengan jatuhnya sebuah kertas yang membuat Anggara berdecak kesal saking paniknya. 

“Ah, ini mba ! “ ujarnya memberikan tanda pengenal Aurora. 

Kemudian, Anggara berjongkok untuk mengambil kertas yang terjatuh di lantai, saat melihat kertas tersebut wajah Anggara terlihat terkejut. 

“Kertas ini, ja–jadii di–diaaa — , “

**♥︎♥︎♥︎**

Yuhuuuu !!! Jangan lupa dukungannya♥︎

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

yuhuuuu akhirnya terkuak juga kebenarannya

2025-01-16

0

Ervina

Ervina

musibah membawa kebenaran... 🤗

2024-11-03

1

jumirah slavina

jumirah slavina

apakah ini kertas note yg d'tinggalin Gara saat mlm itu...

2024-10-04

2

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!