Kehamilan simpatik

Sejak beberapa bulan lalu,dimana Aurora diusir, wanita itu memilih tinggal di rumah sederhana milik Rino yang bekerja di rumahnya. 

Setiap hari, Rino datang ke rumahnya untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan oleh  ibu hamil. 

“Kak Aurora, Rino pergi sebentar ! Mau beli susu hamil buat kakak. Rino lihat sudah habis di lemari ! “

“Biar kakak saja yang beli, kamu pergilah ke rumah. Nanti orang-orang mama tahu kalau kamu memberikan kakak tempat tinggal disini.. “

Ya, sejak itu juga, Aurora meminta Rino untuk memanggilnya kakak sehingga keduanya terlihat seperti kakak dan adik. Rino dengan senang hati memanggil anak majikannya dengan panggilan kakak, karena ia sama sekali tidak memiliki keluarga lagi setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. 

*

*

*

*

Sedangkan ditempat lain, seorang pria tampan sedang mengeluh. Ia merasa perutnya seperti di aduk-aduk. Wajah tampannya terlihat sangat pucat, bahkan beberapa kali ia merengek seperti bayi kelaparan membuat asistennya pusing tujuh keliling. 

“Tuan, anda sebenarnya kenapa ? Anda merengek seperti bayi, mengatakan perut diaduk-aduk tapi tidak boker, anda sebenarnya kenapa tuannnnn ???!!! Apa perlu saya panggilkan dokter pribadi anda untuk memeriksa keadaan tuan saat ini ???? “

“Diamlah, Vino ! Kamu cerewet sekali ! “

“Saya cerewet karena saya peduli sama anda, tuan ! “

“Ngomong sekali lagi, saya potong gaji kamu ! “ ancam pria itu. 

Ceklek ! Brak ! Pintu terbuka dengan sangat kasar. Seorang wanita berpenampilan seksi masuk dengan wajah merah dan dibelakangnya seorang wanita berprofesi sebagai sekretaris CEO datang dengan raut wajah penuh khawatir. 

“Tuan, maafkan saya ! Nona ini memaksa untuk masuk ! “ 

“Gara ! Apa yang kamu lakukan ! Kenapa karyawanmu melarangku untuk masuk ke perusahaanmu ! “ ujar wanita itu kesal, ia berjalan menghampiri Anggara.

Namun, naasnya Anggara mengalami mual-mual. “ Berhenti disanaaaaa !!! Huekkk !!! Badanmu bau jigonggggg !!! Jauh-jauh dariku !! “ teriak Anggara menutup hidungnya. 

Wanita seksi itu langsung mengendus-endus badannya membuat Vino menahan tawanya. 

“Apa ?! Ada yang lucu ?! “ sentak wanita itu. 

“Keluar dari ruanganku ! Bau jigong mu membuat perutku terasa mual !! “ sentak Anggara, ingin muntah. 

Wanita seksi itu tak mengindahkan larangan Anggara, ia terus menghampiri Anggara dengan percaya diri. Namun, kepercayaan dirinya hilang saat Anggara memuntahkan cairan bening tepat di wajahnya. 

“Huekkkkk !! “

“AKHHHHHHHHHHH !!!! GaraYYYYYYY !!! “ teriak wanita itu membuat Vino dan sekretaris Anggara tertawa terbahak-bahak. 

“BHUAAHAHAHAAHHAAH ! “

*

*

*

*

*

“Kamu itu ! Disuruh periksa nggak mau, sekarang kamu membuat wanita pilihan mommy dan daddy menangis. “

“Itu pilihan kalian, bukan pilihan Gara.. “ bantah Anggara, sungguh ia sangat muak dengan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya. 

Keduanya sudah sangat ingin memiliki cucu, membuat Anggara kesal luar biasa. Bahkan Anggara sendiri bingung dengan keadaannya beberapa bulan ini yang sering menginginkan sesuatu, merasa mual ketika semua orang menggunakan parfum yang menyengat. Banyak wanita cantik yang datang menghampirinya, namun tidak pernah sekalipun digubris. 

“Gara, kapan kamu akan menikah ? Mommy sudah sangat ingin menimang cucu… “

“Mooommmm, pertanyaannya bisa diganti nggak ? “

“Kenapa diganti ? “ tanya Arumi kepada putranya heran. 

“Gara pusing dengarnya. Tunggu —, “

“Tunggu apa ?” tanya Arumi merajuk.

“Mommy sudah gatal ingin menimang cucu ! Menunggu kamu menemukan wanita itu, sampai kapan ? Keburu berkarat batangmu !“

“Eh ?!! “

*

*

*

*

*

Beberapa hari berlalu,  perut Aurora sudah terlihat sangat besar. Aurora tak pernah mengecek kandungan walau Rino terus saja membujuk kakaknya itu untuk melakukan pemeriksaan. 

Dirinya juga sudah sangat penasaran dengan kehamilan kakaknya itu. 

“Kak, perut kakak terlihat lebih besar. Apa kakak hamil banyak anak ? “ tanya Rino polos. 

“Hamil banyak anak bagaimana ? “ tanya Aurora mengelus perutnya yang terlihat sangat besar. 

“Semacam hamil kembar gitu, tetangga depan sana kemarin baru habis lahiran, anaknya kembar lagi. Apa jangan-jangan kakak juga hamil kembar ? “

“Hussss ngawur kamu, mungkin ini karena kakak banyak makan. Soalnya porsi makan kakak tiga kali lebih banyak dari biasanya. “ jelas Aurora. 

“Benar juga ya kak. Nggak papa deh, yang penting kakak dan ponakan aku sehat-sehat… “

“Amin… “

Sore harinya, Rino berpamitan untuk kembali ke rumah orang tua Aurora. Dirinya tadi meminta izin untuk bertemu temannya, sehingga majikannya memberikan izin padanya. 

“Mama… …  perut Lea terasa nggak nyaman ! “ rengek Lea kepada Dea. 

“Aduh, kamu jangan banyak bergerak. Biar mama panggilkan bibi untuk memijat kakimu. Pasti pegalkan ! “

“Tinggal dua hari lagi kamu akan melahirkan, mama nggak sabar nimang cucu… “

“Lea juga mah… “

Lea merasa senang, inilah yang dirinya tunggu-tunggu. Menikmati semua kebahagian kakak tirinya, mendapatkan suami yang tampan dan royal , mertua yang perhatian, harta yang melimpah dan tentunya kasih sayang dari mama tirinya. 

Dirinya sangat senang membuat kakak tirinya hidup susah, kini ia memerintah seseorang untuk mencari keberadaan kakak tirinya itu. Ia ingin lihat seberapa menderitanya sang kakak saat tidak menggunakan fasilitas mewah dari mama Rika. 

“Ya, hallo ! “ seru Lea mengangkat telepon yang masuk. 

Dea meninggalkan menantunya dikamar, sedangkan dirinya menyusul sang suami masuk ke dalam kamar mereka. 

“Kami sudah menemukan keberadaan kakak tiri nona… “

“Bagus ! Dimana dia tinggal sekarang ? “ tanya Lea dengan senyuman sinisnya. Orang suruhan Lea langsung mengatakan dimana Aurora tinggal dan faktanya ia sangat terkejut. 

“APA ??! “

*

*

*

*

*

“Kamu saya pecat, Rino ! Beraninya kamu menampung anak tak tahu diri itu ! Kamu pakai uang gajimu untuk anak itu ?! Kamu gila !! “

“Maaf nyonya, tapi itu uang gajian saya. Wajar saya memberikannya kepada Kak Aurora “

“Aurora kamu panggil kakak, “ Rika menggelengkan kepalanya. “ Sekarang kamu pergi dari rumah saya ! Kamu sudah saya pecat ! “

Rino mengangguk dan pergi begitu saja,  sedangkan suami baru Rika langsung pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. 

“Mas mau kemana ? “ teriak Rika kepada suaminya. 

“Nyari angin ! “ dustanya. 

“Kenapa nyari angin, aku disini ada ! “

Pria itu menatap istrinya, melihat penampilan istrinya tak membuatnya bergairah. Dirinya hanya melihat Aurora saja sudah bergairah, maka dari itu tujuannya pergi adalah mencari keberadaan Aurora. 

*

*

*

*

*

Aurora kini sedang mendudukkan dirinya disofa sambil menonton film, sambil minum susu hamilnya yang terakhir karena dirinya belum sempat membelinya lagi. Sesekali Aurora mengusap perutnya yang sudah mulai membesar, dirinya masih kepikiran dengan ucapan Rino. 

“Apa benar aku hamil anak kembar ? Tapi rasanya tidak mungkin .. keluargaku sama sekali tidak memiliki keturunan anak kembar … “ ucapnya lirih. 

Tok ! 

Tok ! 

Tok ! 

Terdengar suara pintu diketuk dari luar  Aurora yang sedang menonton segera beranjak dari duduknya berjalan pelan menuju pintu rumah. 

Ceklek ! 

“Rino ?! “ Aurora kaget melihat penampilan Rino yang berantakan, wajahnya babak belur, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah. 

“Kamu kenapa dek ? “ tanya Aurora khawatir. 

“Ki–kita masuk dulu kak ! “ Rino sedikit mendorong tubuh Aurora untuk masuk ke dalam, sedangkan dirinya menutup dan mengunci pintu rumah dengan tergesa-gesa. 

Sesekali ia melihat keluar melalui jendela, menyibak sedikit gorden jendelanya untuk melihat keadaan luar “ semoga kakak aman tinggal disini.. “

“Rino ! “

“Eh, kakak ?! “

“Kamu, lihatin apa sih ? “ Rino menggeleng. 

Ia mengajak Aurora untuk duduk, wajahnya sedikit ngilu. Beberapa kali meringis perih. Aurora memaksa Rino untuk menceritakan kepadanya apa yang sebenarnya terjadi. Mendengar cerita Rino, membuat Aurora merasa bersalah.

Aurora langsung saja mengompres wajah adiknya itu dan memberinya obat agar memar di wajah Rino menghilang walau harus menunggu beberapa hari. 

“Anggara, kamu mau kemana ?” tanya Arumi kepada putranya yang terlihat mengenakan kaos oblong dan celana selutut. 

Namun, Anggara tidak menggubris pertanyaan mommynya. Ia pergi begitu saja, menghampiri Vino yang menunggunya di depan mobil. Malas berdebat, apalagi ada wanita yang duduk disebelah mommy membuat Anggara muak. 

“Garaaaaa !!! dengar mama ngomong nggak?! “

“Kenapa mukanya ditekuk gitu, bro ? “ tanya Vino basa basi. 

“Ayo, jalan ! Kakak sudah tidak sabar, ingin mencicipi bakso di depan minimarket itu ! “

“Semakin kesini semakin aneh, ngidam kali ya.. “ gumam Vino heran melihat kelakuan sahabatnya itu. 

“Vinooooooo !!! Buruannnn !! “ teriak Anggara di dalam mobil. 

“Yaaaa sabarrrrrr !!! “

Terpopuler

Comments

Ignatia Guwaunaung

Ignatia Guwaunaung

/Ok//Ok//Ok//Good//Good//Good/

2025-01-31

0

niktut ugis

niktut ugis

tuan asisten bhs mu yg halus lah bab / pup sesuai kan dg jabatan gitu 😀

2024-07-20

1

Pasrah

Pasrah

lanjutkan

2024-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!